Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Eksplorasi Dukungan Sosial Keluarga Asal yang Diterima Oleh Perempuan Bali yang Nyerod Dewi, Anak Agung Cintya Laksmi; Ayuningtias, Agnes Utari Hanum; Hardika, I Rai
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i3.3528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dukungan sosial keluarga asal yang diterima oleh perempuan Bali yang nyerod, bagaimana bentuk dukunganya dan apa dampaknya. Pendekatan dalam penelitian ini adalah fenomenologi dengan subjek perempuan Bali yang menikah Nyerod dalam rentang usia 25 – 35 tahun. Metode pengambilan data yang dilakukan adalah dengan wawancara subjek dan informan. Bentuk analisa yang digunakan adalah dengan pengkategorian data, pengelompokan sesuai tema dan membuat narasi dari hasik yang di dapat. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah bentuk dukungan yang diberikan oleh keluarga sekitar perempuan Bali tersebut dengan diberikannya dorongan dan juga nasihat sehingga perempuan Bali yang nyerod tersebut berani mengambil keputusan dan rela meninggalkan kastanya dan dampak setelah menikah tersebut hanya berdampak pada psikologis perempuan Bali. Pasalnya perempuan Bali tersebut merasa sedih ketika nyerod dan harus rela menerima keadaan yang tidak seperti dahulu sebelum nyerod, namun setelah subjek menerima keadaan yang sudah ia alami lalu mendapatkan dukungan dari keluarga yang membuat perempuan Bali tersebut mendaptakan jalan untuk mengambil keputusan menikah dengan laki – laki yang ia pilih untuk menjadi pendamping hidupnya.
SKMR GKPB PHILADELPHIA: PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS ANAK DAN REMAJA SERTA PENINGKATAN KOMPETENSI MENGAJAR GURU Hartika, Listiyani Dewi; Kirana, Cokorda Tesya; Hardika, I Rai
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol. 7 (2024): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembinaan terhadap anak dan remaja melalui kegiatan-kegiatan di sekolah minggu tidak hanya bertujuan untuk membangun iman sejak dini, namun juga membentuk karakter-karakter yang sesuai dengan ajaran Kristiani. Dalam usia yang berbeda-beda, anak hingga remaja memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda pula. Perbedaan ini perlu mendapat perhatian khusus agar para guru mengetahui cara untuk menangani anak dengan usia tertentu dan menggunakan metode yang lebih tepat sasaran sesuai tahapan perkembangannya. Program pendampingan, psikoedukasi, dan peningkatan kompetensi guru dilaksanakan dengan menggunakan metode metode ceramah, workshop, konseling, dan test/evaluasi. Adapun hasil yang diperoleh melalui program yang diberikan adalah tingkat kesejahteraan psikologi remaja jemaat Gereja Philadelphia Legian meningkat. Hal ini secara tidak langsung dipengaruhi oleh adanya program psikoedukasi yang diberikan sehingga mereka lebih memahami perlunya mengetahui dan menyadari kondisi kesehatan mental mereka saat ini. Kesadaran ini membuat mereka bersedia untuk bercerita dan menjalani sesi konseling pada program pendampingan yang diberikan. Selain itu untuk para guru, pengetahuan mengenai pertumbuhan dan perkembangan manusia sangat penting untuk mereka bisa memahami bahwa setiap fase memiliki karakteristik dna tugas perkembangannya masing-masing, yang diterjemahkan melalui metode ajar, pemilihan materi ajar, serta manajemen kelas dalam pelaksanaan sekolah minggu di Gereja Philadelphia Legian.
Kemampuan Self Compassion memprediksi Quarter Life Crisis pada Individu Dewasa Awal Ayu Prabasari Dharmajayanti; I Rai Hardika; Agnes Utari Hanum Ayuningtias
Sci-tech Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Sci-Tech Journal (STJ) In Press
Publisher : MES Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56709/stj.v4i1.706

