Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Mathematics Learning Media to Enhance Students’ Mathematical Literacy Annisa Aurelia Salsabila; Masrukan; Zaenuri; Walid
Media Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 2 (2025): J-MPM
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v13i2.18490

Abstract

Mathematical ability is considered essential and plays a significant role in helping students solve problems in their daily lives. One important component of mathematical ability is mathematical literacy, which refers to an individual's capacity to formulate, use, and interpret mathematics in various real-world contexts. However, many students still struggle to apply mathematical concepts to everyday situations. Therefore, a learning approach that enhances students’ mathematical literacy is needed, including the use of appropriate learning media. This study employed a systematic literature review of experimental and developmental studies to examine mathematics learning media that enhance students’ mathematical literacy. The reviewed literature consisted of national and international journal articles indexed in SINTA and Scopus, published between 2015 and 2025, with students as the research subjects. The results of this study indicate that learning media such as Virtual Mathematics Kits, GeoGebra, Wingeom, Scratch, Wordwall, Kahoot, e-modules, e-LKPD, mathematics comics, Math City Map, and the selection of appropriate learning models are consistently effective in improving students’ mathematical literacy. Digital and interactive media enhance mathematical literacy through visualization, interactivity, and dynamic exploration of mathematical concepts, while contextual and non-digital media strengthen students’ abilities to formulate, employ, and interpret mathematics through real-life problem-solving and meaningful learning experiences across educational levels.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DALAM PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN CANVA INTERAKTIF BERNUANSA ETNOMATEMATIKA DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT Fika Cahyaningrum, Zakia; Zaenuri
Al-Irsyad Journal of Mathematics Education Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijme.v5i1.694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keefektifan model Problem-Based Learning (PBL) berbantuan Canva interaktif bernuansa etnomatematika terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa serta mendeskripsikan kemampuan tersebut ditinjau dari Adversity Quotient (AQ). Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed method) dengan desain sequential explanatory. Metode kuantitatif menggunakan desain posttest-only control group yang melibatkan siswa kelas IX SMP Negeri 39 Semarang, dengan kelas IX D sebagai kelompok eksperimen dan kelas IX F sebagai kelompok kontrol. Metode kualitatif menggunakan studi kasus deskriptif melalui wawancara terhadap siswa yang dipilih berdasarkan kategori AQ tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data meliputi tes kemampuan pemecahan masalah, angket AQ, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mencapai ketuntasan belajar, memiliki rata-rata nilai yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, serta proporsi ketuntasan yang lebih baik secara signifikan. Analisis regresi menunjukkan bahwa AQ berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis dengan kontribusi sebesar 12,5% dan 87,5% dipengaruhi oleh faktor lain. Hasil kualitatif menunjukkan bahwa siswa dengan AQ tinggi memiliki ketekunan, strategi, dan refleksi yang lebih baik dalam menyelesaikan masalah. Dengan demikian, pembelajaran PBL berbantuan Canva interaktif bernuansa etnomatematika efektif meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis dan AQ berperan penting dalam proses pemecahan masalah siswa. 
Implementasi Pedidikan Aqidah dalam Pembentukan Karakter Kejujuran Pada Siswa Kelas 6 SDIT Imam Bukhori Jatinangor Ujang Jenal; Zaenuri; Moch. Munawir Amin; Dadang Hermawan
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pendidikan aqidah dalam pembentukan karakter kejujuran pada siswa kelas VI SDIT Imam Bukhori Jatinangor serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan aqidah dalam pembentukan karakter kejujuran dilakukan melalui keteladanan guru yang tercermin dalam sikap, perkataan, dan perbuatan, serta keterlibatan seluruh unsur sekolah dalam memberikan contoh positif kepada peserta didik. Selain itu, guru menerapkan berbagai metode pembelajaran, seperti ceramah, tanya jawab, penugasan, diskusi, keteladanan, dan pembiasaan. Faktor pendukung pelaksanaan pembelajaran Aqidah Akhlak dalam pembentukan karakter kejujuran meliputi peran pendidik, keluarga, dan lingkungan masyarakat. Adapun faktor penghambatnya adalah pengaruh pergaulan di luar sekolah yang sulit dihindari serta penggunaan teknologi, khususnya gadget, yang kurang terkontrol. Dengan demikian, pendidikan aqidah memiliki peran penting dalam membentuk karakter kejujuran siswa apabila didukung oleh sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan.
Students Perspective on How to Construct  Local Cultural-Based Ethnomathematics Problem Solving Dwi Erna Novianti; Zaenuri; Wardono; Sugiman
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol. 16 No. 2 (2025): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : UNNES JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v16i2.34069

