Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Sainteks

Analisis Kadar Benzoat, Sorbat, dan Sakarin pada Sampel Makanan Menggunakan Metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Yogyakarta Laili, Shina Hajar Nur; Juwitaningtyas, Titisari
Sainteks Vol. 21 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v21i2.23159

Abstract

Kemajuan teknologi mendorong berkembangnya industri-industri yang bergerak di bidang pangan semakin canggih dalam pengolahan produknya. Produk yang beragam yang dijual di pasaran akan meningkatkan pola konsumsi masyarakat. Maka dari itu, dibutuhkan pengawasan dan pengamanan tentang pangan olahan yang ditujukan untuk meminimalisir maraknya penggunaan bahan tambahan pangan yang beragam yang kemungkinan keluar dalam pengawasan.  Pemerintah dalam hal ini BPOM dengan jajarannya yaitu BBPOM/BPOM/Loka POM secara rutin melakukan pengawasan dan pengamanan terhadap bahan tambahan pangan pada produk yang akan dipasarkan maupun yang ditemukan dipasaran. Tujuan analisis pada pelaksanaan kerja praktik di BBPOM (Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan) Yogyakarta Laboratorium Kimia Pangan adalah untuk mengetahui analisis kadar pengawet benzoat dan sorbat serta pemanis sakarin yang ditambahkan dalam bahan pangan. Metode analisis kadar benzoat, sorbat, dan sakarin pada sampel dilakukan menggunakan KCKT (Kromatografi Cair Kinerja Tinggi). Sampel pengujian sebanyak tiga sampel yaitu jenang dodol, wajik kletik, dan keripik. Hasil analisis kadar benzoat, sorbat, dan sakarin terhadap tiga sampel menunjukkan bahwa sampel jenang dodol dan wajik kletik positif benzoat (Tidak Memenuhi Syarat) serta keripik negatif benzoat (Memenuhi Syarat). Hasil pengujian kadar sorbat dan sakarin ketiga sampel negatif (Memenuhi Syarat). Kemudian dapat disimpulkan bahwa sampel makanan yang diuji ada dua  sampel jenang dodol dan wajik kletik yang belum memenuhi standar pemakaian pengawet benzoat dan sorbat serta pemanis sakarin, sehingga tidak aman dikonsumsi. 
Pengujian Kadar Aspartam pada Sampel Minuman Menggunakan Metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) di Balai Besar POM Yogyakarta Bella, Rista; Juwitaningtyas, Titisari
Sainteks Vol. 21 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v21i2.23433

Abstract

Aspartam adalah pemanis buatan yang banyak digunakan dalam industri minuman karena rendah kalori dan tidak meningkatkan kadar gula darah, tetapi berisiko menimbulkan efek samping jika dikonsumsi berlebihan. Pengujian kadar aspartam pada produk minuman penting untuk memastikan keamanan konsumen. Penelitian ini menguji kadar aspartam pada tiga sampel minuman di Yogyakarta menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) di Balai Besar POM (BBPOM) Yogyakarta. Tiga sampel (minuman bubuk instan dan dua minuman berbasis air berperisa) diekstraksi dan dianalisis menggunakan KCKT. Semua sampel positif mengandung aspartam dan masih di bawah batas maksimum yang diperbolehkan (600 mg/kg) oleh Perka BPOM Nomor 11 Tahun 2019. Kadar aspartam terendah ditemukan pada sampel 153 (30,58 mg/kg), tertinggi pada sampel 161 (95,42 mg/kg), dan sampel 171 (58,91 mg/kg) di tengah-tengah. Ketiga sampel minuman aman untuk dikonsumsi karena kadar aspartamnya masih dalam batas yang diizinkan.