Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

OPTIMASI PEMANFAATAN SUMBER AIR UNTUK IRIGASI PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI KREMIT: Optimization of Water Resourcess for Irrigation in Kremit Watershed Budianto, Muh Bagus; Kholilaturrohmi, Siti; Setiawan, Ery
Spektrum Sipil Vol 9 No 1 (2022): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v9i1.237

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Kremit merupakan salah satu DAS yang ada di Pulau Lombok. Di sepanjang Sungai Kremit terdapat tiga bendung yang melayani areal irigasi seluas 1.773 ha. Permasalahan pada DAS Kremit adalah ketidakseimbangan antara kebutuhan air dan ketersediaan air di hulu dan hilir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan potensi air pada DAS Kremit. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan metode optimasi dengan program linier. Optimasi dilakukan dengan mempertimbangkan asas keseimbangan dan keadilan dengan memaksimumkan luas tanam untuk mendapatkan keuntungan usaha tani. Output yang dihasilkan optimasi berupa luas tanam tiap musim, pemberian air dan keuntungan yang diperoleh pada keandalan 80% dan 50%. Hasil analisis menunjukkan pemanfaatan sumberdaya air pada DAS Kremit untuk irigasi dengan pola tanam padi-padi/palawija-palawija dengan debit andalan Q80 sebesar Rp. 116.918.174.838,-, dengan luas tanam 982 ha pada musim tanam pertama, 1.625 ha pada musim tanam kedua (385 ha padi dan 1.240 ha palawija) dan 1.773 ha untuk musim tanam ketiga. Sedangkan keuntungan yang diperoleh untuk Q50 sebesar Rp 133.726.364.036,-, dengan luas tanam 1.773 ha pada setiap musim tanam.
Pemanfaatan Sampah Organik dalam Lubang Resapan Biopori (LRB) untuk Meningkatkan Laju Resapan Air di Karang Taliwang Kecamatan Cakranegara Kota Mataram Budianto, Muh Bagus; Salehudin; Saidah, Humairo; Negara, IDG Jaya; Setiawan, Ery; Salsabila, Zelvia
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13783

Abstract

Sampah organik berkisar antara 50-60% dari total sampah Sampah organik adalah limbah dari sisa-sisa makhluk hidup yang dapat terurai secara alami melalui pembusukan. Desa Karang Taliwang merupakan salah satu Desa di Kecamatan Cakranegara yang sebagian besar wilayahnya adalah permukiman. Selain sampah permasalahn yang sering terjadi adalah genangan air. Kegiatan ini bertujuan untuk memanfaatkan sampah organik yang dimasukkan ke dalam LRB untuk meningkatkan laju resapan air. Sampah organik yang digunakan berupa sampah dedaunan kering, sampah dapur rumah tangga dan campuran dari keduanya. Hasil uji di lapangan menunjukkan sampah campuran dedaunan kering dengan sampah dapur rumah tangga menunjukkan laju resapan rata-rata tertinggi yaitu 51,39 cm/jam, kemudian disusul dengan sampah dapur rumah tangga rata-rata sebesar 47,02 cm/jam dan terakhir sampah dedaunan kering dengan laju resapan rata-rata sebesar 46,12 cm/jam. LRB dengan bahan pengisi campuran memiliki efektifitas yang cukup tinggi yaitu 36%.
Pemetaan Daerah Rawan Banjir dengan Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis pada Tiga Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika Budianto, Muh Bagus; Yasa, I Wayan; Agastya, Dewandha Mas; Saadi, Yusron; Pradjoko, Eko
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol. 11 No. 3 (2025): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jstl.v11i3.951

Abstract

The Mandalika Special Economic Zone (SEZ) is currently a leading destination not only in Lombok but also in Indonesia. The presence of the Mandalika Circuit as a MotoGP race venue, along with the beauty of the coastal landscape and other tourism potential, makes Mandalika a Super Priority Destination. The Mandalika SEZ is located in three river basins, namely Tebelo Ngolang and Balak. Behind the splendor of the Mandalika Circuit and other supporting infrastructure lies a series of flood data that hit the area, including the floods of January 30, 2021, and December 23, 2022. Based on these events, a study is needed to map the flood risk in the three watersheds and the Mandalika SEZ. This flood risk map can later serve as a basis for formulating policies and anticipatory measures for future flooding. The required data includes rainfall data, land use maps, topographic maps, land use maps, slope maps, and geological/soil type data. The data were then analyzed using a Geographic Information System (GIS) and then overlaid using the ArcGIS software program. Based on the overlay results and weighting of the supporting factors for flooding, flood vulnerability at the study location can be determined. The results showed that the Tebelo Watershed is divided into 3 categories, namely a moderately vulnerable area of 270.32 ha, a vulnerable area of 479.89 ha and a very vulnerable area in the downstream area of 85.44 ha. The Ngolang Watershed is divided into two categories dominated by a vulnerable area of 930.97 ha and a moderately vulnerable area of 568.68 ha. Meanwhile, the Balak Watershed is divided into two categories, namely a vulnerable area of 1,418.59 ha and a moderately vulnerable area of 1,243.53 ha