Claim Missing Document
Check
Articles

Kegiatan Seleksi Bahan Pustaka di Perpustakaan Perguruan Tinggi Rosiana Nurwa Indah; Miftahunnisa' Igiriza
Nusantara Journal of Information and Library Studies (N-JILS) Vol 4, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.015 KB) | DOI: 10.30999/n-jils.v4i2.1951

Abstract

This study aims to determine the activities of selection of library materials in university libraries. The research location is in the Library of the Faculty of Arts and Letters (FISS) Pasundan University. The research method used is through qualitative methods. Collecting data through observation, interviews and documentation. The informants in this study were the head of the library and two librarians. The results showed that in selecting library materials, the Faculty of Arts and Letters (FISS) Pasundan University had identified the characteristics of the use of the library. In addition, it has paid attention to the criteria and stages of implementing the selection of library materials which are usually applied to university libraries. The obstacles faced in the selection process were the difficulty of obtaining a selector team from librarians, curriculum changes, limited selection tools often used by librarians, the large number of collections with art subjects that had to be given from abroad which tended to be expensive, and the Covid-19 pandemic which create a library must provide electronic collections. In dealing with the various obstacles above, the library involves lecturers, experts and deans as a selector team. In addition, it cooperates with various other libraries and informs its users of various electronic reference sources that are easily accessible and free of charge. Thus, the Library of the Faculty of Arts and Letters (FISS) of Pasundan University can still provide collection materials that are in accordance with the needs of its users that support the Tri Dharma of Higher Education can be achieved.Keyword: selection of library materials, college librariesABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan seleksi bahan pustaka di perpustakaan perguruan tinggi. Adapun lokasi penelitian di Pepustakaan Fakultas Ilmu Seni dan Sastra (FISS) Universitas Pasundan. Metode penelitian yang digunakan melalui metode kualitatif. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala Perpustakaan dan dua orang pustakawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam melakukan seleksi bahan pustaka Perpustakaan Fakultas Ilmu Seni dan Sastra (FISS) Universitas Pasundan sudah melakukan identifikasi mengenai karakteristik penggunaan perpustakaannya. Selain itu, sudah memperhatikan kriteria dan tahapan pelaksanaan seleksi bahan perpustakaan yang biasanya diterapkan pada perpustakaan perguruan tinggi. Adapun hambatan yang dihadapi dalam proses seleksi adalah sulitnya memperoleh tim selektor dari pustakawan, adanya perubahan kurikulum, terbatasnya alat bantu seleksi yang sering digunakan oleh pustakawan, banyaknya koleksi dengan subjek seni yang harus diberi dari luar negeri yang cenderung mahal dan adanya Pandemi Covid-19 yang membuat perpustakaan harus menyediakan koleksi elektronik. Dalam menghadapi berbagai hambatan di atas maka perpustakaan melibatkan dosen, kepakaran dan dekan sebagai tim selektor. Selain itu, melakukan kerjasama dengan berbagai perpustakaan lain serta menginformasikan berbagai sumber refrensi elektronik yang mudah diakses dan gratis kepada pada penggunanya. Dengan demikian, Perpustakaan Fakultas Ilmu Seni dan Sastra (FISS) Universitas Pasundan tetap dapat menyediakan bahan koleksi yang sesuai dengan kebutuhan penggunannya yang mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat tecapai.
Library Service Innovation in The Department of Archives and Library of Bandung District Diva Thea Theodora Ismail; Rosiana Nurwa Indah; Rifqi Zaeni Achmad Syam
IKOMIK: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol. 1 No. 2 (2021): December
Publisher : Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/ikomik.v1i2.2085

