Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pendampingan Peningkatan Kapasitas Bisnis Bank Sampah Berbasis Partisipasi Masyarakat pada Kewirausahaan Kota Blitar Puspitorini, Palupi; Serdani, Army Dita; Endrawati, Tri; Winurdana, Alfan Setya; Azzahra, Ngiza Kholiqul
Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Vol. 6 No. 3 (2025): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63447/jpni.v6i3.1503

Abstract

Tunas Sejahtera and Sinar Berlian Waste Banks in Gedog Village, Blitar City, face the challenge of low community participation in depositing plastic waste, especially used plastic bottles. Local communities tend to manage waste independently in environmentally unfriendly ways, such as throwing it carelessly or burning it, which causes air pollution and environmental damage. Therefore, a systematic solution is needed to increase public awareness of the importance of responsible waste management. The main objective of this program is to increase community participation in depositing plastic waste to waste banks. Thus, waste can be processed into products with economic value while reducing negative impacts on the environment. To achieve this goal, several methods are used, such as counseling on waste bank management, routine plastic waste collection, and actively involving residents in the recycling process. This participatory approach is designed to make the community feel that they have a shared responsibility in maintaining a clean environment. The results of this program were that both waste banks succeeded in increasing community participation in waste bank management and significantly increasing waste management capacity.. The volume of managed waste increased from 500 kg to 1,000 kg per month, indicating that the participatory approach and logistical support are effective in improving the performance of waste banks. In addition, residents are beginning to realize the economic benefits of depositing waste, such as additional income from selling recycled materials.
PENGARUH BERBAGAI KOMBINASI MEDIA TANAM DAN DOSIS PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) Qoyim, Zainul; Serdani, Army Dita; Widiatmanta, Jeka; Kurniastuti, Tri
grafting Vol 15 No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/grafting.v15i2.3916

Abstract

Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) merupakan salah satu komoditi hortikultural yang memiliki nilai komersial yang cukup baik. Namun budidaya yang kurang baik dan penggunaan bahan kimia yang berlebihan menyebabkan kendala dalam produksi dan kesehatan. Penggunaan pupuk NPK menjadi solusi dan alternatif dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman sayuran. Perakaran selada yang pendek menyebabkan selada membutuhkan media tanam dengan struktur gembur agar perkembangan akar baik dan dapat menembus tanah dengan mudah. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh berbagai kombinasi media tanam (cocopeat, pupuk kandang kambing, arang sekam padi) dan dosis pupuk NPK, serta interaksi antara berbagai kombinasi media tanam (cocopeat, pupuk kandang kambing, arang sekam padi) dengan berbagai dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Penelitian dilaksanakan di Kebun Pekarangan Rumah desa Dilem kecamatan Kepanjen kabupaten Malang mulai bulan Mei 2024 sampai dengan Juni 2024. Penelitian ini menggunakan medote faktorial dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan yaitu. Faktor pertama (K) adalah kombinasi media tanam yang terdiri dari 3 kombinasi (Tanah + cocopeat (K1), Tanah + pupuk kandang kambing (K2), dan Tanah + arang sekam padi (K3)). Faktor kedua ialah konsentrasi pupuk NPK (N) yang terdiri dari 4 taraf (terdiri atas 4 taraf yaitu N0 : tanpa pemberian pupuk NPK 16:16:16 (kontrol), N1 : pemberian pupuk NPK 16:16:16 dengan dosis 200 kg/ha setara 1 g/polybag, N2 : pemberian pupuk NPK 16:16:16 dengan dosis 300 kg/ha setara 1,5 g/ polibag dan N3 : pemberian pupuk NPK 16:16:16 dengan dosis 400 kg/ha setara 2 g/ polibag). Analisis data menggunakan sidik ragam dengan uji F pada taraf 5% jika ketiga perlakuan berbeda nyata dilanjutkan dengan Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil Penelitian menunjukkan perlakuan (P) berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang , dan berat segar konsumsi. Pada hasil penelitian ini juga melihat perlakuan (N) berepengaruh nyata terhadap semua variabel. dan interaksi (KxN) berepengaruh nyata terhadap semua parameter. Hasil terbaik diperoleh pada K1N3 yaitu campuran 2:1 tanah dengan cocopeat (K1) serta tambahan dosis pupuk 2g/polybag (N3) untuk tinggi tanaman sedangkan untuk jumlah daun, diameter batang dan bobot segar konsumsi interaksi perlakuan terbaik nya pada K2N3 yaitu campuran 2:1 tanah dengan Pupuk kandang (K2) serta tambahan dosis pupuk 2g/polybag (N3) yaitu dengan rata-rata berat konsumsi pertanaman 93,67gram.
PENGARUH INTEGRASI BIOSLURRY DAN NITROGEN ANORGANIK PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCHOY (Brassica rapa L) Puspitorini, Palupi; Serdani, Army Dita
Agrika Vol. 18 No. 1 (2024)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v18i1.5848

