Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Stabilisasi Tanah Lempung Menggunakan Palm Oil Fuel Ash (POFA) dan 20% Kapur Dolomit (CaMg(CO3)2) Ditinjau dari CBR dan Kuat Tekan Bebas Nasution, Derry Wiliyanda; Hastuty, Ika Puji; Roesyanto, Roesyanto; Anisa, Selfi
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 2 No. 3 (2024): Edisi Januari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v2i3.397

Abstract

Tanah lempung merupakan salah satu jenis tanah yang kurang baik bila dijadikan tanah dasar karena memiliki daya dukung dan kuat geser yang rendah, namun memiliki tingkat kompresibilitas yang tinggi. Usaha untuk memperbaiki kondisi tanah tersebut dengan stabilisasi. Pada penelitian ini dilakukan stabilisasi tanah secara kimiawi dengan mencampurkan bahan tambahan POFA (Palm Oil Fuel Ash) dan Kapur Dolomit (KD). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai index properties, nilai CBR Laboratorium, dan nilai kuat tekan bebas (UCT) dari tanah asli setelah penambahan bahan stabilisasi. Persentase bahan stabilisasi yang digunakan adalah POFA sebanyak 2%, 4%, 6%, 8%, 10%, 12%, 14%, 16%, 18%, 20% dan KD sebanyak 20% di setiap variasinya. Berdasarkan hasil penelitian, nilai CBR paling tinggi terjadi pada variasi campuran 12% POFA + 20% KD yaitu sebesar 8,26%. Berdasarkan pengujian Kuat Tekan Bebas, diperoleh nilai kuat tekan tanah (qu) maksimum dari semua variasi campuran terdapat pada campuran 12% POFA + 20% KD yaitu sebesar 2,945 kg/cm2. Oleh karena itu, penggunaan POFA dan KD dinilai mampu meningkatkan stabilisasi tanah lempung.
Analisis Daya Dukung Aksial Bored Pile Ø 80 CM dengan Menggunakan Uji Beban Statik dan Menggunakan Metode Elemen Hingga pada Proyek Menara BRI – Medan Sundari, Risky Fajar; Roesyanto, Roesyanto; Hasibuan, Gina Cynthia Raphita; Surbakti, Rudianto
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i1.14840

Abstract

Tingginya jumlah penduduk diberbagai kota besar seperti Kota Medan membuat berkembangnya gedung di kota ini semakin pesat. Hal ini mempengaruhi kebutuhan pile pada suatu pondasi yang bangunan karena perkembangan bangunan yang memiliki konsep vertikal maka diperlukan pondasi yang kuat untuk menerima beban dari struktur atas (upper structure). Pondasi yang digunakan di Kota Medan rata-rata menggunakan pondasi bored pile, karena pondasi yang tergolong pondasi dalam ini memiliki dampak getaran yang kecil dalam pengerjaannya dan cocok digunakan di area padat penduduk. Hal ini sangatlah menentukan desain pondasi bored pile yang sesuai dengan kebutuhan proyek. Strategi penelitian yang digunakan untuk menjawab perumusan masalah penelitian ini adalah mengumpulkan data dari lapangan (proyek) data tanah. Kemudian dianalaisis dengan metode Reese and O'neill yang digunakan untuk mendapatkan nilai daya dukung dari hasil uji SPT dan menghitung besarnya penurunan yang terjadi pada pondasi bored pile proyek Menara BRI-Medan secara analitis dan dengan metode elemen hingga menggunakan perangkat lunak PLAXIS 2D dan PLAXIS 3D dengan jenis tanah Mohr-Coulomb dan Hardening Soil. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, daya dukung ultimate bored pile berdasarkan data SPT dengan menggunakan persamaan O’Neil dan Reese adalah 388 ton sedangkan hasil interpretasi loading test dengan metode Davisson memberikan nilai 240 ton, metode Mazurkiewich 325 ton dan metode Chin 344 ton. Untuk besar penurunan bored pile tunggal, secara analitis dengan metode elastis menghasilkan besar penurunan 3,40 mm, analisis berdasarkan FEM PLAXIS 2D Mohr-Coulomb penurunan maksimum sebesar 4,51 mm dan Hardening Soil penurunan maksimum sebesar 3,85 mm, serta analisis berdasarkan FEM PLAXIS 3D Mohr-Coulomb penurunan maksimum sebesar 3,87 mm, dan Hardening Soil penurunan maksimum sebesar 3,41 mm. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa persamaan O’Neil dan Reese memberikan nilai lebih besar dari pada interpretasi pengujian pembebanan sehingga akan memberikan nilai keamanan yang besar jika digunakan saat desain dan analisis penurunan yang paling mendekati hasil di lapangan adalah analisis dengan PLAXIS 3D dengan jenis permodelan Hardening Soil dan perhitungan analitis
Analisis Daya Dukung Aksial Dan Penurunan Pondasi Bored Pile Dengan Menggunakan Uji Beban Statik Dan Menggunakan Metode Elemen Hingga Pada Pembangunan Bri-Medan Mungkur, Bonar Lumsa; Roesyanto, Roesyanto; Harahap, Syiril Erwin; Fischer, Indra Jhon
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i7.60755

