Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Mengajar Anak Secara Profesional: Suatu Tuntutan bagi Guru Sekolah Minggu di Abad 21 Gea, Leniwan Darmawati
SAINT PAUL'S REVIEW Vol. 4 No. 1 (2024): June
Publisher : STT Saint Paul Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sunday School service is one of the categorical services in the church which is very important, but is often not handled by teachers or instructors who are well competent compared to services for adults. In fact, they are the next generation who are expected to continue the existence of the church. This is very worrying based on the author's observations in several churches served by STT ATI students. The subjects of this research were STT ATI students. The aim of this research is to investigate the reality of Sunday school services with their various difficulties, as well as to encourage the need for professionally trained teachers in the midst of 21st century developments to play an effective role in serving Sunday School children. The research method used is qualitative research with a phenomenological approach to explore and describe sources of information from informants according to the main problem being studied. The results of this research are that professional Sunday School teacher figures are very much needed in the midst of increasingly advanced developments, especially in the digital era of the 21st century. To achieve this, training for Sunday School teachers is very effective in forming school teachers. A creative and innovative week.
Optimalisasi Diri Kaum Wanita Melalui Kreatifitas Membuat Boneka dari Kaos Kaki Gea, Leniwan Darmawati; Kim, Doye; Atty, Sonya Debora; Yanti, Yanti
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI
Publisher : Universitas Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46880/methabdi.Vol4No2.pp117-121

Abstract

As humans, self-optimization is a demand that is naturally inherent in our existence. Self-optimization can be achieved through various things, and one of them is through self-development in craft creativity. This is a form of self-empowerment which contains benefits both for oneself and the wider community. It is in this regard that Community Service activities are carried out through the creation of making dolls from socks. This activity was carried out at STT ATI.The methods in this activity are lectures, discussions and exercises. The result of this training is that the participants are able to produce their handiwork optimally as a form of optimizing themselves as women.
Kepemimpinan Transformasional Berbasis Narasi Musa: Sintesis Keluaran 18:13–27 dan Teori Burns-Bass dalam Pendidikan Kristen Mudak, Sherly; Silalahi, Edu Arto; Manao, Mukhlis; Sumarno, Sumarno; Gea, Leniwan Darmawati
Jurnal Teologi Injili Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55626/jti.v5i1.229

Abstract

Kepemimpinan dalam pendidikan Kristen menuntut lebih dari sekadar kemampuan manajerial; ia memerlukan pendekatan yang membina, mentransformasi, dan berakar pada nilai-nilai rohani. Permasalahan umum yang diangkat dalam penelitian ini adalah belum adanya kepemimpinan yang secara integratif menggabungkan teori kepemimpinan modern dengan narasi kepemimpinan Alkitabiah dalam konteks pendidikan Kristen. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan kepemimpinan transformasional yang berlandaskan teladan kepemimpinan Musa dalam Keluaran 18:13–27 serta teori Burns dan Bass. Teori kepemimpinan transformasional digunakan sebagai kerangka analisis utama, dengan empat dimensinya: inspirational motivation, idealized influence, individualized consideration, dan intellectual stimulation. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, melalui analisis literatur akademik dan eksposisi teks Alkitabiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Musa merefleksikan prinsip-prinsip kepemimpinan transformasional melalui delegasi tugas yang bertanggung jawab, pembinaan rohani yang terarah, dan pewarisan nilai-nilai spiritual. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan penerapan kepemimpinan transformasional dalam pendidikan Kristen yang terdiri dari tiga komponen utama: delegasi yang bertanggung jawab, mentoring yang terarah, dan pembentukan karakter rohani. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa integrasi antara teori modern dan narasi biblis dapat menghasilkan kepemimpinan yang kontekstual, aplikatif, dan relevan bagi pembinaan pemimpin pendidikan Kristen masa kini yang berorientasi pada transformasi iman, karakter, dan tanggung jawab pelayanan.
Dari Petrus ke Guru Sekolah Minggu: Panggilan untuk Menggembalakan Anak Berdasarkan Yohanes 21:15-17 Pandu, Imanuel Yunus; Gea, Matilda Yurdita; Gea, Leniwan Darmawati
Missio Ecclesiae Vol 13 No 1 (2024): April
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v13i1.317

