Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Perencanaan Sistem Penyaluran dan Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik di Kelurahan Rangkah, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya Arsita Puspita Dewi; Agus Slamet
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.54772

Abstract

Berdasarkan studi EHRA 2015, Kelurahan Rangkah termasuk ke dalam klasifikasi beresiko tinggi terhadap kesehatan lingkungan yang disebabkan oleh kondisi sanitasi yang masih buruk. Walaupun sebagian besar penduduk sudah memiliki toilet, namun masih ada yang belum dilengkapi dengan tangki septik. Sedangkan grey water dialirkan ke saluran drainase tanpa diolah. Hal tersebut dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Perencanaan ini bertujuan untuk mendesain sistem penyaluran dan instalasi pengolahan air limbah domestik secara komunal. Tahapan perencanaan dimulai dari perizinan, survei lokasi, pengumpulan data, studi literatur, pengolahan data, pembahasan dan kesimpulan. Data yang digunakan dalam perencanaan adalah data primer, berupa kualitas air limbah dan survey kondisi eksisting dan data sekunder yang berupa HSPK Kota Surabaya, data topografi dan data pemakaian air bersih. Data primer diambil dari pengukuran langsung dilapangan dan pengambilan sampel di kelurahan Rangkah sedangkan data sekunder didapat dari dinas terkait. Jumlah penduduk yang dilayani pada perencanaan ini yaitu 21530 jiwa. Kualitas air limbah domestik yang diolah yaitu TSS= 140 mg/L, BOD = 142 mg/L, COD= 235 mg/L, Minyak dan lemak= 12 mg/L, Amoniak= 22,47 mg/L dan Total koliform= 1012 MPN/100 mL sampel. Sistem penyaluran air limbah yang digunakan yaitu shallow sewer dengan diameter pipa yang digunakan 110 mm, 160 mm, 200 mm, 250 mm dan 300 mm. Kedalaman maksimum penanaman pipa air limbah yaitu pada kedalaman 2,99 m dengan titik pemompaan sebanyak 4 tempat. Sedangkan unit instalasi pengolahan air limbah yang digunakan yaitu kombinasi Anaerobic Baffled reactor (ABR) – Aerobic Biofilter dengan volume efektif masing-masing yaitu 696 m3 dan 274 m3 . Kualitas effluen yang dihasilkan yaitu BOD = 4,8 mg/L, COD= 9,5 mg/L, TSS = 4,9 mg/L, NH3 out= 5,1 mg/L ,Total Koliform = 3000 MPN/100 mL. Total biaya yang dibutuhkan yaitu Rp. 29.297.569.000
Perencanaan Pengolahan Daur Ulang Efluen IPAL PT SIER Menjadi Air Minum untuk Kegiatan Industri Dita Amara Yeranda; Agus Slamet
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.54736

Abstract

PT SIER memiliki IPAL untuk air limbah industri dan domestik dengan kapasitas sebesar 10.000 m3/hari. Efluen IPAL telah memenuhi baku mutu sehingga aman dibuang ke Sungai Tambak Oso. Dalam rangka memenuhi kebutuhan air bersih untuk industri di kawasannya, PT SIER berencana membangun sistem IPAM dengan memanfaatkan air efluen IPALnya. Kajian Perencanaan bertujuan untuk mendapatkan perkiraan unit operasi yang diperlukan, biaya investasi dan operasi perawatan. Perencanaan menggunakan data primer kualitas air efluen IPAL dari hasil pencatatan efluen IPAL, serta kebutuhan air tenant yang tertarik membeli air hasil olahan. Hasil perencanaan dengan kapasitas pengolahan sebesar 2700 m3/hari yang terdiri dari unit rapid sand filter, ion exchanger, nanofiltrasi, dan chlorine gas disinfection. Biaya investasi yang diperlukan adalah Rp464.289.037 dan biaya operasional serta pemeliharaan yang dibutuhkan sebesar Rp436.387.676 per tahun.
Studi Pemetaan Persebaran Sedimen Boezem Morokrembangan Rahmah Fitrianingtyas; Agus Slamet
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1070.94 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28904

