Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Upaya Masyarakat dalam Pemanfaatan Limbah (Studi Kasus Komunikasi Lingkungan di Desa Cinta Manis Kabupaten Ogan Ilir) Syahara, Reni; Saputra, Sepriadi; Ritonga , Muslimin
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 5 No. 4 (2025): EduTIK : Agustus 2025
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/dc2xpw61

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan salah satu permasalahan kepemimpinan yang menghasilkan limbah yang cukup besar, baik berupa limbah cair maupun padat seperti ampas tebu, abu boiler, dan limbah cair dari proses pencucian dan pemurnian gula. Limbah tersebut, jika tidak dikelola dengan baik, dapat menimbulkan pencemaran lingkungan, seperti pencemaran air sungai, udara, serta mengganggu kesehatan masyarakat sekitar. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses komunikasi lingkungan sebagai upaya masyarakat dalam  pemanfaatan limbah pabrik gula di Desa Cinta Manis, Kabupaten Ogan Ilir.  Penelitiaan ini menggunakan metode pendekatan kualitatif, dengan sumber data utama wawancara langsung kepada informan penelitian yaitu Kepala Desa Ketiau, Masyarakat, dan pekerja pabrik. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan teori komunikasi lingkungan menurut Robert Cox (2013). Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa upaya masyarakat dalam pemanfaatan limbah pabrik gula, yaitu pemanfaatan ampas tebu sebagai pakan ternak dan kompos. Selain itu juga dilakukan upaya daur ulang limbah non organik, masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dan pemulung lokal. Kemudian, upaya pembentukan kelompok sadar lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian juga terdapat beberapa proses komunikasi lingkungan sebagai upaya masyarakat desa dalam pemanfaatan limbah pabrik antara lain Sosialisasi dan Penyuluhan oleh Tokoh Masyarakat melalui kegiatan sosialisasi dan penyuluhan yang digerakkan oleh tokoh masyarakat maupun aparat pemerintah desa. Kemudian, musyawarah warga dan diskusi kelompok, dan komunikasi dengan Pihak Pabrik, sebagian besar komunikasi terjadi melalui jalur personal, misalnya ketika kepala desa atau tokoh masyarakat secara langsung menyampaikan keluhan kepada pihak manajemen pabrik.
Fenomena Oversharing dalam Komunikasi Gen Z di Media Sosial Wulan Dary, Dini; Saputra, Sepriadi; Setiawan, M. Arif
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 5 No. 4 (2025): EduTIK : Agustus 2025
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/k5jfqj88