Abstract

Secara fungsional tugas penggembalaan bukan hanya menjadi tanggung jawab pendeta, melainkan dapat diperankan oleh semua orang percaya, termasuk di dalamnya guru sekolah minggu. Peran guru sekolah minggu penting, sebab melalui mereka anak-anak memperoleh bimbingan untuk bertumbuh dalam iman. Sehubungan dengan itu, penelitian ini mengkaji tentang peran guru sekolah minggu sebagai gembala anak yang mengacu pada Yohanes 21:15-17. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran gembala bagi domba-domba sebagaimana yang tampak dalam undangan Yesus kepada Petrus dan korelasinya dengan pelayanan anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis teks Alkitab dan kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa "domba-domba" Yesus merujuk pada anak-anak yang harus dibimbing dalam iman. Guru Sekolah Minggu sebagai penerima amanat penggembalaan bertanggung jawab untuk merawat dan mengarahkan anak-anak kepada Tuhan dengan kasih dan pengajaran. Penggembalaan ini diterapkan dengan pendekatan yang meneladani Yesus sebagai Gembala Agung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran guru Sekolah Minggu sangat penting dalam membentuk pertumbuhan rohani anak-anak, yang melibatkan seluruh umat percaya dalam menjalankan amanat Yesus untuk menggembalakan umat-Nya.
Menginjili Anak Secara Kreatif: Analisis Dampak Program Unit Pembinaan Pelayanan Anak (UPPA) STT ATI di Kalangan Mahasiswa Blegur, Romelus; Gea, Leniwan Darmawati; Atty, Sonya Debora; Mangngi, Yovita; Yosua, Yosua
Missio Ecclesiae Vol 14 No 1 (2025): April
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v14i1.331

Abstract

Anak adalah ciptaan Allah yang serupa dan segambar dan Allah, namun disamping itu mereka pun orang berdosa yang memerlukan keselamatan. Oleh karena itu, pemberitaan Injil merupakan hal yang penting bagi mereka. Meskipun demikian, tugas tersebut tidak mudah karena itu diperlukan kreativitas untuk menyampaikan Injil sesuai dengan minat dan pemahaman mereka. Hal inilah yang menjadi fokus pelayanan UPPA STT ATI dalam rangka memperlengkapi mahasiswa dan pelayan gereja untuk menghasilkan para pelayan anak yang kreatif dan inovatif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak program UPPA STT ATI di kalangan mahasiswa STT ATI melalui berbagai pembinaan yang telah dilakukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan beberapa temuan pada para informan yaitu: pertama, mahasiswa memahami tentang penginjilan. Kedua, mahasiswa memahami bahwa penginjilan terhadap anak sangat penting. Ketiga, mahasiswa terlibat dalam program UPPA STT ATI dan memperoleh pembekalan yang memadai untuk melayani anak. Keempat, program UPPA STT ATI efektif bagi mahasiswa dalam melayani anak. Kelima, mahasiswa memiliki kemampuan dan terlibat secara efektif dalam mengijili anak secara kreatif. Keenam, program UPPA berdampak secara signifikan bagi mahasiswa, baik dalam hal membangun kemampuan mereka secara internal, maupun dampak eksternal bagi anak-anak yang diinjili.
Kemuliaan Berita Injil dalam Konstruksi Kesederhanaan Cerita: Efektivitas Metode Cerita Bagi Anak Blegur, Romelus; Gea, Leniwan Darmawati
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 15 No. 1 (2025): Pemikiran Teologi
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47154/sjtpk.v19i1.642

Abstract

Stories are an effective communication method to convey the meaning of news in a simple and interesting way. This method is also relevant in all related contexts, as well as all age groups. Until now, stories are still a popular method. Apart from its general use, stories are also a method used in the Bible to convey the truth as was done many times by Jesus, even now it is also seen in the practice of preaching the Gospel in the church. The purpose of this research is to investigate the glory of the Gospel message in the simplicity of the story with a focus on its effectiveness through preaching the Gospel to children. The method used in this research is a library research method by analyzing texts sourced from online and printed literature. The results of this research are that the story method is effective for preaching the Gospel to children. The supporting factor is that, this method has been predominantly used in the Bible with a percentage of 75%. Apart from that, the story method is effective as a forum for preaching the Gospel, even though the Gospel message is constructed simply according to children's capacities, it does not erode the glory of the Gospel message.
Optimalisasi Diri Kaum Wanita Melalui Kreatifitas Membuat Boneka dari Kaos Kaki Gea, Leniwan Darmawati; Kim, Doye; Atty, Sonya Debora; Yanti, Yanti
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI
Publisher : Universitas Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46880/methabdi.Vol4No2.pp117-121

