Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Hubungan Antara Parent and Peer Attachment terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa Tingkat Pertama Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Dicky Auliansyah; Dwita Oktaria; Oktafany; Merry Indah Sari
MAJORITY Vol 9 No 2 (2020): MAJORITY
Publisher : Majority

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motivation describes what gets people to do, keeps them doing, and helps them complete. One of the factors that influence motivation is environment. Attachment is an important factor because it is the basis for exploring the environment independently. Parents and friends is considered as an important factor of supporting system in learning. This study aims to determine the relationship between parent and peer attachment on learning motivation. This was an analytic observational study with cross sectional design. There were 157 respondents whose participated in this study. Student attachment was assessed using the Inventory Parent and Peer Attachment and motivation with the Motivated Strategies for Learning Questionnaire. The results showed that 99.4% of respondents had secure attachment and 0.6% had insecure attachment to the parent attachment. 98.1% of respondents had secure attachment and 1.9% had insecure attachment to peer attachment. 3.2% of respondents have low motivation and 96.8% of respondents have high motivation. Statistical analysis using Fisher's test found that there was no relationship between parent attachment and learning motivation (p value = 0.968) and there was no relationship between peer attachment and learning motivation (p value = 0.907). So, it can be concluded that there is no relationship between parent and peer attachment to the learning motivation of first-year students of the Faculty of Medicine, University of Lampung.
Persepsi Mahasiswa terhadap Peer-Assisted Learning dalam Proses Pembelajaran di Fakultas Kedokteran Universitas Lampung: Sebuah Studi Kualitatif Muhammad Rifath Akbar; Dwita Oktaria; Khairun Nisa; Merry Indah Sari
MAJORITY Vol 9 No 1 (2020): MAJORITY
Publisher : Majority

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peer-assisted learning (PAL) is one of the teaching methods used in the Faculty of Medicine Lampung University. PAL is learning undertaken by fellow students, and it does not involve professional lecturer in the process. This study aims to describe in depth the students' perceptions of PAL in the learning process at the Faculty of Medicine, Lampung University. This study used a qualitative research design with a phenomenological approach and for participant recruitment technique in this study used maximum sampling variation. Main participants in this study were students of the class of 2016 and 2015, consisting of 24 people who were men and women, peer tutors, and peer tutees. The main data were retrieve5d through focus group discussions held 3 times, while a triangulation of data researchers used in-depth interviews with lecturers who conduct PAL, and PAL activity observations. There were many perceptions of students regarding definition and benefits of PAL, and factors that affected PAL which included supporting factors, such as good communication of peer tutors and materials, provided by peer tutors, which corresponded to the purpose of learning. Factors which could interfere the implementation of PAL included realization, peer tutor, and peer tutees readiness, There was also students perception regarding hope for PAL implementation, for examples, conducting PAL in CSL, usage of technology, and evaluation in the implementation. Perception of students on PAL at Faculty of Medicine Lampung University showed that both peer tutor and peer tutees influence one another in the implementation.
Pengelolaan Anestesi pada Pasien Neoplasma Ovarium Kistik Berukuran Besar dengan Anemia Tanpa Komplikasi Merry Indah Sari; Bambang Eko Subekti; Eduard Eduard
