Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN DAN PENANGGULANGAN PENCEMARAN SAMPAH DI DAERAH PESISIR DESA PULAU KAMPAI KABUPATEN LANGKAT Danilwan, Yuris; Sutria, Yuna; Sabila, Fadiyah Hani; Taruna, Taruna; Said, Aja Avriana; Fransiska, Eka; Delina, Meriah Kita; Handayani, Irma; Ridho, Syarifur; Rinaldi, Fahmi
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 7 No. 1 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v7i1.168

Abstract

Peserta dari kegiatan ini terdiri dari para nelayan dan penduduk sekitaran pelabuhan yang berada di pesisir Pelabuhan Pangkalan Susu yang memiliki mata pencaharian sehari-hari adalah berlayar, misalnya nelayan atau nakhoda kapal penyeberangan dari pulau ke pulau. Berdasarkan hasil observasi dan interview yang dilakukan tim pengusul Politeknik Adiguna maritim Indonesia (POLTEK AMI) Medan terhadap masyarakat di daerah Desa Pulau Kampai, bagaimana cara mengatasi pelestariaan lingkungan dan pencemaran laut yang terjadi di daerah pesisir Desa Pulau Kampai. Sementara itu laut merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat setepat khususnya para nelayan berada di Desa Pulau kampai di Kabupaten Langkat. Maka tim Politeknik Adiguna Maritim Indonesia (POLTEK-AMI) Medan ingin mensosialisasikan pelestarian lingkungan dan bahaya pencemaran dilaut baik itu sampah,limbah industri maupun limbah minyak atau yang lainnya. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat beserta kepala daerah setempat bekerja sama untuk melakukan sosialisasi pelestarian lingkungan dan pencegahan pencemaran yang bersumber dari sampah, limbah industri dan dari kapal terhadap pencemaan laut. Sasaran Sosialisasi adalah masyarakat pesisir yang berpropesi sebagai nelayan di daerah tersebut dan juga masyarakat daerah pesisir tersebut.
Work Safety Procedures In Loading /Unloading Activities at PT. Buana Lintas Lautan Tbk Batam Branch Dewa Surya Dinata; Yuna Sutria; Fadiyah Hani Sabila
Jurnal Manuhara : Pusat Penelitian Ilmu Manajemen dan Bisnis Vol. 1 No. 1 (2023): JANUARI : Pusat Penelitian Ilmu Manajemen dan Bisnis
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/manuhara.v1i1.1395

Abstract

This study was conducted with the aim of finding out how the work safety procedures are in loading/unloading activities at PT. Buana Lintas Lautan Tbk, Batam Branch. The author obtained data using field research methods and library research methods. The company PT. Buana Lintas Lautan Tbk, Batam Branch is a freight forwarding service company engaged in loading/unloading activities. In loading/unloading work, it is closely related to work that can cause work accidents, whatever the work that moves, is stored and transported, has many risks. Work safety procedures in loading/unloading activities at PT. Buana Lintas Lautan Tbk, Batam Branch have been running well. This is done for the good of the company and loading/unloading workers. To ensure the safety and health of workers in carrying out loading/unloading work, work safety procedures are implemented so that all workers feel safe and comfortable in carrying out their work, although there are still workers who do not use personal protective equipment in the loading/unloading process.
Prosedur Pengurusan Shifting Permit Kapal MT. Southern Koala di Dermaga Khusus KSOP Dumai Fauzi Hizkia Tumanggor; Capt. Suratni Ginting; Yuna Sutria
Jurnal Transformasi Bisnis Digital Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Transformasi Bisnis Digital (JUTRABIDI)
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jutrabidi.v2i2.486

Abstract

This paper discusses the procedures for MT ship permit transfer documents. Southen Koala from Special Pier PT. Sari Dumai Oleo towards PT Special Pier. Sari Dumai Sejati at the Class I Dumai Harbormaster and Port Authority Office by PT. Bahari Eka Nusantara Dumai Branch. The methods used in this research are the field method (field research) and the library method (library research). Based on the research results above, it can be concluded that the MT ship Shifting Permit Document Procedure. South Koala from PT special pier. Sari Dumai Oleo towards PT special pier. Sari Dumai Sejati at the Class I Dumai Harbormaster and Port Authority Office by PT. Bahari Eka Nusantara Dumai Branch, is a complex process and involves various parties. This process starts from submitting documents, verification, to implementation permits in the field. The ship movement permit process must comply with the regulations and procedures of PT. Bahari Eka Nusantara ensures the Dumai Branch for safety and smooth operations.
EFEK MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION BERBANTUAN MEDIA PhET TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP PADA MATA KULIAH FISIKA TERAPAN Sutria, Yuna; Harahap, Rofiqoh Hasan
Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v13i2.62031

