Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

DEVELOPMENT OF A 5.8 GHz MICROSTRIP TEXTILE ANTENNA BASED ON CORDURA D1682 LAYER SUBSTRATE Fajar Dwi Artikah; Efri Sandi; Vina Oktaviani
JURNAL PENDIDIKAN VOKASIONAL TEKNIK ELEKTRONIKA (JVoTE) Vol. 7 No. 1 (24): Vol 7 No 1 (2024): JURNAL PENDIDIKAN VOKASIONAL TEKNIK ELEKTRONIKA (JVoTE) Volume
Publisher : PENDIDIKAN VOKASIONAL TEKNIK ELEKTRONIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jvote.v7i1.49212

Abstract

This study aims to develop a textile microstrip antenna at a frequency of 5.8 GHz with a layered Cordura D1682 fabric substrate designed to improve the bandwidth performance and characteristics of the antenna. The antenna design is carried out by adding slots to a rectangular patch and optimizing the supply using the inset feed method. This study uses a Research and Development (R&D) approach with simulation and fabrication stages. The antenna substrate made of Cordura with a thickness of 0.55 mm is stacked into three layers so that it has a dielectric constant of 1.9. The results of on-body simulation conditions show a bandwidth of 377 MHz with a VSWR of 1.307, a gain of 7.15 dB, and a SAR value of 0.022 W/kg when attached to the arm, with a unidirectional radiation pattern. Meanwhile, the results of on-body measurements after fabrication produce a bandwidth of 154 MHz with a VSWR of 1.397. These findings indicate that the addition of slots and inset feeds to microstrip textile antennas can improve antenna performance and have the potential to be applied to wearable-based wireless communication systems.
PEMBERDAYAAN GURU-GURU DALAM HARMONI KREATIVITAS DAN TEKNOLOGI SEBAGAI INISIASI STRESS RELIEF DI KEPULAUAN SERIBU Ferdi Fauzan Putra; Vina Oktaviani; Fuad Mumtas
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Technology and art can play an important role in creating stress relievers for teachers. This can help reduce the stress that may be experienced in daily routines. Teachers can use creative platforms, such as blogs, podcasts, YouTube channels or virtual exhibitions to share their experiences. So it can all serve as an outlet for self-expression that can help reduce stress. This training, which unites creativity and technology, aims to be an initiation of stress relief for teachers in Kepulauan Seribu, especially on Tidung Island, so that their mental health can be well regulated and stress is reduced. The participants gained knowledge and understanding about the virtual exhibition on the ArtSteps platform. The methods used in this training are lectures, discussions, simulations, and presentations. Based on the pre-test and post-test scores related to the virtual exhibition at ArtSteps, there was an increase in the knowledge and understanding of the trainees by 32%. Therefore, it can be concluded that this training activity has a good impact on the participants, namely the teachers of MIN 17 Tidung Island. Keywords: tourism, creativity, technology, stress relief, Tidung island Abstrak Teknologi dan seni dapat berperan penting dalam menciptakan peredam stres bagi guru. Hal ini dapat membantu mengurangi tekanan yang mungkin dialami dalam rutinitas sehari-hari. Guru dapat menggunakan platform kreatif, seperti blog, podcast, saluran YouTube atau pameran virtual untuk berbagi pengalaman mereka. Sehingga itu semua dapat berfungsi sebagai outlet ekspresi diri yang dapat membantu mengurangi stres. Pelatihan yang menyatukan kreativitas dan teknologi ini bertujuan untuk menjadi sebuah inisiasi stress relief bagi guru-guru di Kepulauan Seribu terutama di Pulau Tidung sehingga kesehatan mental peserta bisa diatur dengan baik dan stres semakin berkurang. Para peserta mendapatkan pengetahuan dan pembekalan tentang pameran virtual pada platform ArtSteps. Metode yang digunakan pada pelatihan ini adalah ceramah, diskusi, simulasi, dan presentasi. Berdasarkan nilai pre-test dan post-test terkait pameran virtual di ArtSteps, terdapat peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta pelatihan sebesar 32%. Oleh karena itu bisa disimpulkan kegiatan pelatihan ini memberikan dampak yang baik kepada peserta yaitu guru-guru MIN 17 Pulau Tidung. Kata Kunci: pariwisata, kreativitas, teknologi, stress relief, pulau Tidung
PERBANDINGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN INQUIRY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN JARINGAN DASAR KELAS X TKJ SMK DINAMIKA PEMBANGUNAN 1 JAKARTA Fissa Bella; Yuliatri Sastrawijaya; Vina Oktaviani
PINTER : Jurnal Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal PINTER
Publisher : PTIK Fakultas Teknik UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/pinter.4.1.4

