Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Kecemasan dengan Alexithymia: Studi Crossectional pada Remaja Zakiyyah, Brilianti Ghefira; Rokhman , Abdul; Aris, Arifal
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 10 No 3 (2025): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v10i3.26956

Abstract

Objective: Alexithymia is a psychological condition characterized by difficulties in recognizing, understanding, and expressing emotions. Low emotional awareness in individuals with high alexithymia levels has been associated with increased aggression and impulsive behavior. This study aims to analyze the relationship between anxiety levels and stress levels with alexithymia among adolescents at SMA Negeri 1 Sekaran.Methods: This study employed a cross-sectional design. The research population consisted of 354 adolescents, with 185 respondents selected through simple random sampling. Data were collected using the Depression Anxiety Stress Scale (DASS) and the Toronto Alexithymia Scale (TAS-20) questionnaires. The collected data were tabulated and analyzed using the Spearman rank correlation test, with a significance level of p < 0.05.Results: Spearman rank correlation test, with a significance level of p < 0.05. The results indicate that 51.4% of adolescents experienced severe anxiety, 45.9% experienced severe stress, and 61.6% exhibited high alexithymia levels. Statistical analysis yielded a p-value of 0.000 (p < 0.05), demonstrating a significant relationship between anxiety levels and alexithymia among adolescents. Similarly, a p-value of 0.000 (p < 0.05) confirms a significant relationship between stress levels and alexithymia.Conclusion: These findings suggested that anxiety and stress strongly influence alexithymia among adolescents, emphasizing the need for preventive measures such as providing social support, fostering friendships, promoting emotional education, and encouraging social engagement with new individuals. Further research is necessary to explore additional factors that may contribute to alexithymia in adolescents.
Peningkatan Kemampuan Bersosialisasi Pada Anak Pra Paud Melalui Terapi Bermain Kelompok Di SPS Kencana Putra Desa Deket Kecamatan Deket Kabupaten Lamongan Abdul Rokhman; Novita Armadani Mumtazah; Tiyas Septiana; Ufiatul Maftuha; Nur Muhtarinin Iftidayati
Ahmad Dahlan Mengabdi Vol 2 No 1 (2023): ABADI: Jurnal Ahmad Dahlan Mengabdi Edisi Maret 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58906/abadi.v2i1.90

Abstract

Anak pra paud merupakan anak yang umurnya masih dibawah 3 tahun, yang masih perlu di asah keterampilannya sehingga dapat berbaur dengan teman sebayanya dan masih butuh kegiatan bermain di setiap harinya. Terapi bermain kelompok merupakan salah satu cara untuk memberikan kesempatan bagi anak untuk belajar bersosialisasi.  Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi bermain kelompok terhadap peningkatan kemampuan anak pra paud untuk bersosialisasi. Metode kegiatan berbentuk terapi bermain pada pra paud, kegiatan dilakukan pada SPS Kencana Putra Desa Deket, Kecamatan Deket, Lamongan. Penilaian kemampuan untuk bersosialisasi dilakukan sebelum dan setelah dilakukan terapi bermain kelompok. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kemampuan bersosialisasi pada anak pra paud sebelum dan sesudah dilakukan terapi bermain kelompok. Terapi bermain kelompok efektif dalam meningkatkan kemampuan bersosialisasi pada anak pra paud.
Prevalence and Determinant Factors Affecting the Mental Health of Diabetes Mellitus Patients in Lamongan Regency, Indonesia Abdul Rokhman; Nur Hidayati; Dadang Kusbiantoro
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 4 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i4.5754

Abstract

Diabetes mellitus is one of the most prevalent chronic diseases worldwide, who are at a higher risk of developing psychological issues instead of physical complications. Objective to analyze the prevalence and determinant factors associated with mental health issues among diabetes patients. This cross-sectional study involving 71 diabetes mellitus patients in Lamongan Regency between May and August 2023. Data were analyzed using Spearman’s test and logistic regression (α ≤ 0.05). Among the participants, 71.8% were female, 47.9% were aged 55–65 years, and 83.1% were non-smokers. Spearman’s test results indicated no significant association between diabetes type, history of heart disease, history of hypertension, and health insurance status with mental health issues (p = 0.057, p = 0.693, p = 0.925, p = 0.544). However, a significant association was found between physical activity and mental health issues in diabetes patients (p = 0.045). Physical activity was identified as the dominant factor influencing the risk of mental health issues among diabetes patients (p = 0.028, 95% CI = 8.812 [1.267–61.317]). Diabetes patients who engage in strenuous physical activity are eight times more likely to experience mental health issues compared to those engaging in light physical activity.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Melalui Audio visual Terhadap Tingkat Kepercayaan Diri Pada Siswa Yang Mengalami Body Shaming Nur Anisatul Mufidah; Moh. Saifudin; Abdul Rokhman
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 9, No 3 (2025): EDISI DESEMBER 2025
Publisher : Tribhuwana Tunggadewi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v9i3.3458

