Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analysis of Green Oxidizer Utilization in Composite Propellants and Its Implications for the Resilience of National Defense Systems Ilmi, Nurul; Siahaan, Timbul; Putra, I Nengah; Putra, Rizky Dwiandra; Haryanto, Aris
Indonesian Journal of Advanced Research Vol. 4 No. 6 (2025): June 2025
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ijar.v4i6.14678

Abstract

The development of environmentally friendly propellant technology has become a primary focus in the defense industry. Composite propellants, which have traditionally relied on Ammonium Perchlorate (AP), offer high performance but pose environmental concerns due to the emission of corrosive chlorine compounds. This study aims to evaluate the potential use of green oxidizers such as Ammonium Dinitramide (ADN), Hydrazinium Nitroformate (HNF), hexahydro-1,3,5-trinitro-1,3,5-triazine (RDX), and octahydro-1,3,5,7-tetranitro-1,3,5,7-tetrazocine (HMX) as alternatives to AP. A qualitative literature review method was employed, drawing from various national and international scientific sources. Findings show that ADN and HNF offer promising performance and are more eco-friendly due to no chlorine emissions. However, challenges like thermal stability, hygroscopicity, and high production costs remain. This research highlights the potential of green oxidizers to reduce pollution and enhance national defense industry sustainability.
Kesenjangan Keamanan Maritim: Kontribusi Industri Pertahanan pada keamanan Maritim Putro, Tri Guntoro Sukarno; Putra, I Nengah; Sulistyadi, Edy; Sholihah, Tyan Hidayatus
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.5116

Abstract

Isu keamanan maritim menjadi isu yang sangat strategis untuk diperhatikan saat ini Indonesia sedang menghadapi permasalahan keamanan maritim yang mengancam sumber daya maritim kita dan kedaulatan negara, Indonesia memiliki kepentingan yang besar dikawasan Asean sebagai pemimpin dalam mewujudkan keamanan maritim dikawasan, mengingat potensi maritim kita karena diperkirakan sekitar 90% perdagangan global diangkut melalui laut, di mana 40% di antaranya melewati perairan Indonesia, akan tetapi Indonesia memiliki kesenjangan dalam melaksanakan kegiatan pengamanan wilayah maritim kita, kesenjangan itu timbul akibat tidak terpenuhinya referensi armada patroli baik udara maupun laut sehingga berdampakan pada cakupan area patroli diwilayah perairan Indonesia. Patroli yang dilakukan oleh unsur udara (pesawat) dan laut (kapal) bertujuan untuk mendukung pengawasan dan pengamanan Wilayah Perairan Indonesia dan Wilayah Yurisdiksi Indonesia dari pelanggaran dan kejahatan hukum di wilayah laut, rata – rata cakupan area patroli udara berkisar 62% sedangkan patroli laut di angka 60% dari total wilayah maritim dan yurisdikasi pada semua instansi yang berwewenang, kondisi ini diakibatkan dari tidak terpenuhinya referensi kebutuhan armada patroli dibeberapa instansi.
Studi Literatur: Manajemen Kualitas Total dalam Pengembangan Teknologi Pertahanan Ayu Andinie; I Nengah Putra Apriyanto; Aries Sudiarso
Jurnal Serambi Engineering Vol. 10 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research examines the implementation of Total Quality Management (TQM) in the context of defence technology development through a comparative literature study. By analyzing 47 scientific publications from 2015-2024, this study identifies TQM practices applied by defence industries across various countries, analyzes their impact on organizational performance, and compares their implementation success. The analysis results show that TQM implementation has contributed significantly to improving development process efficiency, reducing production defects by up to 32%, and increasing defence system reliability by 27.5%. This research concludes that implementing TQM in the defence industry requires a specialized approach that considers technological complexity, strict security requirements, and the involvement of various stakeholders. Strategic recommendations are proposed to optimize TQM implementation in supporting national defence industry self-reliance.
POTENSI TEKNOLOGI BETON APUNG DALAM MENDUKUNG KEMANDIRIAN INDUSTRI PERTAHANAN NASIONAL Afpriyanto, Afpriyanto; Putra, I Nengah; Jupriyanto, Jupriyanto; Asvial, Muhamad; AG Gultom, Rudy; Azmi, Ulul; Afif Al Fayed, Muhammad
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 6 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i6.2023.3028-3034

