Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PARTISIPASI KELUARGA DALAM PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) DI PUSKESMAS BANYUMAS Muminah, Ikhwah; Yuliani, Diah Atmarina; Maulana, Andi Muh
INVOLUSI: Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 14 No 1 (2024): Vol. 14, No. 1 Januari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/involusi.v14i1.919

Abstract

Latar Belakang: Dalam rangka menekan laju pertumbuhan penduduk, pemerintah melaksanakan berbagai program pembangunan salah satunya keluarga berencana (KB). Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) merupakan usaha pemerintah dalam menekan pertumbuhan penduduk. Pola pemilihan peserta KB lebih banyak memilih metode kontrasepsi jangka pendek dibandingkan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Jika dilihat dari efektivitas, kedua jenis alat/obat/cara KB ini (suntik dan pil) termasuk Metode Kontrasepsi Jangka Pendek sehingga tingkat efektifitas dalam pengendalian kehamilan lebih rendah dibandingkan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Beberapa faktor yang berhubungan dengan pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang diantaranya adalah dukungan dari suami dan keluarga. Tujuan: Mengidentifikasi partisipasi keluarga dalam pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) Di Puskesmas Banyumas Jenis penelitian: Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif fenomenologis. Menurut Moleong (2010) dalam pandangan fenomenologis peneliti berusaha untuk memahami arti peristiwa dan kaitan-kaitannya terhadap orang-orang biasa dalam situasi tertentu Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa keluarga (suami) dilibatkan dalam pemilihan alat kontrasepsi MKJP. Informasi terkait penggunaan MKJP dari tenaga Kesehatan belum didapatkan sepenuhnya baik untuk keluarga akseptor maupun akseptor MKJP Kesimpulan: Dukungan penilaian suami dalam pelaksanaan keluarga berencana sangat diperlukan, keputusan suami dalam mengizinkan istri adalah pedoman penting bagi si istri untuk menggunakan alat kontrasepsi. Dukungan suami sangat berpengaruh besar dalam pengambilan keputusan menggunakan MKJP Kata Kunci: Partisipasi Keluarga, MKJP
Comparison of Pericanalicular and Intracanalicular Fibroadenoma Mammae Growth Pattern on Various Age Range Utamie, Hilda Maulyda; Ningrom, Ira Citra; Handoyo Sakti, Yuhantoro Budi; Maulana, Andi Muh.
MAGNA MEDICA Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2023): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/magnamed.10.2.2023.191-198

Abstract

Background: Fibroadenoma mammae is the most common type of benign breast tumor in women. Fibroadenoma mammae can occur on various ages, there is no much data recorded about anatomical pathology especially regarding the distribution of fibroadenoma mammae growth pattern in Siaga Medika Purbalingga Hospital. Study in Indonesia that focus on this topic also remain scarce.Objective: To analyze comparison between the growth pattern in fibroadenoma mammae patients with age range 11-50 years.Method: This cross-sectional study with data collected restrospectively based on medical records and histopatological examination in Siaga Medika Purbalingga Hospital. Statistical analysis was done using JASP 0.14.1.0.Results: The majority of patients with fibroadenoma mammae were in the age range 21-30 years (48.9%) with pericanalicular pattern (66%). The four groups had different two growth pattern (p <0.001). Odds ratio showed 3.4 that means patient with age ≤30 years has chance 3.4x to diagnose with pericanalicular fibroadenoma mammae than patient with age >30 years.Conclusion: Incidence of pericanalicular and intracanalicular fibroadenoma mammae growth pattern in Siaga Medika Purbalingga Hospital patients can be affected by age.
Perbandingan Pola Kuman dan Analisis Kualitas Bakteriologis pada Kolam Renang Jenis Learner Pool dan Standard Pool di Purwokerto Kusuma, Raden Maghfira Kurnia; Putri, Prima Maharani; Maulana, Andi Muh.
MAGNA MEDICA Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 4 (2018): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.499 KB) | DOI: 10.26714/magnamed.2.4.2018.85-92