Abstract

Boezem Morokrembangan Sisi Selatan merupakan salah satu retention basin atau embung pengendali banjir di Kota Surabaya yang memiliki 2 inlet saluran drainase yaitu Kali Greges dan Kali Purwodadi. Kedua saluran tersebut merupakan badan air kelas IV menurut PP No.82/2001 yang tertuang dalam PERDA Kota Surabaya No. 02 Tahun 2004. Penelitian dilakukan 2 tahap yaitu observasi di lapangan dan analisis pemetaan persebaran sedimen dengan Surfer 10. Hasil penelitian ini didapatkan laju akumulasi lumpur berdasarkan pengukuran dengan metode Imhoff cone pada air Boezem Morokrembangan sisi selatan adalah 11010,30 sampai 12653,64 m3/tahun dan dengan metode mass balance adalah 4481,22 sampai 5150,04 m3/tahun. Dari peta persebaran atau isokonsentrasi total suspended solid menggunakan Surfer 10 menunjukkan perubahan yang dinamis yaitu terjadi penurunan dari inlet menuju tengah Boezem dan meningkat menuju ke outlet. Kondisi tersebut disebabkan oleh adanya pengerukan dan pertumbuhan alga.  Pada tepi Boezem juga menunjukkan adanya dead zone yang disebabkan oleh aliran air rendah dan adanya alga pada perairan. Rekomendasi penanganan pengendapan sedimen atau lumpur di Boezem Morokrembangan dapat menggunakan barrier dan menggunakan eceng gondok (Eichornia crassipes).  
Perencanaan Program Sedot Air Limbah Keliling (SIMBALING) untuk IPAL PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) Wororeni Wororeni; Agus Slamet
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.54733

Abstract

Banyak pelaku usaha mikro di Kota Surabaya yang belum melakukan pengolahan air limbahnya. Saat ini unit IPAL PT SIER memiliki idle capacity sebesar 5000 m3/hari, sehingga Pemerintah Kota Surabaya dan Provisi Jawa Timur, menugaskan PT SIER untuk menerima dan mengolah air limbah dari usaha di luar kawasan PT. SIER. Usaha rumah makan dan laundry dipilih karena memiliki jumlah terbesar di Kota Surabaya. Perencanaan kapasitas pelayanan, zona pelayanan, kendaraan pengangkut, holding tank, jadwal pengangkutan, rute pengangkutan, dan biaya retribusi dengan mengacu pada Buku E Panduan Perencanaan Pelayanan Lumpur Tinja PUPR. Hasil Perencanaan tahap pertama dilakukan untuk 5 Zona dengan kapasitas pelayanan air limbah sebesar 989 m3/hari, dimana unit usaha perlu membuat holding tank, dengan volume 1,3,6, atau 9 m3, terbuat dari beton. Jadwal penyedotan dan pengangkutan direncanakan dengan siklus 1,2,3, atau 7 hari. Jumlah armada yang dibutuhkan 81 truk dan 19 motor. Biaya retribusi rata – rata untuk rumah makan dan laundry menggunakan motor adalah Rp. 90.900/m3 dan truk adalah Rp. 96.200/m3.
PENILAIAN KEBERLANJUTAN PENGELOLAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM BERBASIS MASYARAKAT DI KOTA BLITAR Puji Kamulyan; I Putu Artama Wiguna; Agus Slamet
Journal of Civil Engineering Vol 32, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.465 KB) | DOI: 10.12962/j20861206.v32i2.4559

