Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Penerapan Sistem Jaminan Halal untuk Memenuhi Kewajiban Sertifikasi Halal dan Meningkatkan Daya Saing UMKM Olahan Duren Poppy Arsil; Rumpoko Wicaksono; Hety Handayani Hidayat
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 8, No 1 (2022): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v8i1.5618

Abstract

Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (UUJPH) mulai diberlakukan pada tahun 2019 dan secara berangsur mewajibkan sertifikasi halal bagi produk pangan hingga 2024. Hal ini dipertegas dengan PP No 39/2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal yang menyatakan bahwa produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal. Disatu sisi kendala UMKM di Indonesia yang sebagian besar berbentuk mikro dan kecil tidak mempunyai sumberdaya yang cukup dalam implementasi sistem jaminan halal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk pendaftaran sertifikasi produk UMKM olahan duren Cahaya Bulan melalui tansfer pengetahuan, bimbingan  teknis dan implementasi Sistem Jaminan Halal (SJH). Metode yang digunakan adalah kombinasi dari transfer teknologi, bimbingan teknis, pembuatan manual SJH dan pendampingan implementasi SJH. Kegiatan ini berlangsung dari bulan Januari sampai Mei 2021 di UMKM Cahaya Bulan, desa Kalisari, Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Hasil yang didapatkan adalah Manual SJH dan implementasi 11 kriteria SJH sesuai dengan HAS 23000. Pendaftaran sertifikat halal untuk produk pancake, milk shake dan es krim durian telah di daftarkan melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, Departemen Agama Kabupaten Banyumas.Kata Kunci: CPPB, durian, halal, sistem jaminan halal, pangan olahan
Implementasi SQC (Statistical Quality Control) dalam Proses Pascapanen Tebu di PG. Madukismo Figa Mahira; Hety Handayani Hidayat
STRING (Satuan Tulisan Riset dan Inovasi Teknologi) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/string.v7i1.12703

Abstract

PG. Madukismo is a company engaged in the processing of sugarcane into sugar. In the sugar production process, in terms of raw materials, there are still mixtures or components of sugarcane that are not needed and desired. This is caused by external and internal factors of the company which will certainly affect the quality of the products produced. The purpose of this study is to identify the quality of sugarcane by using Statistical Quality Control (SQC) analysis. This study uses the seven tools method for quality control with the results of the research showing the cause of dirty sugarcane is around 14.44% of the total received sugarcane  due to other components besides sugarcane that are needed such as dry leaves, roots, soil and etc. It was found that the types of quality problems that occurred in sugarcane received by the factory in 2021 were gross 1 (K1) with a percentage of 82.6%, gross 2 (K2) with a percentage of 6.5% and gross 3 (K3) with a percentage of 10.9%. The quality problem of sugarcane received by the factory is caused by human factors (workers), materials, methods, machines and the environment.
ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN MUTU PRODUK PASTA UBI JALAR DI PT. XYZ sulaiman putra janitra; Hety Handayani Hidayat
JITMI (Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri) Vol 5, No 1 (2022): JITMI
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jitmi.v5i1.y2022.p61-65

Abstract

Diversifikasi produk dari  ubi jalar semakin pesat dikembangkan. Hal ini dikarenakan dapat menigkatakan nilai ekonomis dan pemenuhan kebutuhan secara lebih luas. Salah satu produk olahannya adalah pasta ubi jalar yang oleh dikembangkan dan diproduksi oleh PT. XYZ. Standar mutu diterapkan oleh PT. XYZ untuk dapat menjaga preferensi konsumen dan memperluas pangsa pasar. Akan tetapi selama proses produksi sangat memungkinkan untuk terjadi kecacatan produk. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis penyebab kerusakan produk pasta ubi jalar di PT. XYZ. Metode yang digunakan adalah seven tools diantaranya yaitu check sheet, diagram pareto, dan fishbone diagram. Berdasarkan hasil analisis check sheet dan diagram pareto terdapat lima jenis kerusakan yaitu jebol sealer, masuk angin, bocor, bitnik hitam, dan tidak rata. Jenis kerusakan yang paling mendominasi adalah bocor sebanyak 481 produk dengan persentase 59,3%, sedangkan yang paling sedikit yaitu tidak rata sebanyak 7 produk dengan persentase 0,9% dan berdasarkan analisis fishbone diagram bahwa kerusakan produk pasta ubi jalar disebabkan oleh 5 faktor yaitu material, mesin, metode, manusia, dan lingkungan.
PENGEMBANGAN SISTEM JAMINAN PRODUK HALAL UNTUK JASA PENYEDIA MAKANAN Poppy Arsil; Hety Handayani Hidayat; Riski Febri Wijayanti
Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research Vol 3 No 2 (2022): Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research: Regular Issue
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jaber.2022.3.2.7115

