Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Hubungan Paparan Pornografi Dengan Perilaku Seksual Pranikah Pada Remaja SMAN X Kota Tangerang Selatan Annisa, Syifa; Musniati, Nia
JURNAL PENDIDIKAN KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Kesehatan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pekanbaru Medical Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64931/jks.v5i1.129

Abstract

Perilaku Seksual pranikah pada remaja di Indonesia terus meningkat. Proporsi remaja yang melakukan seks pranikah yaitu 10,5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paparan pornografi dengan perilaku seksual pranikah di SMAN X Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini mengunakan desain cross sectional dengan teknik pengambilan sampel Stratified Random Sampling sebanyak 90 siswa. Hasil analisis menunjukkan ada hubungan antara paparan pornografi (p 0,010) dengan perilaku seksual pranikah. Namun, tidak ada hubungan antara pengetahuan (p 0,409) dan peran orang tua (p 0,611) dengan perilaku seksual pranikah. Paparan pornografi berisiko meningkatkan perilaku seksual pranikah pada remaja. Pentingnya edukasi media pada remaja untuk mengurangi perilaku seksual pranikah pada remaja karena paparan pornografi.
Analisis Sistem Pengisian Berkas Rekam Medis Pasien Rawat Inap Rumah Sakit X di Jakarta Ayuda, Khallista Indah; Dewi, Evindiyah Prita; Musniati, Nia
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16300a

Abstract

One of the important parameters in assessing the quality of hospital services is the completeness of data and information in medical records, which is essential for smooth administration. This study was conducted to analyze the inpatient medical record filing system at Hospital X in Jakarta. This study used a mixed methods approach. The subjects were 95 inpatient medical records selected using simple random sampling from April to June 2023. Data were analyzed both quantitatively and qualitatively. The analysis revealed several factors hindering file completeness, including a lack of discipline among medical personnel, the lack of specialized training, the absence of a reward and punishment system, limited facilities and infrastructure, inadequate procedural socialization, and policy inconsistencies, as well as obstacles in the assembly process caused by a limited workforce. Only 32% of inpatient medical records were completed, with 68% having deficiencies. This study concluded that the medical record filing system at Hospital X in Jakarta is still not optimal due to issues with input and processing that are not running smoothly. Therefore, additional medical records personnel, training, incentives, and sanctions are needed to optimize medical record management.Keywords: medical records; filling; inpatient  ABSTRAK Salah satu parameter penting dalam menilai kualitas pelayanan rumah sakit adalah kelengkapan data dan informasi dalam rekam medis, yang sangat diperlukan untuk kelancaran administrasi. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis sistem pengisian berkas rekam medis pasien rawat inap Rumah Sakit X di Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods. Subyek penelitian adalah 95 rekam medis pasien rawat inap pada bulan April sampai Juni 2023 yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data dianalisis, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa sejumlah faktor penghambat kelengkapan berkas seperti kurangnya disiplin tenaga medis, pelatihan khusus yang belum tersedia, belum adanya sistem reward dan punishment, keterbatasan sarana dan prasarana, sosialisasi prosedur yang kurang, dan ketidaksesuaian kebijakan serta hambatan dalam proses pelaksanaan assembling yang disebabkan oleh keterbatasan jumlah tenaga kerja. Hanya 32% dari berkas rekam medis pasien rawat inap yang terisi lengkap, dengan 68% mengalami kekurangan. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa sistem pengisian berkas rekam medis Rumah Sakit X di Jakarta masih belum mencapai tingkat optimal karena masalah input dan proses pengisian yang belum berjalan dengan baik, sehingga diperlukan penambahan tenaga rekam medis, pelatihan, insentif dan sanksi dalam mengoptimalkan penyelenggaraan rekam medis.Kata kunci: rekam medis; pengisian; rawat inap
Hubungan Dukungan Keluarga, Penyuluhan, dan Keterpaparan Informasi dengan Perilaku Gizi Seimbang pada Remaja Fitria, Fitria; Musniati, Nia
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i01.2363

