Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pemanfaatan Ruang Publik Kawasan Kuliner sebagai Destinasi Wisata di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat Fadhila, Nadhifa; Aliyah, Istijabatul; Permana, Chrisna Trie Hadi
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v5i1.69452.172-183

Abstract

Seiring dengan bertambahnya kebutuhan hidup manusia, kebutuhan ruang untuk melayani aktivitas manusia sehari-hari semakin meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, masyarakat dituntut inovatif memanfaatkan ruang. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan ruang publik sebagai destinasi wisata kuliner. Namun, pemanfaatan ruang publik tersebut dapat menimbulkan beberapa masalah seperti meningkatnya kemacetan kawasan serta masalah kebersihan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kondisi eksisting pemanfaatan ruang publik sebagai destinasi wisata kuliner di Kawasan Kuliner Kota Padang Panjang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Proses identifikasi kondisi eksisting pemanfaatan ruang publik sebagai destinasi wisata kuliner di kawasan kuliner kota dilakukan dengan melakukan observasi terhadap kondisi fisik ruang publik, kebutuhan wisatawan dan masyarakat setempat, kebijakan dan regulasi yang berlaku, serta hal-hal yang terkait dengan iklim sosial, ekonomi, dan budaya yang mempengaruhi pemanfaatan ruang publik sebagai destinasi wisata kuliner di Kawasan Kuliner Kota Padang Panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang publik yang dimanfaatkan sebagai destinasi wisata kuliner di kawasan kuliner kota memiliki desain, bentuk, dan aktivitas beragam. Kawasan kuliner memiliki desain ruang publik tertutup, ruang publik terbuka, dan ruang publik semi terbuka. Desain ruang publik tersebut memiliki dua yaitu persegi (square) dan memanjang (linier). Dengan adanya ruang publik tersebut, masyarakat memiliki keragaman aktivitas, baik aktivitas utama maupun aktivitas kuliner yang ada di kawasan kuliner. Selain itu, kawasan kuliner memiliki desain yang unik dan menarik, keragaman kuliner, hingga lingkungan yang menarik sehingga memiliki daya tarik wisata bagi para wisatawan serta dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.
The Role of Early Childhood Education and Community Participation in Fostering Waste Management Awareness Among Young Children in Palembang Cityalembang City Hutama , Surya Tri Esthi Wira; Gumano, Hendry Natanael; Permana, Chrisna Trie Hadi; Kirana, Cintantya Andhita Dara
Kolaborasi : Jurnal Administrasi Publik Vol. 12 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Department of Public Administration, Muhammadiyah University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/kjap.v12i1.21501

Abstract

Regulations and policies of Law of the Republic of Indonesia Number 18 of 2008 and its derivatives on Waste Management have ushered in a more comprehensive and integrated waste management system in Palembang City from upstream to downstream which includes waste reduction and processing activities. However, there are problems in maintaining the environment sustainably. Sustainable environmental development needs to optimize waste management from upstream (reduce, reuse, recycle) to downstream. This study aims to evaluate the extent and quality of waste management awareness among early childhood education students in Palembang City, and to assess the role of school-based curricula and parental participation in shaping that awareness. Specifically, it asks: (1) To what degree do students in Palembang understand core waste management concepts (sorting, reduction, recycling, composting)? (2) How do institutional and parental factors mediate or constrain that understanding? (3) What does the Paulo Freire’s empowerment framework reveal about the transformative potential and limitations of current pedagogical practices? The research method used is a mix method, namely by combining quantitative and qualitative approaches. Data sources are from the results of interviews, observations and documentation studies. The results of the study revealed that waste management activities that have been taught by early childhood education teachers cannot all be understood by each student due to the age limitation to understand waste materials and their management, so it is necessary to invite parents to be involved in children's waste management activities and provide education related to practices that can be done at home.