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji efek model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) yang dibantu oleh media PhET terhadap pemahaman konsep mahasiswa pada mata kuliah Fisika Terapan. Jenis penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu. Subjek penelitian terdiri dari mahasiswa semester pertama yang mengambil mata kuliah Fisika Terapan di Prodi Nautika. Mahasiswa dibagi menjadi dua kelas yakni kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe GI dengan bantuan media PhET, dan kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep yang telah divalidasi dan diuji reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji t untuk mengetahui perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam pemahaman konsep antara kedua kelas. Kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe GI dengan bantuan media PhET menunjukkan peningkatan pemahaman konsep yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok kontrol. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe GI yang didukung oleh media PhET efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep mahasiswa pada mata kuliah Fisika Terapan. Oleh karena itu, disarankan agar pendidik mempertimbangkan penerapan model pembelajaran ini dalam proses pengajaran untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa.
PROSEDUR PENGGUNAAN ALAT BONGKAR MUAT CRANE DITINJAU DARI PT. PELINDO (PERSERO) REGIONAL 1 SIBOLGA Sutria, Yuna; Sabila, Fadiyah Hani; Sihombing, Santiani
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 7 No. 2 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v7i2.209

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana tata cara penggunaan peralatan bongkar muat crane berdasarkan perspektif PT. Pelindo (Persero) Regional 1 Sibolga. Dalam penelitian ini penulis menerapkan metode penelitian lapangan (Field Study) melalui observasi dan wawancara langsung dengan General Manager (GM) PT. Pelindo (Persero) Regional 1 Sibolga, serta metode kepustakaan (Library Study). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tata cara penggunaan peralatan bongkar muat crane berdasarkan tinjauan PT. Pelindo (Persero) Regional 1 Sibolga selaku perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang beroperasi di bidang layanan jasa kepelabuhanan, tata cara penggunaan peralatan bongkar muat crane dapat berjalan dengan baik karena sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. Dengan adanya persiapan yang matang sebelum bongkar muat menggunakan crane dan didukung oleh pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan bongkar muat menentukan kelancaran pelaksanaan bongkar muat. Sebelum persiapan bongkar muat menggunakan crane sebaiknya dilakukan rapat koordinasi untuk memberikan arahan kepada Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) mengenai prosedur yang tepat dan benar, sehingga diharapkan dapat tercipta kerjasama yang baik. Kegiatan bongkar muat yang dapat berjalan dengan lancar sebaiknya didukung oleh Pelindo dan pihak-pihak lainnya yang ikut berperan dalam kegiatan bongkar muat, serta penyediaan peralatan bongkar muat yang baik dan siap dioperasikan.
Peningkatan daya saing transportasi laut melalui inovasi dan SDM maritim sekolah pelayaran Indonesia AISYA REGINA, KHAIRANI; Sutria, Yuna
Jurnal Cakrawala Bahari Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Cakrawala Bahari
Publisher : Politeknik Pelayaran Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70031/jkb.v8i1.148

