Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Dinamika Adaptasi Karier Bagi Usia Di Generasi Z Dengan Kondisi Fatherless Di Kota Denpasar Dewi, Gst. Ag. Indah Manik Cantika; Widarnandana, I Gde Dhika; Hardika, I Rai
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 2 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i2.3150

Abstract

Gen Z adalah individu yang lahir dalam rentang tahun 1997 hingga 2012. Karakteristik Generasi Z dalam berkarier yang cenderung memiliki keinginan berpindah-pindah, kurang berkomitmen, fleksibel, dan kurang mampu bekerja di bawah tekanan dalam mengambil pekerjaan. Maka dari itu dalam bekerja perlu adaptabilitas karier. Adaptabilitas karier adalah kesiapan individu dalam menghadapi suatu tantangan yang dapat dan tidak dapat diprediksi guna beradaptasi pada segala perubahan lingkungan yang memengaruhi pekerjaan. Namun dalam perjalanan kariernya individu tidak dapat disama ratakan, faktor keluarga menjadi slah satu penentu keberhasilan anak dalam berkarier. Indonesia menjadi negara dengan tingkat fatherless tertinggi ketiga di dunia. Fatherless merupakan kondisi di mana terdapat ketidakhadiran sosok seorang ayah secara emosi, fisik, dan psikologis pada anaknya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Dengan menggunakan purposive sampling sebagai cara menentukan subjek penelitian dengan kriteria sudah bekerja, generasi Z, mengalami fatherless, dan tinggal di Kota Denpasar. Pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik wawancara semi terstruktur dan observasi. Subjek penelitian berjumlah lima orang. Hasil dari penelitian ini menujukan bahwa kelima subjek memiliki kepedulian, pengendalian, keingintahuan, dan keyakinan karier yang tinggi. Walaupun termasuk dalam golongan generasi Z yang kurang berkomitmen dan tidak memiliki figur ayah sebagai role model dalam bekerja kelimanya memiliki cita-cita, motivasi, dan keyakinan yang kuat dalam berkarier.
Kepribadian Introvert dan Gejala Kecemasan Sosial pada Mahasiswa Psikologi di Bali Diptania, Anak Agung Made; Hardika, I Rai; Retnoningtias, Diah Widiawati
Journal of Psychological Science and Profession Vol 8, No 3 (2024): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v3i8.57766

Abstract

Mahasiswa psikologi cenderung mengalami tingkat kecemasan yang banyak karena tuntutan perkuliahan yang melibatkan interaksi langsung dan komunikasi aktif dengan beragam individu. Ketika mahasiswa mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain, itu merupakan bentuk dari gejala kecemasan sosial. Salah satu penyebab internal dari kecemasan adalah faktor kepribadian. Tipe kepribadian yang berpengaruh terhadap kecemasan adalah kepribadian introvert. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepribadian introvert dengan gejala kecemasan sosial pada mahasiswa psikologi di Bali. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif korelasional. Penelitian ini melibatkan 273 mahasiswa psikologi di Bali. Alat ukur yang digunakan adalah skala gejala kecemasan sosial dan skala kepribadian introvert yang disusun berdasarkan aspek kepribadian introvert. Analisis data yang digunakan yakni uji korelasi Pearson dengan hasil nilai koefisien korelasi sebesar .364 dengan nilai p < .001. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara kepribadian introvert dengan gejala kecemasan sosial pada mahasiswa psikologi di Bali. Penelitian ini menyimpulkan bahwa makin tinggi kepribadian introvert, maka makin tinggi pula gejala kecemasan sosial pada mahasiswa psikologi di Bali, dan begitupun sebaliknya.
Eksplorasi Dukungan Sosial Keluarga Asal yang Diterima Oleh Perempuan Bali yang Nyerod Dewi, Anak Agung Cintya Laksmi; Ayuningtias, Agnes Utari Hanum; Hardika, I Rai
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i3.3528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dukungan sosial keluarga asal yang diterima oleh perempuan Bali yang nyerod, bagaimana bentuk dukunganya dan apa dampaknya. Pendekatan dalam penelitian ini adalah fenomenologi dengan subjek perempuan Bali yang menikah Nyerod dalam rentang usia 25 – 35 tahun. Metode pengambilan data yang dilakukan adalah dengan wawancara subjek dan informan. Bentuk analisa yang digunakan adalah dengan pengkategorian data, pengelompokan sesuai tema dan membuat narasi dari hasik yang di dapat. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah bentuk dukungan yang diberikan oleh keluarga sekitar perempuan Bali tersebut dengan diberikannya dorongan dan juga nasihat sehingga perempuan Bali yang nyerod tersebut berani mengambil keputusan dan rela meninggalkan kastanya dan dampak setelah menikah tersebut hanya berdampak pada psikologis perempuan Bali. Pasalnya perempuan Bali tersebut merasa sedih ketika nyerod dan harus rela menerima keadaan yang tidak seperti dahulu sebelum nyerod, namun setelah subjek menerima keadaan yang sudah ia alami lalu mendapatkan dukungan dari keluarga yang membuat perempuan Bali tersebut mendaptakan jalan untuk mengambil keputusan menikah dengan laki – laki yang ia pilih untuk menjadi pendamping hidupnya.
The Psychological Dynamics of Balinese Women as the Status of Wives Who Do Not Have Sons in Balinese Ethnic Hindu Marriages Paramita, I Gusti Agung Ayu Istri Sripradnya; Dewi, Ni Nyoman Ari Indra; Hardika, I Rai
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i3.3531

