Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Assistance in the Planning of Retaining Walls on Semut Island Tourism Objects: Pendampingan Pembuatan Perencanaan Dinding Penahan Tanah Pada Objek Wisata Pulau Semut Muthia Anggraini; Haris, Virgo Trisep; Saleh, Alfian
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang1206

Abstract

Pengambangan is an area located in the Limbungan Village which has tourism potential on the banks of the Siak River so that it can be developed into a natural tourist attraction. Its location on the Siak River makes it a tourist attraction that resembles an island located between the Siak River and the mouth of the river. The ebb and flow of river water plus water waves caused by boats and speedboats crossing the area so that the waves can erode the cliffs of the Semut Island tourist attraction. The purpose of this service is to assist partners in building retaining walls. The method used is lectures and discussions. The result is that the design of the retaining wall is made of the type of wire gabion that is adapted to the conditions of the location. The work items are gabion work, geotextile (non-woven) work, surface embankment work, and cliff-fill embankment workThis counseling helps partners in assisting with planning and retaining walls. Abstrak Pengambangan merupakan daerah yang berada di Kelurahan Limbungan yang memiliki potensi wisata yang berada di tepi Sungai Siak sehingga dapat dikembangkan menjadi objek wisata alam. Lokasinya yang berada di sungai siak mengakibatkan objek wisata yang menyerupai pulau yang berada diantara sungai siak dan muara sungai. Pasang surut air sungai ditambah gelombang air yang diakibatkan oleh perahu dan speedboat yang melintasi wilayah tersebut sehingga gelombang dapat mengikis tebing dari objek wisata Pulau Semut. Tujuan pengabdian yaitu mendampingi mitra dalam membuat dinding penahan tanah. Metode yang dilakukan dengan ceramah dan diskusi. Hasilnya perencanaan dinding penahan tanah dibuat adalah tipe bronjong kawat yang disesuaikan dengan kondisi lokasinya. Item pekerjaan yaitu pekerjaan bronjong, pekerjaan geotextile (non woven), pekerjaan timbunan permukaan, dan pekerjaan timbunan pengisi tebing. Penyuluhan ini membantu mitra dalam pemdampingan membuat perencanaan dan dinding penahan tanah.
Kuat Geser Tanah Timbunan Akibat Perubahan Kadar Air Muthia Anggraini; Haris, Virgo Trisep; Saleh, Alfian
SAINSTEK Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i2.209

Abstract

Tanah lempung apabila digunakan untuk subgrade perlu dilakukan perbaikan tanah untuk menaikkan daya dukung tanahnya, salah satu cara dengan perbaikan sifat fisis. Perbaikan sifat fisi yaitu dengan mengganti subgrade dengan tanah yang memiliki daya dukung yang baik yang disebut sebagai tanah timbunan. Pemadatan tanah timbunan di lapangan pada kondisi ideal yaitu pada saat kadar air optimum, permasalahannya di lapangan kondisi ideal ini tidak selalu bisa diperoleh. Dimana pemadatan dapat terjadi pada kondisi kering (dibawah kadar air optimum) dan pada kondisi basah (diatas kadar air optimum). Tujuan penelitian mengetahui karaktersistik kuat geser pemadatan tanah timbunan untuk subgrade terhadap perubahan kadar air. Metode penelitian adalah pengujian kuat geser laboratorium SNI 3420:2016. Hasilnya diperoleh nilai kohesi meningkat pada kondisi kering (OMC-2%) dan kondisi basah (OMC+2%). Nilai sudut geser turun pada kondisi basah (OMC+2%) dan kondisi kering (OMC-2%). Kesimpulan terjadi penurunan sudut geser apabila dipadatkan dalam kondisi basah dan kering dari kadar air optimum.
Analisis Nilai California Bearing Ratio (CBR) Pada Tanah Lempung Dengan Menggunakan Semen Terhadap Waktu Pemeraman Suganda, Surya; Muthia Anggraini; Dwi Putri, Lusi
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v5i3.106

Abstract

Permasalahan pada pekerjaan konstruksi jalan sering kali disebabkan oleh rendahnya nilai CBR pada tanah dasar. Tanah lempung lunak memiliki daya dukung yang rendah, sehingga menjadikannya sebagai tantangan pada proyek konstruksi. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan stabilisasi tanah dengan menambahkan semen pada tanah lempung serta terhadap waktu pemeraman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai CBR tanah lempung dengan penambahan semen sebesar 3%, 6%, dan 10%, serta waktu pemeraman selama 7 dan 14 hari. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental di laboratorium dengan mengacu pada Spesifikasi Umum Bina Marga, 2018. Sampel tanah diambil dari Jalan Badak, Sail, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan semen sebesar 3%, 6%, dan 10% dengan waktu pemeraman tertentu meningkatkan nilai CBR, dengan nilai tertinggi CBR sebesar 40,10% pada campuran 10% semen setelah 14 hari pemeraman. Sementara itu, nilai CBR tanah asli hanya sebesar 4,6%. Nilai ini telah memenuhi spesifikasi Bina Marga 2018, yaitu lebih dari 6%. Dengan demikian, semakin tinggi persentase semen dan semakin lama waktu pemeraman, nilai CBR yang dihasilkan semakin meningkat.