Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pencegahan Kecacingan Melalui Pendampingan Pembiasaan Pola Hidup Bersih Sehat dan Pemeriksaan Kecacingan pada Anak-Anak Di SD Negeri 3 Konawe Selatan: Pencegahan Kecacingan Melalui Pendampingan Pembiasaan Pola Hidup Bersih Sehat dan Pemeriksaan Kecacingan pada Anak-Anak Di SD Negeri 3 Konawe Selatan Aulya, Muhammad Sultanul; Idris, Sri Aprilianti; Fusvita, Angriani; firdayanti, Firdayanti; Fusvita; Umar, Ani; Idris, Kemal; Wenty, Darmayanita
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 4 (2023): Oktober-Desember 2023
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v6i4.6202

Abstract

Worm infections caused by Soil Transmitted Helminth (STH) are intestinal nematode worms which are transmitted through the soil in their life cycle. The various kinds of nematode class worms that are known are roundworms (Ascaris Lumbricoides), whipworms (Trichuris trichiura) and hookworms (Ancylostoma duodenale and Necator americanus). Worms have a very bad effect on health, in children worms will have an impact on learning disorders, decreased quality of intelligence and reduced nutritional intake. The aim of this community service activity is to provide socialization on the prevention of worms through assistance in getting used to a clean, healthy lifestyle and checking for worms among children at SD Negeri 3 Konawe selatan. The respondents in this activity were children at SD Negeri 3 Konawe selatan and 31 stool samples were obtained. The results of stool examination using the direct method on 31 children's stool samples did not find positive samples and 31 children's stool samples did not contain intestinal nematode worm eggs.
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN PATILAWA (LANTANA CAMARA LINN) SEBAGAI INSEKTISIDA TERHADAP KEMATIAN NYAMUK AEDES SP Aulya, Muhammad Sultanul; Tanjung, Asbar
SAINTIFIK@: Jurnal Pendidikan MIPA Vol 9, No 2 (2024): SAINTIFIK@: Jurnal Pendidikan MIPA EDISI OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/saintifik.v9i2.8504

Abstract

Aedes sp merupakan vektor dari virus dengue dengan dua spesies yaitu nyamuk Aedes aegypti dan nyamuk Aedes albopictus yang tersebar di seluruh dunia. Aedes aegypti menempati habitat domestik terutama di dalam rumah dan penampungan air yang tidak berhubungan langsung dengan tanah, sedangkan Aedes albopictus berkembang biak pada lubang-lubang pohon, drum, ban bekas yang terdapat di luar rumah. Aedes aegypti dan Aedes albopictus merupakan vektor penular penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue). Penyakit demam berdarah dengue berkembang secara drastis pada beberapa tahun terakhir. DBD hampir ditemukan di seluruh daerah belahan dunia yang memiliki iklim tropis dan subtropis, terutama pada daerah perkotaan dan semiurban. Pada tahun 2010 sampai 2015 beberapa wilayah anggota WHO seperti Amerika, Brazil dan Hawai dilaporkan terjadi peningkatan kasus dari 2,2 juta di tahun 2010 sampai 3,2 juta kasus di tahun 2015. Kasus DBD pada tahun 2018 berjumlah 65.602 kasus, dengan jumlah kematian sebanyak 467 orang. Jumlah tersebut menurun dari tahun sebelumnya, yaitu 68.407 kasus dan jumlah kematian sebanyak 493 orang. Angka kesakitan DBD tahun 2018 menurun dibandingkan tahun 2017, yaitu dari 26,10 menjadi 24,75/100.000 penduduk.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengekplorasi penggunaan Daun patilawa (Lantana camara Linn) sebagai insektisida alami terhadap nyamuk Aedes sp. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkpa (RAL) 4 perlakuan dan 3 kali pengulangan yaitu variasi konsentrasi 20%, 30%, 40% dan 50%. Kontrol postif yangdigunakan adalah X-Elektrik (transflurin 12,38 g/l)) dan aquadest sebagai kontrol negative.Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun patilawa (Lantana camara Linn) memiliki aktifitas insektisida alami terhadap nyamu Aedes sp pada setiap konsentrasi (20%, 30%, 40% dan 50%), disamping itu hasil penelitian juga menunkkan bahwa efektifitas insektisidal ekstrak daun patilawa (Lantana camara Linn) menunjukkan tren peningkatan efektifitas seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak. Hasil uji statistik dengan Anova satu arah menunjukkan nilai p0.001 yang berarti perbedaan bermakna pada efektifitas insektisidal pada tiap konsentrasi ekstrak.
Gambaran Kalsium Urin pada Lanjut Usia Warga Tobuha Kecamatan Puuwatu Kota Kendari Muhamma Sultanul Aulya; Siti kaylah; Sri Aprilianti Idris; Firdayanti; Ani Umar
coba Vol 14 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v14i2.1016