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa dimana terjadi perubahan yang cepat tidak hanya pada pertumbuhan fisik tetapi juga kognitif dan psikososial. Pada masa ini dibutuhkan asupan gizi yang optimal untuk memenuhi peningkatan kebutuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan. Akan tetapi, perubahan gaya hidup dan pola makan serta masih sedikit remaja yang menerapkan perilaku gizi seimbang menyebabkan remaja rentan mengalami masalah gizi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan dukungan keluarga, penyuluhan, dan keterpaparan informasi dengan perilaku gizi seimbang pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada 127 siswa di SMA Muhammadiyah 13 Jakarta. Data dikumpulkan secara online menggunakan kuesioner google form. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh paling banyak responden berjenis kelamin perempuan (59,8%) dengan usia terbanyak yaitu 16 tahun (40,9%). Hanya 45,7% responden yang mendapat dukungan keluarga, sebanyak 48% responden yang terpapar informasi dengan baik, dan sebanyak 59,1% responden tidak mengikuti penyuluhan. Analisis uji Chi-Square dengan α=0,05 menunjukkan ada hubungan bermakna antara dukungan keluarga (nilai p = 0,000), penyuluhan (nilai p = 0,009), dan keterpaparan informasi (nilai p = 0,003) dengan perilaku gizi seimbang.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Computer Vision Syndrome (CVS) pada Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA Gupta, Agi Candra; Mardhiati, Retno; Musniati, Nia
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2023.v6.81-88

Abstract

Background Computers or laptops are needed for learning and working media for young children of productive age with a university-level education to balance their mobility. However, long-term use of a computer or laptop can cause eye problems, including Computer Vision Syndrome (CVS). This study aims to determine the factors associated with Computer Vision Syndrome (CVS) complaints in Informatics Engineering students at the University of Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA South Jakarta in 2022. Methods This research is a quantitative study with a Cross-Sectional study design. The sampling technique uses the Quota Sampling method with 150 respondents. Data collection was carried out using an online questionnaire with google forms. The analysis used is univariate analysis and bivariate analysis. Results The results showed that respondents with positive CVS symptoms (70.7%) with the most complaints were tired and strained eyes (77.3%). The Chi-square test between risk factors and CVS obtained results, gender (p = 0.725), the use of glasses (p = 0.011), duration of exposure to computer or laptop screens (p < 0.0001), taking eyes breaks (p = 0.002), the distance between eyes and computer or laptop screen (p = 0.049), and body position when using a computer or laptop (p = 0.006). Conclusions The significantly related risk factors to CVS were the use of glasses, duration of exposure to computer or laptop screens, taking eye breaks, the distance between eyes and computer or laptop screen, and body position when using a computer or laptop. At the same time, gender is not associated with CVS complaints.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri Di SMPN 17 Tangerang Tahun 2022 Sandra Dewi, Elvira; Mardhiati, Retno; Musniati, Nia
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2023.v6.13-25