Abstract

The patrilineal system that the Indonesian people are interpreted that the structure of the kinship is based on the offline. Men's position also holds the right in the heirs. For the Bali Hindu family who has no boys raises concerns if there is no successor in the family to continue the duties and obligations of parents in the family and customs. So, bring up a psychological conflict in a wife who does not have a boy in his marriage. This study aimed to describe and explore the psychological dynamics experienced by a wife who has no boys at Balinese wine ethnic wedding. The method used in this research is qualitative method with case study approach. Data collection techniques utilized interviews, observation, and documentation performed towards Balinese women with the marriage status. This research focused on aspects of psychological dynamics including cognitive, affective, and associated. The results of the study showed that the occurrence of psychological changes in the wife who has no boy is from internal and external pressure or environment with cultural attribution and customs that are enacted by the people of Bali related to patrilineal kinship. The presence of self-awareness and acceptance, as well as the contribution of social support received by a wife who has no boy drafting on a positive psychological dynamic in cognitive, affective, and celibate cases can work properly.
SKMR GKPB PHILADELPHIA: PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS ANAK DAN REMAJA SERTA PENINGKATAN KOMPETENSI MENGAJAR GURU Hartika, Listiyani Dewi; Kirana, Cokorda Tesya; Hardika, I Rai
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol. 7 (2024): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembinaan terhadap anak dan remaja melalui kegiatan-kegiatan di sekolah minggu tidak hanya bertujuan untuk membangun iman sejak dini, namun juga membentuk karakter-karakter yang sesuai dengan ajaran Kristiani. Dalam usia yang berbeda-beda, anak hingga remaja memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda pula. Perbedaan ini perlu mendapat perhatian khusus agar para guru mengetahui cara untuk menangani anak dengan usia tertentu dan menggunakan metode yang lebih tepat sasaran sesuai tahapan perkembangannya. Program pendampingan, psikoedukasi, dan peningkatan kompetensi guru dilaksanakan dengan menggunakan metode metode ceramah, workshop, konseling, dan test/evaluasi. Adapun hasil yang diperoleh melalui program yang diberikan adalah tingkat kesejahteraan psikologi remaja jemaat Gereja Philadelphia Legian meningkat. Hal ini secara tidak langsung dipengaruhi oleh adanya program psikoedukasi yang diberikan sehingga mereka lebih memahami perlunya mengetahui dan menyadari kondisi kesehatan mental mereka saat ini. Kesadaran ini membuat mereka bersedia untuk bercerita dan menjalani sesi konseling pada program pendampingan yang diberikan. Selain itu untuk para guru, pengetahuan mengenai pertumbuhan dan perkembangan manusia sangat penting untuk mereka bisa memahami bahwa setiap fase memiliki karakteristik dna tugas perkembangannya masing-masing, yang diterjemahkan melalui metode ajar, pemilihan materi ajar, serta manajemen kelas dalam pelaksanaan sekolah minggu di Gereja Philadelphia Legian.
Kemampuan Self Compassion memprediksi Quarter Life Crisis pada Individu Dewasa Awal Ayu Prabasari Dharmajayanti; I Rai Hardika; Agnes Utari Hanum Ayuningtias
Sci-tech Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Sci-Tech Journal (STJ) In Press
Publisher : MES Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56709/stj.v4i1.706