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan anestesi pada pasien neoplasma ovarium membutuhkan persiapan matang karena risiko yang ditimbulkan selama periode perioperatif. Neoplasma Ovarium adalah tumor yang berasal dari jaringan ovarium. Anemia adalah penurunan kadar hemoglobin darah, yang mampu menimbulkan syok volume apabila tidak ditangani dengan tepat sebelum operasi. Ny.D 32 tahun datang dengan keluhan perut yang membesar sejak 8 bulan, dan sejak 7 hari sebelum masuk rumah sakit perut pasien dirasa semakin membesar dan menimbulkan rasa tidak nyaman serta menimbulkan sesak nafas. Pasien dalam keadaan kompos mentis dengan Glasgow Coma Scale (GCS) 15, tekanan darah 110/80mmHg, frekuensi nadi 110x/menit, frekuensi pernapasan 24x/menit, suhu 36,9oC, berat badan 65 kg, tinggi badan 154 cm. Pemeriksaan fisik abdomen diperoleh hasil perut tampak cembung, tegang, nyeri tekan (-), dan teraba massa terfiksir ukuran ± 20cm x 20cm. Pemeriksaan penunjang didapatkan Hb 9,9gr/dl. Dari pemeriksaan USG tampak massa kistik dengan bagian padat di dalamnya, dengan ukuran yang terjangkau probe 18cm x 14cm. Pasien di diagnosa Neoplasma Ovarium Kistik dengan dilakukan operasi Sallfing-Ooforektomi Unilateral per Laparatomi Elektif. Pasca operasi pasien stabil tanpa komplikasi. Kata kunci: anestesia, komplikasi, neoplasma ovarium kistik
Hubungan Coping Mechanism dengan Hasil Ujian Akhir Blok Basic Science 1 pada Mahasiswa Angkatan 2015 Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Galih Prasetio Ekin Basuki Utomo; Oktadoni Saputra; Merry Indah Sari
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coping mechanism dapat diartikan sebagai perilaku yang digunakan oleh individu dalam mengatasi masalah yang dapat menimbulkan stress dengan menghindari, menjauhi dan mengurangi stress atau dengan menyelesaikan dan mencari dukungan sosial. Coping mechanism terdapat dua macam, yaitu problem solving focused coping dan emotion focused coping. Problem solving focused coping adalah strategi koping yang berfokus pada penyelesaian masalah (stressor), sedangkan emotion focused coping mengabaikan stressor untuk mengatasinya secara sementara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada dan tidaknya hubungan antara coping mechanism dengan hasil belajar pada mahasiswa angkatan 2015 Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Terdapat 190 responden yang didapatkan menggunakan metode total sampling.Data dianalisa dengan menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan p=<0,05. Kuesioner yang digunakan adalah Ways of Coping Checklist terdiri atas 32 pertanyaan, yaitu 16 pertanyaan mengenai problem solving focused coping dan 16 pertanyaan mengenai emotion focused coping. Hasil belajar mahasiswa diukur dengan nilai Ujian Akhir Blok (UAB) Basic Science 1. Mahasiswa Fakultas Kedokteran angkatan 2015 menggunakan strategi coping mechanism yang hampir sama banyak antara problem solving focused coping (59,5%) dan emotion focused coping (40,5%). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara strategi coping mechanism dengan hasil UAB Basic Science 1 dengan nilai p=0,476.Kata kunci:Mekanisme koping,Emotion focused coping, Problem solving focused coping
Hubungan Efikasi Diri terhadap Self Directed Learning Readiness Mahasiswa Tingkat Pertama Fahrezi Fathilla; Merry Indah Sari; Susianti Susianti
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Self Directed Learning Readiness (SDLR) atau yang sering disebut kesiapan belajar mandiri merupakan suatu cara individu dalam mengatur aktivitas belajarnya secara mandiri sesuai dengan pemikiran yang dianggap mampu untuk dilakukan. Tingkat self directed learning individu dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah efikasi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efikasi diri terhadap self directed learning readiness mahasiswa tingkat pertama Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik kategorik tidak berpasangan dengan pendekatan cross sectional. Pada penelitian ini hanya 214 responden yang masuk dalam kriteria inklusi. Nilai efikasi diri diukur dengan kuesioner GSE sedangkan nilai self directed learning readiness mahasiswa diukur dengan menggunakan kuesioner Self Directed Learning Readiness Scale (SDLRS). Data dianalisis dengan uji Chi square. Efikasi diri mahasiswa yang dominan yakni pada kategori sedang 159 orang (74,3%) diikuti kategori tinggi 33 orang (15,4%). Nilai self directed learning readiness mahasiswa paling banyak terdapat pada kategori tinggi sejumlah 123 orang (57,5%). Berdasarkan uji statsistik chi square didapatkan adanya hubungan yang bermakna (p=0,023) antara efikasi diri terhadap self directed learning readiness. Efikasi diri berpengaruh positif terhadap self directed learning readiness mahasiswa tingkat pertama Fakultas Kedokteran Universitas Lampung.Kata kunci: efikasi diri, problem based learning, self directed learning readiness.
