Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENINGKATAN PEMAHAMAN KADER NASYIATUL AISYIYAH TENTANG PENGELOLAAN OBAT AMAN MELALUI EDUKASI DAGUSIBU BERBASIS KOMUNITAS DI KABUPATEN LAMONGAN Sakti, Aditya Sindu; Negara, Sri Bintang Sahara Mahaputra Kusuma; Mayangsari, Fransisca Dita; Rokhman, Abdul; Fadel, Muhammad Nurul; Zuhri, Mukhammad Syaifuddin; Imtiyaaz, Moh Thaariq Zelda; Setianingsih, Elfrida Rosselly; Nurin, Eka Filza; Mutamimah, Siti; Adhimi, Cici Sayyidatul
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.32002

Abstract

Abstrak: Pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan obat yang aman dan rasional masih rendah, berpotensi meningkatkan risiko Drug-Related Problems (DRPs). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kader Nasyiatul Aisyiyah tentang konsep DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) agar mereka dapat menjadi agen perubahan dalam edukasi kesehatan komunitas. Penyuluhan berbasis komunitas dilakukan terhadap 49 kader di Desa Blawi, Lamongan, dengan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam tingkat pengetahuan kader setelah intervensi,sebanyak 68% kader mengalami peningkatan pengetahuan setelah mengikuti penyuluahan berbasis komunitas ini. Mayoritas peserta juga menyatakan kepuasan terhadap metode edukasi yang diterapkan. Edukasi berbasis komunitas melalui kader terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan terkait pengelolaan obat yang tepat.Abstract: Public awareness of safe and rational drug management remains low, increasing the risk of Drug-Related Problems (DRPs). This program aimed to enhance the knowledge of Nasyiatul Aisyiyah cadres on DAGUSIBU (Obtain, Use, Store, Dispose) so they can act as community health educators. A community-based counseling session was conducted for 49 cadres in Blawi Village, Lamongan, with pre-test and post-test evaluations. The results demonstrated a significant improvement in participants’ knowledge, with 68% of the cadres showing increased understanding following the intervention. Most participants also expressed satisfaction with the educational method applied. Community-based education through cadres has proven effective in improving health literacy related to proper drug management.
Kecemasan dengan Alexithymia: Studi Crossectional pada Remaja Zakiyyah, Brilianti Ghefira; Rokhman , Abdul; Aris, Arifal
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 10 No 3 (2025): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v10i3.26956

Abstract

Objective: Alexithymia is a psychological condition characterized by difficulties in recognizing, understanding, and expressing emotions. Low emotional awareness in individuals with high alexithymia levels has been associated with increased aggression and impulsive behavior. This study aims to analyze the relationship between anxiety levels and stress levels with alexithymia among adolescents at SMA Negeri 1 Sekaran.Methods: This study employed a cross-sectional design. The research population consisted of 354 adolescents, with 185 respondents selected through simple random sampling. Data were collected using the Depression Anxiety Stress Scale (DASS) and the Toronto Alexithymia Scale (TAS-20) questionnaires. The collected data were tabulated and analyzed using the Spearman rank correlation test, with a significance level of p < 0.05.Results: Spearman rank correlation test, with a significance level of p < 0.05. The results indicate that 51.4% of adolescents experienced severe anxiety, 45.9% experienced severe stress, and 61.6% exhibited high alexithymia levels. Statistical analysis yielded a p-value of 0.000 (p < 0.05), demonstrating a significant relationship between anxiety levels and alexithymia among adolescents. Similarly, a p-value of 0.000 (p < 0.05) confirms a significant relationship between stress levels and alexithymia.Conclusion: These findings suggested that anxiety and stress strongly influence alexithymia among adolescents, emphasizing the need for preventive measures such as providing social support, fostering friendships, promoting emotional education, and encouraging social engagement with new individuals. Further research is necessary to explore additional factors that may contribute to alexithymia in adolescents.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Melalui Audio visual Terhadap Tingkat Kepercayaan Diri Pada Siswa Yang Mengalami Body Shaming Mufidah, Nur Anisatul; Saifudin, Moh.; Rokhman, Abdul
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 9, No 3 (2025): EDISI DESEMBER 2025
Publisher : Tribhuwana Tunggadewi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v9i3.3458

Abstract

Masa remaja ditandai oleh perubahan fisik, emosional, dan sosial yang signifikan. Munculnya tantangan dan masalah pada remaja, salah satunya permasalahan terkait tingkat kepercayaan diri yang disebabkan karena tindakan body shaming. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh audio visual terhadap tingkat kepercayaan diri siswa yang mengalami body shaming di SMP Negeri 1 Sugihwaras Bojonegoro. Populasi sebanyak 126 siswa diambil seluruhnya sebagai sampel (teknik total sampling). Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperiment dengan one group pre-test post-test design. Instrumen menggunakan kuesioner. Pengambilan data primer dan sekunder dilakukan dalam penelitian ini. Bentuk intervensi adalah pendidikan kesehatan berupa pemutaran audio visual sebanyak 3x. Analisa data menggunakan wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan sebelum dilakukan intervensi ,sebagian besar (59,52%) memiliki kepercayaan diri kurang dan meningkat setelah intervensi yakni hampir seluruhnya (87,30%) memiliki kepercayaan diri sedang. Hasil analisa data didapatkan p value = 0,000 (0,05) artinya ada pengaruh audio visual terhadap tingkat kepercayaan diri siswa yang mengalami body shaming. Pendidikan kesehatan audio visual menjadi metode yang efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri korban body shaming.