Abstract

This study aims to look at the role of self-compassion in predicting the occurrence of a quarter-century crisis in Early Adults. This research refers to the ability of self-compassion in helping individuals develop a willingness to rise and grow over the discomfort experienced. The sample of this study was 348 people obtained by the quota sampling technique, whose characteristics were Early Adult Individuals domiciled in Bali and aged 20-39 years. This study has two instruments: the self-compassion scale and the quarter-life crisis scale. All scales have proven reliable and valid based on the CFA test. Based on the results of a simple regression test, it was found that Self-compassion can predict the occurrence of a quarter-life crisis with a significance value of 0.00 and a percentage of 63.5%. The results of this study also illustrate that self-compassion and quarter-life crises grow significantly as a result of the internal motivation of the individual rather than the impulse from outside the individual self.
Dinamika Psikologis Perempuan Bali Dengan Status Istri yang Tidak Memiliki Anak Laki-Laki Pada Pernikahan Hindu Etnis Bali Paramita, I Gusti Agung Ayu Istri Sripradnya; Dewi, Ni Nyoman Ari Indra; Hardika, I Rai
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 5.B (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The patrilineal system that the Indonesian people are interpreted that the structure of the kinship is based on the offline. Men's position also holds the right in the heirs. For the Bali Hindu family who has no boys raises concerns if there is no successor in the family to continue the duties and obligations of parents in the family and customs. So bring up a psychological conflict in a wife who does not have a boy in his marriage. This study aims to describe and explore the psychological dynamics experienced by a wife who has no boys at Balinese wine ethnic wedding. The method used in this research is qualitative method with case study approach. Data collection techniques using interviews, observation, and documentation performed against Balinese women with the status of the wife. This research focuses on aspects of psychological dynamics including cognitive, affective, and associated associated. The results of the study show that the occurrence of psychological changes in the wife who has no boy is from internal and external pressure or environment with cultural attribution and customs that are enacted by the people of Bali related to patrilineal kinship. The presence of self-awareness a.nd acceptance, as well as the contribution of social support received by a wife who has no boy drafting on a positive psychological dynamics in cognitive, affective, and calibatan cases can work properly.
Gambaran Coping stress Berbasis Humor Yang Digali Dari Sisi Sense of humor Pada Guru-Guru Pendidik Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Sekolah Insan Mandiri Homeschooling Pradnyasiwi, Made Indah; Hardika, I Rai; Dewi, Ni Nyoman Ari Indra
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 5.B (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to find a picture of coping stress using humor that is explored in terms of the sense of humor in teachers of educators of children with special needs at Insan Mandiri Homeschooling schools. The research method used is qualitative method with case study approach. Data collection techniques use interviews, observations and documentation conducted on teachers teaching children with special needs. This study focuses on aspects of sense of humor consisting of humor production, coping with humor, humor appreciation and attitudes toward humor. The result of this study is that from teachers of educators of children with special needs who cope with stress with humor because the sense of humor that is owned is also supportive. Starting from being able to create humor well when experiencing stress, being able to manage humor as a way to reduce stress, appreciation of humor given also has a good impact on the success of coping strees and attitudes towards humor that are expressed by giving a feeling of pleasure to humor even though they experience stress pressure.
Gambaran Kesejahteraan Psikologis Pada Dewasa Madya Melalui Praktik Spiritual Meditasi Berjapa Dalam Konsep Ajaran Siwa Tattwa Di Bali Femyko, Ni Putu Femyko Amanda Pratiwi; Ni Nyoman Ari Indra Dewi; I Rai Hardika
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2025): October : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v3i3.645

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran kesejahteraan psikologis pada dewasa madya melalui praktik meditasi berjapa dalam konsep ajaran siwa tattwa di Bali, dan faktor – faktor apa sajakah yang menyebabkan kesejahteraan psikologis pada dewasa madya yang melaksanakan praktik spiritual meditasi berjapa terwujud. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif studi fenomenologi dengan kriteria subjek usia dewasa madya (40 – 60 Tahun) yang rutin melaksanakan meditasi berjapa. Metode pengambilan data yang dilakukan adalah dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi pada Subjek dan Informan. Analisa yang digunakan adalah reduksi data, interpretasi data, pengkategorian data, pengelompokan sesuai tema, dan membuat narasi dari hasil yang didapat. Hasil penelitian ini menunjukkan gambaran kesejahteraan psikologis pada dewasa madya seperti penerimaan diri, pertumbuhan diri, penguasaan lingkungan, tujuan hidup, kemandirian, dan hubungan positif dengan orang lain. Faktor – faktor penyebab kesejahteraan psikologis terwujud pada dewasa madya dalam penelitian ini adalah didasari oleh praktik spiritual meditasi berjapa yang dilakukan secara konsisten, pengalaman spiritual atau pembuktian yang diperoleh, kesadaran diri, dan kepuasan hidup. Dewasa Madya, Kesejahteraan Psikologis, Meditasi Berjapa, Spiritualitas
THE EXTROVERT-INTROVERT PERSONALITY AND THEIR SECOND LANGUAGE ACQUISITION Ni Made Diana Erfiani; Yohanes Octovianus Lesu Awololon; I Rai Hardika
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 8 No 2 (2024): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA) 
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v8i2.4706

