Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

ANALISA KUALITATIF MENGENAI DAMPAK OPERASIONAL DERMAGA KAYU BANGKOA TERHADAP KUALITAS LINGKUNGAN SEKITARNYA Nisa, Mu’minatung; Utari, Tri; Azis, Arham; Zulfikar, Zulfikar; Ashury, Ashury; Paotonan, Chairul
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 2, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v2i1.13277

Abstract

Pada dasarnya semua kegiatan pembangunan khususnya di kawasan pesisir akan menimbulkan perubahan terhadap lingkungan sekitarnya baik yang positif maupun negatif. Dermaga Kayu Bangkoa terletak ditengah keramaian pantai Losari Makassar, dan terjepit diantara gedung gedung tinggi. Operasional dermaga Kayu Bangkoa, pasti akan menimbulkan dampak terhadap kualitas lingkungan perairan disekitarnya. Metode yang dipakai dalam kajian ini adalah melakukan tinjauan dan observasi lapangan dengan memperhatikan komponen lahan, komponen udara, komponen proses pantai, komponen air dan komponen sampah, serta memperkirakan dan memantau dampak lingkungan yang mungkin terjadi dan menyusun usulan untuk pengelolaan atau penanggulangan dampak tersebut. Pada tahap operasional dermaga Kayu Bangkoa, dampak lingkungan yang mungkin terjadi adalah menurunnya kualitas perairan laut, menurunnya kualitas udara, terjadinya perubahan pola arus, abrasi dan sedimentasi serta terganggunya kehidupan biota yang ada di sekitar dermaga. Dampak dampak lingkungan yang ditimbulkan umumnya dikategorikan sebagai dampak negatif dan bersifat terus menerus. Untuk meminimalisir dampak negatif yang mungkin timbul diperlukan adanya upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan.
PREDIKSI PASANG SURUT DI PULAU SATANGNGA KAB. TAKALAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE ADMIRALTY Arisandi, Arisandi; Ashury, Ashury
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 2, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v2i1.13281

Abstract

Indonesia adalah negara kepulauan dengan sebagian besar wilayahnya memiliki potensi besar dalam sumber daya alamnya. Untuk mendukung transportasi khususnya untuk transportasi laut, sangat penting untuk mengetahui naik turunnya pergerakan air di permukaan. Perhitungan komponen dapat ditentukan menggunakan Admiralty, yang dalam perhitungan pasang surutnya (amplitudo dan fase) dilakukan secara bertahap menggunakan tabel untuk pengamatan panjang 15 piantan dan 29 piantan. Pengamatan pasang surut digunakan untuk praktis dan ilmiah untuk mempelajari tentang fenomena air yang memiliki efek bagi masyarakat. Pengamatan pasut adalah untuk mengetahui prediksi pasut di Pulau Satangnga. Manfaat dari penelitian ini adalah memberikan informasi tentang prediksi pasang surut di Satangnga yang dapat digunakan sebagai referensi pengembangan. Metodologi penelitian ini terdiri dari lokasi penelitian di Pulau Satangnga, Data Dasar, Data Pasang Surut selama 15 hari, prediksi pasang surut menggunakan metode Admiralty, Skema Penelitian Umum, dan Skema Admiralty. Dari hasil analisis pasut menggunakan metode Admiralty, diketahui bahwa konstanta harmonik untuk setiap komponen pasut (M2, S2, N2, K1, O1, M4, MS4, K2, dan P1) masing-masing dengan amplitudo (A): 14, 9, 4, 28, 29, 1, 0, 3 dan 9, sedangkan pada fase pasang surut (g0): 214, 357, 284, 318, 235, 62, 203, 357 dan 318. Hasil metode analisis pasut Admiralty diperoleh pada nilai 2,4 cm Formzahl yang menunjukkan jenis pasang surut di Pulau Satangga adalah campuran yang berlaku diurnal. Sementara itu, berdasarkan analisis untuk Level Air Tinggi Tertinggi (HHWL) dan Level Air Rendah (LWL), diperoleh rentang pasang surut 197 cm. Hasil untuk prediksi pasut adalah menggunakan Mean Sea Data (S0) dan konstanta harmonik menjadi elevasi pasut dalam fungsi waktu.
ANALISIS MENGENAI SANITASI DAN KESADARAN MASYARAKAT MENGENAI PENGELOLAAN SAMPAH DI DERMAGA KAYU BANGKOA Ariska, Ariska; Utama, Muh. Furqan Lizak; Timang, Novrian Yosua; Kamaluddin, Baso; Ashury, Ashury
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 2, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v2i1.13283