Abstract

Sistem jaminan produk halal atau yang dikenal dengan SJPH yaitu suatu sistem yang terintegrasi, disusun, diterapkan, dan dipelihara untuk mengatur bahan, proses produksi, produk, sumber daya dan prosedur dalam rangka menjaga kesinambungan proses produk halal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendesain SJPH yang mengacu pada keputusan kepala BPJPH untuk Kantin Halal Soedirman. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif ekspolatory secara qualitatif dengan mengajukan pertanyaan semi terstruktur kepada infoeman kunci. Responden adalah 15 informan kunci kantin halal yang dipilih dengan menggunakan metode convenience sampling. Informan tersebut meliputi penanggungjawab, staf, vendor dan karyawan kantin. Analisis data menggunakan tematik analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kantin Halal Soedirman telah memenuhi kriteria SJPH yanfg terdiri dari komitmen dna tanggung jawab, bahan, proses produksi halal, produk dan evaluasi dan pemantauan.
Analisis kelayakan usaha dan aspek keteknikan Tiller untuk usaha tani jagung di PT. Hibrida Jaya Unggul Kukuh Adji Ferdinantara; hety Handayani Hidayat
Agrokompleks Vol 23 No 1 (2023): Agrokompleks Edisi Januari
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v23i1.484

Abstract

Salah satu komoditas unggulan pangan di Indonesia adalah Jagung. Potensi komoditi jagung sangat besar. Hal ini dapat dilihat dengan kebutuhan jagung yang terus meningkat setiap tahunnya. Usaha tani jagung kini mulai memanfaatkan mekanisasi pertanian, salah satunya pada saat proses pengolahan tanah. Pengolahan tanah pada usaha tani jagung pada penelitian ini menggunakan alat pengolah tanah dua tangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial dan non-finansial usahatani jagung pipil hibrida dengan pemanfaatan alat pengolah tanah. Penelitian ini dilakukan di lahan dengan luas 3.000 m2 dan kemiringan 9,5°. Analisis kelayakan usaha dilakukan melalui empat kriteria, yaitu analisis rasio R/C, PBP (Payback Period), IRR (Internal Rate of Return) dan BEP (Break Even Point). Aspek keteknikan dilakukan dengan menghitung efisiensi lapang alat pengolah tanah dua tangan. Analisis kelayakan usaha diperoleh rasio R/C sebesar 1,42, PBP sebesar 0,7 tahun atau 247 hari, dan IRR sebesar 12,34%. Analisis non-finansial didapatkan KLT (Kapasitas Lapang Teoritis) sebesar 0,1 m2/s, KLE (Kapasitas Lapang Efektif) sebesar 0,052 m2/s, dan Efisiensi Lapang (EL) sebesar 52%. Secara aspek finansial, usaha tani jagung pipil hibrida ini layak untuk dijalankan, namun pemanfaatan alat pengolah tanah dua tangan pada lahan dengan kemiringan 9,5° tidak cocok untuk dilakukan.
Analisis Ekonomi Budidaya Kentang pada Sistem Guludan Horizontal dengan Interval Saluran Drainase Tertentu dan Variasi Pemupukan Krissandi Wijaya; Hety Handayani Hidayat; Dian Novitasari; Reza Alif Indrianto
National Multidisciplinary Sciences Vol. 2 No. 3 (2023): Proceeding SEMARTANI 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v2i3.273