Abstract

Masa remaja ditandai oleh perubahan fisik, emosional, dan sosial yang signifikan. Munculnya tantangan dan masalah pada remaja, salah satunya permasalahan terkait tingkat kepercayaan diri yang disebabkan karena tindakan body shaming. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh audio visual terhadap tingkat kepercayaan diri siswa yang mengalami body shaming di SMP Negeri 1 Sugihwaras Bojonegoro. Populasi sebanyak 126 siswa diambil seluruhnya sebagai sampel (teknik total sampling). Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperiment dengan one group pre-test post-test design. Instrumen menggunakan kuesioner. Pengambilan data primer dan sekunder dilakukan dalam penelitian ini. Bentuk intervensi adalah pendidikan kesehatan berupa pemutaran audio visual sebanyak 3x. Analisa data menggunakan wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan sebelum dilakukan intervensi ,sebagian besar (59,52%) memiliki kepercayaan diri kurang dan meningkat setelah intervensi yakni hampir seluruhnya (87,30%) memiliki kepercayaan diri sedang. Hasil analisa data didapatkan p value = 0,000 (0,05) artinya ada pengaruh audio visual terhadap tingkat kepercayaan diri siswa yang mengalami body shaming. Pendidikan kesehatan audio visual menjadi metode yang efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri korban body shaming.
Model Tasharruf Zakat Untuk Optimalisasi Akses Kesehatan Lansia Berbasis Collaborative Community Engagement Teguh Hadi Wibowo; Lilin Turlina; Arifal Aris; Abdul Majid; Khubby Mulyono; Tatag Satria Praja; Ninik Mas'adah; Moh Saifudin; Abdul Rokhman; Sri Yaumi
Jurnal Entitas Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jepm.v1i2.68

Abstract

Meskipun isu akses kesehatan lansia di wilayah perdesaan telah banyak dibahas dalam penelitian dan kegiatan pengabdian masyarakat, kajian yang secara khusus mengintegrasikan tasharruf zakat sebagai model intervensi kesehatan lansia berbasis Collaborative Community Engagement (CCE) masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas model tasharruf zakat dalam mengoptimalkan akses kesehatan lansia di Desa Solokuro, Kabupaten Lamongan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan 60 lansia sebagai partisipan utama, dipilih melalui purposive sampling, serta didukung oleh kader PKK, perangkat desa, dan lembaga pengelola zakat. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara singkat, dokumentasi kegiatan, dan hasil pemeriksaan kesehatan dasar, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model tasharruf zakat melalui bakti sosial kesehatan mampu meningkatkan akses lansia terhadap layanan kesehatan dasar, kesadaran terhadap kondisi kesehatan, serta memperkuat peran komunitas dalam pendampingan lansia. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan konsep Collaborative Community Engagement dan Islamic Social Finance, serta memperluas pemahaman mengenai zakat sebagai instrumen perlindungan sosial di sektor kesehatan. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model serupa secara berkelanjutan dan membuka peluang kajian lanjutan terkait dampak jangka panjang serta integrasi zakat dengan sistem pembiayaan kesehatan lainnya.
Hubungan Pengetahuan Keluarga Dalam Penanganan Demam Dengan Ketepatan Pertolongan Pertama Demam Di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Isni Lailatul Maghfiroh; Rohmatul Ula Febrianti; Abdul Rokhman
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1208