Abstract

Studying language requires more than a purely linguistic approach; it also necessitates examining the mental processes involved, which falls under the psychology domain. By addressing the question why some individual succeed in learning a second language while others fail, this study aimed at investigating how the extrovert-introvert personality acquired English as a second language. This study employed a descriptive qualitative approach through observations of the daily activities of six respondents at the Green Lion Bali Foundation and utilizeed a questionnaire to determine the respondents’ personality types. Interviews with colleagues were also used as a method of data triangulation for the research. The result of this study revealed that the influence of personality traits on English language acquisition, revealing different acquisition patterns. Extroverts, with their tendency toward openness, exhibit a more spontaneous language acquisition style. In contrast, introverts, who tended to be more reserved, display a more disciplined and structured language acquisition pattern, although they tended to communicate more slowly. Therefore individual’s tendency toward a dominant extroverted or introverted personality can significantly contribute to the creative learning process in English language acquisition.
Hubungan antara Pet Attachment dengan Psychological Well-Being pada Masyarakat Bali yang Memelihara Hewan Anjing Hambarsika, I Gusti Ayu Made Evania; Ayuningtias, Agnes Utari Hanum; Hardika, I Rai
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 2 No. 1 (2023): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v2i1.2482

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pet attachment dengan psychological well-being masyarakat Bali yang memiliki hewan peliharaan anjing. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif, alat ukur pet attachment dan psychological well-being diukur dengan skala Lexington Attachment to Pets Scale dan Six- Dimensional Psychological Well-being Scale yang sudah diadaptasi ke Bahasa Indonesia. Sampel penelitian berjumlah 349 orang masyarakat Bali yang memeliharan hewan peliharaan anjing, berusia 18-40 tahun dan beragama Hindu. Hasil analisa korelasi menujukan bahwa pet attachment berkorelasi secara positif terhadap psychological well-being (sig= 0.00 < 0.05) dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.799. Meningkatnya pet attachment seperti peningkatan terhadap kualitas hidup, gaya hidup yang sehat dan sumber kenyamanan maka akan ada peningkatan juga terhadap psychologocal well-being pemilik hewan peliharaan anjing.
Dinamika Meaning of Life pada Remaja Bali yang Orang Tuanya Bercerai Dewi, G. A. A Wulan Prameswari; Dewi, Ni Nyoman Ari Indra; Hardika, I Rai
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 2 No. 3 (2023): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v2i3.2702

Abstract

Perceraian di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya. Dampak dari perceraian tidak hanya orang tua, melainkan juga pada usia remaja khususnya pada remaja Bali. Umumnya Budaya Bali memiliki sistem patrilineal dan patriarki yang dapat memengaruhi kondisi psikologis remaja Bali yang orang tuanya bercerai. Selain itu, dampak yang dirasakan remaja dapat kehilangan makna hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika meaning of life pada remaja Bali yang orang tuanya bercerai. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kriteria penelitian ini adalah remaja perempuan atau laki-laki Bali dengan rentang usia 15-20 tahun yang orang tuanya telah bercerai selama 1-10 tahun. Teknik yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumen. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari ketiga narasumber memiliki makna hidupnya setelah orang tuanya bercerai. Hal ini karena terpenuhinya aspek-aspek dan faktor-faktor dari meaning of life. Ketiga narasumber memiliki aspek yaitu makna hidup, kebebasan berkehendak, pikiran bunuh diri dan sikap terhadap kematian. Pada aspek kepuasan hidup dan kepantasan hidup belum terpenuhi dengan baik oleh narasumber. Selanjutnya pada faktor meaning of life dapat terpenuhi dengan baik, yaitu pemahaman diri, perubahan sikap, kegiatan terarah dan dukungan sosial.
Gambaran Kemandirian Activity of Daily Living Pada Anak Tunagrahita Ringan Ditinjau dari Pola Asuh Orang Tua Sari, Ni Putu Mira Kartika; Hardika, I Rai; Dewi, Ni Nyoman Ari Indra
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 1 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i1.2953

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggambarkan mengenai kemandirian activity of daily living tunagrahita ringan ditinjau dari pola asuh orang tua. Metode dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap orang tua penyandang tunagrahita ringan di Insan Mandiri Homeschooling. Penelitian ini berfokus pada bidang kemandirian activity of daily living anak tunagrahita seperti bidang penampilan diri dan sikap untuk mengembangkan kepribadian yang wajar, bidang makan dan minum, bidang kesehatan lingkungan, bidang tugas-tugas sederhana di rumah, bidang keuangan, bidang pemeliharaan anak kecil, dan bidang pertolongan pertama pada kecelakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat persamaan dan perbedaan kemampuan kemandirian dari masing-masing subjek ditinjau dari pola asuh orang tua. Dilihat dari bidang kemandirian activity of daily living anak tunagrahita ringan, bentuk kemandirian activity of daily living anak tunagrahita ringan yang mengalami pola asuh demokratis lebih lebih memenuhi deskripsi kemandirian, dibandingkan dengan anak tunagrahita ringan dengan pola asuh permisif dan otoriter.