Claim Missing Document
Check
Articles

Implementation of Pancasila Democratic Values in General Elections and Freedom of Expression in Indonesia Kristianita, Melodi Rindu; Najicha, Fatma Ulfatun
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol. 14 No. 2 (2022): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL) DECEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jupiis.v14i2.34190

Abstract

Pancasila democracy is a democracy that leads to the identity of the Indonesian nation. The journey of democracy in Indonesia still needs to go through a long process because it has not been fully implemented as it should. The implementation of democratic values in general elections and freedom of expression is one of the efforts that can be done to uphold democracy in the life of the state in the Unitary State of the Republic of Indonesia. This study aims to find out how important the implementation of the Pancasila values of Pancasila is in an effort to uphold democracy, especially in General Elections and Freedom of Opinion. The research method used is a qualitative method. This research is a literature study where all information and facts are sought from various sources such as books, articles, journals, and so on. Elections are one of the basic principles of implementing a democratic state which is contained in the fourth principle of Pancasila. Besides that, in a democracy every citizen is free to express his opinion in public as long as it does not conflict with the prevailing values. This article contributes as an additional reference that can help the community in conducting elections and expressing opinions. Based on the results of the discussion, it shows that the democratic value of Pancasila has a very important role in realizing the life of a democratic country, especially in general elections and freedom of expression in Indonesia.
Notary's Responsibility for the Material Truth of Capital Deposit by the Founder in the Deed of Establishment of Limited Liability Company Rachmadhani, Salsabila Sekar; Sudarwanto, Albertus Sentot; Najicha, Fatma Ulfatun
Siber International Journal of Advanced Law (SIJAL) Vol. 2 No. 4 (2025): Siber International Journal of Advanced Law (April - June 2025)
Publisher : Siber Nusantara Review & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/sijal.v2i4.240

Abstract

This research discusses the responsibility of notaries in relation to the material truth of the deposit of capital by the founders in the deed of establishment of a Limited Liability Company. The purpose of this research is to analyze the extent of notary’s responsibility when there is negligence in depositing capital by the founder and the deed of establishment is declared to be null and void. This research is a normative legal research with a legislative and case approach. The results of the study show that the notary is only responsible for the formal correctness of the deed made. The court decision that annuls the deed of establishment due to the negligence of the founders is considered inaccurate, because it blurs the boundary of responsibility between the founder and the notary, and can undermines the principle of legal certainty.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM LINGKUNGAN UNIVERSITAS Marwa, Adeline Fellita; Najicha, Fatma Ulfatun
Ganesha Civic Education Journal Vol 5 No 1 (2023): April, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v5i1.5139

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman mahasiswa tentang penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa. Nama Pancasila sendiri diambil dari Bahasa Sansekerta yaitu kata Panca yang artinyalima dan kata Sila yang berarti prinsip atau asas. Lalu setelah sejarah terbentuknya Pancasila, terdapat juga fungsi dan peranan Pancasila, kemudian yang terakhir terdapat penerapan nilai-nilai Pancasila terhadap mahasiswa. Metode yang akan digunakan adalah metode studi pustaka dengan instrumen kunci dalam penelitian ini yaitu peneliti sendiri. Metode penelitian ini menggunakan analisis pendekatan kualitatif, karena data yang dipaparkan berupa deskripsi yang diuraikan dalam bentuk pernyataan. Hasil penelitian menunjukkan Implementasi nilai-nilai pancasila bagi mahasiswa di lingkungan universitas bisa dilaksanakan dengan menumbuhkan sifat nasionalisme pada mahasiswa. Nasionalisme dapat dipupuk kembali dalam momentum-momentum yang tepat seperti pada saat peringatan hari sumpah pemuda, hari kemerdekaan, hari pahlawan, dan hari besar nasional lainnya.
Memperkuat Cinta Tanah Air di Era Korean Wave Melalui Pendidikan Kewarganegaraan Prasetyo, Harda Johan; Najicha, Fatma Ulfatun
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 3 (2023): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v11i3.46591