Abstract

Industri pertahanan nasional memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara. Dalam menghadapi ketegangan geopolitik dan era globalisasi, kemandirian industri pertahanan menjadi hal yang krusial. Salah satu aspek penting dalam membangun industri pertahanan yang mandiri adalah infrastruktur yang mendukung kegiatan pertahanan, terutama di sektor maritim. Teknologi beton apung muncul sebagai inovasi konstruksi yang menarik dalam membangun infrastruktur maritim. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan teknologi beton apung dalam mendukung kemandirian industri pertahanan nasional. Dalam penelitian ini, pendekatan kualitatif digunakan dengan tinjauan literatur dan analisis konten sebagai metode utama. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa beton apung memiliki karakteristik unik, seperti kekuatan struktural yang mumpuni dan kemampuan mobilitas yang tinggi. Penggunaan teknologi ini dalam bidang pertahanan dapat meliputi konstruksi pangkalan militer apung, pelabuhan dan pangkalan udara, pos pengawasan dan intai, serta pabrik atau gudang industri pertahanan. Meskipun memiliki potensi besar, implementasi teknologi beton apung dihadapkan pada tantangan seperti aspek teknis, finansial, lingkungan, dan sosial. Namun, kontribusinya dalam meningkatkan kemandirian industri pertahanan nasional sangat signifikan. Dengan penerapan teknologi beton apung, Indonesia dapat memperkuat pertahanan nasional melalui infrastruktur yang tangguh dan efisien di sektor maritim.
Dampak Strategis Perang Rusia – Ukraina terhadap Level Stabilitas Nasional ditinjau dari Aspek Astagatra berbasis 3 Dimensi Ronny Irianto Moningka; Syamsul Ma’arif; Zainal Abidin S; I Nengah Putra Apriyanto; Sovian Aritonang
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2222

Abstract

Perang antara Rusia – Ukraina menimbulkan berbagai dampak strategis yang dirasakan oleh berbagai negara, termasuk Indonesia. Bagi Indonesia, perang Rusia – Ukraina bisa memberi ancaman pada stabilitas nasional yang mempengaruhi ketahanan nasional.  Dalam situasi ketidakpastian global akibat perang, Indonesia perlu menyusun langkah strategis untuk antisipasi kemungkinan dampak buruk yang ada. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meninjau dampak strategis perang terhadap stabilitas nasional yang berfokus pada aspek trigatra, yakni geografi, demografi, dan sumber daya alam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis SWOT. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa dampak perang telah menciptakan ketegangan geopolitik dan gangguan rantai pasok. Ketidakstabilan sosial juga terjadi karena lonjakan harga energi dan pangan yang signifikan. Dampak ini juga memberi peluang bagi Indonesia karena letak geografisnya yang strategis di Kawasan, membuat Indonesia lebih aktif dalam diplomasi internasional sekaligus menuntut Indonesia yang memiliki potensi bonus demografi dan sumber daya alam melimpah untuk bisa mandiri pangan dan energi. Oleh karena itu, strategi SWOT menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan nasional dan antisipasi dampak strategis perang.
ANALYSIS AIRCRAFT COMPONENTS INDUSTRY RECOVERY IN INDONESIA: INTEGRATION OF DELPHI - INTERPRETIVE STRUCTURAL MODELING (ISM) Jupriyanto Jupriyanto; I Nengah Putra; A. K. Susilo
AL ULUM: JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : UPT Publication and Journal Management, Islamic University of Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jst.v12i1.22960

Abstract

This study aims to analyze key factors for industrial recovery by identifying and modeling important factors for the recovery of the Indonesian aircraft component industry using a qualitative descriptive statistical method approach with eight experts. The Delphi method and Interpretive Structural Modeling (ISM) were used in this study to obtain expert consensus and map causal and hierarchical relationships between factors. The main findings reveal that key factors for industrial recovery fall into four groups: autonomous, interconnected, dependent, and driving. Furthermore, the findings reveal five hierarchical levels of relationships among recovery factors in the aircraft component industry. The order of practical application of industrial recovery factors ascends from level five to level one.