Abstract

Fenomena oversharing, yakni perilaku membagikan informasi pribadi secara berlebihan di media sosial, menjadi pola komunikasi yang lazim di kalangan Generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola perilaku oversharing dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya pada mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap lima informan terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa oversharing dilakukan sebagai sarana ekspresi diri, pencarian validasi sosial, serta pelampiasan emosi. Beberapa faktor yang mendorong perilaku ini meliputi tekanan sosial dari lingkungan sekitar, pengaruh algoritma media sosial, rendahnya tingkat literasi digital, dan budaya populer yang cenderung menormalisasi praktik oversharing. Media sosial diposisikan sebagai ruang aman untuk mencurahkan isi hati tanpa mempertimbangkan batas privasi yang sehat. Temuan ini menegaskan perlunya peningkatan kesadaran akan pentingnya menjaga privasi serta penguatan literasi digital di kalangan pengguna muda. Penelitian ini merekomendasikan perlunya edukasi berkelanjutan mengenai etika bermedia sosial untuk mendorong perilaku komunikasi yang lebih bijak dan bertanggung jawab di ranah digital.
Representasi Mitos Kebahagiaan Keluarga dan Krisis Paruh Baya dalam Film American Beauty Romadhon, Ghifari Zaka; Ritonga, Muslimin; Saputra, Sepriadi
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 5 No. 5 (2025): EduTIK : Oktober 2025
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the representation of the myth of family happiness and midlife crisis in the film American Beauty (1999) using Roland Barthes' semiotic analysis. The research approach used is descriptive qualitative, with the object of study being relevant scene excerpts related to the research focus. Data was collected through documentation and analyzed using Barthes' three levels of meaning: denotation, connotation, and myth. The results of the study indicate that the myth of family happiness is represented through the image of an ideal family that appears harmonious on the surface but harbors emotional distance and internal conflict. The midlife crisis is represented through the character of Lester Burnham, who experiences boredom, loss of identity, and rebellion against the routine of life. These two issues are interrelated, where the myth of family happiness creates social pressure that triggers the midlife crisis, while the crisis exposes the illusion behind the image of the ideal family. This study concludes that American Beauty not only represents social reality but also critiques Western popular culture's construction of family happiness and the midlife phase, emphasizing that happiness is subjective and does not always align with social standards.
Pemaknaan Distopia dan Ilusi Kebahagiaan dalam Film Don't Worry Darling Bintang, Muhammad; Saputra, Sepriadi; Astrid, Gita
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 5 No. 5 (2025): EduTIK : Oktober 2025
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study discusses the representation of dystopia and the illusion of happiness in the film Don't Worry Darling using Roland Barthes' semiotic analysis. Directed by Olivia Wilde, the film features a fictional community called Victory, which on the surface is depicted as an ideal world, full of order and happiness. However, behind this visualization lies a dystopian reality that restricts individual freedom, especially that of women. This study uses a qualitative approach with audiovisual text analysis techniques. Primary data consists of film scenes relevant to the issues of dystopia, the illusion of happiness, and power relations, while secondary data is obtained from supporting literature. The results of the study show that the visual signs in the film operate on three levels of meaning according to Barthes: denotation, connotation, and myth. At the denotation level, the film depicts harmonious family life and a stable social environment. At the connotation level, these signs carry meanings of repression and gender role restrictions. Meanwhile, at the myth level, the film reinforces patriarchal ideology through a narrative of family happiness that seems natural. The character Alice appears as a representation of resistance against the patriarchal system, attempting to dismantle the illusion of manufactured happiness. The film also shows how visualization and technology function as tools of social control that mask oppression with a facade of comfort. Thus, Don’t Worry Darling not only provides entertainment but also offers criticism of the ideology that manipulates happiness as a means of domination.
UPAYA BASARNAS DALAM MEMBANGUN CITRA POSITIF DI KOTA PALEMBANG Nur Andini, Lovely; Saputra, Sepriadi; Hati, Putri Citra
DIALEKTIKA KOMUNIKA: Jurnal Kajian Komunikasi dan Pembangunan Daerah Vol. 13 No. 1 (2025): DIALEKTIKA KOMUNIKA: Jurnal Kajian Komunikasi dan Pembangunan Daerah
Publisher : Universitas Islam Syekh Yusuf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/dk.v13i1.7616

Abstract

Penelitian ini membahas proses pembentukan citra positif Basarnas Palembang di mata masyarakat melalui pendekatan teori konstruksi sosial yang dikemukakan oleh Peter L. Berger dan Thomas Luckmann. Fokus utama penelitian terletak pada bagaimana citra tersebut dibentuk secara bertahap melalui tiga proses sosial, yaitu eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mengenai upaya Basarnas Palembang dalam membangun citra positifnya di Kota Palembang. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Basarnas Palembang secara aktif menciptakan persepsi positif melalui tindakan nyata seperti transparansi informasi dalam operasi SAR, profesionalisme dan respons cepat, pelibatan masyarakat dalam kegiatan mitigasi bencana, kolaborasi strategis dengan media, serta pemanfaatan teknologi mutakhir. Melalui interaksi sosial yang konsisten, tindakan-tindakan tersebut tidak hanya membangun kepercayaan publik, tetapi juga menciptakan realitas sosial yang dianggap sah dan melekat dalam benak masyarakat.
PERILAKU FLEXING CULTURE PADA KAUM MILLENIAL (Studi Kasus Masyarakat Pengguna Media  Instagram Di Kecamatan Kikim Timur Kabupaten Lahat) April Liza, Nova; Saputra, Sepriadi; Astrid, Gita
AN-NASHIHA Journal of Broadcasting and Islamic Communication Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Oktober : Jurnal AN-Nashiha Journal of Broadcasting and Islamic Communcation St
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/an-nashiha.v5i01.2201

Abstract

This study aims to describe the flexing culture behavior among millennials and identify the factors that influence it, with a focus on Instagram users in Kikim Timur District, Lahat Regency. The background of this study is based on the phenomenon of increasing flexing practices carried out by 210 millennials from 32 villages in Kikim Timur District, with the highest concentration in Linggar Jaya, Purwa Raja, and Lubuk Kuta Villages. This phenomenon raises concerns about shifting social values, social decline, and potential security risks due to flaunting wealth on social media. This study uses a qualitative approach with a case study method, referring to the Value-Expectancy Theory proposed by Martin Fishbein. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The results of the study indicate that flexing behavior is carried out through various forms of posts, such as showing off hobbies, achievements, collaboration promotions, sales testimonials, and proof of payment. These posts not only aim to build self-image but also open up economic opportunities. Factors driving flexing behavior include the need for social recognition, validation through likes and followers, constructing a more attractive image, and economic motivations such as building a personal brand and expanding business networks. This study illustrates that flexing culture among millennials in East Kikim is the result of the interaction between social and economic needs, and personal communication strategies on social media.
PERANAN GAYA KOMUNIKASI GURU DALAM MENDUKUNG PERKEMBANGAN MORAL SISWA DI SMPN 1 KIKIM TIMUR Suranto, M Ridho; Saputra, Sepriadi; Ritonga, Muslimin
AN-NASHIHA Journal of Broadcasting and Islamic Communication Studies Vol. 5 No. 01 (2025): April : Jurnal AN-Nashiha Journal of Broadcasting and Islamic Communcation Stu
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/an-nashiha.v5i01.2255