Abstract

Tujuan penulisan kajian ini yaitu untuk mengetahui dan menganalisis peran pendidikan kewarganegaraan guna memperkuat rasa cinta tanah air di era korean wave. Metode penelitian dalam kajian ini menggunakan studi pustaka yang bersumber dari e-book, e-jurnal dan media serta artikel yang berkaitan dengan cinta tanah air, korean wave dan pendidikan kewarganegaraan. Sikap cinta tanah air wajib dimiliki semua kalangan masyarakat terutama generasi milenial sebagai penerus bangsa. Namun, perkembangan teknologi yang sangat cepat dan merebaknya fenomena korean wave menjadi hambatan tersendiri bagi penanaman sikap cinta tanah air. Pendidikan Kewarganegara sebagai penangkal hambatan tersebut dan penumbuh sikap cinta tanah air perlu adanya studi lanjutan guna penyesuaian pembelajaran dengan perkembangan zaman sehingga pembelajaran berjalan efektif dan efisien.  
Krisis Identitas Nasional sebagai Tantangan Generasi Muda di Era Globalisasi Alfiana, Hilda Nur; Najicha, Fatma Ulfatun
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 9 No. 1 (2022): Vol. 9 No.1 Maret 2022
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpkn.v9i1.y2022.p45-52

Abstract

Identitas nasional ialah sebuah penanda berupa jati diri yang dimiliki dan terpaku pada suatu bangsa atau suatu negara yang dapat dijadikan sebagai pembeda dengan bangsa lain. Identitas nasional memegang peran penting pada kelangsungan hidup dan masa depan bangsa karena didalamnya memuat nilai-nilai budaya yang memiliki kesamaan ciri-ciri, fisik, cita-cita serta tujuan yang ingin dicapai. Oleh sebab itu, identitas nasional sangat fundamental dan harus ditanamkan pada generasi muda karena menyangkut masa depan bangsa. Pada era globalisasi sekarang ini, terjadi banyak perubahan pada sebagian besar aspek kehidupan. Hal tersebut tentu membawa dampak baik sekaligus buruk yang harus dihadapi masyarakat. Banyak budaya asing yang masuk dan berkembang dalam kalangan masyarakat. Hal ini tentu saja dapat mengancam identitas nasional bangsa. Krisis identitas nasional dapat terjadi khususnya pada generasi muda, yang sangat mudah terpengaruh dengan arus globalisasi. Kesadaran tentang pentingnya menjaga nilai-nilai budaya sebagai identitas nasional mulai memudar. Untuk itu, harus dilakukan cara-cara untuk menumbuhkan kembali kesadaran masyarakat terhadap identitas nasional, namun dengan metode yang mengikuti arus perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini.
Peran Pendidikan Kewarganegaran dalam Membangun Sikap Toleransi Beragama pada Mahasiswa Ahmad, Humam Alwi; Najicha, Fatma Ulfatun
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 10 No. 1 (2023): JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpkn.v10i1.y2023.p56-65

