Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Gadingrejo Timur Melalui Edukasi dan Inovasi Herbal Diabetes Fauziyya, Riri; Nabila, Novrilia Atika; Windari, Nurul Irna; Rooswita, Putri Amelia; Rahayyu, Annisa Maulidia; Moerbi, Thania Raya Tri; Harum, Zu’ami Sekar; Nabila, Keisya; Nursyahfira, Azra Azreena; Jasmine, Kaylla Rasikha; Putri, Kais Kaila Ladeva
JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/adc.v4i2.1534

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dikelola dengan baik. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Pringsewu tahun 2024, Pekon Gadingrejo Timur menempati peringkat kedua kasus DM setelah Kecamatan Pringsewu dengan 982 penduduk terdiagnosis. Kondisi ini disebabkan oleh pola hidup tidak sehat, rendahnya kesadaran untuk pemeriksaan gula darah secara rutin, serta kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pengendalian DM. Oleh karena itu, diperlukan upaya intervensi berbasis edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan masyarakat dalam mencegah DM melalui edukasi kesehatan dan demonstrasi pembuatan produk herbal “Teh Cinta” berbahan kayu manis, jahe, pandan, dan pegagan. Program dilaksanakan di Balai Pekon Gadingrejo Timur, Kabupaten Pringsewu, pada 5 Agustus 2025 dengan peserta sebanyak 31 orang. Metode yang digunakan meliputi pemeriksaan kesehatan (cek gula darah dan tekanan darah), penyuluhan mengenai pengertian DM, faktor risiko, komplikasi, serta pencegahannya, dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan produk herbal. Efektivitas kegiatan diukur menggunakan pre-test dan post-test yang dianalisis melalui uji paired t-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta (p-value 0,003), disertai antusiasme tinggi dalam praktik pembuatan produk herbal. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi langkah awal dalam menciptakan masyarakat tangguh tanpa diabetes melalui pendekatan edukasi dan pemanfaatan bahan alam yang sederhana dan berkelanjutan.
Uji Aktivitas Hepatoprotektor Tablet Curcuma® terhadap Kadar SGPT dan SGOT pada Tikus yang Diinduksi Isoniazid Simanullang, Gayatri; Nabila, Novrilia Atika; Rahayyu, Annisa Maulidia; Wardani, Intan Kusuma; Hammami, Akmal
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.848

Abstract

Isoniazid (INH) merupakan obat anti tuberkulosis yang penggunaannya dapat menimbulkan efek samping berupa hepatotoksisitas. Kondisi ini dapat dipantau melalui peningkatan kadar enzim hati, yaitu serum glutamic pyruvic transaminase (SGPT) dan serum glutamic oxaloacetic transaminase (SGOT). Oleh karena itu, diperlukan suatu agen pelindung untuk meminimalisir efek samping hepatotoksik yang ditimbulkan. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dikenal memiliki aktivitas hepatoprotektor yang berpotensi melindungi hati dari kerusakan. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sediaan tablet Curcuma® terhadap kadar SGPT dan SGOT pada tikus putih jantan yang diinduksi INH, serta menganalisis korelasi antara dosis Curcuma® dengan penurunan kadar kedua enzim hati tersebut. Metode pada penelitian ini yaitu menggunakan hewan uji berupa tikus putih jantan yang dibagi menjadi tiga kelompok dengan pemberian dosis INH yang sama: kelompok 1 diberikan INH 5,4 mg/kgBB, kelompok 2 curcuma® 0,36 mg/kgBB + INH, dan kelompok 3 curcuma® 0,72 mg/kgBB + INH. Perlakuan diberikan selama 14 hari secara oral untuk diukur kadar SGPT dan SGOT, rasio berat hati, serta pengamatan makroskopis hati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian curcuma® memberikan efek yang berbeda pada kelompok 2 dan 3. Pada kelompok 3, kadar SGPT dan SGOT mengalami penurunan. Sedangkan, pada kelompok 2 hanya kadar SGPT yang menurun, untuk kadar SGOT mengalami peningkatan. Meskipun demikian, perbedaan penurunan kadar SGPT dan SGOT antara kedua kelompok tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik (p > 0,05). Rasio hati pada kelompok 1 (3,16%), kelompok 2 (2,83%), dan kelompok 3 (2,71%). Rasio hati pada kelompok 3 menunjukkan persentase yang lebih rendah dibandingkan kelompok perlakuan lainnya. Secara makroskopis, hati pada kelompok 3 memiliki warna segar, licin, dan kenyal, mendekati kondisi hati normal. Pemberian sediaan tablet curcuma® mampu melindungi hati dari kerusakan karena memiliki potensi sebagai hepatoprotektor terhadap tikus putih jantan yang diinduksi isoniazid.