Abstract

This research delves into the ways Indonesia can enhance the competitiveness of its maritime transport industry through innovation in nautical education and human resource development in nautical schools. Utilizing a qualitative journal review, global publications, and UNCTAD, ILO, World Bank, and Statistics Indonesia (BPS) official data, the study confirms that new learning facilities in the shape of bridge and engine room simulators, computerized curricula, and harmonization with the STCW Convention increase the technical competence of cadets. Human resource development through global certification, trainer development, and competency-based courses also increases Indonesian graduates' employability globally. From a sectoral viewpoint, performance is also positive, at 21.5 million passengers and a growth of 5.2% in cargo handling in 2023. Nevertheless, Indonesia remains at position 61 in the 2023 Logistics Performance Index, below its regional neighbors Singapore and Malaysia. Major issues include uneven logistics distribution, no competition in port terminals, and a lag in human resources compared to global standards. Overall, the study shows that maritime competitiveness improvement requires more synergy between logistics policy reform, human resource development, and educational innovation. Improving these areas will not only develop the quality of maritime graduates but also lead Indonesia to achieve its long-term goal of being a global maritime hub.
Pelayanan Epo (Exit Permit Only) Crewing oleh PT. Samudra Shipping Agency pada Kantor Imigrasi Dumai Zenika Putra Fatemaluo; Yuna Sutria
Ebisnis Manajemen Vol. 3 No. 3 (2025): September : Ebisnis Manajemen
Publisher : Fakultas Ekonomi & Bisnis, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59603/ebisman.v3i3.1106

Abstract

This study focuses on analyzing the Exit Permit Only (EPO) Crewing Services organized by PT. Samudra Shipping Agency in cooperation with the Dumai Immigration Office. The EPO service plays a crucial role in ensuring legal compliance regarding the movement of foreign seafarers who are executing a sign-off (leaving the vessel) within Indonesian territory. The main objectives of this research are to examine the operational procedures, analyze the role of the shipping agency, and evaluate the effectiveness of the synergy between the agency and the immigration authorities in processing immigration documents. The research methodology employed is a combination of field research (field research), which involves observation and the collection of practical data, and literature review (library research) to strengthen the regulatory and theoretical foundation. The findings indicate that the success of the EPO service is highly dependent on the effective synergy between PT. Samudra Shipping Agency and the Dumai Immigration Office. The shipping agency holds a vital role in handling the entire crew sign-off process and is fully responsible for managing the temporary stay permits for foreign crew members through the issuance of a Dahsuskim (Special Immigration Document). The improvement in the quality of this EPO service not only provides operational benefits for the agency and the crew involved but also substantially supports the government's efforts to supervise the movement and presence of foreign workers in an orderly and legal manner. Optimizing this procedure will enhance efficiency and regulatory compliance in the port area.
Prosedur Penerbitan Surat Ukur Kapal Baru Luncur Barge Patria 3222 pada KSOP oleh PT Menara Shipping Agency Batam Tedi Kurniawan; Dirhamsyah Dirhamsyah; Yuna Sutria
Master Manajemen Vol. 2 No. 4 (2024): Master Manajemen
Publisher : Fakultas Ekonomi & Bisnis, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59603/masman.v2i4.584

Abstract

The purpose of writing this paper is to identify the Procedure for Issuing Measuring Letters for Newly Launched Barge Patria 3222 Ships at KSOP by PT Menara Shipping Agency Batam and to identify what are the obstacles or obstacles as well as solutions in issuing measuring letters for newly launched ships. This paper was written using field research methods, namely observation and interviews and library research methods. The results of this research state that the applicable procedures for issuing measurement letters for newly launched ships by KSOP Batam are in accordance with the regulations issued by the Minister of Transportation. The initial procedure that must be carried out by Barge Patria 3222 is to submit a request for measurements from Barge Patria 3222 to PT Menara Shipping Agency Batam. Then Barge Patria 3222 registered online on the KSOP website specifically for Batam (www.ksopkhususbatam.id) . The documents that have been submitted will be checked again by the Head of Ship Seaworthiness for approval. After approval, several surveyors are sent to carry out physical measurements of the ship and then the results are compiled into a report. If the report has been received, KSOP will verify and validate the report results. For issuance, the owner will be asked to wait some time to receive the newly released measurement letter.
Sosialisasi Penggunaan Alat-Alat Keselamatan Pada Nelayan Sebagai Usaha Penyelamatan Diri Dari Tabrakan dan Kapal Tenggelam di Daerah Pesisir Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang Danilwan, Yuris; Sutria, Yuna; Ginting, Suratni; Dirhamsyah, Dirhamsyah; Taruna, Taruna; Said, Aja Avriana; Fransiska, Eka; Delina, Meriah Kita; Sari.S, Nurmalia; Ridho, Syarifur; Rinaldi, Fahmi; Rezeki, Roma; Ritonga, Nursyahrul
Civic Action Jurnal Pengabdian dan Inovasi Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): Artikel Pengabdian
Publisher : SORATEKNO PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59696/civicaction.v1i2.161

