Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Increasing Knowledge of Health Cadres About The Relationship Of Stunting With The Eruption Of The Primery Tooth Isnanto; Sarwo Edi, Imam; Fitria Ulfah, Siti; Prasetyowati, silvia
Frontiers in Community Service and Empowerment Vol. 2 No. 3 (2023): September
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ficse.v2i3.10

Abstract

The results of the research by Prasetyowati et al (2019) in the Bugul Kidul Public Health Center, Pasuruan, it was found that as many as 53% of toddlers showed short nutritional status and 47% with very short status. Based on the results of the initial survey, it was found that 90% of parents did not know there was a relationship between stunting and tooth eruption of toddlers. The results of observations of tooth eruption in toddlers with stunting were found to be 77% experiencing slow tooth eruption. One of the duties of cadres is to provide knowledge to the public about health. The community emopowerment program aims to increase the knowledge of cadres in knowing the relationship between stunting and tooth eruption. Increased knowledge of cadres is expected to increase knowledge, attitudes and behavior of the community in preventing stunting and its impact on children's dental health. The method of community service activities is in the form of counseling to candidates. The results of community service activities are that almost 90% of cadres already know the relationship between stunting and tooth eruption. The conclusion that can be formulated is that counseling to cadres in the Bugul Kidul Health Center area of ​​Pasuruan City can increase the knowledge of cadres.
PENGARUH BERKUMUR MENGGUNAKAN AIR REBUSAN JAHE MERAH TERHADAP PERUBAHAN PH SALIVA PADA LANSIA Vahira, Dea Rahma Audina Ida; Prasetyowati, Silvia; N.P, I.G.A Kusuma Astuti
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v7i2.3190

Abstract

Latar Belakang: Saliva merupakan suatu faktor yang berperan pada terbentuknya karies gigi. Pada lansia di Posyandu Lansia Sekar Arum, Driyorejo, Gresik, rendahnya pH saliva antara lain disebabkan oleh faktor host, yaitu kondisi gigi dan jumlah saliva. Penurunan produksi saliva secara signifikan dapat mempercepat perkembangan karies. Salah satu faktor yang memengaruhi pH saliva adalah kecepatan sekresi akibat rangsangan tertentu. Permasalahan yang diangkat pada studi ini ialah rendahnya pH saliva pada lansia di lokasi tersebut. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk memahami pengaruh air rebusan jahe merah sebagai cairan kumur dalam upaya perubahan pH saliva pada lansia. Metode: Studi ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest, di mana pengukuran dilakukan sebelum serta sesudah intervensi pada satu kelompok yang sama. Subjek penelitian terdiri dari 32 lansia anggota Posyandu Lansia Sekar Arum, Driyorejo, Gresik. Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi, sedangkan teknik analisis data yang diterapkan adalah Paired T-Test (uji T berpasangan) dengan tujuan untuk mengetahui adanya perbedaan antara nilai sebelum serta setelah perlakuan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh berkumur menggunakan air rebusan jahe merah pada lansia. Hasil studi menunjukkan pH saliva lansia sebelum intervensi pada kondisi rendah (asam) sebesar 84,2%. Sedangkan, setelah dilakukan intervensi berupa berkumur dengan air rebusan jahe merah, sebanyak 87,5% lansia menunjukkan peningkatan pH saliva ke tingkat normal. Kesimpulan: Air rebusan jahe merah terbukti mampu meningkatkan pH saliva serta memiliki sifat antibakteri yang dapat mencegah pertumbuhan bakteri sehingga mampu menjaga keseimbangan pH di rongga mulut.