Abstract

Comparison of Germ Patterns and Bacteriological Quality Analysis in Learner Pools and Standard Pools in PurwokertoLatar Belakang: Infeksi adalah penyakit yang disebabkan oleh agen infeksius tertentu yang dapat menyerang semua sistem tubuh manusia. Banyaknya kemunculan kembali re-emerging diseases dan new emerging diseases menjadi masalah kesehatan di Indonesia yang menjadikan penyakit menular memiliki kecenderungan mengalami peningkatan. Tempat umum seperti kolam renang dapat menjadi salah satu sumber dari transmisi agen infeksius dengan rute kontak langsung. Guideline WHO tahun 2006, telah mengatur indeks kebersihan dengan analisis kualitas bakteriologis dilihat dari pola kuman dan tinjauan kebersihan.Tujuan: mengetahui perbedaan pola kuman dan analisis kualitas bakteriologis pada kolam renang jenis learner pool dan standard pool di Purwokerto.Metode: Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 4 sampel dengan total sampling, analisa data menggunakan Uji Fisher.Hasil: Hasil analisis kualitas bakteriologis pada kolam renang learner pool dan standard pool di keempat tempat yang diteliti adalah baik dan cukup serta tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p= 0,757).Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pola kuman dan analisis kualitas bakteriologis pada kolam renang learner pool dan standard pool di Purwokerto Background: Infectious diseases are caused by a infectious agent that is able to attack all human body systems. Large number of re-emerging diseases and new emerging diseases have became a health problem in Indonesia, as a result, the trend increases. Some area of public places such as swimming pools is one of the most frequent sources of transmission of infectious pathogens with direct contact. The WHO Guideline in 2006, has established a hygiene index with bacteriological quality analyzes seen from the microbial pattern and pool-related hygiene reviews. The aim to obserb the diversity of microbial pattern and bacteriological quality analysis at learner and standard swimming pools in Purwokerto.Method: The observational analytical research is conducted with a cross- sectional approach, involving 4 samples with total sampling, while data analysis uses a Fisher Test.Results: The results of bacteriological quality analysis in both learner and standard swimming pools in all four sites studied were good and sufficient based on WHO Guideline in 2006 and that there was no significant difference (p=0, 757).Conclusion: There is no significant difference of microbial pattern and bacteriological quality analysis at both learner and standard swimming pools in Purwokerto 
Effect of Ethanol Extract of Basil Leaves (Ocimum basilicum) on the number of M2 Macrophages in the Kidneys of Mice (Mus musculus) Using the Unilateral Ureteral Obstruction (UUO) Method Farhany, Muhammad Achya; Karita, Dewi; Maulana, Andi Muh.; Ratnaningsih, Mustika
MAGNA MEDICA Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 2 (2022): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/magnamed.9.2.2022.110-119

Abstract

Background: Chronic Kidney Disease (CKD) is a problem in nephrology with a fairly high incidence rate, the final condition of CKD is the presence of kidney fibrosis in the tubulointerstitial region depending on the polarization of macrophages. Basil antioxidant efficacious leaves can prevent damage to tubular cells in animals.Objective: To determine the effect of giving basil leaf extract (Ocimum basilicum L.) on the amount of M2 macrophages in mice (Mus musculus) with the Unilateral Ureteral Obstruction method.Methods: This research use an experimental study using a posttest only with randomized controlled group design.Results: Data on administration of basil leaf extract (Ocimum basilicum L.) to mice can reduce damage to the kidneys analyzed using LSD test obtained p value (0.000 <0.005). The amount of M2 macrophages in mice given basil ethanol extract with the largest dose was 24 mg /20grBW compared to the administration of basil ethanol extract at a dose of 12 mg/20grBW and 48mg/20grBW.Conclusion: Administration of basil leaves extract (Ocimum basilicum L. ) in mice can reduce damage to the kidneys.
Karakteristik Lansia dan Kejadian Depresi di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia (PPSLU) Sodagaran Banyumas Septianawati, Paramita; Mustikawati, Irma Finurina; Kusuma, Inggar Ratna; Maulana, Andi Muh.
Muhammadiyah Journal of Geriatric Vol 3, No 2 (2022): Muhammadiyah Journal of Geriatric
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mujg.3.2.36-45