Abstract

Budidaya kentang konvensional dengan sistem guludan vertikal (searah lereng), disertai penggunaan pupuk/pestisida kimia yang intensif berdampak terhadap degrasi lahan (erosi tanah) dan lingkungan sekitarnya (sedimentasi dan pecemaran daerah aliran sungai/DAS) secara signifikan. Disisi lain, penerapan sistem guludan horizontal (searah kontur) terbukti sangat efektif mengurangi erosi tanah dan menahan penurunan produktivitas kentang yang drastis, terutama jika dikombinasikan dengan saluran drainase. Namun, tingkat kelayakan budidaya tersebut berbasis analisis ekonomi yang komprehensif masih belum banyak terdokumentasikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kalayakan secara ekonomi untuk budidaya kentang pada sistem guludan horizontal dengan interval saluran drainse tertentu dan variasi jenis-dosis pemupukan. Total 4 demplot penelitian (@8 guludan horizontal, @40 cm lebar, @2 m interval saluran drainase secara zigzag, @10 tanaman=80 tanaman) disiapkan di lahan yang berlokasi di Desa Serang, Purbalingga dan dirancang secara RAL untuk perlakuan 4 jenis-dosis pupuk yang berbeda, yaitu: (1) pupuk kandang+pupuk bersubsidi urea-ponska, 125kg/ha (D1), (2) pupuk kandang+pupuk non-subsidi NSL-nitrea, 41,67kg/ha (D2), (3) pupuk kandang+pupuk non-subsidi NSL-nitrea, 83,33kg/ha (D3), dan (4) pupuk kandang+pupuk non-subsidi NSL-nitrea, 125kg/ha (D4). Berbagai biaya faktor produksi (biaya tetap: lahan/tanah; biaya variable: berbagai bahan dan alat/perangkat), harga jual produk, biaya/harga terkait lainnya didata dan dikumpulkan per demplot selama satu musim budidaya kentang. Analisis data meliputi analisis TFC, TVC, NP, BEP, ROI, B/C Ratio, dan I. Hasil penelitian menujukkan bahwa D2 adalah perlakuan yang memiliki tingkat kelayakan yang paling baik secara ekonomi, dimana dengan TFC=Rp.150.000,00 dan TVC=Rp.30.233.020,00, tercapai nilai NP=Rp.2.925.522,00, BEP=191,43kg; Rp.7.741/kg, ROI=0,10, B/C Ratio=1,10, dan I=Rp.1.822.981,00/tahun.
Analisis peningkatan nilai tambah agroindustri gula semut kelapa dengan diversifikasi produk Hety Handayani Hidayat; Siswantoro; Rahman Fahrul Romadhoni

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/agx.v14i2.3286

Abstract

Introduction: Coconut palm sugar is a commercial product that continues to experience a trend of progress in both local and global markets. This triggers competition between manufacturers. Therefore, it is necessary to make an effort to diversify products to be able to increase competitiveness. However, this diversification will certainly incur costs, so it is necessary to conduct studies aimed at increasing the added value of coconut palm sugar products with and without iodine fortification and statistically different testing of them. Methods: Value added analysis was conducted using the Hayami method. The increase between coconut palm sugar products and their diversification is calculated from the difference in value add. Then the two groups of products were tested for significant differences with Mann Whitney. Results: from the results of the study it was found that the value add increasing in coconut palm sugar with iodine fortification products was 7% or Rp. 2,086 per kg. In addition, from the results of the Mann Whitney test, it is statistically proven that the value add of the two products is significantly different, where the smallest U value is smaller than the calculated Z value (-1 28.58). Conclusion: Value add and profit can be increased by diversifying coconut palm sugar products into iodine fortified palm sugar.
Analisis titik kritis kehalalan soto Sokaraja Hety Handayani Hidayat; Nur Wijayanti; Sawitania Christiany Dwi Utami Boru Situmorang
AGROINTEK Vol 17, No 4 (2023)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v17i4.14178

Abstract

Food producers should guarantee the halalness of their products for consumers, especially Muslim consumers. This does not only apply to packaged food but also ready-to-eat food such as soup. Therefore, this study aims to map the critical points of halal in the production process of Soto Sokaraja products, both in terms of ingredients, production process, presentation, and the facilities used. Data collection was carried out by interviewing the owner and direct observation. Then adjustments were made to the rules and guidelines related to halal, which refer to the Halal Assurance System (SJH). The method used to determine the critical halal point is the Halal Critical Point (HCP) decision tree diagram from LPPOM MUI. The results showed that the essential topics for the ingredients were beef/chicken/tripe, ketupat, crackers, palm sugar, and packaging materials (styrofoam). The critical points of the production process lie in the preparation process, making the soto and peanut sauce seasonings and the soto compounding process. As for the facility criteria, the critical point for halal is the cleanliness of the equipment from unclean contamination. In the future, there will be socialization and education from BPJPH, related agencies and the Halal Center in the Banyumas area, assembling the Halal Assurance System for Soto Sokaraja business actors
Product Development Model for Tempe Chocolate Chips Based on Costumer Preferences in Banjarnegara, Central Java, Indonesia Hidayat, Hety Handayani; Wijayanti, Nur
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.industria.2021.010.01.3