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan keragaman suku, ras, budaya, dan agama yang beranekaragam. Agama merupakan landasan kehidupan bagi setiap umat manusia, manakala pemahaman agama pada individu itu lemah, maka individu tersebut akan hilang arah dan tidak dapat mengetahui arah tujuan hidupnya, serta dapat dengan mudahnya dipengaruhi oleh individu lain. Agama merupakan peran yang penting dalam kehidupam setiap individu, sebab agama merupakan hal mendasar  yang berkaitan dengan kepercayaan seorang individu. Selain itu agama juga memiliki keterkaitan dengan tradisi yang dimiliki oleh suatu kelompok masyarakat. Sikap yang harus dikedepankan oleh individu yang beragama dalam menyikapi adanya keberagaman agama di Indonesia ialah dengan sikap toleransi. Tanpa adanya toleransi akan menimbulkan perpecahan antar perbedaan, atau bahkan dapat menyebabkan rusaknya suatu wilayah yang disebabkan oleh perpecahan. Toleransi beragama merupakan sikap manusia dalam menyikapi adanya keberagaman agama. Maka dari itu, tidak dapat dibantah bahwa toleransi beragama merupakan hal yang penting agar tidak terjadi perpecahan. Selain itu, menjadi warga negara yang baik tidak semata-mata taat akan hukum atau menumbuhkan rasa kebangsaan saja, melainkan juga harus menumbuhkan rasa toleransi terhadap kemajemukan yang terdapat di Indonesia, khususnya keberagaman agama. Sehingga dengan adanya perbedaan agama atau kepercayaan tersebut, diperlukan ilmu pengetahuan dan pendidikan yang bertujuan guna menumbuhkan sikap toleransi, khususnya mahasiswa.
Penerapan Nilai-Nilai Pancasila di Lingkungan Masyarakat Setyaningtyas, Pramesti; Najicha, Fatma Ulfatun
Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 1 (2023): April, Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Program Studi PPKn Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Undiksha Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pancasila is the basis of the state, the method of life, and the way of life of the Indonesian state. Pancasila contains values called Pancasila values. The values of Pancasila will always develop along with the growth of Indonesian citizens. The values of Pancasila are a foundation, basic guideline, guidelines for Indonesian citizens in living the life of the nation and state. The application of Pancasila values can be applied in everyday life in the community. In accordance with the normative and qualitative approach methods based on the journals listed, the discussion is about the application of the values contained in Pancasila which are the norms of life in the community. Without the values of Pancasila, the life of this state will be prone to division.
Hak Warga Negara untuk Mendapat Pendidikan di Indonesia Nazhifah, Lila; Najicha, Fatma Ulfatun
Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 2 (2023): Oktober, Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Program Studi PPKn Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Undiksha Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban. Hak merupakan kewenangan atau kekuasaan yang diberikan kepada setiap orang untuk dijalankan tetapi sesuai dengan hukum yang sudah ditetapkan. Sedangkan kewajiban ialah sebuah beban atau tanggungan yang dimiliki untuk dilaksanakan sebaik-baiknya. Semua akan setara dan tidak ada diskriminasi dalam memperoleh dan melaksanakan hak ataupun kewajibannya. Selain warga negara, suatu negara perlu memiliki kewajiban negara untuk memberikan kesejahteraan pada masyarakatnya. Salah satu contoh hak dan kewajibannya adalah di bidang pendidikan. Dalam hidup bernegara warga negara berhak memperoleh pendidikan baik berupa pendidikan dasar atau hanya pelatihan untuk menambah ketrampilan, sedangkan bagi negara memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa warga negaranya memperoleh pendidikan yang berkualitas tanpa adanya diskriminasi. Pengaturan mengenai suatu hak warga negara dan kewajiban negara sudah tertulis dalam UUD 1945 atau perundang-undangan lainnya. Jika suatu negara tidak memenuhi kewajibannya terhadap hak-hak warga negaranya untuk memperoleh pendidikan maka artinya negara telah melanggar hak asasi manusia dan melakukan pelanggaran terhadap perundang-undangan yang ada.
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Lingkungan Universitas Marwa, Adeline Fellita; Najicha, Fatma Ulfatun
Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 2 (2023): Oktober, Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Program Studi PPKn Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Undiksha Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman mahasiswa tentang penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa. Nama Pancasila sendiri diambil dari Bahasa Sansekerta yaitu kata Panca yang artinyalima dan kata Sila yang berarti prinsip atau asas. Lalu setelah sejarah terbentuknya Pancasila, terdapat juga fungsi dan peranan Pancasila, kemudian yang terakhir terdapat penerapan nilai-nilai Pancasila terhadap mahasiswa.
MEMPERKUAT CINTA TANAH AIR DI ERA KOREAN WAVE MELALUI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Prasetyo, Harda Johan; Najicha, Fatma Ulfatun
Ganesha Civic Education Journal Vol. 6 No. 2 (2024): October, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v6i2.4904

Abstract

Sikap cinta tanah air wajib dimiliki semua kalangan masyarakat terutama generasi milenial sebagai penerus bangsa. Namun, perkembangan teknologi yang sangat cepat dan merebaknya fenomena korean wave menjadi hambatan tersendiri bagi penanaman sikap cinta tanah air. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran pendidikan kewarganegaraan guna memperkuat rasa cinta tanah air di era korean wave. Metode penelitian dalam kajian ini menggunakan studi pustaka yang bersumber dari e-book, e-jurnal dan media serta artikel yang berkaitan dengan cinta tanah air, korean wave dan pendidikan kewarganegaraan. Hasil penelitian menyatakan bahwa Pendidikan kewarganegara sebagai penangkal menurunnya sikap cinta tanah air dikalangan generasi muda akibat dampak adanya korean wave. Walaupun pendidikan kewarganegaraan mampu sebagai solusi, namun perlu adanya studi lanjutan guna penyesuaian pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dengan perkembangan zaman sehingga pembelajaran berjalan efektif dan efisien. Implikasi dari penelitian ini adalah mampu mendorong para pendidik untuk mencari metode pembelajaran yang inovatif dan menarik bagi generasi muda yang akrab dengan budaya populer. Pemanfaatan elemen-elemen korean wave secara bijak dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan (misalnya, analisis film, musik, atau drama Korea dari perspektif nilai kebangsaan) dapat meningkatkan keterlibatan siswa.