Abstract

Background The problem of anemia still exists today, although there have been many treatments for adolescent anemia. This study aimed to determine the factors associated with the incidence of anemia in adolescent girls at SMPN 17 Tangerang in 2022. Methods This study uses a cross-sectional design. The sample is 150 students with Quota Sampling. Collecting data using a questionnaire and direct measurements on hemoglobin levels, weight, and height. The instruments used were filling forms for hemoglobin levels, weight, and height and questionnaires for the variables of knowledge, mother's education, parents' income, menstrual patterns, eating patterns, and consumption of blood-added tablets (TTD). The analysis in this study is univariate and bivariate (Chi-square). Results The results of the univariate analysis showed anemia (40%), poor knowledge (56.0%), high maternal education (74.7%), high parental income (59.3%), abnormal menstrual pattern (61.3% ), poor diet (73.3%), normal nutritional status (70.7%), consumption of Blood Supplementary Tablets (TTD) was not good (97.3%). The results of the bivariate analysis obtained four variables related to the incidence of anemia in adolescent girls at SMPN 17 Tangerang, namely the variables of knowledge (p=0,048), mother's education (p=0.042), parents' income (p=0.038), dietary habit (p=0.038). However, there were unrelated ones, namely menstrual patterns, nutritional status, and consumption of blood-added tablets. Conclusions Variables related to the incidence of anemia were knowledge, the mother's education, the parent's income, and eating patterns (dietary habits).
Tingkat Kepatuhan Siswa SMA Terhadap Perda KTR: Studi Komparasi Di SMA Triguna Dan SMAN 4 Kota Tangerang Selatan Tahun 2023 Wiyani, Siti Rahma; Veruswati, Meita; Fadli, Rina Khairunnisa; Musniati, Nia
JURNAL PENDIDIKAN KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan Kesehatan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pekanbaru Medical Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi perokok remaja berusia 10-18 tahun berdasarkan RISKESDAS 2018 yakni sebesar 9,1%, lebih tinggi dari target RPJM 2024 yakni 8,7%, dan meningkat dari RISKESDAS 2013 yakni 7,2%. Sekolah merupakan lingkungan yang strategis untuk membentuk perilaku peserta didiknya untuk tidak merokok. Kebijakan KTR dapat diterapkan untuk menurunkan prevalensi perokok, khususnya di lingkungan pendidikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan tingkat kepatuhan pada siswa SMA Triguna Utama dengan SMAN 4 Kota Tangerang Selatan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif komparatif dengan pendekatan cross sectional dengan total sampel 148 siswa. Berdasarkan hasil penelitian (uji t-test) menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan tingkat kepatuhan siswa SMA Triguna Utama dengan SMAN 4 Kota Tangerang Selatan. Dan berdasarkan hasil analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas siswa patuh terhadap pelaksanaan Perda KTR, dan pada hasil analisis mengenai pengetahuan dan sikap terhadap pelaksanaan KTR lebih baik pada siswa SMA Triguna Utama, namun dukungan siswa terhadap pelaksanaan KTR tergolong baik pada SMAN 4 Kota Tangerang Selatan dan untuk status merokok cukup mengkhawatirkan pada SMA Triguna Utama (13,9%) dan SMAN 4 Kota Tangerang Selatan (18,4%).
Hubungan Dukungan Keluarga, Penyuluhan, dan Keterpaparan Informasi dengan Perilaku Gizi Seimbang pada Remaja Fitria, Fitria; Musniati, Nia
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i01.2363

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa dimana terjadi perubahan yang cepat tidak hanya pada pertumbuhan fisik tetapi juga kognitif dan psikososial. Pada masa ini dibutuhkan asupan gizi yang optimal untuk memenuhi peningkatan kebutuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan. Akan tetapi, perubahan gaya hidup dan pola makan serta masih sedikit remaja yang menerapkan perilaku gizi seimbang menyebabkan remaja rentan mengalami masalah gizi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan dukungan keluarga, penyuluhan, dan keterpaparan informasi dengan perilaku gizi seimbang pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada 127 siswa di SMA Muhammadiyah 13 Jakarta. Data dikumpulkan secara online menggunakan kuesioner google form. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh paling banyak responden berjenis kelamin perempuan (59,8%) dengan usia terbanyak yaitu 16 tahun (40,9%). Hanya 45,7% responden yang mendapat dukungan keluarga, sebanyak 48% responden yang terpapar informasi dengan baik, dan sebanyak 59,1% responden tidak mengikuti penyuluhan. Analisis uji Chi-Square dengan α=0,05 menunjukkan ada hubungan bermakna antara dukungan keluarga (nilai p = 0,000), penyuluhan (nilai p = 0,009), dan keterpaparan informasi (nilai p = 0,003) dengan perilaku gizi seimbang.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Usia Produktif Di Wilayah Kerja Puskesmas Jatinegara Istiqomah, Nana; Musniati, Nia
JURNAL PENDIDIKAN KESEHATAN Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Kesehatan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pekanbaru Medical Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64931/jks.v5i2.144