Abstract

The communication style of their teachers has a significant influence on students' moral and character development in the classroom. The purpose of this study was to investigate how SMPN 1 Kikim Timur teachers foster and mold their students' morals through interpersonal communication. The study employs a qualitative methodology that includes in-depth interviews with key teacher informants, as well as observational data. The study examines the phases, tactics, and relationships between teacher-student interactions and moral growth under the framework of the Social Penetration Theory. According to research, educators employ flexible communication techniques, assuming the roles of mentor, father, and friend as needed. This strategy effectively promotes openness, trust, and the absorption of moral principles in students' daily lives. The application of the Triangle of Restitution technique supports the effectiveness of structured communication tactics in guiding students through discipline difficulties and establishing responsibility. Students' defensive barriers and closed attitudes are the biggest challenges, but they can be overcome with relational and regular communication. In conclusion, students' positive moral growth is greatly influenced by the adaptability and depth of teachers' communication.
Penerapan Konten Testimoni @keluarga.baba dalam Membangun Kepercayaan Pelanggan: Alfian, M. Riski; Saputra, Sepriadi; Azarkasyi, Badarudin
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 5 No. 2 (2025): EduTIK : April 2025
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/edutik.v5i2.11621

Abstract

ABSTRAK  Di era digital, media sosial menjadi alat strategis dalam pemasaran dan pencitraan merek. Keluarga Baba Wedding Organizer, sebagai pelaku industri kreatif di bidang pernikahan, memanfaatkan konten testimoni pelanggan untuk membangun citra profesional dan terpercaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tim pemasaran dan kreatif @keluarga.baba, observasi partisipatif, dan dokumentasi media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa testimoni yang dikemas secara autentik, dengan pendekatan visual dan naratif yang menarik serta penyampaian melalui fitur-fitur Instagram seperti Reels dan Stories, mampu membangun kepercayaan dan keterlibatan emosional audiens. Strategi framing digunakan dalam penyusunan narasi testimoni untuk memengaruhi persepsi publik terhadap kualitas layanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konten testimoni bukan hanya alat promosi, tetapi juga instrumen penting dalam menciptakan loyalitas pelanggan di era pemasaran digital. ABSTRACT  In the digital era, social media has become a strategic tool in marketing and branding. Keluarga Baba Wedding Organizer, as a creative industry player in the wedding sector, utilizes customer testimonial content to build a professional and trustworthy image. This study uses a qualitative approach with a case study method. Data were collected through in-depth interviews with the marketing and creative team @keluarga.baba, participant observation, and social media documentation. The results of the study show that authentically packaged testimonials, with an attractive visual and narrative approach and delivery through Instagram features such as Reels and Stories, are able to build trust and emotional engagement of the audience. Framing strategies are used in compiling testimonial narratives to influence public perception of service quality. This study concludes that testimonial content is not only a promotional tool, but also an important instrument in creating customer loyalty in the digital marketing era.
Jurnalisme Lingkungan dalam Meningkatkan Kesadaran Kesehatan Masyarakat Palembang (Studi pada Palembang Ekspress Edisi Tahun 2024) Alfath, Andealeza Rama; Saputra, Sepriadi; Hati, Putri Citra
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 5 No. 2 (2025): EduTIK : April 2025
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/edutik.v5i2.11659

