p-Index From 2021 - 2026
8.543
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Krisis Identitas Nasional sebagai Tantangan Generasi Muda di Era Globalisasi Alfiana, Hilda Nur; Najicha, Fatma Ulfatun
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 9 No. 1 (2022): Vol. 9 No.1 Maret 2022
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpkn.v9i1.y2022.p45-52

Abstract

Identitas nasional ialah sebuah penanda berupa jati diri yang dimiliki dan terpaku pada suatu bangsa atau suatu negara yang dapat dijadikan sebagai pembeda dengan bangsa lain. Identitas nasional memegang peran penting pada kelangsungan hidup dan masa depan bangsa karena didalamnya memuat nilai-nilai budaya yang memiliki kesamaan ciri-ciri, fisik, cita-cita serta tujuan yang ingin dicapai. Oleh sebab itu, identitas nasional sangat fundamental dan harus ditanamkan pada generasi muda karena menyangkut masa depan bangsa. Pada era globalisasi sekarang ini, terjadi banyak perubahan pada sebagian besar aspek kehidupan. Hal tersebut tentu membawa dampak baik sekaligus buruk yang harus dihadapi masyarakat. Banyak budaya asing yang masuk dan berkembang dalam kalangan masyarakat. Hal ini tentu saja dapat mengancam identitas nasional bangsa. Krisis identitas nasional dapat terjadi khususnya pada generasi muda, yang sangat mudah terpengaruh dengan arus globalisasi. Kesadaran tentang pentingnya menjaga nilai-nilai budaya sebagai identitas nasional mulai memudar. Untuk itu, harus dilakukan cara-cara untuk menumbuhkan kembali kesadaran masyarakat terhadap identitas nasional, namun dengan metode yang mengikuti arus perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini.
Peran Pendidikan Kewarganegaran dalam Membangun Sikap Toleransi Beragama pada Mahasiswa Ahmad, Humam Alwi; Najicha, Fatma Ulfatun
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 10 No. 1 (2023): JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpkn.v10i1.y2023.p56-65