Abstract

ABSTRAKPakchoy adalah sayuran yang banyak ditanam petani karena banyak diminati masyarakat dan memiliki nilai gizi tinggi. Pemupukan merupakan suatu upaya menambah kandungan hara dalam tanah dan selanjutnya meningkatkan produktivitas tanaman. Bioslurry yang berasal dari limbah biogas mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Tujuan dari penelitian ini menentukan kombinasi terbaik dari bioslurry dan nitrogen anorganik pada pertumbuhan dan hasil tanaman pakchoy (Brassica rapa L.). Penelitian dilakukan di kebun percobaan Unisba Blitar pada bulan April-Mei 2024. Ketinggian tempat penelitian 300 m dpl dengan suhu harian 30°C. Bioslurry yang digunakan berasal dari limbah cair dan padat biogas yang bahan dasarnya kotoran sapi perah. Starter menggunakan urea dengan kadar 46% N. Bioslurry dan urea diinkubasi selama satu bulan sebelum diaplikasikan pada media tanam. Tanaman indikator adalah pakchoy Varietas Green Rapid yang sebelumnya benihnya disemai selama satu bulan dan dipindah tanam pada media yang telah diaplikasikan dengan booster. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah dosis bioslurry padat, terdiri dari S0:   tanpa pemberian; S1: pemberian bioslurry padat 64 gram/polybag; S2:  pemberian bioslurry padat 128 gram/polybag. Faktor kedua adalah dosis urea yang terdiri dari E0: tanpa pemberian; E1: pemberian urea 1.6 gram/polibag dan E2: pemberian pupuk urea 3.2 gram/polibag. Perlakuan terbaik adalah perlakuan S2E2 yaitu bioslurry 128 gram/polybag dan urea 3.2 gram/polibag. Interaksi perlakuan ini memberikan jumlah daun, luas daun dan bobot daun/tanaman pakchoy yang paling besar dibanding perlakuan lainnya, yaitu berturut-turut 15.96 helai, 95.65 cm2 dan 1326.56 mg/tanaman. ABSTRACTPakchoy is a vegetable that many farmers grow because it is in great demand by the public and has high nutritional value. Fertilization is an effort to increase the nutrient content in the soil and subsequently increase plant productivity. Bioslurry which comes from biogas waste contains nutrients that plants need. The aim of this research is to determine the best combination of bioslurry and inorganic nitrogen on the growth and yield of pakchoy (Brassica rapa L.). The research was carried out at the Unisba Blitar experimental garden in April-May 2024. The height of the research site was 300 m above sea level with a daily temperature of 30°C. The bioslurry used comes from liquid and solid biogas waste whose basic ingredients are dairy cow dung. The starter uses urea with a content of 46% N. Bioslurry and urea are incubated for one month before being applied to the planting medium. The indicator plant is the Green Rapid variety pakchoy whose seeds were previously sown for one month and transplanted into media that had been applied with a booster. The research used a factorial randomized block design (RAK). The first factor is the dose of solid bioslurry, consisting of S0: no administration; S1: giving solid bioslurry 64 grams/polybag; S2: giving solid bioslurry 128 grams/polybag. The second factor is the urea dose consisting of E0: no administration; E1: giving 1.6 grams of urea/polybag and E2: giving 3.2 grams of urea fertilizer/polybag. The best treatment is the S2E2 treatment, namely 128 gram/polybag bioslurry integrated with 3.2 gram/polybag urea. This treatment interaction gave the largest number of leaves, leaf area and leaf/plant weight of pakchoy compared to other treatments, namely 15.96 pieces, 95.65 cm2 and 1326.56 mg/plant respectively.Â