Abstract

Current mathematics learning shows that problem solving often remain procedural and are not closely connected to local cultural contexts. Students generally tend to seek answers directly without going through systematic stages of problem understanding and strategy planning. The purpose of this study is to analyze the problem-solving ability of a question in the social and cultural context of local wisdom in Bojonegoro Regency. The current study was qualitative descriptive through problem-solving tests and interviews in collecting the data. The test results are then analyzed and described in relation to their problem-solving ability following Polya's steps. The respondents of this study were 6th-semester students in which they were selected using a purposive sampling technique. Two subjects were selected, namely ST (subjects chategorized with high ability) and SR (subjects with low ability). The results of the study showed that the two subject  had different ways in solving the problems in a question, where ST has structured ways in solving problems compared to SR who using Polya's steps. Another finding was that students found non-mathematical information beyond the mathematical information related to the problem. This non-mathematical information refers to the stories related to local cultural wisdom that inherent in the problem. It makes learning more meaningful and provides the students with new experiences. Contextual learning that incorporated ethnomathematics elements that acts as a bridge for the students in understanding interconnection among mathematics and their daily lives. This process  comes regarding the respect for cultural diversification, especially to empower the students in the area of cognitive, social, emotional, and political. Through ethnomathematics approach, students' understanding of mathematical concepts can be reconstructed effectively. Based on these findings, further research need to be conducted regarding to the develop other indicators of problem solving. Abstrak Pembelajaran matematika saat ini menunjukkan bahwa proses pemecahan masalah masih sering bersifat prosedural dan terlepas dari konteks budaya lokal. Sebagian besar cenderung langsung mencari jawaban tanpa melalui tahapan pemahaman masalah dan perencanaan strategi secara sistematis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisis kemampuan pemecahan masalah pada soal dalam konteks sosial dan budaya kearifan lokal yang ada di kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan tes pemecahan masalah dan wawancara. Hasil tes tersebut kemudian dianalisis dan dideskripsikan terkait dengan kemampuan pemecahan masalah dengan menggunakan langkah Polya. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester 6 yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Terpilih dua subjek yaitu ST (subjek dengan kemampuan tinggi) dan SR (subjek dengan kemampuan rendah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua subjek memiliki perbedaan dalam menyelesaikan masalah, dimana subjek ST lebih terstruktur dalam menyelesaikan masalah dibandingkan dengan subjek SR dengan menggunakan langkah Polya. Selain itu, temuan penelitian yang lain adalah mahasiswa menemukan informasi non matematis di luar informasi matematis yang berkaitan dengan soal. Informasi non matematis yang dimaksudkan adalah cerita terkait budaya kearifan lokal yang ada pada permasalahan permaslahan. Hal ini menjadikan pembelajaran lebih bermakna dan memberikan pengalaman baru kepada mahasiswa. Pembelajaran kontekstual yang menggabungkan unsur etnomatematika berperan sebagai penghubung bagi siswa dalam memahami keterkaitan antara matematika dan kehidupan sehari-hari. Proses ini dilandasi oleh penghargaan terhadap keberagaman latar belakang budaya, yang bertujuan untuk memberdayakan mahasiswa secara kognitif, sosial, emosional, dan politis. Melalui pendekatan etnomatematika, pemahaman mahasiswa terhadap konsep-konsep matematika dapat dikonstruksi ulang dengan cara yang lebih efektif. Berdasarkan temuan ini, maka penelitian selanjutnya yag dapt dilakakan adalah mengembangkan indkator pemecahan masalah.
Transformations of students’ cognitive processes when solving PISA-like problems: A commognitive analysis Atmaja, Satriya Adika Arif; Zaenuri; Isnarto; Dewi (Nino Adhi), Nuriana Rachmani
Jurnal Elemen Vol 12 No 1 (2026): January
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jel.v12i1.30715