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan keragaman suku, ras, budaya, dan agama yang beranekaragam. Agama merupakan landasan kehidupan bagi setiap umat manusia, manakala pemahaman agama pada individu itu lemah, maka individu tersebut akan hilang arah dan tidak dapat mengetahui arah tujuan hidupnya, serta dapat dengan mudahnya dipengaruhi oleh individu lain. Agama merupakan peran yang penting dalam kehidupam setiap individu, sebab agama merupakan hal mendasar  yang berkaitan dengan kepercayaan seorang individu. Selain itu agama juga memiliki keterkaitan dengan tradisi yang dimiliki oleh suatu kelompok masyarakat. Sikap yang harus dikedepankan oleh individu yang beragama dalam menyikapi adanya keberagaman agama di Indonesia ialah dengan sikap toleransi. Tanpa adanya toleransi akan menimbulkan perpecahan antar perbedaan, atau bahkan dapat menyebabkan rusaknya suatu wilayah yang disebabkan oleh perpecahan. Toleransi beragama merupakan sikap manusia dalam menyikapi adanya keberagaman agama. Maka dari itu, tidak dapat dibantah bahwa toleransi beragama merupakan hal yang penting agar tidak terjadi perpecahan. Selain itu, menjadi warga negara yang baik tidak semata-mata taat akan hukum atau menumbuhkan rasa kebangsaan saja, melainkan juga harus menumbuhkan rasa toleransi terhadap kemajemukan yang terdapat di Indonesia, khususnya keberagaman agama. Sehingga dengan adanya perbedaan agama atau kepercayaan tersebut, diperlukan ilmu pengetahuan dan pendidikan yang bertujuan guna menumbuhkan sikap toleransi, khususnya mahasiswa.
Penerapan Nilai-Nilai Pancasila di Lingkungan Masyarakat Setyaningtyas, Pramesti; Najicha, Fatma Ulfatun
Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 1 (2023): April, Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Program Studi PPKn Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Undiksha Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pancasila is the basis of the state, the method of life, and the way of life of the Indonesian state. Pancasila contains values called Pancasila values. The values of Pancasila will always develop along with the growth of Indonesian citizens. The values of Pancasila are a foundation, basic guideline, guidelines for Indonesian citizens in living the life of the nation and state. The application of Pancasila values can be applied in everyday life in the community. In accordance with the normative and qualitative approach methods based on the journals listed, the discussion is about the application of the values contained in Pancasila which are the norms of life in the community. Without the values of Pancasila, the life of this state will be prone to division.
Hak Warga Negara untuk Mendapat Pendidikan di Indonesia Nazhifah, Lila; Najicha, Fatma Ulfatun
Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 2 (2023): Oktober, Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Program Studi PPKn Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Undiksha Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban. Hak merupakan kewenangan atau kekuasaan yang diberikan kepada setiap orang untuk dijalankan tetapi sesuai dengan hukum yang sudah ditetapkan. Sedangkan kewajiban ialah sebuah beban atau tanggungan yang dimiliki untuk dilaksanakan sebaik-baiknya. Semua akan setara dan tidak ada diskriminasi dalam memperoleh dan melaksanakan hak ataupun kewajibannya. Selain warga negara, suatu negara perlu memiliki kewajiban negara untuk memberikan kesejahteraan pada masyarakatnya. Salah satu contoh hak dan kewajibannya adalah di bidang pendidikan. Dalam hidup bernegara warga negara berhak memperoleh pendidikan baik berupa pendidikan dasar atau hanya pelatihan untuk menambah ketrampilan, sedangkan bagi negara memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa warga negaranya memperoleh pendidikan yang berkualitas tanpa adanya diskriminasi. Pengaturan mengenai suatu hak warga negara dan kewajiban negara sudah tertulis dalam UUD 1945 atau perundang-undangan lainnya. Jika suatu negara tidak memenuhi kewajibannya terhadap hak-hak warga negaranya untuk memperoleh pendidikan maka artinya negara telah melanggar hak asasi manusia dan melakukan pelanggaran terhadap perundang-undangan yang ada.
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Lingkungan Universitas Marwa, Adeline Fellita; Najicha, Fatma Ulfatun
Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 2 (2023): Oktober, Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Program Studi PPKn Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Undiksha Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman mahasiswa tentang penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa. Nama Pancasila sendiri diambil dari Bahasa Sansekerta yaitu kata Panca yang artinyalima dan kata Sila yang berarti prinsip atau asas. Lalu setelah sejarah terbentuknya Pancasila, terdapat juga fungsi dan peranan Pancasila, kemudian yang terakhir terdapat penerapan nilai-nilai Pancasila terhadap mahasiswa.
MEMPERKUAT CINTA TANAH AIR DI ERA KOREAN WAVE MELALUI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Prasetyo, Harda Johan; Najicha, Fatma Ulfatun
Ganesha Civic Education Journal Vol. 6 No. 2 (2024): October, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v6i2.4904

Abstract

Sikap cinta tanah air wajib dimiliki semua kalangan masyarakat terutama generasi milenial sebagai penerus bangsa. Namun, perkembangan teknologi yang sangat cepat dan merebaknya fenomena korean wave menjadi hambatan tersendiri bagi penanaman sikap cinta tanah air. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran pendidikan kewarganegaraan guna memperkuat rasa cinta tanah air di era korean wave. Metode penelitian dalam kajian ini menggunakan studi pustaka yang bersumber dari e-book, e-jurnal dan media serta artikel yang berkaitan dengan cinta tanah air, korean wave dan pendidikan kewarganegaraan. Hasil penelitian menyatakan bahwa Pendidikan kewarganegara sebagai penangkal menurunnya sikap cinta tanah air dikalangan generasi muda akibat dampak adanya korean wave. Walaupun pendidikan kewarganegaraan mampu sebagai solusi, namun perlu adanya studi lanjutan guna penyesuaian pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dengan perkembangan zaman sehingga pembelajaran berjalan efektif dan efisien. Implikasi dari penelitian ini adalah mampu mendorong para pendidik untuk mencari metode pembelajaran yang inovatif dan menarik bagi generasi muda yang akrab dengan budaya populer. Pemanfaatan elemen-elemen korean wave secara bijak dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan (misalnya, analisis film, musik, atau drama Korea dari perspektif nilai kebangsaan) dapat meningkatkan keterlibatan siswa.
PERAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MENGHADAPI RASISME DI INDONESIA Anggraini, Dwi Sinta; Najicha, Fatma Ulfatun
Ganesha Civic Education Journal Vol. 6 No. 1 (2024): April, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v6i1.4956

