Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Optimasi Formula Sediaan Losion Tabir Surya dari Ekstrak Etanol Terpurifikasi Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L) Dengan Metode Simplex Lattice Design Iryani, Yeyen Dwi; Astuti, Ika Yuni; Diniatik, Diniatik
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 8 No 2 (2021): J Sains Farm Klin 8(2), Agustus 2021
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.8.2.145-156.2021

Abstract

Ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L) mengandung senyawa xanton yang memiliki aktivitas farmakologis dimana salah satu turunan xanton  α-mangostin bekerja sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui etanol yang menghasilkan ekstrak dengan jumlah xanton tertinggi, menguji aktivitas antioksidan dan tabir surya dari ekstrak terpurifikasi serta mengoptimasi formula sediaan losion tabir surya dari ekstrak terpurifikasi kulit manggis.Optimasi formula losion dilakukan menggunakan software Design Expert® versi 11 dengan kombinasi ekstrak terpurifikasi, asam stearat dan trietanolamin. 14 formula losion dievaluasi nilai SPF, pH dan viskositasnya untuk penentuan formula optimum. Formula optimum selanjutnya diuji nilai SPF, ph dan viskositas untuk membandingkan prediksi software dan hasil percobaan. Selain itu dilakukan uji daya sebar, daya lekat serta stabilitas mekanis terhadap formula optimum. Hasil penelitian menunjukkan kandungan xanton dalam ekstrak etanol 50% sebesar 20,42%, ekstrak etanol 70 % sebesar 29,88% dan ekstrak etanol 96% sebesar 64,57%. Ekstrak terpurifikasi kulit buah manggis memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 5,53 dan nilai AAI 14,46 serta memiliki nilai SPF 8,94 pada konsentrasi 50 µg/ml. Formula optimum yang diperoleh memiliki nilai SPF 7,49 ± 0,0297, kekentalan 21.166,666 cp ± 10,41 serta pH 6,490 ± 0,0404, daya sebar 7,833333 ± 0,15, daya lekat 2,03 ± 0,01.
Efektivitas Jamu Saintifik terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu dan HbA1c pada Pasien Diabetes Melitus tipe 2 di Klinik Saintifikasi Jamu Kabupaten Tegal Priadiatna, Aziz; Astuti, Ika Yuni; Wahyuningrum, Retno
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 8 No 3 (2021): J Sains Farm Klin 8(3), Desember 2021
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.8.3.264-270.2021

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah. Selain pengobatan menggunakan obat-obat antidiabetik, masyarakat banyak yang menggunakan bahan alam, khususnya tanaman untuk mengobati penyakit DM. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar gula darah sewaktu (GDS) dan HbA1c pada pasien DM tipe 2 yang mendapat terapi jamu saintifik (JS) di klinik saintifikasi jamu WKJ Kabupaten Tegal dengan pasien DM tipe 2 yang mendapat terapi antidiabetik oral di puskesmas pada tahun 2020. Rancangan penelitian adalah eksperimental dengan teknik consecutive sampling menggunakan subjek uji yang memenuhi kriteria. Subjek uji penelitian ini adalah 19 pasien dengan terapi antidiabetik oral (ADO) dari Puskesmas dan 9 pasien dengan terapi jamu saintifik dari Klinik WKJ. Uji independent t-test digunakan untuk membandingkan rata-rata GDS dan kadar HbA1c pada kedua kelompok, dengan nilai signifikansi p < 0,05. Kuesioner digunakan untuk mengukur tingkat kepatuhan minum obat. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai GDS pasien terapi antidiabetik oral (ADO) dan jamu saintifik (JS) setelah terapi berturut-turut adalah 282,95 mg/dL dan 267,56 mg/dL. Rata-rata HbA1c pasien terapi ADO dan JS setelah terapi berturut-turut adalah 9,83% dan 10,11%. Kadar GDS dan HbA1c setelah terapi pada kelompok pasien dengan terapi ADO tidak berbeda bermakna dengan kelompok pasien dengan terapi JS. Berdasarkan pengukuran analisis tingkat kepatuhan, diketahui tidak terdapat hubungan antara tingkat kepatuhan pasien terhadap kadar GDS dan HbA1c pasien
Optimization of Microgel Formula Combination of Snail Mucus and Catechin to Accelerate Wound Closure Azizah, Adinda Fayi; Astuti, Ika Yuni; Syarifah, Arini; Kumalasari, Raudia; Agistya, Lusyahaura; Talitarahma, Anindya Tian
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Volume 21, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v21i2.7562