Abstract

Pengetahuan keluarga tentang penanganan demam berperan penting dalam menentukan ketepatan pertolongan pertama yang diberikan kepada pasien sebelum mendapatkan pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan keluarga dalam penanganan demam dengan ketepatan pertolongan pertama demam di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Penelitian menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional pada 100 keluarga pasien yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling selama 1 bulan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan keluarga dan kuesioner ketepatan pertolongan pertama demam. Data dikumpulkan dan dianalisis menggunakan uji Pearson. Hasil penelitian menunjukkan 66% keluarga memiliki tingkat pengetahuan penanganan demam yang baik dan 65% melakukan pertolongan pertama demam yang tepat. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan keluarga dengan ketepatan pertolongan pertama demam (p=0,000) dan mempunyai hubungan yang kuat antar variabel (r=0,671). Pengetahuan keluarga yang baik dalam penanganan demam dapat menentukan tindakan pertolongan pertama yang sesuai dengan kondisi pasien. Hal ini dapat menurunkan resiko kegawatan dan komplikasi. Oleh karena itu perlu dilakukan edukasi kepada keluarga tentang penanganan demam yang tepat.
Hubungan Self-Efficacy Dan Status Ekonomi Dengan Tingkat Kekambuhan Pasien Skizofrenia Putri Rishka; Abdul Rokhman; Arifal Aris
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1350

Abstract

Skizofrenia tergolong sebagai salah satu gangguan mental menahun bisa ditandai dengan tingginya risiko kekambuhan. Kejadian kekambuhan tidak terlepas dari beragam determinan, termasuk efikasi diri serta kondisi sosial ekonomi pasien. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis keterkaitan efikasi diri dan sosial ekonomi dengan kejadian kekambuhan pasien skizofrenia di Puskesmas Sugio, Kabupaten Lamongan. Berdasarkan studi menerapkan metode kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Penelitian ini mengikutsertakan 120 pasien sebagai responden melalui teknik total sampling. Pengukuran efikasi diri dilakukan menggunakan General Self-Efficacy Scale (GSES), status sosial ekonomi ditentukan berdasarkan Upah Minimum Kabupaten (UMK), sedangkan tingkat kekambuhan dinilai menggunakan Positive and Negative Syndrome Scale (PANSS). Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki efikasi diri tinggi (82,8%), status sosial ekonomi tinggi (80,0%), dan tingkat kekambuhan rendah (58,3%). Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara efikasi diri dengan tingkat kekambuhan (p=0,000; rs=-0,379), serta antara status sosial ekonomi dengan tingkat kekambuhan (p=0,000; rs=-0,464). Koefisien korelasi yang bernilai negatif mengindikasikan bahwa peningkatan efikasi diri maupun status sosial ekonomi diikuti oleh penurunan tingkat kekambuhan pada pasien skizofrenia. Temuan ini menunjukkan pentingnya penguatan efikasi diri serta dukungan sosial dan ekonomi sebagai strategi mencegahan kekambuhan pasien skizofrenia.
Hubungan Dukungan Emosional dengan Kualitas End of Life Care pada Pasien di Intensive Care Unit (ICU) RSUD Dr. Soegiri Lamongan Ellisa Fitri Anggraini; Isni Lailatul Maghfiroh; Abdul Rokhman
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1426

Abstract

End of Life Care (EOLC) merupakan bagian penting dari pelayanan kesehatan yang bertujuan mengurangi penderitaan fisik, psikologis, sosial, dan spiritual pasien serta mendukung keluarga selama fase akhir kehidupan. Dukungan emosional dari perawat berperan dalam membantu keluarga menghadapi tekanan emosional dan meningkatkan kualitas pelayanan EOLC. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan dukungan emosional dengan kualitas End of Life Care pada pasien di Intensive Care Unit (ICU) RSUD Dr. Soegiri Lamongan. Penelitian menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. pada 59 keluarga pasien di ICU dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Berlin Social Support Scale (BSSS) dan Quality of End of Life Care (QEOLC) Family Version, kemudian dianalisis menggunakan uji Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 54% keluarga memperoleh dukungan emosional yang tinggi dan 64% kualitas End of Life Care sangat baik. Uji Pearson menunjukkan hubungan yang signifikan antara dukungan emosional dan kualitas End of Life Care dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05) dan koefisien korelasi r = 0,516 yang menunjukkan kekuatan hubungan sedang. Dukungan emosional yang baik dapat meningkatkan komunikasi, kepercayaan, dan hubungan antara perawat, pasien, serta keluarga sehingga kualitas End of Life Care lebih optimal. Oleh karena itu, peningkatan dukungan emosional pada keluarga penting untuk meningkatkan kualitas EOLC.