Abstract

The Bandung Regency Archives and Libraries Service is one of the regional public libraries of Bandung Regency which has service innovations during the COVID-19 pandemic. The Bandung Regency Archives and Library Service provides a mobile user interface service named i-Sabilulungan. The purpose of this study was to determine the usefulness of the i-Sabilulungan application as a service innovation during the COVID-19 pandemic at the Bandung Regency Archives and Library Service. The research method used in this research is descriptive qualitative research method with data collection techniques through observation and interviews. In this study, the informants were librarians managing the i-Sabilulungan mobile application. The results of this study reveal that i-Sabilulungan as a library service innovation for the Bandung Regency Archives and Libraries Service has fulfilled an important element in the application of the mobile user interface application. The i-Sabilulungan application has fulfilled 10 elements of the application of the mobile user interface application which consists of several elements including connectivity, simplicity, directional, informative, interactivity, user friendliness, comprehensiveness (completeness), continuity (sustainable), personalization (personalization) and internal elements (internal).
KONTRIBUSI LEMBAGA INFORMASI DI ERA DISRUPSI DAN GLOBALISASI Rosiana Nurwa Indah
Nusantara Journal of Information and Library Studies (N-JILS) Vol 2, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.194 KB) | DOI: 10.30999/n-jils.v2i1.518

Abstract

Era disrupsi dan globalisasi merupakan era yang menawarkan segala kemudahan, kecanggihan, dan keterbukaan dalam berbagai bidang termasuk mengenai informasi, dan teknologi, sehingga memberikan tantangan baru bagi lembaga informasi seperti perpustakaan, kearsipan, dan museum. Tantangan tersebut dapat dihadapi dengan memaksimalkan segala potensi yang dimiliki, meliputi koleksi, dan sumber daya manusia yang dimiliki, sehingga dapat memunculkan inovasi dan kreativitas baru yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Adapun peran yang dapat dilakukan oleh perpustakaan antara lain menjadi pemfilter infomasi, dan menjadi mitra kerja pengguna informasi. Peran kearsipan antara lain dapat menyajikan informasi yang dapat dijadikan alat bukti yang otentik, dan menjadi sumber informasi dalam menjaga stabilitas ekonomi. Adapun peran Museum antara lain sebagai wadah komunikasi antar budaya dan wadah pendidikan masyarakat.   ABSTRACT  The era of disruption and globalization is an era that offers all conveniences, sophistication and openness in various fields including information and technology, thus providing new challenges for information institutions such as libraries, archives and museums. These challenges can be faced by maximizing all the potential that is owned, including collections, and human resources that are owned, so that it can bring new innovations and creativity that are in line with the needs of today's society. The roles that can be carried out by the library include becoming information filterers, and becoming partners of information users. The role of archiving can, among other things, present information that can be used as authentic evidence, and become a source of information in maintaining economic stability. The role of the Museum, among others, is as a forum for intercultural communication and public education.
PELESTARIAN KOLEKSI SASTRA SUNDA DI PERPUSTAKAAN AJIP ROSIDI Dinda Puspita Dewi; Rifqi Zaeni Achmad Syam; Rosiana Nurwa Indah
Nusantara Journal of Information and Library Studies (N-JILS) Vol 3, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.297 KB) | DOI: 10.30999/n-jils.v3i2.1063