Abstract

Dengan jumlah populasi lebih dari 269 juta jiwa dan total pulau lebih dari 17.000 pulau, Indonesia memiliki beragam suku, ras, agama, budaya, dan bahasa. Keberagaman ini merupakan anugerah sekaligus kekuatan bagi Indonesia yang memiliki tujuan untuk bersatu diatas segala perbedaan. Namun perbedaan ini juga menjadi suatu ancaman karena mendorong terjadinya rasisme dan diskriminasi antar golongan. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan bagaimana peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam mencegah rasisme di Indonesia. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Adapun tata cara pengumpulan sumber data menggunakan tata cara penelitian pustaka, yaitu dengan mengumpulkan berbagai sumber data yang berkaitan dengan Pendidikan Kewarganegaraan dan rasisme di Indonesia. Hasil yang diperoleh adalah Pendidikan Kewarganegaraan sangat berperan penting dalam mencegah rasisme di Indonesia. Salah satunya adalah dengan mengajarkan sikap toleransi terhadap perbedaan latar belakang entah itu suku, ras, maupun agama seseorang, sebagai langkah awal mencapai integrasi nasional. Implikasi penelitian ini adalah memiliki potensi untuk memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya menciptakan masyarakat Indonesia yang lebih adil, setara, dan bebas dari diskriminasi rasial melalui jalur pendidikan. Hasilnya dapat menjadi landasan penting bagi pembuat kebijakan, praktisi pendidikan, dan masyarakat luas dalam memahami dan mengatasi masalah rasisme di Indonesia.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM LINGKUNGAN UNIVERSITAS Marwa, Adeline Fellita; Najicha, Fatma Ulfatun
Ganesha Civic Education Journal Vol. 5 No. 1 (2023): April, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v5i1.5139

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman mahasiswa tentang penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa. Nama Pancasila sendiri diambil dari Bahasa Sansekerta yaitu kata Panca yang artinyalima dan kata Sila yang berarti prinsip atau asas. Lalu setelah sejarah terbentuknya Pancasila, terdapat juga fungsi dan peranan Pancasila, kemudian yang terakhir terdapat penerapan nilai-nilai Pancasila terhadap mahasiswa. Metode yang akan digunakan adalah metode studi pustaka dengan instrumen kunci dalam penelitian ini yaitu peneliti sendiri. Metode penelitian ini menggunakan analisis pendekatan kualitatif, karena data yang dipaparkan berupa deskripsi yang diuraikan dalam bentuk pernyataan. Hasil penelitian menunjukkan Implementasi nilai-nilai pancasila bagi mahasiswa di lingkungan universitas bisa dilaksanakan dengan menumbuhkan sifat nasionalisme pada mahasiswa. Nasionalisme dapat dipupuk kembali dalam momentum-momentum yang tepat seperti pada saat peringatan hari sumpah pemuda, hari kemerdekaan, hari pahlawan, dan hari besar nasional lainnya.
Pentingnya Menjaga Nilai Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat bagi Generasi Z Dewi, Nabilla Nurulita; Najicha, Fatma Ulfatun
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 2 No. 2 (2022): April
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/antropocene.v2i1.896

Abstract

Kemerosotan moral atau lunnturnya karakter bangsa diakibatkan oleh pengaruh negatif dari kemajuan teknologi dan derasnya arus globalisasi. Kemerosotan moral dapat mengarah kepada kehancuran suatu bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai pentingnya generasi Z menjaga nilai-nilai luhur Pancasila dalam berpikir, bertingkah laku, dan bertutur kata dalam kehidupan bermasyarakat, baik di ruang nyata maupun ruang digital, pada era globalisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur. Literatur yang dipilih didasarkan pada relevansi bahasan dengan nilai-nilai Pancasila, pembangunan karakter bangsa, wawasan nusantara, generasi muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperlukan perhatian khusus dalam pembangunan karakter bangsa. Selain itu, generasi Z diharuskan memiliki kesadaran dan menjadikan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat agar tidak kehilangan jati diri bangsa Indonesia. Rekomendasi penelitian mengarah agar generasi Z bisa memiliki rasa cinta tanah air; mendalami cara pandang wawasan nusantara; menjaga dan menjadikan nilai-nilai agama, nilai-nilai luhur Pancasila, dan nilai-nilai kearifan budaya lokal.
Pengaruh Lingkungan Terhadap Tumbuhnya Jiwa Nasionalisme Saputra, Iskandar Abdul Azis; Najicha, Fatma Ulfatun
Konstruksi Sosial : Jurnal Penelitian Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/konstruksisosial.v2i1.893