Abstract

Latar belakang: Peningkatan jumlah penduduk lansia diperkirakan akan menjadi masalah Kesehatan di Indonesia. Salah satu masalah pada lansia adalah depresi. Penelitian ini diperlukan untuk menginvestigasi karakteristik lansia yang mengalami depresi. Tujuan: Melihat gambaran hubungan karakteristik lansia terhadap kejadian depresi di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia (PPSLU) Sodagaran Banyumas. Metode: penelitian ini adalah cross-sectional dengan responden jumlah 42 orang dengan mengisi data pribadi, kuesioner Geriatric Depression Scale (GDS) dan mengikuti pemeriksaan fisik. Hasil: Hasil penelitian didapatkan 33 responden lansia tidak mengalami depresi serta 9 orang lansia mengalami depresi ringan berdasarkan GDS. Dalam analisis bivariat ditemukan adanya hubungan antara jenis kelamin (p=0,046), riwayat sekolah (p=0,032) dan riwayat bekerja (p=0,017) pada lansia yang mengalami depresi ringan dan tidak depresi. Selain itu tidak ada hubungan signifikan (p0,05) antara usia, riwayat menikah, lama tinggal, tekanan darah, Body Mass Index (BMI) dan lingkar pinggang pada lansia yang tidak depresi dengan lansia yang depresi. Simpulan: Diperoleh laki-laki yang memiliki riwayat pernah sekolah dan riwayat pernah bekerja lebih cenderung mengalami depresi ringan.
STUDI KUALITATIF: ANALISIS INFORMASI ANATOMI PADA VARIASI SLICE THICKNESS MSCT SCAN ORBITA DENGAN MEDIA KONTRAS POTONGAN AXIAL MPR Utami, Hernastiti Sedya; Azizah, Atika Nur; Maulana, Andi Muh.; Susanto, Fani; Oviyanti, Pradana Nur
Jurnal Kesehatan Vol 14, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i1.342

Abstract

Struktur anatomi orbita sangat kompleks sehingga memerlukan detail yang baik pada msct scan untuk melihat patologi orbita. Salah satu parameter pada msct scan orbita untuk mengetahui keakuratan struktur anatomi orbita adalah ketebalan irisan. menurut literatur ketebalan irisan untuk orbital 2mm. Sedangkan literatur lain mengatakan 3-5 mm. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis informasi citra yang dihasilkan dengan variasi ketebalan irisan pada orbital ct scan.Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan studi eksperimen. Populasi dan sampel adalah 15 pasien dengan citra MSCT scan orbita dengan rekonstruksi ketebalan irisan media kontras potongan MPR aksial yaitu 1 mm, 2 mm dan 3 mm. Informasi citra yang dinilai adalah akurasi, kejelasan struktur dan jaringan pada citra ct scan orbita potongan MPR aksial meliputi anatomi tulang hidung, saraf optik, sinus etmoidalis, sinus sfenoid, tulang lakrimal, kornea, lensa, bola mata dan sklera. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi dan kuisioner kepada spesialis radiologi sebagai observer dan analisis data dilakukan dengan menggunakan SPPS uji Friedman test.Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat perbedaan antara informasi citra pada variasi ketebalan irisan CT scan MPR aksial orbital dan ketebalan irisan yang dapat memberikan informasi anatomi yang optimal pada citra axial MSCT scan MPR orbital dengan media kontras yaitu 2 mm.Kata kunci : msct scan orbital; ketebalan irisanAbstract The anatomical structure of the orbit is so complex that it requires good detail on CT scan to see the pathology of the orbit. One of the parameters on the orbital ct scan to reveal the accuracy of the orbital anatomical structure is slice thickness. according to the slice thickness literature for orbital 2mm. Whereas other literature says 3-5 mm. the purpose of this study was to analyze the image information produced with slice thickness variations on ct scan orbitals. The method of this research is qualitative with a experiment study. Population and sample were 15 patients with orbital CT scan images with contrast media slice thickness reconstruction of axial MPR pieces that were 1 mm, 2 mm and 3 mm. Assessed image information is accuracy, clarity of structure and tissue on orbital ct scan images of axial MPR pieces including anatomy of nasal bone, optic nerve, ethmoidal sinus, sphenoid sinus, lacrimal bone, cornea, lens, globe and sclera.Data retrieval is done by observation radiologist and data analysis is carried out by SPSS Friedman test.The result of this research is there is a relationship between image information on slice thickness variations of axial MPR CT scans of orbital and slice thickness which can provide optimal anatomical image information on axial images of MPR CT scans of orbitals with contrast agent that is 2 mm.Keywords: orbital msct scan; slice thickness
KECEMASAN PASIEN YANG MENJALANI PEMINDAIAN CT-SCAN KEPALA: ANXIETY OF PATIENTS UNDERGOING HEAD CT-SCAN IMAGING Pratama, Tisna Sendy; Septianawati, Paramita; Maulana, Andi Muh.; Fakih, Mohammad; Dwi Yuliani, Massita
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 14 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jkin.v14i1.807