Abstract

AbstractThis study aims to determine the attributes and categories that are important in product development and its model to obtain appropriate design recommendations based on consumer preferences using Quantification Theory Type 1 (QTT1). The number of respondents involved was 250 respondents in Banjarnegara Regency who were selected on purposive sampling. Respondents were asked to rate the level of preference for 14 samples of chocolate tempe chips. The results of the identification of attributes and categories that affect preferences obtained seven attributes and 19 categories, namely shape attributes (round, square, triangle, and oval), thickness (thin and thick), size (large and medium), distinctive aroma (tempe, chocolate, and fruits), flavors (chocolate and variants), surface layers (glossy, sprinkles, sprinkles & chocolate, visible tempe surface & sprinkles), as well as coatings (chocolate compound coating and chocolate coating & sprinkles). Based on the data analysis, some recommendations for product development of chocolate tempe chips are: round, 0.15 mm thick, 8 cm wide, flavored and chocolatey, glossy coating with chocolate coating and sprinkles.Keywords: costumer’s preferences, product development model, tempe chocolate chips         AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menentukan atribut hingga kategori yang penting dalam pengembangan produk dan memodelkannya untuk memperoleh rekomendasi desain yang sesuai berdasarkan preferensi konsumen dengan menggunakan Quantification Theory Type 1 (QTT1). Jumlah respoden yang terlibat sebanyak 250 responden di Kabupaten Banjarnegara yang dipilih dengan purposive sampling. Responden diminta untuk menilai tingkat preferensi terhadap 14 sampel produk keripik tempe cokelat. Hasil identifikasi atribut dan kategori yang memengaruhi preferensi diperoleh 7 atribut dan 19 kategori, yaitu atribut bentuk (bulat, kotak, segitiga, dan oval), ketebalan (tipis dan tebal), lebar (besar dan sedang), aroma khas (tempe, cokelat, dan buah-buahan), rasa (cokelat dan varian), lapisan permukaan (mengkilap, taburan, taburan & cokelat, serta tempe terlihat & ada taburan), serta pelapis (coating compound cokelat dan coating cokelat & taburan). Analisis data menghasilkan rekomendasi pengembangan produk keripik tempe cokelat adalah berbentuk bulat, tebal 0,15 mm, lebar 8 cm, beraroma dan berasa cokelat, lapisannya mengkilap dengan bahan pelapis coating cokelat dan taburan.Kata kunci: keripik tempe cokelat, model pengembangan produk, preferensi konsumen
PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK PADA UMKM DONATE DONUT DENGAN METODE SEVEN TOOLS Hidayat, Hety Handayani
Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research Vol 3 No 1 (2022): Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research: Regular Issue
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jaber.2022.3.1.6384

Abstract

UMKM Donate Donut merupakan salah satu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di bidang pembuatan donut. UMKM Donate Donut menghadapi permasalahan dalam pengendalian kualitas yaitu terjadinya cacat atau defect pada produk. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai quality control circle (QCC). Kualitas merupakan faktor yang dapat meningkatkan daya saing suatu produk. Dengan peningkatan kualitas maka biaya produksi akan semakin kecil sehingga mengurangi pemborosan. Kegagalan suatu produk terjadi akibat beberapa faktor pada proses produksi, bahan baku, mesin, peralatan, manusia, dan lingkungan. Untuk menjaga kualitas produk yang dihasilkan dan sesuai dengan kebutuhan pasar, maka perlu dilakukan pengendalian kualitas (Quality Control) atas aktivitas proses yang dijalani. pengendalian kualitas dengan menggunakan peta control (control chart) dapat digunakan untuk mencapai suatu keadaan terkendali atau berada dalam batas-batas pengendalian sehingga menunjukkan bahwa proses tersebut konsisten. Untuk mendapatkan data yang sesuai dengan penelitian, maka perlu dilakukan pengamatan dari suatu produk yang tidak sesuai spesifikasi (rusak), selanjutnya dilakukan perhitungan dengan menggunakan metode check sheet, flow chart, histogram, pareto chart, scatter diagram, dan fishbone diagram untuk hasil produk.