Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analisis Konsolidasi dengan Metode Preloading dikombinasikan dengan PVD berdasarkan Perhitungan Analitis dan Plaxis 2d Baby Purba; Roesyanto Roesyanto; Gina Cyntia Raphita; Rudianto Surbakti
Jurnal Syntax Admiration Vol. 3 No. 12 (2022): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v3i12.518

Abstract

Soft soil has poor soil characteristics. These soils generally have high compressibility, low permeability and low carrying capacity. Soil improvement by preloading and PVD is one of the common soil improvement methods to speed up the process of soil consolidation. The initial loading is carried out with the aim of consolidating the soft soil layer with the same or more loading amount than the load that will be carried by the soil both during and after construction. While vertical drainage can speed up the consolidation process. This analysis aims to determine the magnitude of consolidation settlement using analytical methods and finite element methods with PLAXIS 2D modeling, the effect of modeling using quadratic triangle elements (6 nodal points) and quartic triangle elements (15 nodal points) on the consolidation magnitude and calculation processing time. The method used in this thesis is the analytical method using Terzaghi's theory and the finite element method using PLAXIS 2D. From the results of the analysis it was found that the use of a quadratic triangle element with 6 nodal points and 15 nodal points did not have a significant effect on the reduction results, but had a large effect on the length of the calculation process. After analyzing using 2D modeling using a quadratic triangle element with 6 nodal points and a quartic triangle element with 15 nodal points, a decrease of -6.673 meters for 6 nodal points and -6.669 meters for 15 nodal points is obtained. There was no significant difference between the two methods, which was only 4 mm different. The time needed to calculate with 6 nodes is about 1 hour and 15 nodes is about 4 hours.
Analisa Konsolidasi Di Area Non Sand-Key pada Areal Reklamasi Proyek Pengembangan Pelabuhan Belawan-Phase I Menggunakan Plaxis 2D dan 3D Melvi Maulita Napitupulu; Roesyanto Roesyanto; Rudi Iskandar
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.789 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i1.2187

Abstract

Reklamasi adalah salah satu cara untuk menggunakan lahan atau perairan yang digunakan untuk pembuatan lahan daratan baru dari dasar perairan. Sand key adalah lokasi di mana sand replacement dikerjakan, pada lokasi ini tanah lunak akan digali dari elevasi permukaan dasar laut sampai elevasi yang didapatkan. Kemudian akan ditimbun kembali menggunakan pasir yang memiliki karakteristik yang lebih baik. Fungsi dari sand replacement ini adalah untuk menahan tekanan yang bergerak dari area reklamasi menuju ke alur pelayaran sebagai akibat dari proses reklamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar penurunan konsolidasi dengan menggunakan metode elemen hingga dengan pemodelan pada plaxis 2D dan 3D, di area non sand key. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode elemen hingga menggunakan plaxis 2D dan 3D. Dari hasil analisis diperoleh bahwa besar penurunan pada plaxis 2D adalah 7,930 meter dan dari analisis plaxis 3D adalah 7,935 meter. Penurunan yang terjadi menurut pengamatan settlement plate di lapangan adalah 7,850 meter. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan penurunan akibat data laboratorium tidak mewakili keseluruhan lapisan tanah. Penurunan konsolidasi dengan plaxis 2D dan 3D memberikan hasil yang lebih mendekati penurunan hasil observasi di lapangan dimana persentasi perbedaan penurunan sebesar 1,008% dan 1,071%.
Pengaruh Penambahan Abu Tandan Sawit dan 12% Serbuk Cangkang Telur Terhadap Stabilisasi Tanah Lempung Ditinjau Dari Nilai CBR dan UCT Muthiah Putrilan Syamnah Harahap; Derry Wiliyanda Nasution; Ika Puji Hastuty; Roesyanto Roesyanto; Anisa Nuraliman
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 2 No. 2 (2023): Edisi Oktober
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v2i2.328