Abstract

Bela negara menjadi sikap dan tindakan warga negara untuk cinta tanah air dalam menghadapi tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pengaruh lingkungan terhadap tumbuhnya jiwa nasionalisme. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan membaca dan mencari literatur baik dari buku, jurnal, Undang-Undang. Hasil penelitian yaitu pertama, upaya memperkuat jiwa nasionalisme ajaran kebangsaan menjadi pergerakan perjuangan kemerdekaan untuk mempersatukan bangsa. Kedua, pelestarian budaya Indonesia termasuk lambat sedangkan pergerakan globalisasi sangat cepat. Hal ini dapat menjadi salah satu penyebab perlunya menumbuhkan jiwa nasionalisme baik dalam lingkungan masyarakat, sekolah, dan perkantoran. Jiwa nasionalisme dalam lingkungan perlu tergambarkan untuk memunculkan rasa menghormati, melestarikan, melindungi, dan menjaga segala yang dimiliki oleh negara. Hal itu menegaskan perlunya pembentukan sikap nasionalisme bukan hanya terjadi di dalam lingkungan kecil saja akan tetapi perlu terjadi dalam lingkungan apapun itu. Jiwa cinta tanah air dapat ditimbulkan melalui pemberian pengetahuan dan implementasi nilai-nilai nasionalisme oleh lingkungan sekitar kita.
Co-Authors Abdul Kadir Adi, Elizabeth Ayu Puspita Afifah, Qistin Agustin, Sandrina Ghaisani Ahmad Hasyim Ahmad Yusuf Ahmad, Humam Alwi Al Fikri, Muhammad Ainurrasyid Albertus Sentot Sudarwanto, Albertus Sentot Alfiana, Hilda Nur Ambarningrum, Nurul Hidayah Tri Anggraini, Dwi Sinta Ardana, Novita Ariesty Fujiastuti Arimurti, Danang Johar ARINI KURNIAWATI Astrid Que, Bintang Immanuela Astuti, Sabilla Tri Aziz, Salim BAMBANG ALI KUSUMO Dewi, Kharisma Sari Dewi, Nabilla Nurulita Farah Az Zahra, Shabrina Fathoni, Faiz Hartiwiningsih Hartiwiningsih Hermawan, Sapto Imtiyaz, Mohammad Najib Asrof Kania Uswama Kristianita, Melodi Rindu Lego Karjoko lianto, Vina Malnes, Hyldegard Asyera Manumayoso, Bambang Marwa, Adeline Fellita Maula Sandy, Abiaz Fazel Nazhifah, Lila Nisrina, Rona Nada Nurrahman, Muhammad Virza An Paka, Arsafina Pavitasari, Kirana Kaulika PELENGKAHU, Muhammad Rahjay Permatasari, Wulan Prambudi, Yunike Dita Prasetyo, Harda Johan Pringadhi, Adhirajasa Putra Purba, Sabrina Putra, Krisna Aditya Rachmadhani, Salsabila Sekar Rahayu Subekti Raichanah, Nasywa Ramadhan, Bintang Harida Ramadhan, Muhammad Nur Hikmah Ratna Sari Rizqullah, Teuku Muharam Saputra, Iskandar Abdul Azis Saputri, Shipa Amalia Saputri, Shipa Amalia Saputri Setia Wijaksana, Muhamad Mahrus Setyaningtyas, Pramesti Shakira, Alma Mahesti Silaen, Rahel Nathasya Surani, Sofia Dewi Nugraheni Suroto, Fitri Indriani Susanto, Gabriello Dwi Januar Syainindita, Saraswati Asa Vika Malinda Waluyo . Waluyo Waluyo Wijaksana, Muhamad Mahrus Setia Wulandari, Nurita Yudiantoro, Eduardus Gilang Ananta Yuniar, Riska Sasi