Penatalaksanaan Kehamilan dengan Tuberkulosis Paru Amri Yusuf; Merry Indah Sari
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 02 (2018): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Mycobakterium tuberkulosis dan masih menjadi masalah kesehatan utama dunia terutama di negara berkembang seperti Indonesia. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi kuman TB. Tuberkulosis di Indonesia menduduki peringkat lima besar dunia bersama India, China, Filipina dan Pakistan. Angka prevalensi TB di Indonesia pada tahun 2016 adalah 391 per 100.000 penduduk, dimana hampir separuhnya adalah wanita pada usia produktif dan sekitar 1-3% merupakan wanita hamil yang menderita TB. Selama kehamilan dapat terjadi transmisi basil TB ke janin, biasanya terjadi secara limfatik, hematogen atau secara langsung. Diagnosis klinis TB pada kehamilan lebih sulit karena gejala yang muncul seperti kelelahan, sesak nafas, berkeringat, lemas, batuk, dan demam ringan mirip dengan gejala fisiologis kehamilan. World Health Organization sangat merekomendasikan skrining gejala dan pemeriksaan Xpert MTB (Mycobacterium tuberculosis)/RIF (Resistance to Rifampin) untuk mendiagnosis TB pada kehamilan. Pengobatan TB pada kehamilan sama seperti wanita yang tidak hamil. Dalam pengobatan menggunakan OAT (Obat antituberkulosis) seperti isoniazid, rifampisin, atau etambutol harus diperhatikan efek teratogenik pada janin. TB yang tidak diobati atau TB yang diobati terlambat dapat mengarah ke peningkatan morbiditas neonatal, berat lahir rendah, prematuritas, dan peningkatan komplikasi kehamilan, termasuk peningkatan morbiditas ibu, aborsi, perdarahan post partum, komplikasi persalinan, dan pre-eklampsia.Kata kunci: kehamilan, OAT, tuberkulosis paru.
Hubungan Antara Kualitas Tidur terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Rika Lisiswanti; Rodiani Rodiani; Oktadoni Saputra; Merry Indah Sari; Natasyah Hana Zafirah
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidur adalah salah satu kebutuhan dasar manusia dan memiliki peran dalam kualitas hidup, kesehatan fisik dan mental. Tidur merupakan aspek penting dalam menjaga ritme sirkadian tubuh. Kurang tidur cenderung menyebabkan gangguan konsentrasi, kelelahan, penurunan produktivitas, dan lain-lain. Tidur juga dapat mempengaruhi cara berpikir, bekerja, belajar, dan bergaul dengan orang lain sehingga, dapat mempengaruhi mahasiswa terutama terhadap hasil belajar mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan hasil belajar mahasiswa angkatan 2013 Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (PSPD FK Unila). Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Sebanyak 169 responden penelitian diminta untuk mengisi kuesioner Pittsburg Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengetahui kualitas tidur. Hasil belajar didapatkan dari hasil ujian blok Emergency Medicine. Data yang telah diperoleh, kemudian dilakukan analisis univariat dan bivariat. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji statistik Mann Whitney.Berdasarkan analisis univariat, didapatkan sebagian besar mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung memiliki kualitas tidur yang buruk. Hasil analisis bivariat menggunakan uji statistik Mann Whitney didapatkan hasil yaitu terdapat hubungan bermakna antara kualitas tidur terhadap hasil belajar mahasiswa dengan nilai p<0,05.Kata kunci: hasil belajar, kualitas tidur, mahasiswa kedokteran.
Hubungan Kecanduan Bermain Game Online pada Smartphone (Mobile Online Games) terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Arif Satria P; Merry Indah Sari; M. Ricky Ramadhian; Rika Lisiswanti
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan internet di Indonesia sangat pesat. Salah satu perkembangan internet yang marak digemari adalah game online. Kemudahan untuk mengakses game online didukung dengan kehadiran smartphone, diduga dapat menyebabkan kecanduan. Fenomena kecanduan game online pada smartphone dapat mempengaruhi prestasi akademik mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi potong lintang dengan metode deskriptif-korelatif. Pengambilan sampelmenggunakan teknik total sampling dengan kriteria inklusi berupa mahasiswa angkatan 2013 yang pernah bermain game online pada smartphone dalam 6 bulan terakhir. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Lampung terhadap 91 mahasiswa sebagai responden. Responden diminta mengisi kuesioner Game Addiction Scale for Adolescents yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia. Prestasi akademik dinilai dalam bentuk Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Sebanyak 47,17% mahasiswa terindikasi kecanduan. Skor kecanduan tertinggi yang diperoleh ialah 103 dan yang terendah ialah 21. Nilai prestasi tertinggi ialah 3,80 dan terendah ialah 1,15. Hasil analisis bivariat dengan uji korelasi didapatkan p value <0,05 (p=0,001) denganr= - 0,396. Terdapat hubungan negatif lemah kecanduan bermain game online pada smartphone terhadap prestasi akademik mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung.Kata kunci: game online, kecanduan, prestasi akademik, smartphone.