Abstract

Tanah lempung yang mempunyai kuat geser yang rendah perlu distabilisasikan agar memenuhi syarat teknis untuk dijadikan sebagai tanah dasar. Dalam penelitian ini digunakan penambahan serbuk cangkang telur (SCT) dan abu tandan sawit (ATS) sebagai bahan stabilisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai index properties, pengaruh penambahan bahan stabilisasi pada tanah lempung, untuk mengetahui kadar penambahan ATS dan SCT yang efektif untuk daya dukung tanah melalui pengujian Unconfined Compression Test (UCT) dan California Bearing Ratio (CBR) laboratorium tak terendam. Penelitian ini juga diharapakan dapat menjadi solusi untuk mengurangi limbah ATS dan SCT yang semakin banyak di Indonesia. Dari hasil penelitian diketahui bahwa berdasarkan klasifikasi USCS, sampel tanah tersebut termasuk dalam jenis (CL) sedangkan berdasarkan klasifikasi AASHTO, sampel tanah tersebut termasuk dalam jenis A-7-6. Hasil penelitian menunjukkan berbagai variasi ATS dengan waktu pemeraman 3 (tiga) hari mengalami kenaikan dan penurunan terhadap nilai UCT dan CBR dengan presentase SCT yang tetap. Nilai UCT pada tanah asli sebesar 1,007 kg/cm² dan nilai CBR laboratorium sebesar 3,94% untuk CBR tak terendam. Dengan nilai paling maksimum terjadi pada variasi campuran 12% SCT+ 10% ATS yaitu dengan nilai SCT sebesar 2,804 kg/cm² dan dari hasil uji CBR laboratorium didapat nilai maksimum pada variasi campuran 12% SCT + 10% ATS dimana nilai CBR tak terendam (unsoaked) sebesar 7,83%. Dari hasil penelitian, variasi tanah campuran ini dapat meningkatkan stabilitas tanah sehingga dapat digunakan untuk konstruksi.
Analisis Daya Dukung & Penurunan Bored Pile 80cm di Proyek Kompleks Kantor-Apartemen dengan Metode Analitis & Elemen Hingga Gusar Tampubolon; Roesyanto Roesyanto; Gina Cynthia R Hasibuan
Jurnal Syntax Admiration Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v5i4.1102

Abstract

This study will look for the ultimate bearing capacity value of bored pile foundation and foundation subsidence, based on SPT data and loading test calculated empirically with SPT data using equations provided by O'Neil and Reese while loading test data using curve interpretation Davidson Method, Mazurkiewich Method, Chin Method and finite element method using 2D Plaxis software with all types of medium mesh. After analysis, the ultimate bored pile carrying capacity value of ø 80 cm based on SPT data using the O'neill and Reese equations was 1242 tons, then analysis using the Davisson method of 875 tons, using the Mazurkiewiech method of 960 tons and the Chin method of 876 tons. While the ultimate carrying capacity based on PLAXIS 2D calculations is 1364 tons. 5. Based on SPT data, the carrying capacity of a single bored pile axial permit (Qi) was obtained at 497 tons with SF = 2.5. And for the value of the decrease that occurs in the bored pile foundation based on analytical results is 22.85 mm, based on the loading test is 7.95 mm and based on the PLAXIS 2D program is 14.12 mm. Based on the results of the analysis, it can be concluded that the O'Neil and Reese equations provide a greater value than the interpretation of load testing so that it will provide a large safety value if used when design and descent analysis that is closest to the results in the field is analysis with 2D PLAXIS with the Mohr-Coulomb modeling type. There are differences in carrying and lowering capacity analysis results with several methods used, but the use of analytical methods and finite element methods with PLAXIS 2D meets the safety requirements of bored pile foundations.
Analisis Daya Dukung Lateral Bored Pile Ø 80 Cm dengan Menggunakan Uji Beban Lateral dan Menggunakan Metode Elemen Hingga pada Proyek Menara BRI - Medan Rizky Simanjuntak; Roesyanto Roesyanto; Syiril Erwin Harahapan
Jurnal Syntax Admiration Vol. 5 No. 8 (2024): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v5i8.1398

Abstract

Bored pile foundations are deep foundations that are often used in the construction of large construction sites located in dense areas with the consideration of reducing noise and the influence of vibrations that would occur if pile foundations were used. This analysis aims to calculate the lateral bearing capacity of the bored pile foundation based on the results of analytical calculations using the Broms method, the Davisson method, the Chin method, the Mazurkiewich method, and analyzing the displacement of the bored pile foundation based on loading tests in the field. and the results of soil modeling with Allpile and finite element methods with the Mohr-Coulomb soil model, and the Hardening Soil model. Based on the analysis that has been carried out, the ultimate bearing capacity of the bored pile based on SPT data using the Broms method is 18.92 tons, while the results of the interpretation of the loading test using the Davisson method are 18 tons, the Chin method is 18.98 tons, and the Mazurkiewich method is 19 tons. For the large deflection of a single bored pile with a load of 200% with the Allpile program the large deflection that occurs is 4.25 mm and analysis based on FEM PLAXIS 3D using soil modeling with Mohr - Coulomb large deflection of 3.0 mm and soil modeling with Hardening Soil 2.99 mm.
The Analysis of Lateral Deformation of Diaphragm Wall by Using 2-Dimensional Finite Element Method in Basement Construction of the BRI Tower Medan Putri, Vini Rizki Eka; Roesyanto, Roesyanto; Hasibuan, Gina Cynthia Raphita; Surbakti, Rudianto
ASTONJADRO Vol. 13 No. 3 (2024): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v13i3.16027