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan model Problem Based Learning dengan model Inquiry Learning terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Jaringan Dasar kelas X TKJ di SMK Dinamika Pembangunan 1 Jakarta. Model Problem Based Learning diterapkan di kelas eksperimen yaitu kelas X TKJ 1 dan model pembelajaran Inquiry Learning diterapkan di kelas kontrol yaitu kelas X TKJ 3. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode eksperimen kuantitatif, yaitu dengan memperlakukan dua kelas dengan perlakuan atau tindakan yang berbeda. Untuk mendapatkan data dari penelitian ini dilakukan cara menguji siswa dengan memberikan tes akhir (posttest) untuk mengukur kemampuan kognitif dengan tes pilihan ganda. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara model Problem Based Learning dengan model Inquiry Learning pada mata pelajaran Jaringan Dasar Kelas X TKJ di SMK Dinamika Pembangunan 1 Jakarta yang dibuktikan dengan hasil analisis data (uji-t) yaitu diperoleh nilai thitung = 2,270 dan ttabel = 2,03. Karena thitung > ttabel yaitu 2,270 > 2,03, maka dapat dikatakan bahwa H0 ditolak. Hasil belajar siswa yang diterapkan dengan model Problem Based Learning mendapatkan nilai rata-rata sebesar 85,228, sedangkan siswa yang diterapkan dengan model Inquiry Learning mendapatkan nilai rata-rata sebesar 82,919. Hal ini membuktikan bahwa siswa yang diajarkan menggunakan model Problem Based Learning memiliki nilai rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diajarkan dengan menggunakan model Inquiry Learning.
PENGEMBANGAN ANIMASI 3D BERBASIS VIRTUAL REALITY PADA MEDIA PROMOSI PERUMAHAN CLUSTER GREEN BIDURI Anita Soraya; Hamidiilah Ajie; Vina Oktaviani
PINTER : Jurnal Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal PINTER
Publisher : PTIK Fakultas Teknik UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/pinter.4.1.8

Abstract

Green Biduri merupakan sebuah perumahan dengan sistem cluster yang terdapat di daerah Kranggan, Bekasi. Dalam melakukan pemasaran, Green Biduri mempunyai beberapa kendala. Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan media promosi yang dapat menggambarkan secara jelas atau nyata mengenai produk perumahan yang dipromosikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan animasi 3D berbasis virtual reality sebagai media promosi. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Rekayasa Teknik dengan model MDLC (Multimedia Development Life Cycle). Tahapan penelitian yang dilakukan terdiri dari:1) konsep; 2) desain; 3) pengumpulan bahan; 4) pembuatan; 5) uji coba. Data yang digunakan didapatkan dari hasil observasi dan wawancara. Pengujian dilakukan kepada ahli materi, ahli media dan responden dengan melakukan validasi instrumen terlebih dahulu. Hasil pengujian dengan ahli materi 1. Kemudian hasil pengujian oleh ahli media 0.47 dan hasil pengujian responden 84%. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, maka media promosi dapat dikategorikan “sangat efektif”.
PENGARUH PELATIHAN PENYUSUNAN SOAL MENGGUNAKAN MOODLE TERHADAP KINERJA GURU DALAM MENYUSUN SOAL TEST DI SMAN 100 JAKARTA Ruslan Hadi; Yuliatri Sastrawijaya; Vina Oktaviani
PINTER : Jurnal Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer Vol. 4 No. 2 (2020): Jurnal PINTER
Publisher : PTIK Fakultas Teknik UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/pinter.4.2.1