Abstract

The paper disccuses an assess the sustainability level, to identify important and priority factors of Community Based Water Supply System (CBWSS) management. Public and stakeholders perception are the main data needed for the analysis, and these data are collected through observation and structured interviews. The consideration aspects to measure the sustainability level consist of technical,institutional, financial, social and environmental aspects.This study used several analysis methods, i.e. Index Formulation (measuring sustainability level), Relative Importance Index and Confidence Interval (identifying important factors) and Development Priority Index (determining priority factors).The results indicate that CBWSS management is generally quite sustainable, with the highest sustainability value on environmental aspect, while the lowest one is on social aspect. The most important factor in the CBWSS management is the existence of community retribution and the development priority factor lead to the management transparency.
Evaluasi Instalasi Pengolahan Air Limbah Industri Tapioka Di Kabupaten Lampung Timur Rifka Noor Azizah; Agus Slamet; Adhi Yuniarto
IPTEK Journal of Proceedings Series No 5 (2017): Simposium I Jaringan Perguruan Tinggi untuk Pembangunan Infrastruktur Indonesia (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.756 KB) | DOI: 10.12962/j23546026.y2017i5.3126

Abstract

Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) industri tapioka di Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung menggunakan kombinasi UASB dan  tangki aerasi. Air limbah kemudian diolah lebih lanjut pada kolam stabilisasi. Pada saat ini seluruh kolam stabilisasi tidak menggunakan pelapis membran ataupun tanah lempung. Hal ini dinilai mencemari air tanah di daerah sekitar pabrik. Air limbah yang dilepas ke badan air juga masih melebihi baku mutu. Sehingga perlu dilakukan evaluasi unit bangunan eksisting dan memberikan solusi atas hasil evaluasi ini. Evaluasi dilakukan dengan melakukan komparasi kondisi eksisting dengan kriteria desain unit IPAL. Hasil study menunjukan bahwa beberapa kriteria seperti waktu detensi, organic loading rate, velocity, dan dimensi pada beberapa unit tidak sesuai. Solusi yang diberikan atas pencemaran air tanah adalah penutupan kolam stabilisasi dan menggantinya dengan kombinasi unit anaeobic baffled reactor (ABR) - facultative pond. Instalasi tersebut dinilai mudah dan murah dalam pengoperasian dan perawatan. Data kualitas dan kuantitas air limbah didapat dari kombinasi data primer dan sekunder. Data yang didapat dijadikan acuan untuk perencanaan detail engineering design IPAL pengganti kolam stabilisasi. Perhitungan biaya untuk IPAL dan perpipaan mengacu pada Standar Nasional Indonesia dan Harga Satuan Pokok Kerja (HSPK) Kota Bandar Lampung. Setelah dilakukan perhitungan terhadap biaya pembangunan ABR dan kolam fakultatif, diperlukan biaya sebesar Rp. 761.313.124.
INDUKSI PEMBUNGAAN IN VITRO PADA ANGGREK BULAN Phalaenopsis amabilis (L.) Blume INDONESIA IN VITRO FLOWERING OF INDONESIAN Phalaenopsis amabilis (L.) Blume Ixora Sartika Mercuriani; Agus Slamet; Bekti Sulistya Utami; Aries Bagus Sasongko; Aziz Purwantoro; Sukarti Moeljopawiro; Endang Semiarti
Agros Journal of Agriculture Science Vol 16, No 2: Edisi Juli 2014
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.529 KB)

Abstract

Bunga adalah faktor yang sangat penting dalam budidaya anggrek. Salah satu kendala yang sering dijumpai dalam budidaya anggrek adalah lama fase vegetatif yang dibutuhkan tanaman tersebut untuk dapat berbunga. Pada penelitian ini induksi pembungaan dilakukan pada tahap pertumbuhan awal tanaman secara in vitro. Tanaman umur enam bulan setelah tanam (bst) disubkultur pada medium New Phalaenopsis (NP) dengan konsentrasi Nitrogen (N) setengah dari NP (1/2NP), dengan atau tanpa pemberian Benzyl Adenine (BA), variasi konsentrasi KH2PO4 (1,5 mM dan 3 mM), serta dengan atau tanpa pemotongan akar. Kombinasi perlakuan dengan pemberian BA 22.2 µM, kandungan P tinggi (3 mM), dan pemotongan akar mampu mempercepat pembungaan in vitro anggrek Phalaenopsis amabilis (P. amabilis) asli Indonesia pada umur 18 bst.Flowering is very important in orchid cultivation. However, the long vegetative phase to be able to bloom of the plant becomes an important problem. The orchid needs three up to five years after sowing to bloom. In this study, flowering induction is done in the early growth stages of plants. At six months after sowing (mas), plants were sub-cultured on New Phalaenopsis (NP) medium witha half Nitrogen(N) concentration of NP (1/2NP), with or without Benzyl Adenine (BA), concentration variations of Phosphor/P (1,5 mM and 3 mM),  and with or without roots cutting. In vitro flowering of Indonesian Phalaenopsisamabilis (P. amabilis) can induced on medium that contain 22.2 µM BA and 3 mM P with roots cutting at 18 mas.
The Improving of the Quality Resources of Gedog Batik Craftsmen in Tuban Regency Muslichah Erma Widiana; Nova Retnowati; Agus Slamet; Tri Sagirani
Indonesian Journal of Cultural and Community Development Vol 7 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.72 KB) | DOI: 10.21070/ijccd2020683