Abstract

Land availability for multi-storey buildings can be managed by constructing a multi-storey building with a basement. The basement construction of Menara BRI Medan is surrounded by office buildings. The soil is composed of sand, medium sand, clay silt, and gravel, resulting in the construction of a retaining wall comprised of a diaphragm wall 17,50 meters deep with a wall thickness of 0,60 meters. During the deep excavation work, the diaphragm wall was reinforced by temporary supports (strut). The strut installation consists of 2 layers with a distance of 3 meters in between struts. This minimizes the deformation that occurs. The lateral deformation was calculated using the finite element method in PLAXIS 2D with Mohr-Coulomb soil modeling at drill point BH-02. The deformation results in PLAXIS 2D will be compared with the on-site monitoring results by taking Inclinometer-I2 measurements. The result of the lateral deformation of the diaphragm wall from the analysis using PLAXIS 2D modeling was found to be 7,72 mm. In addition, the lateral deformation value from the monitoring results during the measurement of inclinometer-I2 on site was 7,55 mm. However, during the comparison between the deformation results in PLAXIS 2D and the monitoring results on site, discrepancies were identified due to alterations of parameters during the execution of the deep excavation work.
Analisis Pondasi Bored Pile pada Proyek Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing dengan Metode Analitis dan Metode Elemen Hingga Baliaan Muhammad Maulana; Roesyanto Roesyanto; Rudi Iskandar
Jurnal Syntax Admiration Vol. 2 No. 6 (2021): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v2i6.257

Abstract

Pondasi Bored Pile merupakan solusi dalam pemilihan pondasi dalam dengan beberapa keadaan yang kompleks sehingga tidak memungkinkan penggunaan tiang pancang. Namun dalam analisisnya, terdapat perbedaan dengan pondasi tiang pancang sehingga analisis tiang pancang tidak dapat diaplikasikan dalam perhitungan Bored Pile. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisis Bored Pile berupa daya dukung dan penurunan secara analitis dan metode elemen hingga dengan Plaxis 3D. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, nilai daya dukung ultimate Bored Pile tunggal yang didapat dari perhitungan secara analitis dengan metode O’neil dan Reese adalah 511,03 ton, sedangkan berdasarkan interpretasi pengujian pembebanan di lapangan dengan metode Davisson adalah 410 ton, dengan metode Chin 560 ton dan metode Mazurkiewichz adalah 630 ton. Besar daya dukung dari hasil analisis Plaxis 3D dengan metode Davisson adalah 155 ton, metode Chin 547 ton dan dengan metode Mazurkiewichz adalah 635 ton. Besar penurunan Bored Pile secara analitis dengan metode penurunan elastis adalah 56,6 mm, dengan analisis Plaxis 3D dengan Mesh medium adalah 219 mm, sedangkan hasil penurunan di lapangan berdasarkan data pengujian pembebanan adalah 36,4 mm. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa nilai daya dukung ultimate Bored Pile berdasarkan metode O’neil dan Reese lebih besar daripada hasil interpretasi loading test dengan metode Davisson, dan nilai terbesar diperoleh dari interpretasi metode Mazurkiewichz. Sedangkan hasil analisis penurunan, besar penurunan yang paling mendekati hasil di lapangan adalah berdasarkan metode penurunan elastis.
ANALYSIS OF AXIAL BEARING CAPACITY OF 60 CM DIAMETER PILE USING STATIC AXIAL LOAD TEST AND USING FINITE ELEMENT METHOD IN TOWER-1 INPATIENT CARE BUILDING PROJECT OF HAJI HOSPITAL MEDAN Kaisar, Mochammad Val; Roesyanto, Roesyanto; Erwin Harahap, Syiril
JURNAL TEKNIK SIPIL CENDEKIA (JTSC) Vol 6 No 2 (2025): July
Publisher : Departement of Civil Engineering, Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51988/jtsc.v6i2.303