Abstract

ABSTRAK      Lingkungan mencakup semua hal yang ada di sekitar kita. Ekosistem adalah kesatuan wilayah yang terdiri dari berbagai unsur serta makhluk hidup yang berada di dalamnya, termasuk tindakan manusia yang dapat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami penerapan jurnalisme lingkungan dalam peliputan isu-isu lingkungan oleh Palembang Ekspres, serta mengidentifikasi hambatan dan tantangan yang dihadapi jurnalis Palembang Ekspres dalam membingkai berita mengenai isu lingkungan untuk meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis kerangka kerja menurut Robert N. Entman, yang terdiri dari empat elemen: mendefinisikan masalah, mendiagnosis penyebab, memberikan penilaian moral, dan merekomendasikan tindakan. Proses penelitian dilakukan dengan mengamati berita online di Palpres.com dan melakukan wawancara dengan jurnalis Palembang Ekspres. Berdasarkan data yang ditemukan, Palembang Ekspres menerapkan prinsip atau gagasan jurnalisme lingkungan dengan memperhatikan detail dalam penulisan, berpihak kepada kelompok rentan atau masyarakat yang mengalami bencana, serta menjelaskan kepada publik mengenai penyebab dan dampak dari isu lingkungan yang terjadi saat ini.   Kata kunci: Jurnalisme Lingkungan, Palembang Ekspres, Framing   ABSTRACT   The environment encompasses everything around us. An ecosystem is a unit of territory consisting of various elements and living things in it, including human actions that can affect the survival and well-being of humans and other living things. This study aims to understand the application of environmental journalism in the coverage of environmental issues by Palembang Ekspres, as well as to identify the obstacles and challenges faced by Palembang Ekspres journalists in framing news about environmental issues to increase public health awareness. This study uses a descriptive qualitative method with a framework analysis according to Robert N. Entman, which consists of four elements: defining the problem, diagnosing the cause, providing moral judgment, and recommending actions. The research process was carried out by observing online news on Palpres.com and conducting interviews with Palembang Ekspres journalists. Based on the data found, Palembang Ekspres applies the principles or ideas of environmental journalism by paying attention to details in writing, siding with vulnerable groups or communities experiencing disasters, and explaining to the public about the causes and impacts of current environmental issues.
Strategi Perusahaan Palembang Ekspres dalam Mempertahankan Parameter Media yang Bebas dari Berita Hoaks Herlambang Putra, Anugrah; Saputra, Sepriadi; Setiawan, M. Arif
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 5 No. 3 (2025): EduTIK : Juni 2025
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/edutik.v5i3.11960

Abstract

ABSTRAK Di tengah arus informasi yang semakin cepat dan kompleks di era digital, tantangan terhadap kredibilitas media kian menguat, terutama akibat maraknya penyebaran berita palsu. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi strategi yang diterapkan oleh media lokal Palembang Ekspres dalam menjaga akurasi informasi dan mempertahankan reputasi sebagai media yang bebas hoaks. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan wartawan dan editor, serta analisis dokumentasi internal redaksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Palembang Ekspres menerapkan sistem kerja jurnalistik yang terstruktur dan profesional, meliputi verifikasi fakta mendalam, konfirmasi dari berbagai sumber, dan penyuntingan berlapis sebelum publikasi. Independensi redaksional dijaga ketat untuk menghindari intervensi eksternal, dengan fokus pada kepentingan publik serta prinsip akurasi. Strategi ini sejalan dengan teori agenda setting dan gatekeeping yang menempatkan media sebagai filter informasi. Selain itu, Palembang Ekspres juga aktif dalam pencegahan hoaks melalui interaksi media sosial, penyebaran informasi faktual, serta partisipasi dalam kegiatan literasi media. Mekanisme klarifikasi dan keterbukaan terhadap umpan balik pembaca memperkuat perannya sebagai media yang bertanggung jawab. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya praktik jurnalistik yang beretika dan partisipatif dalam menjaga kualitas ruang publik informasi di era digital.  ABSTRACT Amid the increasingly rapid and complex flow of information in the digital era, the challenge to media credibility has intensified, particularly due to the widespread dissemination of fake news. This study aims to identify the strategies employed by the local media outlet Palembang Ekspres to maintain information accuracy and uphold its reputation as a hoax-free media organization. Utilizing a descriptive qualitative approach, data were collected through in-depth interviews with journalists and editors, as well as document analysis of the newsroom's internal processes. The findings indicate that Palembang Ekspres implements a structured and professional journalistic workflow, including thorough fact-checking, multi-source confirmation, and layered editing prior to publication. Editorial independence is strictly maintained to avoid external interference, with a strong focus on public interest and informational accuracy. These strategies align with agenda-setting and gatekeeping theories, positioning the media as an information filter. Furthermore, Palembang Ekspres actively contributes to hoax prevention through social media engagement, dissemination of factual content, and participation in media literacy initiatives. Clarification mechanisms and openness to reader feedback further reinforce its role as a responsible media actor. These findings highlight the importance of ethical and participatory journalistic practices in maintaining the quality of public information spaces in the digital age.