Abstract

Head computed tomography (CT) scan is one of the diagnostic procedures that is often used to evaluate the condition of the brain and other head structures. This study aims to analyze the relationship between demographic factors, medical history, and patient perceptions and experiences with anxiety levels during radiological examinations. Using a cross-sectional analytical approach, the study involved 36 patients who were going to undergo a head CT scan. Data collection was carried out through a comprehensive questionnaire covering demographic and psychological aspects using the DASS-21. The results of the study revealed that patient anxiety was significantly related to a history of chronic disease, concerns about the narrow scanner space, distrust of examination technology, lack of information, and fear of radiation exposure. In contrast, factors such as gender, age, and history of trauma did not show significant correlations. In conclusion, radiological examinations often cause patient anxiety due to the characteristics of the narrow scanner and the use of radiation. The level of anxiety is influenced by various personal and medical factors, including medical history, previous experiences, and individual perceptions of the examination procedure. Therefore, educational interventions that increase understanding and relieve patient concerns can be effective in reducing anxiety levels during radiological examinations.
IDENTIFIKASI BIOAEROSOL AIR CONDITIONER (AC) PADA SUHU DAN KELEMBABAN OPERASIONAL DI RUANG AMPHITHEATER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO: IDENTIFICATION OF THE BIOAEROSOLS OF THE AIR CONDITIONING SYSTEM AT THE OPERATING TEMPERATURE AND HUMIDITY IN THE AMPHITHEATER ROOM OF THE FK UMP Melinda Maharani; Febriyanti, Ratna Wulan; Maulana, Andi Muh; Susiyadi
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 14 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jkin.v14i1.909

Abstract

Bioaerosol merupakan partikel yang tersebar di udara dan timbul sebagai hasil dari proses alamiah, baik hewan, tumbuhan, dan manusia. Bioaerosol termasuk mikroorganisme seperti bakteri dan jamur berpengaruh terhadap kualitas udara suatu ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfologi dan jenis bioaerosol yang ada di AC, serta distribusi frekuensi koloninya. Pengambilan sampel dilakukan di ruang amphitheater Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang sebelumnya sudah diukur suhu dan kelembabannya dengan alat thermohygrometer. Sampel berupa apusan debu pada 6 Air Conditioner (AC) diambil menggunakan lidi steril. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi atau rendahnya suhu berpengaruh terhadap jenis dan jumlah bakteri dan jamur yang tumbuh. Bioaerosol yang banyak ditemukan termasuk dalam mesofilik, yaitu bacillus sp. (33,33%) escherichia coli (33,33%), staphylococcus sp. (16,67%), streptococcus sp. (16,67%), aspergillus sp. (33,33%), dan penicillium sp. (16,57%).
UJI RELIABILITAS DAN VALIDITAS HRAS DAN NDI VERSI INDONESIA UNTUK MENGUKUR KECEMASAN DAN DISPEPSIA PADA MAHASISWA KEDOKTERAN TAHUN PERTAMA Septianawati, Paramita; Pratama, Tisna Sendy; Kusumo, Muhamad Hidayat Budi; Maulana, Andi Muh.
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan : Perguruan tinggi di Indonesia terdapat salah satunya adalah Fakultas Kedokteran Universitas Muhamadiyah Purwokerto (FK UMP). Pembelajaran di FK UMP tingkat sarjana terdapat jadwal padat yaitu kegiatan tutorial, praktikum, skills lab dan belajar mandiri. Jadwal kegiatan yang dapat menguras pikiran berupa responsi skill lab yang dapat menyebabkan kecemasan dan berpengaruh terhadap gejala fisik seperti dispepsia. Pengukuran kecesaman dapat memanfaatkan kuesioner HRSA dan dispepsia menggunakan kuesioner NDI. Tujuan : Peneliti ingin mengetahui Uji Reliabilitas dan Validitas HRSA dan NDI Versi Indonesia untuk Mengukur Kecemasan dan Dispepsia Terkait Kegiatan Responsi Skills Lab pada Mahasiswa FKUMP Tahun Pertama dan menilai hubungan kecemasan dan dispepsia dengan kuesioner tersebut. Metode : Cross-sectional diukur dengan menggunakan kuesioner L-MMPI pada 49 mahasiswa dilanjutkan dengan pengisian kuesioner HRSA dan NDI pada bulan Februari 2021, yang kemudian menggunakan SPSS 23,0. Hasil :  Pada kuisioner HRSA dan NDI dihasilkan nilai corrected item-total correlation melebihi 0.05 (> 0.05) dan nilai Cronbach™s Alpha melebih 0.60 menunjukkan bahwa HRSA dan NDI adalah valid (validity) dan dapat diandalkan (reliability). Penelitian ini juga menilai hubungan antara kecemasan dengan kejadian dispepsia dan didapatkan hasil uji Kendall™s tau-b signifikan (P=0,007), artinya terdapat hubungan antara kecemasan dan kejadian dispepsia pada Mahasiswa FKUMP pada Angkatan 2020. Kesimpulan : Kuesioner HRSA dan NDI memenuhi kriteria alat penilaian reliabel dan valid dalam menilai kecemasan dan gejala dispepsia pada Mahasiswa FKUMP terkait dengan kegiatan responsi skill lab, sehingga terdapat adanya hubungan tingkat kecemasan dan dispepsia. Kata kunci: Napean Dyspepsia Index (NDI), Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRSA), Mahasiswa 
STUDI KUALITATIF: ANALISIS INFORMASI ANATOMI PADA VARIASI SLICE THICKNESS MSCT SCAN ORBITA DENGAN MEDIA KONTRAS POTONGAN AXIAL MPR Hernastiti Sedya Utami; Atika Nur Azizah; Andi Muh. Maulana; Fani Susanto; Pradana Nur Oviyanti
Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i1.342

