Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP KUALITAS LAYANAN DI LEMBAGA PENDIDIKAN TINGGI Ilhami, Ilhami; Putri, Adinda; Putri, Amelia Salsabila Vega; Palupi, Anisa Diah; Luthfita, Anisa; Rahma, Aulia; Maylina, Dhea Ayu; Agustina, Hesti; Azizah, Nikita; Utami, Riska Ria; Anisa, Sagita Nur Putri; Ervina, Septi; Vionita, Veni; Rohati, Puput
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 No. 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i2.28760

Abstract

Perguruan tinggi sebagai industri jasa harus menyediakan layanan pendidikan berkualitas, terutama bagi mahasiswa sebagai pelanggan utama. Layanan ini mencakup fasilitas perpustakaan dan penggunaan teknologi seperti e-learning. E-learning meningkatkan kualitas bahan ajar dan minat belajar meskipun terkadang terkendala oleh masalah jaringan. Layanan ini penting bagi dosen, mahasiswa, dan stakeholder terkait. Penelitian ini mengeksplorasi kepuasan pelanggan terhadap kualitas layanan di perguruan tinggi melalui analisis literatur. Menganalisis apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan dalam pelayanan dimana mencakup kualitas dosen saat mengajar, fasilitas yang mendukung pembelajaran mahasiswa, biaya pendidikan, dan masih banyak lagi. Pengukuran kepuasan melibatkan survei, Net Promoter Score (NPS), dan analisis keluhan. Kepuasan pelanggan sangat penting untuk keberhasilan institusi pendidikan, dan strategi peningkatan kualitas layanan juga dibahas. Kualitas layanan dan kepuasan mahasiswa di lembaga pendidikan tinggi sangat krusial. Kepuasan mahasiswa mencerminkan keinginan antara harapan dan realitas pelayanan yang mereka terima. Analisis kepuasan juga membantu lembaga perguruan tinggi untuk memahami persepsi mahasiswa dengan cara menyesuaikan strategi pengembangan layanan, meningkatkan kualitas pendidikan, dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan tersebut untuk meningkatkan kredibilitas lembaga. Dengan begitu, lembaga dapat mengembangkan strategi peningkatan kualitas layanan yang lebih efektif, yang pada akhirnya akan meningkatkan kepuasan mahasiswa dan memperkuat kredibilitas lembaga di mata masyarakat. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan berkelanjutan dalam evaluasi dan peningkatan kualitas pelayanan di perguruan tinggi untuk meraih keunggulan yang maksimal dalam Pendidikan.
ANALISIS PENGEMBANGAN KOMPETENSI SDM TERHADAP PARADIGMA PENDIDIKAN ERA 4.0; TINJAUAN PERSPEKTIF ISLAM Abdurrahman, Abdurrahman; Ilhami, Ilhami
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.29575

Abstract

Pendekatan Era 4.0 dalam Pendidikan; Pendidikan di Era 4.0 menekankan pada penguasaan teknologi, keterampilan abad ke-21, dan adaptabilitas terhadap perubahan yang cepat. Ini melibatkan penerapan teknologi seperti kecerdasan buatan, pembelajaran berbasis digital, dan pemrosesan big data untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Pengembangan Kompetensi SDM; Fokus pada pengembangan kompetensi SDM untuk menghadapi tuntutan Era 4.0 termasuk keterampilan kognitif (misalnya, pemecahan masalah, pemikiran kritis), keterampilan interpersonal (kolaborasi, komunikasi), keterampilan intrapersonal (kesadaran diri, kemandirian), dan literasi digital. Perspektif Islam dalam Pendidikan; Perspektif Islam menambah dimensi moral dan etika dalam pendidikan. Ini mencakup nilai-nilai seperti keadilan, empati, tanggung jawab sosial, dan kesetiaan kepada ilmu. Prinsip-prinsip Islam juga mendorong kesetaraan dalam pendidikan, aksesibilitas bagi semua, dan penekanan pada pembentukan karakter yang baik. Sintesis Pendekatan; Integrasi paradigma pendidikan Era 4.0 dengan perspektif Islam menawarkan pendekatan holistik yang menggabungkan kemajuan teknologi dengan nilai-nilai spiritual dan moral. Ini menghasilkan SDM yang tidak hanya kompeten secara teknis tetapi juga memiliki integritas moral, empati, dan kesadaran sosial yang tinggi. Implikasi Praktis; Dalam praktiknya, pendidikan dengan perspektif ini menekankan pada penggunaan teknologi secara bijaksana sesuai dengan nilai-nilai Islam, pembentukan karakter yang kuat, serta pemberdayaan siswa untuk menjadi pemimpin yang bertanggung jawab dalam masyarakat. Dengan demikian, pendidikan era 4.0 dapat menjadi sarana untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dalam masyarakat yangsemakin terhubung secara digital. Selain itu, dalam konteks pendidikan era 4.0, penting untuk mengakui bahwa perubahan cepat dalam teknologi dan ekonomi global membutuhkan fleksibilitas dan adaptabilitas yang tinggi dari individu. Dalam pandangan Islam, konsep tawakkal dan ikhtiar menjadi dasar untuk menghadapi tantangan ini. Oleh karena itu, analisis pengembangan kompetensi manusia harus memperhatikan bagaimana pendidikan dapat membantu individu mengembangkan kepekaan terhadap perubahan, kemampuan beradaptasi, dan ketahanan mental yang diperlukan untuk sukses dalam era 4.0. Dengan demikian, pendidikan dalam perspektif Islam bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga tentang pembentukan karakter dan kesadaran diri yang kokoh dalam dinamika perkembangan zaman.
IMPLEMENTASI KOMUNIKASI INTERPERSONAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SMK MUHAMMADIYAH 2 BANDAR LAMPUNG Aisyah, Nurul; Abdurrahman, Abdurrahman; Ilhami, Ilhami
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Regular Issue (In Progress)
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v11i2.2092

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the principal's interpersonal communication through the dimensions of openness, empathy, and support and how these three dimensions significantly contribute to improving teacher performance at SMK Muhammadiyah 2 Bandar Lampung. The urgency of this research is motivated by the limited number of qualitative studies that deeply explore the practice of interpersonal communication of principals in the context of religious-based private vocational high schools in Indonesia. The method used is a descriptive qualitative approach with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. The results show that the principal's interpersonal communication plays a crucial role in building a healthy, open, and mutually supportive working relationship between the principal and teachers. The openness dimension is realized through regular discussion forums and teacher involvement in decision-making. The empathy dimension is reflected in the principal's attitude of actively listening and understanding the teacher's condition. Meanwhile, the support dimension is present in the form of motivation, supervision, and encouragement of professional development. The findings of this study provide a conceptual contribution to the development of educational management studies while offering a practical perspective for principals in optimizing interpersonal communication as an effective leadership strategy.