Abstract

This study analyzes the axial bearing capacity and settlement of a single bored pile foundation with a diameter of 80 cm used in the construction project of the BRI Tower, utilizing static load testing and the Finite Element Method (PLAXIS 3D program). Field data from the Standard Penetration Test (SPT) and cyclic loading test were compared with numerical simulations using the Mohr-Coulomb and Hardening Soil models. The ultimate axial compressive bearing capacity (Qu) of a single bored pile determined analytically using SPT data and the O’Neil and Reese equation is 454.5 tons. The ultimate axial bearing capacity (Qu) of a single bored pile based on loading test data interpreted using the Davisson method is 492.0 tons, the Mazurkiewich method is 464.0 tons, and the Chin method is 416.6 tons. Based on the Finite Element Method (PLAXIS 3D) using the Hardening Soil model, the ultimate axial bearing capacity interpreted using the Davisson method is 497.0 tons, the Mazurkiewich method is 482.0 tons, and the Chin method is 588.2 tons. Meanwhile, the ultimate axial bearing capacity based on the Finite Element Method (PLAXIS 3D) using the Mohr-Coulomb model is 445.0 tons by the Davisson method, 450.0 tons by the Mazurkiewich method, and 714.2 tons by the Chin method. Based on analytical calculations, load tests, and the Finite Element Method, the elastic settlement of a single bored pile was 18.85 mm analytically, 6.13 mm from the loading test, 8.15 mm from the PLAXIS 3D Mohr-Coulomb model, and 6.11 mm from the PLAXIS 3D Hardening Soil model. Overall, the settlements remain within the acceptable tolerance limit (25 mm). Recommendations include the potential for further development of this research by using other analysis software such as MIDAS. Furthermore, future updates to the axial bearing capacity testing standards are suggested, where analysis of foundation bearing capacity may be performed solely using the Finite Element Method (PLAXIS 3D) or other software.
Empirical and Numerical Analysis of Bearing Capacity and Lateral Deflection of Pile in Tower-1 of Haji Hospital Medan Hamzah, Rafika Riza; Roesyanto, Roesyanto; Harahap, Syiril Erwin
Jurnal Teknik Sipil Vol 25, No 1 (2025): Vol 25, No 1 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jts.v25i1.89737

Abstract

The lateral bearing capacity of piles is a crucial factor in foundation design, particularly under lateral loads. This study analyzes the lateral bearing capacity of hydraulic jacked-in piles using the Broms method and interprets loading test results with the Chin and Mazurkiewicz methods. Additionally, numerical analysis of lateral deflection was conducted using the p-y method in LPile and the Finite Element Method (FEM) in PLAXIS 3D to assess compatibility with field test results. The results indicate that the lateral bearing capacity is 16,20 tons using the Broms method, 18,76 tons with the Chin method, and 16,50 tons with the Mazurkiewicz method. The lateral deflection at 200% load was 11,82 mm from field tests, 14,69 mm from LPile, 12,25 mm from PLAXIS 3D (Mohr-Coulomb), and 11,91 mm from PLAXIS 3D (HS Small). The HS Small model yielded the most accurate prediction, closely matching field test results. This research highlights the importance of numerical modeling in predicting lateral pile behavior and provides valuable insights for foundation design under lateral loads.