Abstract

Incised wound healing is a crucial process that requires effective treatment solutions. A microgel containing snail mucus and catechin seems a promising approach to accelerate healing and improve recovery outcomes. This study aimed to develop a microgel preparation contain snail mucus (Achatina fulica) and catechin. Formulation design is assisted using the Design Expert SLD method. The optimum formula was achieved with a carbopol to TEA ratio of 1.589:0.411, with estimated values of pH (4.506), viscosity (18,873 cPs), spread ability (5.477 cm), and adhesion (2.068 second). These estimated values showed no significant difference from the actual values obtained in the laboratory experiments. To evaluate the quality of the preparation, in vivo testing was performed on white mice, and the data were analysed using one-way ANOVA. The snail mucus and catechin microgels were proven to be effective in treating deep incision wounds.
Optimasi Formula Facial Wash Gell Antipolutan Ekstrak Bunga Rosella Ungu (Hibiscuss sabdariffa L. Var. Roselindo2) Anisa Fitri, Hidayah; Falahdin, Fadita Iza; Astuti, Ika Yuni
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v12i1.17127

Abstract

Exposure to Particulate Matter (PM) and other airborne pollutants can lead to various skin issues. The anthocyanin compounds in purple roselle flower extract exhibit antipollution activity, making the extract a promising candidate for the development of a facial wash gel formulation, optimised with carbopol 940 and triethanolamine (TEA). These two ingredients were selected due to their influence on the physical properties of the formulation, which is expected to help maintain the physicochemical stability of anthocyanins. This study aimed to determine the optimal concentrations of these components as gel base-forming agents, such as viscosity, pH, and spreadability. The optimum formula was designed using Design Expert 13 software with a Simple Lattice Design (SLD) model, while statistical analyses were conducted using one-way ANOVA and T-test to verify the predicted and actual optimum formula. The physical evaluation results confirmed that the optimum formula met the required viscosity (3826±28.67 cPs), dispersibility (6.07±0.45 cm), and exhibited an acidic pH (6.53±0.07) suitable for a facial cleansing gel. Based on the conducted tests and analyses, the optimum formula contained 2% carbopol 940 and 2% TEA, with a desirability value of 0.993. Verification testing indicated no significant differences between the predicted and actual optimum formula.
Peningkatan Higiene dan Sanitasi Proses Produksi Jamu “Golden Milk” di Buana Al-Faza PCNA Rawalo, Banyumas, Jawa Tengah Diniatik, Diniatik; Astuti, Ika Yuni; Annisa, Rully; Rusman, Ade
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 3 (2025): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v4i3.744

Abstract

Latar belakang: Rawalo merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Banyumas yang memiliki banyak pelaku usaha rumahan yang memproduksi makanan dan minuman. Salah satunya Buana Al-Faza milik Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyah (PCNA) Rawalo yang memproduksi minuman jamu susu “Golden MilK”. Minuman jamu “Golden Milk” memiliki 4 varian rasa yaitu: original, teh, kayu manis dan lemon. Proses produksi masih menggunakan peralatan produksi sederhana. Tujuan: Untuk meningkatkan higiene dan sanitasi proses produksi minuman jamu “Golden Milk” Buana Al-Faza PCNA Rawalo. Metode: Presentasi penyampaian materi, diskusi pendalaman materi dan praktek. Dilakukan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil: Hasil kegiatan pelatihan mampu meningkatkan pengetahuan anggota kelompok dengan nilai pre-test (59,375±8,634), nilai post-test (81,25±4,432) (p= 0,001). Kesimpulan: Pelatihan peningkatan higiene dan sanitasi proses produksi jamu  susu “Golden Milk” Buana Al-Faza PCNA Rawalo mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta. Kata kunci: banyumas, higiene, sanitasi, jamu _________________________________________________________________________ Abstract Background: Rawalo is a sub-district in Banyumas Regency, where many home-based businesses produce food and beverages. One of them is Buana Al-Faza, owned by the Nasyiatul Aisyah Branch (PCNA) Rawalo, which produces the herbal milk drink "Golden Milk". The herbal drink "Golden Milk" has four flavors: original, tea, cinnamon, and lemon. The production process still uses simple production equipment. Objective: To improve hygiene and sanitation in the production process of the herbal drink "Golden Milk" Buana Al-Faza PCNA Rawalo. Method: Presentation of material delivery, in-depth discussion of the material, and practice. Pre-test and post-test were conducted to measure the increase in participants' knowledge. Result: The training activities increased the knowledge of group members from pre-test scores (59.375±8.634) to post-test scores (81.25±4.432) (p= 0.001). Conclusion: The training on improving hygiene and sanitation in the production process of Buana Al-Faza PCNA Rawalo's "Golden Milk" herbal medicine (jamu) improved participants' knowledge and skills. Keywords: banyumas, hygiene, sanitation, herbal medicine