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan penyusunan soal menggunakan Moodle terhadap kinerja guru dalam menyusun butir soal test di SMA Negeri 100 Jakarta. Penelitian ini menggunakqn metode survey (field study) dengan menggunakan pendekatan korelasional. Sampel penelitian adalah seluruh anggota populasi berjumlah 37 orang. Metode pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Berdasarkan hasil pengujian data yang telah dilakukan ditemukan bahwa pengujian hipotesis memperoleh keputusan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara Pelatihan Penyusunan Soal dengan Kinerja Guru dalam Menyusun Soal Test di SMAN 100 Jakarta. Dari perhitungan uji normalitas data, diperoleh hasil untuk data instrumen kinerja guru dengan Lhitung = 0,138 dan data instrumen pelatihan penyusnan soal Lhitung = 0,141 dengan Ltabel = 0,146. Artinya, data dari kedua instrumen berdistribusi normal. Sedangkan untuk hasil pengujian hipotesis memperoleh nilai 0,735. Artinya, korelasi antara variabel x dan variabel y kuat. Data ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara pelatihan penyusunan soal menggunakan moodle dengan kinerja guru dalam menyusun soal tes di SMAN 100 Jakarta
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN PADA MATA PELAJARAN DASAR DESAIN GRAFIS KELAS X SMK NEGERI 40 JAKARTA Ahmad Zainuri Fachri; Hamidillah Ajie; Vina Oktaviani
PINTER : Jurnal Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer Vol. 5 No. 2 (2021): Jurnal PINTER
Publisher : PTIK Fakultas Teknik UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/pinter.5.2.8

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video pembelajaran pada mata pelajaran Dasar Desain Grafis kelas X SMK Negeri 40 Jakarta. Dengan dibuatnya video pembelajaran ini diharapkan mampu membuat peserta didik dapat lebih mudah memahami fungsi-fungsi dasar tools pada toolbox Adobe Photoshop. Banyaknya tools pada Adobe Photoshop membuat proses pembelajaran yang membahas tentang Adobe Photoshop membutuhkan waktu lama. Oleh karna itu dikembangkanlah media pembelajaran berupa video pembelajaran yang dapat diakses dimanapun sehingga peserta didik dapat mempelajarinya diluar pembelajaran sekolah. Pengembangan video pembelajaran ini dilakukan melalui beberapa tahap yaitu: (1) perencanaan produk, (2) desain produk, (3) perencanaan konsep, (4) perancangan desain, (5) pengumpulan bahan, (6) pembuatan, (7) pengujian, dan (8) pendistribusian. Pada tahap pengujian oleh ahli materi hasil persentase nilai yang didapat yaitu 100% dan pada tahap pengujian oleh ahli media hasil persentase nilai yang didapat yaitu 89,3%. Setelah dinyatakan layak oleh ahli materi dan ahli media, selanjutnya video pembelajaran diuji kepada responden yaitu peserta didik bidang keahlian Multimedia kelas X SMK Negeri 40 Jakarta dan mendapatkan hasil persentase nilai 91,85%. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, dapat disimpulkan bahwa video pembelajaran pengenalan dan pengguanaan dasar toolbox pada Adobe Photoshop layak digunakan dalam pembelajaran pada mata pelajaran Dasar Desain Grafis kelas X SMK Negeri 40 Jakarta.
Pengaruh Team based Project pada Pembelajaran Sulaman terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa Vina Oktaviani; Rafikah Husni; Puspaneli Puspaneli; Hazevi Atila Yazel Aze
Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora Vol. 4 No. 2 (2026): Mei: Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Huma
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/atmosfer.v4i2.1695