Abstract

Penelitian ini menganalisis daya dukung aksial dan penurunan pondasi spun pile berdiameter 60 cm untuk Gedung Rawat Inap Tower-1 RS Haji Medan, menggunakan uji pembebanan statis (static load test) dan pemodelan elemen hingga (FEM) dengan PLAXIS 3D. Data lapangan dari Uji Penetrasi Standar (SPT) dan cyclic loading test dibandingkan dengan simulasi numerik menggunakan model Mohr-Coulomb dan Hardening Soil. Perhitungan empiris berbasis data SPT (metode O’Neil & Reese) menghasilkan kapasitas ultimit (Qult) 204,24 ton, sedangkan interpretasi uji pembebanan (metode Davisson, Mazurkiewicz, dan Chin) menunjukkan nilai lebih tinggi (390–476 ton), mengonfirmasi sifat konservatif prediksi berbasis SPT. Faktor keamanan (2,43–2,97) memenuhi standar ASTM D1143. Simulasi PLAXIS 3D secara akurat mereplikasi penurunan yang diukur di lapangan, dengan deviasi maksimal <5%. Model Hardening Soil memberikan kesesuaian lebih baik dengan hasil loading test (penurunan 6,66 mm pada beban 320 ton) dengan mempertimbangkan nonlinieritas tanah. Perhitungan penurunan elastis (2,1 mm untuk tiang tunggal; 5,9 mm untuk kelompok tiang) tetap dalam batas toleransi (25 mm). Rekomendasi meliputi optimasi panjang tiang berdasarkan stratigrafi SPT dan penggunaan model Hardening Soil untuk proyek dengan cyclic loads. Pendekatan terpadu ini meningkatkan desain pondasi dalam yang ekonomis dan aman untuk struktur bertingkat tinggi di wilayah perkotaan dengan keterbatasan lahan.
ANALISIS DAYA DUKUNG AKSIAL TIANG TEKAN HIDROLIK DIAMETER 60 CM DENGAN MENGGUNAKAN UJI BEBAN STATIK AKSIAL DAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA PADA PROYEK GEDUNG RAWAT INAP TOWER-1 RS HAJI MEDAN (BERDASARKAN DATA BH-3) Adib Munawwir, Muhammad; Roesyanto, Roesyanto; Harahap, Syiril Erwin
JURNAL TEKNIK SIPIL CENDEKIA (JTSC) Vol 6 No 2 (2025): July
Publisher : Departement of Civil Engineering, Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51988/jtsc.v6i2.304

Abstract

Penelitian Pada analisis pondasi, besarnya daya dukung dan penurunan yang terjadi merupakan dua kriteria yang sangat penting. Pondasi wajib memiliki daya dukung yang mampu memikul beban diatasnya, sehingga sistem tranfer beban ke tanah dapat berjalan dengan tetap mengontrol terhadap penurunan ijin untuk menjaga kestabilan konstruksi di atasnya. Analisis ini bermanfaat untuk menghitung besarnya daya dukung dan penurunan yang terjadi pada pondasi spun pile proyek Gedung Rawat Inap Tower-1 RS Haji Medan, secara empiris dengan metode elemen hingga menggunakan aplikasi PLAXIS 3D dengan jenis tanah Mohr-Coulomb dan Hardening Soil Dari analisis yang telah dilakukan, daya dukung ultimate spun pile berdasarkan data SPT dengan menggunakan persamaan O’Neil dan Reese adalah 165,42 ton sedangkan menggunakan hasil interpretasi loading test dengan metode Davisson memberikan nilai 330 ton, metode Mazurkiewich 430 ton dan metode Chin 380 ton. Untuk besar penurunan spun pile tunggal, secara analitis dengan hasil loading test Aksial di lapangan menghasilkan besar penurunan 8,45 mm, analisis berdasarkan FEM PLAXIS 3D Mohr-Coulomb besar penurunan 10,99 mm dan Hardening Soil besar penurunan 9,26 mm. Kesimpulan dari analisis bahwa nilai keamanan yang digunakan saat desain dan analisis penurunan yang paling mendekati hasil di lapangan adalah analisis dengan PLAXIS 3D dengan jenis permodelan Hardening Soil. Kata kunci: Daya Dukung, Penurunan, Spun pile, MEH
Development of well reception to reduce rain surface surface in Sunggal village right Deli Serdang district Tarigan, J.; Roesyanto; Sembiring, R.A.; Pulungan, M.A.; Ananta, A.
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2019): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.342 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v4i2.4177

Abstract

Water catchment areas are very important to reduce surface runoff that enters the drainage, but the rise of housing development results in damage to the water catchment area. Development of settlements, offices, educational buildings, and other buildings often do not pay attention to areas that should be open green land. Land cover causes a large infiltration to be reduced when it rains, thereby increasing surface runoff which can result in inundation or flooding. One village that is increasingly crowded with settlements is the right sunggal village in the Deli Serdang district. The main problem in the village of Sunggal Kanan, especially the Gusti Wijaya University Foundation, which is a service partner, is the lack of open land in the foundation complex as a water catchment zone. The solution offered in this program is in the form of infiltration well construction. This method utilizes wells as a water catchment container when it rains. With this infiltration well, rainwater runoff can be reduced.