Abstract

This study is to determine the implementation of preservation activities in the Ajip Rosidi Library in terms of how to save the value of information, how to save the physical form of Sundanese literature collections that are owned, and the obstacles faced in implementing the preservation of Sundanese literature collections. The method used in this research is descriptive research method. with a qualitative approach. Data collection techniques by means of observation, interviews and documentation study. There are two informants in this study. The results show that in order to save the value of the collection information, the library has converted the 200-year-old Sundanese Literature collection into microfilm or microfish which later, due to technological developments, was converted into CDs and hard drives. In saving the physical form of the collection, librarians carry out activities of mending, binding, giving silica gell, cleaning manually, and making policies in the form of library regulations. As for the obstacles experienced during the implementation of preservation of Sundanese Literature collection, namely related to human resource factors, funding factors, and environmental factors.Keywords: preservation; sundanese literature collection; ajip rosidi libraryABSTRAKPenelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan pelestarian di Perpustakaan Ajip Rosidi dilihat dari cara menyelamatkan nilai informasi, cara menyelamatkan bentuk fisik koleksi sastra sunda yang dimiliki, dan hambatan yang dihadapi dalam melaksanakan pelestarian koleksi sastra sunda.. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara serta studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah dua orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menyelamatkan nilai informasi koleksi, maka perpustakaan mengalih bentukkan koleksi Sastra Sunda yang memiliki umur 200 tahun kedalam bentuk microfilm atau microfish yang kemudian karena perkembangan teknologi diubah dalam bentuk CD dan hardisk. Dalam menyelamatkan bentu fisik koleksi, maka pustakawan melakukan kegiatan mending, penjilidan, pemberian silica gell, membersihkan secara manual, dan membuat kebijakkan berupa peraturan perpustakaan. Adapun hambatan yang dialami pada saat pelaksanaan pelestarian koleksi Sastra Sunda, yaitu berkaitan dengan faktor sumber daya manusia, faktor pendanaan, dan faktor lingkungan.
PERILAKU PENCARIAN INFORMASI GOLDENNESS Lisma Nur Aeni; Rosiana Nurwa Indah; Rifqi Zaeni Achmad Syam
Nusantara Journal of Information and Library Studies (N-JILS) Vol 4, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.888 KB) | DOI: 10.30999/n-jils.v4i1.1193

Abstract

This study discusses the Information Seeking Behavior of Goldenness in DKI Jakarta. The purpose of this study was to determine the information behavior of DKI Jakarta's Goldenness information as well as obstacles in finding information about the Golden Child. The theory of search behavior used is Wilson's theory, according to Wilson, information-seeking behavior is influenced by five factors, namely, psychological conditions, demographics, a person's role in society, the environment, and the characteristics of information sources. Using qualitative research methods, this type of research is a case study of five informants with different backgrounds and ages. Data collection techniques were carried out through interviews and document review. Data analysis techniques using Milez and Huberman, and test the validity of the data through triangulation. The results showed that (1) Psychological condition factors were able to influence the feeling of Goldenness to be Happy when searching for information. Information that also affects their emotions so that they can feel sad and happy. (2) Demographic factors indicate if there are differences in work background that affect the intensity and time of Golden in seeking information; (3) The role of a person in the community also influences the information-seeking behavior of Goldenness. Goldenness who is an admin will often look for information about Golden Child so that it is always updated so that it can redistribute the information obtained to other Goldennesses; (4) The environmental factors surrounding the Gold determine the sources and types of information used in seeking the information they want; (5) The characteristic factor of information sources also influences the form and type of information media used in Goldenness' information-seeking behavior. Goldenness prefers to use digital information sources such as Twitter. The individual barriers that Goldenness experience is their mastery of the Korean language and their skills in keywords to acquire the ones that suit their needs. Barriers to environmental factors are due to the activities they have to do and the lack of available information sources that provide information on Golden Child.Keywords: information-seeking behavior, K-Popers community, Wilson theory, Goldenness ABSTRAKPenelitian ini membahas mengenai Perilaku Pencarian Informasi Goldenness yang berada di DKI Jakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku pencarian informasi Goldenness DKI Jakarta serta hambatan dalam pencarian informasi mengenai Golden Child. Teori perilaku pencarian informasi yang digunakan adalah teori Wilson, menurut Wilson perilaku pencarian informasi di pengaruhi oleh lima faktor yaitu, kondisi psikologi, demografi, peran seseorang di masyarakat, lingkungan, serta karakteristik sumber informasi. Menggunakan metode penelitian Kualitatif, jenis penelitian studi kasus terhadap lima informan dengan latar belakang dan usia yang berbeda. Teknik pengambilan data dilakukan melalui wawancara dan kajian dokumen. Teknik analisis data menggunakan Milez dan Huberman, dan uji keabsahan data melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Faktor kondisi psikologi ternyata dapat mempengaruhi perasaan Goldenness menjadi Bahagia ketika melakukan pencarian informasi. Informasi yang ditemukan juga mampu mempengaruhi emosional mereka sehingga mereka bisa merasa sedih dan bahagia.  (2) Faktor demografis menunjukkan jika adanya perbedaan latar belakang pekerjaan mempengaruhi intensitas dan lamanya waktu Goldenness dalam mencari informasi; (3) Faktor peran seseorang dimasyarakat juga memepengaruhi perilaku pencarian informasi Goldenness. Goldenness yang menjadi seorang admin akan lebih sering mencari informasi mengenai Golden Childagar selalu update, sehingga bisa menyebarkan kembali informasi yang di dapat ke Goldenness lainnya; (4) Faktor lingkungan di sekitar Goldenness menentukan sumber dan jenis informasi yang digunakan dalam mencari informasi yang mereka butuhkan; (5) Faktor karakteristik sumber informasi juga memepengaruhi bentuk dan jenis media informasi yang digunakan dalam perilaku pencarian informasi Goldenness. Goldenness lebih suka menggunakan sumber informasi digital berupa twitter. Hambatan individu yang dialami Goldenness adalah kurangnya penguasaan Bahasa Korea dan keterampilan mereka dalam menggunakan kata kunci untuk memperoleh informasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Hambatan pada faktor lingkungan dikarenakan adanya kegiatan yang harus mereka lakukan dan masih sedikitnya ketersediaan sumber informasi yang menyediakan informasi Golden Child.  
STRATEGI PENINGKATAN MUTU LULUSAN PRODI PAUD MELALUI PELAKSANAAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL DI UNIVERSITAS ISLAM NUSANTARA Rifqi Zaeni Achmad Syam; R. Supyan Sauri; Rosiana Nurwa Indah
al-fikrah: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.935 KB) | DOI: 10.31958/jaf.v8i2.2415