Abstract

Embroidery learning in fashion design education requires technical mastery, creativity, perseverance, collaboration, and the ability to produce aesthetically valuable products. However, student motivation often decreases when practical learning is dominated by lecturer explanation and imitation of examples. This study aims to determine the effect of Team-based Projects in embroidery learning on student learning motivation. A quantitative approach was employed using a quasi-experimental pretest-posttest control group design. The sample consisted of 60 students divided into an experimental class and a control class. The experimental class received team-based project learning, while the control class followed conventional individual practice. Data were collected using a learning motivation questionnaire based on intrinsic motivation, extrinsic motivation, and amotivation. The data were analyzed through normality tests, homogeneity tests, paired sample t-tests, independent sample t-tests, and simple linear regression. The findings showed that the experimental class’s motivation score increased from 67.83 to 82.37 after the treatment. The independent sample t-test revealed a significant difference between the experimental and control classes, with a p-value < 0.001. Regression analysis also confirmed that Team-based Projects positively affected student learning motivation. These results indicate that team based embroidery projects create more meaningful, collaborative, and challenging learning experiences.
Penerapan Smart Control Berbasis Iot untuk Pengendalian Hama pada Kelompok Tani Palawad, Desa Kronjo, Kabupaten Tangerang Vina Oktaviani; Basso Maruddani; ZE. Ferdi Fauzan Putra; Agam Nizar Dwi Nur Fahmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik : Jurnal Abditek Vol. 5 No. 02 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik : Jurnal Abditek
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/abditek.052.01

Abstract

Ketahanan pangan menjadi isu strategis dalam pembangunan berkelanjutan, namun tantangan utama di sektor pertanian adalah serangan hama yang menyebabkan kerugian signifikan. Kelompok Tani Palawad di Desa Kronjo, Kabupaten Tangerang, menghadapi persoalan serius berupa serangan hama tikus yang menurunkan hasil panen hingga 25–30% setiap musim. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani melalui penerapan sistem Smart Control berbasis Internet of Things (IoT) sebagai teknologi tepat guna untuk pengendalian hama. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan literasi teknologi, penerapan alat di lahan percontohan, pendampingan, serta evaluasi hasil. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan literasi teknologi pada lebih dari 80% petani, berkurangnya serangan hama hingga 30%, serta peningkatan hasil panen minimal 10% dalam satu musim tanam. Program ini diharapkan dapat menjadi model pertanian cerdas berbasis teknologi yang berkelanjutan untuk mendukung ketahanan pangan lokal.
Pelatihan Pemanfaatan Kecerdasan Buatan untuk Pengambangan Media Pembelajaran di Desa Singasari, Jonggol Muhamad Wahyu Iqbal; Jusuf Bintoro; Vina Oktaviani; Agam Nizar Dwi Nur Fahmi; Priangga Pratama Putra Haryanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik : Jurnal Abditek Vol. 5 No. 02 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik : Jurnal Abditek
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Abditek.052.04

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan pedagogik guru di Desa Singasari, Jonggol dalam pemanfaatan kecerdasan buatan/Artificial Intelligence (AI) untuk mengembangkan media pembelajaran. Masalah yang dihadapi adalah rendahnya adopsi AI, belum adanya standar penulisan prompt, dan kebutuhan literasi etika penggunaan AI. Kegiatan dirancang untuk menilai dampak pelatihan terhadap kompetensi guru dan kualitas produk ajar. Metode yang digunakan adalah pelatihan luring bagi 22 guru dari mata pelajaran dengan desain pretest serta posttest, praktik terarah, penugasan pembuatan media dan kuesioner singkat. Hasil penelitian ini rata-rata pretest sebesar 88,18 meningkat 97,73 pada posttest, dengan rata-rata kenaikan rata-rata 9,55 poin, hasil juga menunjukkan seluruh peserta mencapai kelulusan dengan nilai pascapelatihan minimal ≥ 80 mencapai 100%, N-Gain memiliki rata-rata 0,81 atau memiliki efektivitas tinggi, perbedaan signifikan terhadap uji t berpasangan sebesar (t(21) = 4,11 dengan p = 0,0005) dan memiliki efek besar (Cohen’s d = 0,88). Berdasarkan hasil peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan dan pemahaman lebih baik terhadap rambu-rambu etika penggunaan AI. Hasil dari pelatihan singkat dengan alur penulisan prompt yang terstandar dikombinasikan dengan verifikasi serta penyelarasan dengan kurikulum dan pengetahuan pedagogis, secara efektif meningkatkan kesiapan pedagogik dan kepercayaan diri guru dalam menggunakan ChatGPT sebagai alat bantu pembelajaran bukan sebagai konten utama. Tindak lanjut yang disarankan adalah memantau dampak hasil belajar siswa, pelatihan lebih lanjut tentang penggunaan AI untuk membantu pembelajaran dan penegasan bahwa AI berperan sebagai alat bantu bukan sebagai konten.
DIVERSIFIKASI DAN PEMASARAN PRODUK BUAH PALA KELOMPOK USAHA WARGA DESA SIRNAGALIH KECAMATAN TAMAN SARI KABUPATEN BOGOR Syarief Gerald Prasetya; Yustiana Wardhani; Vina Oktaviani
Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/jai.v3i1.691