Abstract

This study aims to improve business management of partner business UD. Batik "Lestari Arts". The Government of Indonesia has prepared a number of policies to protect and prepare micro, small and medium-sized businesses to produce high-quality products that have high competitiveness. Tuban is one of the towns in East Java that has an MSME named UD Batik "Lestari Arts" that produces superior products in the form of gedog batik. The Regional Superior Product Development Program, partnering with UD. Batik "Lestari Arts", resulted in improvements on two main focuses of partner business management, namely on business resources and the use of science and technology in running a business. This program is ongoing and continuing through the activities of mentoring, monitoring and evaluating results after two years of partnership.
PENGEMBANGAN PANGAN LOKAL MELALUI PEMBUATAN “DOKUN” (DONAT SUKUN) ANEKA TOPING DI DESA TANJUNGHARJO, NANGGULAN, KULONPROGO Agus Setiyoko; Agus Slamet
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v6i1.20884

Abstract

Tanjungharjo Village, Nanggulan, Kulonprogo, has wide variety of agricultural products that has not been processed optimally. One example is breadfruit. The cultivation and development of this breadfruit has been started by the government of Special District of Yogyakarta since 2003. With several ways of processing, breadfruit fruits can be used to support food diversification. The Successful of development and diversification of breadfruit processing into region’s food can increase its selling value so that impact on improving public welfare. Klajuran is one Hamlet of Tanjungharjo Village, has ‘Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngudi Makmur’ with 25 members joining. This group is usually processing breadfruit using the traditional ways by steaming or friying, but the product is not so acceptable by the community. One of the factors causing the lack of processing of these products is the lack of knowledge about the various ways of processing, packaging technology and financial management in producing various foods from breadfruit as business opportunity. Based on the description, the research and community service institutions of Mercu Buana University of Yogyakarta has provided counseling and training on the processing of breadfruit’s donut cake, packaging and financial management to increase the economic income of the group members.Keywords: Bredfruit, donut cake, counseling, training, production
PENGUATAN FUNGSI OPERASIONAL UD. BATIK “LESTARI ARTS” DALAM USAHA MENINGKATKAN OPTIMASI PROSES PRODUKSI Muslichah Erma Widiana; Nova Retnowati; Agus Slamet; Tri Sagirani
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 2, No 1 (2020): Second Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik telah ditetapkan UNESCO  sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi. Kota Tuban merupakan salah satu kota di Jawa Timur yang menghasilkan produk unggulan berupa batik gedog. Melalui Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) ingin dilakukan sebuah program pemberdayaan pengrajin batik gedog di Tuban. Program ini memberikan alternatif solusi berupa penguatan fungsi operasional pada UD. Batik “Lestari Arts”. Program penguatan fungsi operasional yang dilakukan berfokus pada tiga hal utama yaitu peningkatan kemampuan sumberdaya manusia, perbaikan fungsi manajemen operasional keuangan dan pajak melalui penyusunan standar operasional prosedur dan yang terakhir analisis dan mitigasi resiko, Dengan dilaksanakannya program ini diharapkan UD. Batik “Lestari Arts” mampu meningkatkan kapasitas dan optimasi proses produksi batik tulis berbahan dari primis maupun tenun gedog