Abstract

This study aims to look at the role of self-compassion in predicting the occurrence of a quarter-century crisis in Early Adults. This research refers to the ability of self-compassion in helping individuals develop a willingness to rise and grow over the discomfort experienced. The sample of this study was 348 people obtained by the quota sampling technique, whose characteristics were Early Adult Individuals domiciled in Bali and aged 20-39 years. This study has two instruments: the self-compassion scale and the quarter-life crisis scale. All scales have proven reliable and valid based on the CFA test. Based on the results of a simple regression test, it was found that Self-compassion can predict the occurrence of a quarter-life crisis with a significance value of 0.00 and a percentage of 63.5%. The results of this study also illustrate that self-compassion and quarter-life crises grow significantly as a result of the internal motivation of the individual rather than the impulse from outside the individual self.
Dinamika Psikologis Perempuan Bali Dengan Status Istri yang Tidak Memiliki Anak Laki-Laki Pada Pernikahan Hindu Etnis Bali Paramita, I Gusti Agung Ayu Istri Sripradnya; Dewi, Ni Nyoman Ari Indra; Hardika, I Rai
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 5.B (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The patrilineal system that the Indonesian people are interpreted that the structure of the kinship is based on the offline. Men's position also holds the right in the heirs. For the Bali Hindu family who has no boys raises concerns if there is no successor in the family to continue the duties and obligations of parents in the family and customs. So bring up a psychological conflict in a wife who does not have a boy in his marriage. This study aims to describe and explore the psychological dynamics experienced by a wife who has no boys at Balinese wine ethnic wedding. The method used in this research is qualitative method with case study approach. Data collection techniques using interviews, observation, and documentation performed against Balinese women with the status of the wife. This research focuses on aspects of psychological dynamics including cognitive, affective, and associated associated. The results of the study show that the occurrence of psychological changes in the wife who has no boy is from internal and external pressure or environment with cultural attribution and customs that are enacted by the people of Bali related to patrilineal kinship. The presence of self-awareness a.nd acceptance, as well as the contribution of social support received by a wife who has no boy drafting on a positive psychological dynamics in cognitive, affective, and calibatan cases can work properly.
Gambaran Coping stress Berbasis Humor Yang Digali Dari Sisi Sense of humor Pada Guru-Guru Pendidik Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Sekolah Insan Mandiri Homeschooling Pradnyasiwi, Made Indah; Hardika, I Rai; Dewi, Ni Nyoman Ari Indra
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 5.B (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to find a picture of coping stress using humor that is explored in terms of the sense of humor in teachers of educators of children with special needs at Insan Mandiri Homeschooling schools. The research method used is qualitative method with case study approach. Data collection techniques use interviews, observations and documentation conducted on teachers teaching children with special needs. This study focuses on aspects of sense of humor consisting of humor production, coping with humor, humor appreciation and attitudes toward humor. The result of this study is that from teachers of educators of children with special needs who cope with stress with humor because the sense of humor that is owned is also supportive. Starting from being able to create humor well when experiencing stress, being able to manage humor as a way to reduce stress, appreciation of humor given also has a good impact on the success of coping strees and attitudes towards humor that are expressed by giving a feeling of pleasure to humor even though they experience stress pressure.
Gambaran Kesejahteraan Psikologis Pada Dewasa Madya Melalui Praktik Spiritual Meditasi Berjapa Dalam Konsep Ajaran Siwa Tattwa Di Bali Femyko, Ni Putu Femyko Amanda Pratiwi; Ni Nyoman Ari Indra Dewi; I Rai Hardika
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2025): October : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v3i3.645

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran kesejahteraan psikologis pada dewasa madya melalui praktik meditasi berjapa dalam konsep ajaran siwa tattwa di Bali, dan faktor – faktor apa sajakah yang menyebabkan kesejahteraan psikologis pada dewasa madya yang melaksanakan praktik spiritual meditasi berjapa terwujud. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif studi fenomenologi dengan kriteria subjek usia dewasa madya (40 – 60 Tahun) yang rutin melaksanakan meditasi berjapa. Metode pengambilan data yang dilakukan adalah dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi pada Subjek dan Informan. Analisa yang digunakan adalah reduksi data, interpretasi data, pengkategorian data, pengelompokan sesuai tema, dan membuat narasi dari hasil yang didapat. Hasil penelitian ini menunjukkan gambaran kesejahteraan psikologis pada dewasa madya seperti penerimaan diri, pertumbuhan diri, penguasaan lingkungan, tujuan hidup, kemandirian, dan hubungan positif dengan orang lain. Faktor – faktor penyebab kesejahteraan psikologis terwujud pada dewasa madya dalam penelitian ini adalah didasari oleh praktik spiritual meditasi berjapa yang dilakukan secara konsisten, pengalaman spiritual atau pembuktian yang diperoleh, kesadaran diri, dan kepuasan hidup. Dewasa Madya, Kesejahteraan Psikologis, Meditasi Berjapa, Spiritualitas
THE EXTROVERT-INTROVERT PERSONALITY AND THEIR SECOND LANGUAGE ACQUISITION Ni Made Diana Erfiani; Yohanes Octovianus Lesu Awololon; I Rai Hardika
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 8 No 2 (2024): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA) 
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v8i2.4706

Abstract

Studying language requires more than a purely linguistic approach; it also necessitates examining the mental processes involved, which falls under the psychology domain. By addressing the question why some individual succeed in learning a second language while others fail, this study aimed at investigating how the extrovert-introvert personality acquired English as a second language. This study employed a descriptive qualitative approach through observations of the daily activities of six respondents at the Green Lion Bali Foundation and utilizeed a questionnaire to determine the respondents’ personality types. Interviews with colleagues were also used as a method of data triangulation for the research. The result of this study revealed that the influence of personality traits on English language acquisition, revealing different acquisition patterns. Extroverts, with their tendency toward openness, exhibit a more spontaneous language acquisition style. In contrast, introverts, who tended to be more reserved, display a more disciplined and structured language acquisition pattern, although they tended to communicate more slowly. Therefore individual’s tendency toward a dominant extroverted or introverted personality can significantly contribute to the creative learning process in English language acquisition.