Abstract

Dermaga sebagai sarana publik yang berfungsi sebagai pusat aktivitas penghubung antar pulau, digunakan untuk merapat dan menambatkan kapal yang melakukan bongkar muat barang dan menaik-turunkan penumpang. Sanitasi Lingkungan adalah status kesehatan suatu lingkungan yang mencakup perumahan, pembuangan kotoran, penyediaan air bersih dan sebagainya. Sanitasi lingkungan ditujukan untuk memenuhi persyaratan lingkungan yang sehat dan nyaman. Upaya sanitasi dasar meliputi sarana pembuangan kotoran manusia, sarana pembuangan sampah, saluran pembuangan air limbah, dan penyediaan air bersih. Dalam perencanaan dermaga ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dikarenakan dermaga juga dapat menjadi ancaman global terhadap kesehatan masyarakat. Jadi untuk mencapai dermaga yang layak digunakan, maka perlu diperhatikan sanitasi di dermaga tersebut. Dermaga Kayu Bangkoa yang terletak di Bulo Gading Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, sebagai sarana publik dermaga ini memiliki sanitasi yang buruk terlihat dari sampah yang menumpuk di bibir pantai dan saluran pembuangan limbah rumah tangga yang langsung dibuang ke laut serta hotel dan rumah makan disekitarnya menyebabkan keadaan air laut didaerah tersebut tercemar. Penelitian ini memberikan gambaran tentang seberapa penting kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah dan kebersihan di dermaga tersebut, seperti tercantum pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga. Untuk itu diperlukan sosialisasi pemahaman mengenai pengelolaan sampah, dengan begitu maka akan tercipta dermaga yang layak dan nyaman baik bagi masyarakat sekitar maupun para penumpang yang menggunakannya.
KINERJA PELAYANAN OPERASIONAL BONGKAR MUAT DENGAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD DI MAKASSAR NEW PORT Jusman, Nurjurana; Ashury, Ashury; Palippui, Habibi
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 4, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v4i1.19366

Abstract

Makassar New Port atau biasa disingkat dengan MNP harus memiliki pengukuran kinerja yang terukur dan mampu mencerminkan aspek keuangan dan non keuangan yang digabung dalam satu pendekatan yang dinamakan balanced scorecard serta bertujuan untuk menyusun pengukuran kinerja MNP dengan mengimplementasikan balanced scorecard. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif yang akan menghasilkan data kuantitatif, dengan menggunakan data primer diambil dengan cara wawancara kepada narasumber Deputy General Manager of Operation and Commercial MNP dan penyebaran kuesioner dengan menggunakan dua jenis responden yaitu karyawan MNP dan pengguna jasa. Sedangkan data sekunder dalam penelitian ini diambil dari data keuangan, data karyawan dan data operasional bongkar muat MNP tahun 2020, penelitian ini dilaksanakan di Makassar New Port serta perusahaan pengguna jasa yang ada di Makassar diantaranya TEMAS Line, MERATUS Line dan SPIL. Analisis dalam penelitian ini dengan dependekatan balanced scorecard yang menggunakan empat perspektif diantaranya adalah perspektif keuangan, perspektif pelanggan dalam hal ini pengguna jasa, perspektif proses bisnis internal dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Hasil penelitian pada perspektif keuangan menunjukkan nilai dari profit margin yang fluktuatif pada setiap bulannya di tahun 2020. Perspektif pengguna jasa ditunjukkan dengan indikator kepuasan pelanggan menghasilkan tingkat kepuasan kategori sangat baik dengan persentase 81%, peningkatan ship call berkaitan dengan perspektif keuangan yang nilainya fluktiatif. Perspektif proses bisnis internal dihitung dengan indikator TRT, BOR, YOR, BCH, BSH, arus tingkat bongkar muat dan utilitas peralatan MNP dengan membandingkan nilai dari standar kinerja yang telah ditentukan oleh DIRJEN Perhubungan Laut termasuk dalam kategori baik. Perspektif pertumbuhan dan pembelajaran dihitung dengan kepuasan kinerja karyawan MNP menghasilkan kategori yang sangat baik dengan persentase sebesar 78%. Dari hasil keseluruhan perspektif maka implementasi balanced scorecard menghasilkan kinerja MNP dengan hasil rata-rata baik. Keywords: Makassar New Port, Kinerja Pelabuhan, Balanced Scorecard
ANALISIS STRATEGI LOGISTIK (STUDI KASUS: PELAYANAN PETIKEMAS DI MAKASSAR NEW PORT) Sugeng, Citra; Ashury, Ashury; Palippui, Habibi
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 4, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v4i1.19401

