Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Faktor Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada Provinsi dengan Prevalensi Tertinggi di Indonesia: Analisis Data SKI 2023 Rahmawati, Yuni; Muhammad Syukri; Dhermawan Sitanggang, Hendra; Halim, RD.; Ramadhan, Kadar; Islam, Fahrul
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i2.343

Abstract

Latar Belakang: DM tipe 2 merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi masalah kesehatan masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Provinsi DKI Jakarta merupakan wilayah dengan prevalensi DM tertinggi berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko DM tipe 2 pada penduduk usia ≥ 15 tahun di Provinsi DKI Jakarta, menggunakan data SKI 2023. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Data bersumber dari data SKI 2023, dengan jumlah sampel sebanyak 24.454 responden yang berusia ≥ 15 tahun di Provinsi DKI Jakarta. Analisis dilakukan dengan mempertimbangkan bobot sampel dan desain Complex Samples. Analisis meliputi analisis univariat untuk mengetahui karakteristik responden, analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-Squares serta analisis multivariat dilakukan menggunakan uji regresi logistik ganda. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik ganda, faktor yang berhubungan secara signifikan dengan kejadian DM tipe 2, yaitu usia dan hipertensi (p < 0,001). Individu berusia ≥ 45 tahun memiliki risiko 11,35 kali lebih besar mengalami DM tipe 2 dibandingkan individu berusia < 45 tahun (OR adjusted 11,35; 95% CI: 5,20–24,78). Selain itu, individu dengan hipertensi memiliki risiko 2,99 kali lebih besar mengalami DM tipe 2 dibandingkan individu yang tidak hipertensi (OR adjusted 2,99; 95% CI: 2,00–4,47). Kesimpulan: Usia dan hipertensi merupakan faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian DM tipe 2 pada penduduk usia ≥ 15 tahun di Provinsi DKI Jakarta. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan dan deteksi dini terutama pada kelompok usia berisiko serta pada individu dengan hipertensi melalui peningkatan skrining dan pengendalian faktor risiko.
The Influence of Mentoring and Education on the Knowledge of Posyandu Cadres, Especially for the Suku Anak Dalam in Bungo Regency, Jambi Province Listiawaty, Renny; Kalsum, Ummi; Noerjodianto, Dwi; Haryadi, Haryadi; Adriani, Adriani; Sibuarian, Jodion; Rahayu, Sri; Ridwan, M.; Halim, Rd.; Utomo, Praditia Eko Prasetyo; Sitanggang, Hendra Dhermawan; Nasution, Helmi Suryani; Hasanuddin, Hasanuddin
Jurnal Kesmas Jambi Vol. 9 No. 3 (2025): VOLUME 9 - NUMBER 3 - November 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jkmj.v9i3.56574

Abstract

The health status of the Suku Anak Dalam (SAD) community remains a serious concern, particularly regarding mortality, morbidity, nutrition, and reproductive health. Nutritional problems among toddlers, adolescents, women of reproductive age, and the wider community continue to contribute to poor health outcomes. In addition, childbirth and reproductive health complications are still major factors causing high infant mortality rates within SAD communities. This study aimed to evaluate the effectiveness of mentoring and educational interventions for SAD Posyandu cadres in improving their knowledge and practical skills. The study used a pre-experimental method with a one-group pretest-posttest design and was conducted at the SAD community hall in Dwi Karya Bakti Village, Pelepat District, Bungo Regency, Jambi. The study population consisted of all SAD Posyandu cadres, totaling 19 participants. Most cadres were unemployed, with 6 men (31.6%) and 13 women (68.4%). Fourteen participants (73.7%) had low educational backgrounds, while 5 participants (26.3%) had higher education levels. The youngest respondent was 12 years old, and the oldest was 31 years old, with an average age of 18.53 years and a standard deviation of 5.037 years. Statistical analysis showed a p-value of 0.002 (<0.05), indicating a significant increase in knowledge after the educational intervention. Therefore, continuous mentoring and training are recommended to strengthen cadre competencies and sustain independent health services. Strengthening community participation through regular Posyandu activities may also help reduce preventable diseases, maternal complications, and infant deaths among SAD families.