Abstract

This study aims to describe the strategy to improve the quality of graduates Prodi early childhood as an effort in improving the quality of education at the Islamic University of Nusantara Bandung. This is very important considering the problems of early childhood is so complex from starting input PAUD students, teachers who have not yet qualified, PAUD institutional management has not met the standards. This study uses a qualitative research approach with case study methods. The research was conducted in Prodi PAUD Universitas Islam Nusantara, with the subject of Quality Assurance Unit (UPM) Prodi PAUD Faculty of Teacher Training and Education. Data collection techniques: direct observation, document tracking and archives, and in-depth interviews.
Pemanfaatan Akun Instagram @dispusipdajabar Dalam Pemenuhan Kebutuhan Informasi Followers Silmi Kaffah; Rosiana Nurwa Indah; Rifqy Zaeni Achmad Syam
Media Nusantara Vol 17, No 1 (2020): Mei 2020
Publisher : Media Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.323 KB) | DOI: 10.30999/medinus.v17i1.1249

Abstract

Manajemen Koleksi Perpustakaan Di SMK Negeri 1 Katapang Rifqi Zaeni Achmad Syam; Rosiana Nurwa Indah; Diva Theodora Ismail
Media Nusantara Vol 17, No 1 (2020): Mei 2020
Publisher : Media Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.94 KB) | DOI: 10.30999/medinus.v17i1.1246

Abstract

TATA LETAK PERABOTAN DI RUANG BACA DEWASA DI DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN DAERAH JAWA BARAT Rosiana Nurwa Indah; Rizki Akbar Yudha Sundara; Dani Taopik Hidayat
Nusantara Journal of Information and Library Studies (N-JILS) Vol 5, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/n-jils.v5i1.2165