Abstract

Semakin tingginya permintaan barang, maka semakin tinggi pula arus logistik yang diperlukan. Maka dari itu, peningkatan arus petikemas yang terus meningkat ditengah pertumbuhan penduduk. Permasalahan ini harus ditunjang oleh infrastruktur dan fasilitas dari pelabuhan petikemas itu sendiri, agar memperlancar arus pengirimin barang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal Makassar New Port dengan menggunakan analisis SWOT dan menganalisis strategi logistik dalam pelayanan petikemas di Makassar New Port. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah diharapkan dapat memberi informasi mengenai strategi logistik dalam pelayanan petikemas di Makassar New Port. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang akan menghasilkan data kuantitatif. Adapun jenis data yang digunakan adalah data primer yang diambil dengan cara mengisi kuesioner dan mewawancarai pihak “operasional lapangan” shipping line di Makassar New Port yang berkaitan dengan pelayanan kapal dan pelayanan barang untuk pengiriman petikemas. Tempat penelitian ini berlokasi di Makassar New Port dan 3 shipping line yang ada di Makassar New Port yaitu Temas Line, Meratus Line dan SPIL. Teknik analisis data dalam penelitian ini berupa analisis SWOT (strength, weakness, opportunity, threats) untuk Makassar New Port yang didapatkan dari analisi ketiga shipping line. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa jadwal kapal sandar di Makassar New Port masih memenuhi standar BOR, sehingga tidak terjadinya penumpukan antrian kapal untuk melakukan bongkar dan muat. Makassar New Port memiliki fasilitas yang memadai dan kinerja operasional yang baik. Selain karena jadwal kapal sandar yang belum padat, peluang untuk mengajak shipping line bergabung pun semakin besar. Berdasarkan analisis SWOT, Makassar New Port berada pada posisi kuadran I. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi perusahaan yang baik. Strategi yang diterapkan pada Makassar New Port untuk saat ini mendukung kebijakan pertumbuhan progresif yaitu strategi SO (Strengths Opportunities). Kata Kunci: Shipping Line, Logistik, SWOT
ANALISIS JALUR KRITIS PEKERJAAN BETON PRECAST LONG BEAM PADA PEKERJAAN DERMAGA DI MAKASSAR NEW PORT MENGGUNAKAN METODE PERT Damayanti, Rosa; Ashury, Ashury
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 5, Nomor 2, Tahun 2022
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v5i2.24751

Abstract

In a construction activity, there are several aspects that require proper management and processingrequired to have accuracy, determination, performance, accuracy, and safety to produce the appropriate endwith expectations. In a project, it is necessary to handle good scheduling management. Because ofTherefore, it needs to be handled with careful and thorough calculations so that no mistakes occur when the project is in progressjust lasts. The duration of a project does not have to add up the total time of the activity,but enough to find the critical path. Scheduling a project is an outcome factor that canprovide information about the schedule plan and progress of the project. In this case, the resource performance iscosts, personnel, equipment and materials, and project duration planning. When working on a project,problems often arise, namely the project implementation time does not match the agreed time. MatterThis will have a negative impact on the company. As a result, when a project is not well planned,Project implementation involves each other throughout a series of activities that will influence each other.
Socialisation of Blue Beach Tourism Activity Area Based on Bathymetry Contour in Tanjung Merdeka Village, Tamalate District, Makassar City Rachman, Taufiqur; Juswan, Juswan; Alie, Muhammad Zubair Muis; Ashury, Ashury; Husain, Firman; Suyono, Suyono
JURNAL TEPAT : Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 2 (2024): Kolaborasi yang Kuat untuk Kekuatan Kemasyarakatan
Publisher : Faculty of Engineering UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jurnal_tepat.v7i2.546