Abstract

Pendahuluan: Kadar kalsium urin yang tinggi dapat disebabkan oleh peningkatan absorpsi kalsium di saluran cerna atau penurunan deposisi kalsium ke dalam tulang. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kadar kalsium dalam darah yang selanjutnya diekskresikan melalui urin. Lansia merupakan kelompok yang rentan mengalami perubahan metabolisme kalsium akibat proses penuaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar kalsium urin pada lansia di Jalan Perkuburan, Kecamatan Puuwatu. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif. Sampel penelitian terdiri atas 33 sampel urin lansia yang berdomisili di Jalan Perkuburan, Kecamatan Puuwatu. Pemeriksaan kadar kalsium urin dilakukan secara kualitatif menggunakan metode Sulkowitch melalui reaksi pengendapan kalsium dengan reagen Sulkowitch. Sampel urin dikumpulkan pada pagi hari dan dianalisis sesuai prosedur pemeriksaan. Hasil: Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa dari 33 responden, sebanyak 7 orang (21,2%) memperoleh hasil negatif, sedangkan 26 orang (78,8%) memperoleh hasil positif kalsium urin berdasarkan metode Sulkowitch. Kesimpulan: Sebagian besar lansia di Jalan Perkuburan, Kecamatan Puuwatu menunjukkan hasil positif kalsium urin berdasarkan pemeriksaan metode Sulkowitch. Temuan ini menunjukkan tingginya proporsi lansia dengan hasil positif kalsium urin sehingga diperlukan penelitian lanjutan menggunakan metode kuantitatif untuk mengukur kadar kalsium urin secara lebih akurat serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Kata Kunci : Kalsium Urin, Lanjut Usia, Warga Perkuburan.
DISTRIBUSI DAN KEMELIMPAHAN TELUR NYAMUK Aedes Sp. PADA OVITRAP DAN KERENTANAN LARVA TERHADAP ABATE DI KELURAHAN WUA-WUA KOTA KENDARI Sri aprilianti; Sernita; Muh.Sultanul Aulya; Kemal Idris
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2025): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/klinikalsains.v13i1.5986

Abstract

Kendari City is one of the cities with the highest cases of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in Southeast Sulawesi Province. DHF is caused by infection of the Aedes Sp. mosquito whose infection spreads rapidly. Monitoring and control of vector density is carried out to see high cases of DHF. The installation of ovitraps is a way to describe the density of eggs in the area so that prevention can be carried out more effectively. In addition to the installation of ovitraps, chemical larvicide, namely temephos (abate) is used as a control of DHF vectors by sprinkling abate powder into water reservoirs. The most common vector control currently carried out is chemical control, because it is considered more effective and efficient, but if used continuously it can cause resistance in the vector. The purpose of this study was to determine the distribution and abundance of Aedes Sp. mosquito eggs in ovitraps and the susceptibility of larvae to temephos (abate). The research method used was observational by observing ovitraps, identifying larvae and calculating the percentage of larvae that successfully hatched from the ovitrap results. The results of the study showed that the number of eggs trapped in the ovitrap outside the house was 191 eggs (56.3%0 and inside the house was 148 (43.6%) Aedes Sp. The results of the Aedes Sp. larvae susceptibility test after 24 hours of exposure showed that 100% of Aedes Sp. larvae died and were classified as vulnerable. From the results of the study, it can be concluded that the abundance of Aedes sp. eggs outside the house is higher than inside the house, and the results of the susceptibility of Aedes sp. larvae are included in the vulnerable category
Gambaran Hasil Pemeriksaan Urinalisa sebagai Metode Skrining Disfungsi Ginjal pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Terapi Antidiabetik Oral Darmayanita Wenty; Muhammad Sultanul Aulya; Muhammad Ilyas Yusuf; Angriani Fusvita; Heni Umar; Immel Putri Qaila
HEALTH SCIENCE & BIOMEDICAL JOURNAL Vol. 2 No. 1 (2026): April 2026 : Health Science & Biomedical Journal (HSBJ)
Publisher : Literasi Indonesia Emas (PT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronik yang berisiko komplikasi mikrovaskular termasuk nefropati diabetik. Penggunaan obat antidiabetik oral merupakan pilihan utama pasien DM Tipe 2, namun penggunaan yang tidak tepat beresiko efek samping termasuk gangguan fungsi ginjal. Pemeriksaan urinalisa merupakan skrining awal sederhana untuk mendeteksi gangguan fungsi ginjal. Namun, data profil urinalisa pada pasien DM Tipe 2 dengan terapi antidiabetik oral di RSUD Bahteramas masih terbatas. Tujuan: Mengetahui profil urinalisa pada pasien DM Tipe 2 yang menjalani terapi antidiabetik oral. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. 40 pasien DM Tipe 2 yang menjalani terapi antidiabetik oral dan memenuhi kriteria inklusi dilakukan pemeriksaan urinalisa kualitatif dengan makroskopis urine, semi-kuantitatif menggunakan dipstick dan analisis mikroskopis sedimen urin. Hasil: Ditemukan glukosa sebanyak 52,5%, protein sebanyak 62,5%, darah sebanyak 67,5%, leukosit sebanyak 40%. Pada hasil pemeriksaan mikroskopis ditemukan leukosit sebanyak 50%, eritrosit sebanyak 100%, sel epitel sebanyak 52,5%, kristal sebanyak 12,5%, dan bakteri sebanyak 25%. Kesimpulan: Temuan ini mengindikasikan adanya gangguan fungsi ginjal pada sebagian pasien meskipun telah menjalani terapi antidiabetik oral. Pemeriksaan urinalisa secara rutin dapat digunakan sebagai skrining awal yang efektif dalam deteksi komplikasi ginjal pada DM.