Abstract

A public library is a type of library that can be accessed or used by the general public. The importance of the library as a source of knowledge certainly requires comfortable room conditions by facilitating in it to facilitate the activities of both librarian and visitors who use the space. There is an adult reading room service at the DISPUSIPDA Public Library (West Java Regional Library and Archives Service). The purpose of this study was to find out how the layout of the furniture in the adult reading room of the DISPUSIPDA Public Library (West Java Regional Library and Archives Service). Researchers used qualitative research using descriptive methods with data collection techniques with direct observation, interviews with librarians of the DISPUSIPDA Public Library (West Java Regional Library and Archives Service). The results showed that the layout of the furniture in the adult reading room service was very comfortable with adequate quality equipment/furniture, a complete collection of books, and a discussion room inside. The layout of the furniture in the adult reading room is very ergonomic, making it easier for librarians and users to carry out activities in the room.Keywords: library furniture, reading room, DISPUSIPDAABSTRAK Perpustakaan umum adalah jenis perpustakaan yang dapat diakses atau digunakan oleh masyarakat umum. Pentingnya perpustakaan sebagai  sumber ilmu pengetahuan tentunya membutuhkan kondisi ruangan yang nyaman dengan memfasilitasi didalamnya untuk memudahkan aktivitas baik petugas perpustakaan maupun pengunjung yang menggunakan ruang tersebut. Terdapat layanan ruang baca dewasa di Perpustakaan Umum DISPUSIPDA (Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tata letak perabotan di ruang baca dewasa Perpustakaan Umum DISPUSIPDA (Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat). Peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan pada penelitian ini adalah pustakawan Perpustakaan Umum DISPUSIPDA (Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat). Hasil penelitian menunjukan bahwa tata letak perabot di layanan ruang baca dewasa sangat nyaman dengan kualitas peralatan/ perabot yang memadai, kolesi buku yang lengkap, dan didalamnya dilengkapi dengan ruang diskusi. Tata letak perabot diruang baca dewasa sangat ergonomis sehingga memudahkan pustakawan dan pemustaka dalam beraktivitas di ruangan tersebut.
Analisis Penerapan Standar Nasional Perpustakaan Perguruan Tinggi Di Perpustakaan Universitas Islam Nusantara Rosiana Nurwa Indah; Amelia Sulistia Rahayu; Sendi Cornelia
Tibanndaru : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 6, No 1 (2022): Tibanndaru: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.504 KB) | DOI: 10.30742/tb.v6i1.2112

Abstract

Perpustakaan Perguruan Tinggi merupakan salah satu unit pendukung utama kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dan berfungsi sebagai pusat sumber belajar untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan yang berkedudukan di perguruan tinggi. Penelitian ini bermaksud menganalisis mengenai sejauh mana gedung Perpustakaan Universitas Islam Nusantara  (UNINUS) menerapkan Standar Nasional Perpustakaan Perguruan Tinggi. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 2 orang yaitu pengelola Perpustakaan UNINUS. Teknik analisa data melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perpustakaan UNINUS telah berupaya menerapkan peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Nomor 13 Tahun 2017 tentang Standar Nasional Perpustakaan Perguruan Tinggi dengan baik meskipun belum maksimal. Hal ini dikarenakan luas gedung perpustakaan yang hanya 608 m2 sehingga belum sesuai standar luas gedung yang seharusnya 3.882,5 m2. Hal ini menjadikan ruangan yang tersedia hanya terbagi menjadi dua ruangan yaitu, ruang pertama digunakan sebagai ruang layanan referensi dan ruangan kedua digunakan sebagai ruang untuk menyimpan koleksi sekaligus menjadi ruang layanan membaca, layanan sirkulasi, dan ruang kerja pustakawan. Lokasi perpustakaan termasuk dalam kategori strategis. Sarana dan prasarana yang tersedia sudah memenuhi standar. Pencahayaan di perpustakaan tersedia secara alami dan buatan. Temparatur suhu di ruangan mencapai 280 C karena belum tersedianya pendingin ruangan seperti kipas atau AC. Adanya berbagai komponen seperti luas ruangan dan temperatur suhu ruangan yang belum standar ini perlu menjadi perhatian karena akan berpengaruh pada kenyamanan pemustaka dan pustakawan dalam beraktivitas.