Abstract

Struktur anatomi orbita sangat kompleks sehingga memerlukan detail yang baik pada msct scan untuk melihat patologi orbita. Salah satu parameter pada msct scan orbita untuk mengetahui keakuratan struktur anatomi orbita adalah ketebalan irisan. menurut literatur ketebalan irisan untuk orbital <2mm. Sedangkan literatur lain mengatakan 3-5 mm. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis informasi citra yang dihasilkan dengan variasi ketebalan irisan pada orbital ct scan.Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan studi eksperimen. Populasi dan sampel adalah 15 pasien dengan citra MSCT scan orbita dengan rekonstruksi ketebalan irisan media kontras potongan MPR aksial yaitu 1 mm, 2 mm dan 3 mm. Informasi citra yang dinilai adalah akurasi, kejelasan struktur dan jaringan pada citra ct scan orbita potongan MPR aksial meliputi anatomi tulang hidung, saraf optik, sinus etmoidalis, sinus sfenoid, tulang lakrimal, kornea, lensa, bola mata dan sklera. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi dan kuisioner kepada spesialis radiologi sebagai observer dan analisis data dilakukan dengan menggunakan SPPS uji Friedman test.Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat perbedaan antara informasi citra pada variasi ketebalan irisan CT scan MPR aksial orbital dan ketebalan irisan yang dapat memberikan informasi anatomi yang optimal pada citra axial MSCT scan MPR orbital dengan media kontras yaitu 2 mm.Kata kunci : msct scan orbital; ketebalan irisanAbstract The anatomical structure of the orbit is so complex that it requires good detail on CT scan to see the pathology of the orbit. One of the parameters on the orbital ct scan to reveal the accuracy of the orbital anatomical structure is slice thickness. according to the slice thickness literature for orbital <2mm. Whereas other literature says 3-5 mm. the purpose of this study was to analyze the image information produced with slice thickness variations on ct scan orbitals. The method of this research is qualitative with a experiment study. Population and sample were 15 patients with orbital CT scan images with contrast media slice thickness reconstruction of axial MPR pieces that were 1 mm, 2 mm and 3 mm. Assessed image information is accuracy, clarity of structure and tissue on orbital ct scan images of axial MPR pieces including anatomy of nasal bone, optic nerve, ethmoidal sinus, sphenoid sinus, lacrimal bone, cornea, lens, globe and sclera.Data retrieval is done by observation radiologist and data analysis is carried out by SPSS Friedman test.The result of this research is there is a relationship between image information on slice thickness variations of axial MPR CT scans of orbital and slice thickness which can provide optimal anatomical image information on axial images of MPR CT scans of orbitals with contrast agent that is 2 mm.Keywords: orbital msct scan; slice thickness