Abstract

As humans, self-optimization is a demand that is naturally inherent in our existence. Self-optimization can be achieved through various things, and one of them is through self-development in craft creativity. This is a form of self-empowerment which contains benefits both for oneself and the wider community. It is in this regard that Community Service activities are carried out through the creation of making dolls from socks. This activity was carried out at STT ATI.The methods in this activity are lectures, discussions and exercises. The result of this training is that the participants are able to produce their handiwork optimally as a form of optimizing themselves as women.
Mendidik Kesadaran Gereja Terhadap Tugas Misi Allah Blegur, Romelus; Gea, Leniwan Darmawati; Illuko, Markus Domilius Mastilia; Franky, Franky; Praing, Jitro Remi
Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual Vol 2 No 2 (2023): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/mak.v2i2.239

Abstract

Misi Allah adalah tugas utama gereja dan orang percaya yang mesti ditunaikan, namun hal tersebut tampaknya kurang disadari oleh kalangan tertentu dalam tubuh gereja. Penelitian ini bertujuan mengemukakan pentingnya kesadaran gereja sebagai jalan meningkatkan pemahaman tentang misi Allah yang menghantar gereja berpartisipasi aktif di dalamnya demi menyelamatkan dunia dari dosa. Salah satu upaya yang efektif dalam membangun kesadaran gereja adalah melalui pendidikan sebagai wadah membentuk murid Kristus secara berkelanjutan. Pendidikan yang dimaksudkan adalah pendidikan secara formal maupun non formal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan menggunakan buku dan artikel jurnal secara selektif sesuai pokok penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pendidikan merupakan upaya yang efektif dan efisien dalam membangun kesadaran gereja akan tugas dan tanggung jawab misionernya. Perkembangan kekristenan dan pertumbuhan gereja, serta pergerakan misi yang meluas di berbagai belahan dunia mengonfirmasi indikator tersebut.
Bersaksi Bagi Kristus Melalui Lagu: Menggugah Jiwa Melalui Pujian Gea, Leniwan Darmawati; Atty, Sonya Debora; Agmi, Wike Mary
Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual Vol 3 No 1 (2024): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/mak.v3i1.275

Abstract

Bersaksi adalah tanggung jawab semua orang Kristen dan dapat dilakukan melalui berbagai cara. Salah satu cara yang dipandang efektif adalah melalui lagu pujian kepada Allah. Tujuan penelitian ini adalah menyelidiki efektivitas kesaksian Kristen melalui lagu dengan mempertimbangkan potensialitasnya yang dapat menggugah para pendengarnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan. Hasil yang ditemukan adalah bahwa lagu berpengaruh besar pada manusia karena mengandung potensialitas untuk menggugah jiwa. Potensi tersebut dapat menjadi medium yang efektif untuk menyampaikan kesaksian tentang berita keselamatan dari Tuhan Yesus Kristus. Selain itu, lagu rohani Kristen juga memiliki dimensi teologis yang menekankan tentang Allah sebagai sumber dari segala keindahan. Hal inilah yang menggugah jiwa yang mendengarnya. Oleh karena itulah bersaksi melalui lagu menjadi efektif tidak hanya dalam lingkup gereja saja, tetapi juga melintasi perbedaan-perbedaan keyakinan.
Mengatasi Krisis Identitas Remaja Kristen: Faktor Penyebab dan Upaya Penanganannya Anda, Matalius; Gea, Leniwan Darmawati
Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual Vol 3 No 2 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/mak.v3i2.332

Abstract

Remaja adalah masa yang sangat membutuhkan pendampingan secara intens dan pemahaman tentang identitas mereka yang sesungguhnya, apalagi sebagai komunitas Kristiani. Jika tidak demikian maka remaja akan mengalami krisis identitas yang dapat merusak kepribadian mereka dan berdampak pada seluruh hidup mereka. Masalah tersebut telah banyak terjadi dan menjadi perhatian dari berbagai pihak. Krisis jati diri dapat disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal melalui berbagai cara. Penelitian ini memiliki tujuan menyelidiki jati diri remaja Kristen dan krisis yang mengancam identitas mereka, serta upaya untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa upaya yang efektif dalam mengatasi krisis identitas remaja Kristen yaitu: pertama, membimbing remaja memahami diri sebagai gambar dan rupa Allah, sebab hanya melalui Allah sajalah remaja menemukan diri mereka yang sesungguhnya. Kedua, memberi dukungan moril maupun spiritual dalam keluarga. Ketiga, mengolah keseimbangan diri remaja untuk mengatasi kondisi mereka yang cenderung labil. Keempat, melakukan konseling untuk memulihkan gambar diri remaja.