Abstract

Nowadays, one of the problems concerning the government is poverty. Sirnagalih Village, located in Taman Sari sub-district of Bogor Regency, is known for its local superior commodity, nutmeg. According to the statistical data of Bogor district plantations in 2017, Taman Sari sub-district produced 63,212 kilograms of nutmeg on a land area of 20.36 hectares. In order to identify the problems, the working methods of the community are based on field surveys and observation. The stages involved in the empowerment of local nutmeg processing business actors in Sirnagalih village are programme preparation through forum group discussion (FGD) between nutmeg farmers, village authorities and community leaders. When compiling and implementing the programme, it is important to follow a structured approach. This involves problem assessment, training, technical guidance, mentoring, monitoring and evaluation, and workshops. The conclusion of this activity is empowerment of small entrepreneurs through diversification of nutmeg processed products, through this community empowerment programme has brought benefits to nutmeg processed small entrepreneurs and local governments. However, there are still several barriers to overcome such as limited access to capital, lack of proper accounting and inadequate financial reporting. Therefore, it is advisable for the nutmeg business entrepreneurs to market the nutmeg processed products with a wider range and access to capital is important for the nutmeg business entrepreneurs in the developing their business both from the aspects of production, marketing and human resources. Keywords: poverty, nutmeg commodity, empowerment, small entrepreneurs Abstrak Desa Sirnagalih merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor, dikenal dengan komoditas unggulan lokalnya, yaitu buah pala. Menurut Data Statistik Perkebunan Kabupaten Bogor tahun 2017, Kecamatan Taman Sari menghasilkan 63.212 kilogram pala dari lahan seluas 20,36 hektar. Permasalahan yang dihadapi oleh pelaku kelompok usaha petani pala ini adalah kelompok usaha petani pala ini belum bisa melakukan diversifikasi produk olahan pala. Mereka hanya bisa menghasilkan produk manisan pala. Permasalahan lainnya adalah dari segi pemasarannya, pelaku kelompok usaha petani pala ini belum bisa memasarkan produknya secara online, sehingga pembelinya masih berkisar di Desa Sirnagalih saja. Tujuan dari kegiatan ini adalah membantu kelompok usaha petani pala untuk melakukan diversifikasi produk berupa sirup pala dan membatu kelompok usaha petani pala tersebut untuk dapat melakukan pemasaran secara online. Metode yang dilakukan adalah observasi lapangan. Tahapan-tahapan yang terlibat dalam pemberdayaan pelaku usaha pengolahan pala lokal di Desa Sirnagalih adalah persiapan program melalui diskusi kelompok forum (FGD) antara petani pala, aparat desa, dan pemimpin masyarakat. Saat menyusun dan melaksanakan program tersebut, sangatlah penting untuk melakukan pendekatan yang terstruktur karena melibatkan penilaian masalah, pelatihan, panduan teknis, pembimbingan, pemantauan dan evaluasi, serta lokakarya. Hasil dari kegiatan ini adalah pemberdayaan kelompok pelaku usaha petani pala melalui diversifikasi produk olahan pala berupa sirup pala. Melalui program pemberdayaan masyarakat ini, telah memberikan manfaat kepada kelompok pelaku usaha petani pala dan pemerintah lokal. Namun, masih ada beberapa hambatan yang perlu diatasi seperti keterbatasan modal, kurangnya pencatatan yang tepat, dan pelaporan keuangan yang tidak memadai. Oleh karena itu, disarankan bagi kelompok pelaku usaha petani pala untuk memasarkan produk olahan pala dengan jangkauan yang lebih luas. Kata Kunci: kemiskinan, komoditas pala, pemberdayaan, pengusaha kecil