Abstract

Perikanan dan kelautan menjadi salah satu sektor andalan di kawasan pesisir Utara Pantai Labu kabupaten Deli Serdang, karena dikelilingi perairan yang luas sehingga perikanan memiliki peranan penting dalam penyediaan bahan pangan, dan kesempatan kerja. Dari penangkapan Ikan yang didapat para nelayan dapat menjual ke pasar dan juga dapat memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Pekerjaan sebagai nelayan adalah pekerjaan yang sulit dan dapat mempertaruhkan nyawa para nelayan setempat. Maka  perlu adanya Pengabdian kepada Masyarakat (PkM),tentang sosialisasi penggunaan alat-alat keselamatan untuk para nelayan. Berdasarkan hasil observasi dan interview yang dilakukan tim dosen Politeknik Adiguna maritim Indonesia (Poltek Ami) Medan terhadap masyarakat di daerah pesisir pantai labu, yang teletak di pesisir Utara kabupaten Deli Serdang bahwa kemampuan untuk berlayar yang dimiliki para nelayan ataupun nakhoda kapal-kapal penyeberangan dari pulau ke pulau diperoleh secara turun – temurun dari orang tuanya, pekerjaan menetap ayahnya sebagai nelayan dan juga sebagai pengangkut penumpang penyeberangan dari pulau ke pulau sebagai transfortasi laut  yang selalu melibatkan anaknya dalam berlayar baik mencari ikan maupun mengantar penumpang dari pulau ke pulau. Sehingga perlu di adakan sosialisasi mengenai alat- alat keselamatan , agar nelayan penangkap ikan dapat menjaga keselamatannya dan dapat terus melanjutkan pekerjaan mereka untuk memperjuangkan kebutuhan keluarga.
Sosialisasi Penggunaan Alat-Alat Keselamatan Pada Nelayan Sebagai Usaha Penyelamatan Diri Dari Tabrakan dan Kapal Tenggelam di Daerah Pesisir Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang Yuris Danilwan; Yuna Sutria; Suratni Ginting; Dirhamsyah Dirhamsyah; Taruna Taruna; Aja Avriana Said; Eka Fransiska; Meriah Kita Delina; Nurmalia Sari.S; Syarifur Ridho; Fahmi Rinaldi; Roma Rezeki; Nursyahrul Ritonga
CivicAction: Jurnal Pengabdian dan Inovasi Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): Artikel Pengabdian
Publisher : SORATEKNO PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59696/civicaction.v1i2.161

Abstract

Perikanan dan kelautan menjadi salah satu sektor andalan di kawasan pesisir Utara Pantai Labu kabupaten Deli Serdang, karena dikelilingi perairan yang luas sehingga perikanan memiliki peranan penting dalam penyediaan bahan pangan, dan kesempatan kerja. Dari penangkapan Ikan yang didapat para nelayan dapat menjual ke pasar dan juga dapat memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Pekerjaan sebagai nelayan adalah pekerjaan yang sulit dan dapat mempertaruhkan nyawa para nelayan setempat. Maka  perlu adanya Pengabdian kepada Masyarakat (PkM),tentang sosialisasi penggunaan alat-alat keselamatan untuk para nelayan. Berdasarkan hasil observasi dan interview yang dilakukan tim dosen Politeknik Adiguna maritim Indonesia (Poltek Ami) Medan terhadap masyarakat di daerah pesisir pantai labu, yang teletak di pesisir Utara kabupaten Deli Serdang bahwa kemampuan untuk berlayar yang dimiliki para nelayan ataupun nakhoda kapal-kapal penyeberangan dari pulau ke pulau diperoleh secara turun – temurun dari orang tuanya, pekerjaan menetap ayahnya sebagai nelayan dan juga sebagai pengangkut penumpang penyeberangan dari pulau ke pulau sebagai transfortasi laut  yang selalu melibatkan anaknya dalam berlayar baik mencari ikan maupun mengantar penumpang dari pulau ke pulau. Sehingga perlu di adakan sosialisasi mengenai alat- alat keselamatan , agar nelayan penangkap ikan dapat menjaga keselamatannya dan dapat terus melanjutkan pekerjaan mereka untuk memperjuangkan kebutuhan keluarga.