Abstract

The tourist activities at Blue Beach are divided into 3 categories: swimming, water rides and fishing. The implementation of activities in the water poses a risk to tourists, which has the potential to cause accidents and even fatalities. This is due to the lack of segregation of areas for the implementation of the three beach tourism activities, which makes it difficult for tour managers to monitor tourists. For this reason, tour managers will be equipped with knowledge on the importance of dividing beach tourism activity areas based on bathymetric contours and the use of warning flags as safety signs for beach tourism activities. This socialisation can increase the awareness of tourism managers of potential hazards and disasters in the tourist sites they manage, by completing early warning signs of potential hazards of beach tourism activities. This socialisation is done in partnership with community-based tourism managers, namely Non-Governmental Organizations (NGO) of Tanjung Merdeka. The increase in knowledge and understanding of the socialisation material among the participants was 44.9 points. The service activity safety sign products were submitted by the service team in the form of a Blue Beach tourism activity map based on bathymetry contours and beach safety warning flags as occupational safety and health-based signs in the Blue Beach tourism area.
Study on the Suitability Analysis of the Use of Floating Breakwaters in Palipi Fishing Port Paotonan, Chairul; Paroka, Daeng; Rahman, Sabaruddin; Ashury, Ashury; Assidiq, Fuad Mahfud; Azisah, Nur
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 21, No 3 (2024): October
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/kapal.v21i3.65156

Abstract

Palipi Fishing Port is a fish landing port with the condition of the dock building facing directly to the open sea without any protection of the port pond. This causes fishermen to be afraid to anchor their ships at Palipi Harbor, especially during the west season. In addition, the condition of the soil bearing capacity at the seabed due to thick sediment deposits in the harbor water area makes it difficult to apply a pile-type breakwater. Therefore, in order to function optimally, Palipi Fishing Port needs to immediately have a breakwater that is suitable for its geographical conditions as a protection from ocean waves. Floating breakwater is the solution due to its floating structure and efficient in reducing waves. This research will identify the suitability between wave occurrence at Palipi Fishing Port and the effectiveness of using floating breakwater while still considering the ease of development so that it is expected that the port can function optimally for regional economic development.
Dredging Analysis at Makassar New Port Umar, Hasdinar; Ashury, Ashury; Ayyub, Muhammad
Maritime Park: Journal of Maritime Technology and Society Volume 2, Issue 1, 2023
Publisher : Department of Ocean Engineering, Faculty of Engineering, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/mp.v2i1.24087

Abstract

Dredging is used to create new harbors, berths, or waterways, or to deepen existing facilities to allow vessels with heavy drafts to access them. The dredging analysis at Makassar New Port aims to calculate how much the dredging volume. With this data, research can be used as a source of reference and consideration for researchers and port authorities. The research method is descriptive, where the primary data is data obtained based on direct observation at the research location, while secondary data is data that is researched and collected by related parties. Then an analysis is carried out to calculate the volume of dredging at Makassar New Port. From the results of the analysis, it can be concluded that dredging was carried out with a dredge volume reaching 1,953,764.47 m3, with a processing time of 349 days.
Study of the Shipping Flow of the Pattumbukang Ferry Port, Selayar Islands Regency South Sulawesi Ashury, Ashury; Suyono, Suyono
Maritime Park: Journal of Maritime Technology and Society Volume 2, Issue 2, 2023
Publisher : Department of Ocean Engineering, Faculty of Engineering, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/mp.v2i2.26303

Abstract

The Pattumbukang Ferry Port is one of the ferry ports in the Selayar Archipelago, South Sulawesi. This port is located in a small bay which results in several problems related to sedimentation and narrowing of the water area. To prevent silting due to existing sedimentation, it is necessary to carry out shipping channel planning and dredging the seabed to obtain the required depth. The purpose of this study was to determine the hydro-oceanographic conditions at the Pattumbukang Ferry Port which was then used as a source of information regarding the depth and planning of water levels for material for evaluating shipping lane planning and estimating dredging volumes. Data collection in this study was carried out directly at the location for 15 days. Observations were made to obtain data in the form of: bathymetry data, tides, and soil sediment samples. The existing data is then processed and analyzed in shipping channel planning using assistance software, like :ArcGIS, Civilian 3D, Mapsource and software other supporters. Based on the results of the survey and processed data that has been carried out in this study, it can be concluded that: The existing condition of the shipping channel at the Pattumbukang Ferry Port does not meet the criteria based on the largest ship size, namely 1000 GT. Therefore, a one-way route planning is carried out with two alternative choices of channels where each alternative has its own advantages and disadvantages and with an ideal depth of 5.528≈ 6 m