Diagnosis dan Penatalaksanaan Pasien Neurodermatitis dan Hipertensi dengan Konsep Kedokteran Keluarga Destika Sari; Merry Indah Sari; Sahab Sibuea
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan konsep kedokteran keluarga yang baik akan memiliki banyak manfaat seperti penanganan penyakit manusia yang seutuhnya, berkesinambungan, tindakan preventif dan efektifitas pelayanan kesehatan. Pada kasus ini dilakukan penegakan diagnosis dan penatalaksanaan dengan konsep kedokteran keluarga. Data primer didapat melalui anamnesis, pemeriksaan fisik dan kunjungan rumah, dan data sekunder dari rekam medis pasien. Kasus pasien Tn. E usia 55 tahun dengan keluhan rasa gatal pada kulit kaki, terdapat perubahan warna kulit menjadi kehitaman, berbatas tegas dan likenifikasi, pada pemeriksaan tekanan darah150/90 mmHg. Faktor internal pada kasus pasien adalah kurangnya pengetahuan tentang penyakit yang dialami,pengobatan dan komplikasi yang dapat ditimbulkan, menggaruk lesi, penyangkalan terhadap penyakit hipertensi dan stress, kemudian faktor eksternal berupa lingkungan dan suhu. Setelah melakukan diagnosis holistik dan penatalaksanaan komprehensif didapatkan pasien telah mengalami perbaikan pada kepatuhan perawatan kulit, keluhan subjektif, tekanan darah, peningkatan pengetahuan dan pengobatan yang benar. Hal ini menunjukan bahwa metode pelayanan kesehatan dengankonsep kedokteran keluarga dapat memberikan hasil yang baik terhadap tingkat kesehatan pasien dan pada pasien ini terdapat perbaikan pada sikap pasien, walaupun belum dapat merubah seluruh perilaku pasien.Kata kunci: Hipertensi, holistik, kedokteran keluarga, neurodermatitis
Diagnosis dan Penatalaksanaan Pasien Neurodermatitis dan Hipertensi dengan Konsep Kedokteran Keluarga Destika Sari; Merry Indah Sari; Sahab Sibuea
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan konsep kedokteran keluarga yang baik akan memiliki banyak manfaat seperti penanganan penyakit manusia yang seutuhnya, berkesinambungan, tindakan preventif dan efektifitas pelayanan kesehatan. Pada kasus ini dilakukan penegakan diagnosis dan penatalaksanaan dengan konsep kedokteran keluarga. Data primer didapat melalui anamnesis, pemeriksaan fisik dan kunjungan rumah, dan data sekunder dari rekam medis pasien. Kasus pasien Tn. E usia 55 tahun dengan keluhan rasa gatal pada kulit kaki, terdapat perubahan warna kulit menjadi kehitaman, berbatas tegas dan likenifikasi, pada pemeriksaan tekanandarah150/90 mmHg. Faktor internal pada kasus pasien adalah kurangnya pengetahuan tentang penyakit yang dialami, pengobatan dan komplikasi yang dapat ditimbulkan, menggaruk lesi, penyangkalan terhadap penyakit hipertensi dan stress, kemudian faktor eksternal berupa lingkungan dan suhu. Setelah melakukan diagnosis holistik dan penatalaksanaan komprehensif didapatkan pasien telah mengalami perbaikan pada kepatuhan perawatan kulit, keluhan subjektif, tekanan darah, peningkatan pengetahuan dan pengobatan yang benar. Hal ini menunjukan bahwa metode pelayanan kesehatan dengan konsep kedokteran keluarga dapat memberikan hasil yang baik terhadap tingkat kesehatan pasien dan pada pasien ini terdapat perbaikan pada sikap pasien, walaupun belum dapat merubah seluruh perilaku pasien.Kata kunci: Hipertensi, holistik, kedokteran keluarga, neurodermatitis