Abstract

The mathematical literacy of Indonesian students in PISA 2022 was categorized as low, highlighting the importance of understanding students’ cognitive processes in mathematical problem solving. This study examines transformations in the cognitive processes of a 15-year-old Indonesian student when solving PISA-like problems using Sfard’s commognitive framework. A qualitative approach was employed to capture detailed learning dynamics. The participant was a 15-year-old student from a randomly selected junior high school in Rembang Regency, Central Java Province, Indonesia, purposefully selected based on the mathematics teacher’s nomination for strong mathematical ability and clear evidence of cognitive shifts during problem solving. The tasks were developed by the researcher and adapted to relevant Indonesian contexts. Qualitative data—including written work, observations, and semi-structured interviews—were analyzed using mathematical literacy processes (formulating, employing, interpreting, and evaluating) and mapped onto four commognitive components: Word Use (WU), Visual Mediators (VM), Routines (R), and Narratives (N). Findings show that reflective self-evaluation supports cognitive restructuring, enabling movement from procedural errors toward coherent reasoning through shifts in WU, VM, and R. The study underscores the need for instructional designs that foster meta-level discourse, reflective thinking, and flexible visual re-representation to strengthen students’ mathematical reasoning.
Commognitive Conflict: How do Critical Thinkers Solve Cognitive Conflict Problems in Geometry? Atmaja, Satriya Adika Arif; Zaenuri; Isnarto; Nuriana Rachmani Dewi (Nino Adhi)
RANGE: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2026): Range Januari 2026
Publisher : Pendidikan Matematika UNIMOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jpm.v7i2.9972

Abstract

There has been no research exploring cognitive conflict problems in geometry from commognitive framework. Nevertheless, this framework offers strong potential for gaining new theory about cognitive processes of critical thinkers. This study addresses this gap by exploring in depth how critical thinkers solve cognitive conflict problems in geometry from commognitive framework. Commognitive involves four main components: word use, visual mediators, routines, and narratives. This study employed a qualitative approach to explore the cognitive processes in depth. The instrument used in this study consisted of cognitive conflict problems in geometry designed for junior high school students. The subjects of this study consisted of 17 students from the mathematics olympiad group at Madrasah Tsanawiyah (MTs) Surya Buana Malang, Indonesia. The results revealed two categories: Category A met all critical thinking components and commognitive indicators, whereas Category B met only some. The commognitive conflicts highlighted key moments of cognitive engagement and discourse transformation. These conflicts activated critical thinking components, including interpretation, analysis, evaluation, inference, explanation, and self-regulation. Based on the result, it is recommended that future research explore the development of mathematics instructional designs in cognitive conflict problems based on commognitive framework.
Implementasi Pedidikan Aqidah dalam Pembentukan Karakter Kejujuran Pada Siswa Kelas 6 SDIT Imam Bukhori Jatinangor Ujang Jenal; Zaenuri; Moch. Munawir Amin; Dadang Hermawan
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pendidikan aqidah dalam pembentukan karakter kejujuran pada siswa kelas VI SDIT Imam Bukhori Jatinangor serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan aqidah dalam pembentukan karakter kejujuran dilakukan melalui keteladanan guru yang tercermin dalam sikap, perkataan, dan perbuatan, serta keterlibatan seluruh unsur sekolah dalam memberikan contoh positif kepada peserta didik. Selain itu, guru menerapkan berbagai metode pembelajaran, seperti ceramah, tanya jawab, penugasan, diskusi, keteladanan, dan pembiasaan. Faktor pendukung pelaksanaan pembelajaran Aqidah Akhlak dalam pembentukan karakter kejujuran meliputi peran pendidik, keluarga, dan lingkungan masyarakat. Adapun faktor penghambatnya adalah pengaruh pergaulan di luar sekolah yang sulit dihindari serta penggunaan teknologi, khususnya gadget, yang kurang terkontrol. Dengan demikian, pendidikan aqidah memiliki peran penting dalam membentuk karakter kejujuran siswa apabila didukung oleh sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan.