Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

EDUKASI DAN PENERAPAN POLA HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) BERBASIS SAINS DI LINGKUNGAN YAYASAN PONPES ASH-SAMADI NWDI TANAK MAIK Fena Prayunisa; Alpi Zaidah; Ermila Mahariyanti; Irwansah Irwansah; Usman Usman; Hendri Hendri; Windi Efendy; Jufrihadi Jufrihadi; Karin Nitiasari; Fely Yuliantari
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 4 No. 4 (2025): Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/devote.v4i4.4931

Abstract

This community service activity aims to improve awareness, knowledge, and practices of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) within the Ash-Samadi NWDI Islamic Boarding School Foundation through a science-based approach. The program was motivated by the low level of hygiene behavior among students (santri) due to limited facilities and a lack of scientific understanding of the importance of cleanliness. The implementation method used an action-oriented community intervention model consisting of preparation, education, implementation, mentoring, and evaluation stages. Education was carried out through interactive training, simple scientific demonstrations, and hands-on practices such as the construction of handwashing stations, waste sorting bins, and organic composters. Data were collected through observation, in-depth interviews, and focus group discussions (FGD). The results showed a significant improvement in students’ awareness and behavior regarding personal and environmental hygiene. The students gained scientific understanding of the relationship between cleanliness and health, and an environmentally conscious student group was formed to ensure program sustainability. Thus, this activity demonstrates that a science-based approach in PHBS education is effective in shaping healthy living behaviors and can serve as a model for similar implementations in other Islamic educational institutions.
Development of Interactive E-Modules Based on Problem-Based Learning (PBL) to Improve Students’ Problem-Solving Skills in Biotechnology Materials Ermila Mahariyanti; Irwansah
Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Vol. 14 No. 1: January 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-ps.v14i1.18116

Abstract

This study developed and evaluated a Problem-Based Learning (PBL)-based interactive e-module for biotechnology instruction, with a focus on improving students’ problem-solving skills. The module was designed around contextual biotechnology issues related to industry and health to support students in connecting biological concepts with real-world applications. The study employed a Research and Development approach using the 4D model (Define, Design, Develop, Disseminate). Participants consisted of 15 Grade XII science students in a small-scale trial and 30 Grade XII science students in a large-scale implementation. Feasibility results indicated that the e-module met “good” criteria based on expert and practitioner appraisal: material expert (76.67%), media expert (76.56%), biology teacher (75.00%), and peer reviewers (76.11%). Practicality results from the small-scale trial showed positive student responses, including usability (80.8%; good), display and presentation (81.0%; excellent), and material presentation (79.4%; good). Effectiveness findings showed a moderate improvement in problem-solving performance in the small-scale trial (N-gain = 0.46). In the large-scale implementation, paired-samples analysis indicated a significant difference between students’ performance before and after learning with the e-module (p = 0.029), suggesting improved outcomes following implementation. Overall, the findings support that the PBL-based interactive e-module is feasible, practical, and associated with improved student problem-solving performance in biotechnology learning.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS 5 MI NW SEMAYA Hernawati; Ermila Mahariyanti
JPIPAS (Jurnal Pendidikan IPA dan Ilmu Sains) Vol. 2 No. 2 (2025): JPIPAS (Jurnal Pendidikan IPA dan Ilmu Sains)
Publisher : Rinjani Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64088/jpipas.v2i2.35

Abstract

dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran IPA Kelas 5 MI NW Semaya. Metode Penelitian yang digunakan adalah Metode Kuantitatif, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Eksperimen, sedangkan desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre Eksperimental dengan bentuk One Group Pretest Postest Design. populasi pada penelitian ini adalah Seluruh siswa kelas 5 MI NW Semaya. sedangkan sampel yang digunakan berjumlah 20 siswa yang merupakan siswa kelas 5. Tehnik pengumpulan data yang digunakan yaitu Observasi, dan tes Hasil belajar dalam bentuk 15 soal, 10 pilihan ganda dan 5 essay. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dengan menggunakan Uji berbantuan program SPSS Statistic 28 terbaru. berdasarkan hasil penelitian terkait dengan proses pembelajaran dengan Model Project Based Learning berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas 5. Dari hasil analisis data, di peroleh nilai rata-rata posttes 75,50 lebih tinggi dari pretes 42,10 dan hasil nilai T-hitung 13,469 dan signifikannya 0,01. Dapat di simpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak sehingga ada pengaruh Model Project Based Learning terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA kelas 5 MI NW Semaya  
PENGARUH PEMBERIAN REWARD TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA PEMEBELAJARAN IPA KELAS IV SD ISLAM TERPADU SURALAGA Fitriana Aziza; Ermila Mahariyanti; Fena Prayunisa
JPIPAS (Jurnal Pendidikan IPA dan Ilmu Sains) Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan IPA dan Ilmu Sains
Publisher : Rinjani Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64088/

Abstract

Penurunan mutu pendidikan salah satunya disebabkan karena kurangnya kefokusan anak dalam mengikuti pembelajaran. Ketidakfokusan itu sendiri dapat dipicu karena kurangnya motivasi dalam belajar sehingga dapat menghambat kelancaran dalam proses belajar. Sementara motivasi merupakan suatu hal yang mutlak dalam proses belajar demi mencapai tujuan yang diinginkan. Di kelas IV SD Islam Terpadu Suralaga ditemukan bahwa masih rendahnya motivasi belajar siswa. Gejala rendahnya motivasi belajar ini terlihat dari kurangnya respon (umpan balik) antara guru dengan murid dan kurangnya perhatian siswa ketika guru menjelaskan pelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pemberian reward terhadap motivasi belajar siswa kelas IV SD Islam Terpadu Suralaga Tahun Pelajaran 2023/2024. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas IV SD Islam Terpadu Suralaga sebanyak 24 siswa sehingga dalam teknik sampling dilakukan dengan menggunakan sampel jenuh (keseluruhan populasi). Teknik pengumpulan data dalam penelituan ini yaitu dengan menggunakan angket dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan rumus Korelasi Person Product Moment. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara pemberian reward terhadap motivasi belajar siswa kelas IV SD Islam Terpadu Suralaga. Setelah dilakukan pengujian dengan menggunakan rumus korelasi person poduct moment, diperoleh harga rxy 0,462 lebih besar dari rtabel 0,404 yakni 0,462 > 0,404 dan dilihat dari pedoman interpretasi koefisien korelasi nilai rxy  0,462 berada pada interval koefisien nilai 0,40 – 0,599 dengan Tingkat hubungan yang cukup kuat, sehingga dalam penelitian ini hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis (Ho) ditolak. Berdasarkan perhitungan KD = r2 x 100% diperoleh hasilnya sebesar 21,34% yang merupakan kontribusi (sumbangan) reward berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E BERBANTUAN MODUL BERBASIS MULTIREPRESENTASI TERHADAP HIGHER ORDER THINKING PADA MATA PELAJARAN IPA BIOLOGI SISWA MTS. DARUL HAMIDIY NW IWAN Mazlina; Ermila Mahariyanti; Fena Prayunisa
JPIPAS (Jurnal Pendidikan IPA dan Ilmu Sains) Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan IPA dan Ilmu Sains
Publisher : Rinjani Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64088/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Learning Cycle 7E berbantuan Modul berbasis Multirepresentasi terhadap Higher Order Thinking Skills pada mata pelajaran IPA Biologi siswa MTs kelas VIII. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Darul Hamidiy NW Iwan pada 21 Mei sampai dengan tanggal 07 Juni 2024. Metode penelitian ini menggunakan Quasi Experiment dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling dari 50 jumlah peserta didik kelas VIII. Kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dengan 26 jumlah peserta didik dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol dengan 24 jumlah peserta didik. Pengumpulan data menggunakan instrumen pretest, posttest dan angket. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney U dengan bantuan software IBM SPSS Statistic 25. Hasil uji hipotesis terhadap hasil data posttest menggunakan uji Mann-Whitney U dengan taraf signifikan ???? = 0.05 (5%) diperoleh nilai sig. (2-tailed) hasil posttest sebesar 0,001 (sig(p).< 0.05) artinya H₀ ditolak dan H₁ diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Learning Cycle 7E berbantuan Modul berbasis Multirepresentasi terhadap Higher Order Thinking Skills pada mata pelajaran IPA biologi siswa MTs kelas VIII. Peningkatan Higher Order Thinking Skills peserta didik kelas eksperimen lebih tinggi (N-gain 0,50 berada pada kategori sedang) daripada kelas kontrol (N-gain 0,28 berada pada kategori rendah). Sebagian besar responden (peserta didik) menerima, merasa tertarik dan memahami materi sistem pernapasan manusia menggunakan model Learning Cycle 7E berbantuan modul berbasis multirepresentasi (81,09%) kategori baik
PERANAN KOOPERATIF LEARNING TIPE PICTURE AND PICTURE TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA TERPADU SISWA KELAS VIII MTS NURUL HAQ KARANG BEJELO Maria Sofia; Fena Prayunisa; Ermila Mahariyanti
JPIPAS (Jurnal Pendidikan IPA dan Ilmu Sains) Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan IPA dan Ilmu Sains
Publisher : Rinjani Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64088/

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Untuk Mengetahui Peningkatan Hasil Belajar Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Learning Tipe Picture And Picture Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Di Kelas VIII MTs Nurul Haq. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebanyak dua Siklus. Subjek dari penelitian ini yaitu siswa kelas VIII Mts Nurul Haq yang berjumlah 32 siswa, jumlah laki-laki 14 orang dan perempuan 18 serta guru kelas menjadi observer. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi aktivitas siswa dan lembar observasi aktivitas guru serta tes hasil belajar. Analisis data dilakukan dengan menggunakan data kualitatif dan data kuantitatif. Pada siklus I nilai rata-rata penilaian aktivitas Guru dalam proses pembelajaran sebesar 59,9% (Cukup) meningkat menjadi 79,6% (Baik), aktivitas siswa sebesar 54 (Cukup) meningkat menjadi 82 (Baik) pada siklus II. Hasil analisis data menunjukan adanya peningkatan aktivitas peserta didik, aktivitas guru dan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II dengan dilakukan proses pembelajaran menggunakan metode pembelajaran picture and picture. Sedangkan peningkatan hasil belajar siswa dimana pada pra siklus dengan rata-rata kelas 43,43 dengan presentase ketuntasan 18,75%, mengalami kenaikan pada siklus I dengan jumlah rata-rata kelas 69,06 dengan presentase ketuntasan 56,25%, dan pada siklus II jumlah rata- rata kelas 76,87 dengan presentase ketuntasan 84,37%. Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas menggunakan kooperatif learning tipe picture and picture ini mencapai indikator ketuntasan yang telah di tentukan yaitu ketuntasan di atas 70% dan dapat dikatankan bahwa pembelajaran IPA menggunakan pembelajaran kooperatif learning tipe picture and picture dapat meningkatkan hasil belajar siswa
PENERAPAN METODE BELAJAR PRAKTIKUM PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWAKELAS VII MADRASAH TSANAWIYAH DA’WATUL KHAER Eva Monika; Ermila Mahariyanti; Asrorul Azizi
JPIPAS (Jurnal Pendidikan IPA dan Ilmu Sains) Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan IPA dan Ilmu Sains
Publisher : Rinjani Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64088/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA materi pencemaran lingkungan, dengan menerapkan metode belajar praktikum. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan/observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa Kelas VII Madrasah Tsanawiyah Da’watul Khaer Kumbak Luah. Data dikumpulkan melalui wawancara bersama guru mata pelajaran IPA Kelas VII Madrasah Tsanawiyah Da’watul Khaer. Pada siklus I hasil belajar siswa Madrasah Tsanawiyah Da’watul Khaer Kelas VII yakni, nilai rata-rata 68,6 dengan presentase 45,4% atau dari 33 siswa terdapat 15 siswa yang tuntas belajar dengan nilai diatas KKM. Namun pada siklus I ini siswa belum tuntas belajar dan belum mencapai target yang direncanakan yaitu 80% siswa tuntas belajar dengan nilai diatas KKM. Sehingga dilanjutkan dengan tindakan pada siklus II, hasil belajar siswa pada siklus II menunjukkan nilai rata-rata 78,0 dengan presentase 81,8% atau dari 33 siswa terdapat 27 siswa yang tuntas belajar dengan nilai diatas KKM. Maka dapat disimpulkan bahwa pada siklus II ini siswa Kelas VII Madrasah Tsanawiyah Da’watul Khaer sudah tuntas belajar, dengan nilai diatas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM
Diversity of Species and Structure of Macrozoobentos Communities in the Waters of Bagik Batu Beach, Lombok Island, West Nusa Tenggara Irwansah; Ermila Mahariyanti
Lambda: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA dan Aplikasinya Vol. 6 No. 2 (2026): Lambda
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/lambda.v6i2.3706

Abstract

Macrozoobentos are a key biological component of coastal ecosystems that act as indicators of habitat quality and are important nodes in the aquatic nutrient cycle. Bagik Batu Beach in Jerowaru District, East Lombok Regency, West Nusa Tenggara is a coastal area that experiences layered ecological pressure due to tourism activities, traditional fisheries, and the conversion of mangrove ecosystems. This study aimed to analyze the type diversity, uniformity, dominance, abundance, frequency of attendance, and structure patterns of benthic macrofauna communities at three observation stations. Sampling was done using the line transect method combined with a square measuring 1×1 m². At each station, 2 transects are made along 50 m perpendicular to the coastline, with square placement every 10 m so that 5 square plots per transect are obtained, a total of 30 plots per station. The results of the study found 15 species (Anadara sp., followed by Cerithium sp., Trachycardium sp., Tapes literatus, Mactra grandis, Circe scripta, Pitar citrinus, Canarium Sp., Pinna bicolor, Holothuria edulis, Venus sp., Modiolus metcalfei, Protoreaster sp. and Synapta maculata from 4 taxonomic classes (Bivalvia, Gastropoda, Holothuridea, and Asteroidea) with a total of 589 individuals. The Shannon-Wiener index (H') is around 2.41 categorized as medium diversity, the Pielou uniformity index (E) is around 0.89 is categorized as evenly categorized and the Simpson dominance index (C) is around 0.11 categorized as low dominance. Anadara sp. is the species with the highest abundance in the entire station. The conditions of the physico-chemical parameters of the waters are still in the optimal range for macrozoobenthose life.