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat, terutama pada kelompok usia produktif. Faktor risikonya terdiri dari yang tidak dapat dimodifikasi, seperti jenis kelamin dan riwayat keluarga, serta yang dapat dimodifikasi, meliputi obesitas, kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, dan rendahnya konsumsi sayur serta buah. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Jatinegara tahun 2024. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan data sekunder dari Sistem Informasi Penyakit Tidak Menular (SIPTM) melalui accidental sampling. Populasi penelitian adalah seluruh penduduk usia produktif (15–64 tahun) yang tercatat pada aplikasi SIPTM tahun 2024 sebanyak 20.456 orang. Sampel sebanyak 20.317 responden dianalisis menggunakan univariat, bivariat dengan uji Chi Square, serta multivariat dengan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi hipertensi sebesar 61,5%. Analisis bivariat memperlihatkan hipertensi lebih tinggi pada obesitas (63,3%), perokok (63,6%), kurang aktivitas fisik (79,8%), konsumsi sayur-buah rendah (79,6%), laki-laki (63,8%), dan riwayat keluarga (79,1%) (p<0,001). Analisis multivariat menemukan faktor dominan adalah kurang aktivitas fisik dengan OR=5,807 (95% CI: 5,457–6,18).
Hubungan Pengetahuan Sikap Dan Dukungan Suami Dengan Pemilihan MKJP Pada WUS Rahmawani, Rahmawani; Musniati, Nia
JURNAL PENDIDIKAN KESEHATAN Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Kesehatan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pekanbaru Medical Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64931/jks.v5i2.165

Abstract

Prevalensi Metode Kontrasepsi Jangka Panjang di Indonesia yaitu implan (10,5%), IUD (8,9%), MOW (4,1%), dan MOP (0,2%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap dan dukungan suami dengan pemilihan MKJP pada WUS di wilayah kerja Puskesmas Pondok Kacang Timur tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian terdiri dari 23.078 WUS, sedangkan jumlah sampel sebanyak 130 responden yang dipilih dengan menggunakan teknik Purposive sampling. Kriteria inklusi yaitu wanita usia subur, sudah memiliki anak, dan akseptor KB. Data primer diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data yang dilakukan yaitu analisis univariat, bivariat dengan chi square dan multivariat dengan uji logistik berganda. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden memilih metode kontrasepsi non MKJP (68,5%), pengetahuan kurang baik (66,2%), sikap positif (53,1%), dan mendapat dukungan suami (63,8%). Hasil analisis bivariat didapatkan adanya hubungan yang signifikan antara variabel pengetahuan (p=0,025), sikap (p=0,000), serta dukungan suami (p=0,037) dengan pemilihan MKJP. Hasil analisis multivariat menunjukkan variabel sikap merupakan variabel yang paling dominan dalam pemilihan MKJP dengan OR terbesar 5,402. Diperlukan upaya peningkatan pengetahuan, sikap dan dukungan suami melalui penyuluhan oleh tenaga kesehatan agar akseptor KB lebih memahami manfaat serta efektivitas dari MKJP
DETERMINAN FREKUENSI KONSUMSI MINUMAN BERPEMANIS DALAM KEMASAN DI SMAIT MAHAD RAHMANIYAH AL ISLAMY musniati, nia; Zahrani, Aisyah
Jurnal Kesehatan Madani Medika Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/jmm.v16i2.551

Abstract

Consumption of sugar-sweetened beverages (SSBs) among adolescents has shown an increasing trend. Excessive intake of SSBs can increase the risk of non-communicable diseases (NCDs). This study aimed to analyze the factors associated with the frequency of SSB consumption among students at SMAIT Mahad Rahmaniyah Al Islamy, Bogor Regency, West Java, in 2025. A cross-sectional study design was employed using primary data collected through questionnaires distributed to students. The sampling technique applied was total sampling, involving 115 respondents. Data were collected using a validated and reliable questionnaire. Data analysis consisted of univariate analysis, bivariate analysis using the Chi-square test, and multivariate analysis using multiple logistic regression. The results showed that taste preference, pocket money, accessibility, peer influence, and parental control were significantly associated with the frequency of SSB consumption (p < 0.05). The factor most strongly associated with consumption frequency was pocket money. In conclusion, the determinants of SSB consumption frequency among adolescents include taste preference, pocket money, accessibility, peer influence, and parental control. Interventions are needed to promote healthy beverage preferences and enhance social control over SSB consumption among adolescents.