Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Multidimensional Lifestyle Determinants of Hypertension in Indonesia: A Systematic Review with Implications for Population Level Prevention Kaseger, Henny; Patonengan, Gita Sandy; Gaib, Juritno Harmi; Sibua, Siska; Astuti, Widya; Manika, Helkim Sarino Laode; Ningsih, Suci Rahayu
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 9 No. 5 (2026): May 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v9i5.9279

Abstract

Introduction: Hypertension prevalence in Indonesia continues to increase, and unhealthy lifestyle factors such as high-salt diets, physical inactivity, and smoking are widely recognized as important modifiable risk factors. This study aims to examine the association between unhealthy lifestyle behaviors and hypertension in Indonesia. Methods: A systematic review was carried out based on the PRISMA framework, aiming to identify, screen, and evaluate relevant studies published from 2015 to 2025. Articles were searched through the Scopus, PubMed, and ScienceDirect databases, focusing on studies examining the relationship between unhealthy lifestyles and hypertension in Indonesia Results: Of the 19 studies analysed, most employed cross-sectional designs. High salt intake, smoking habits, and low physical activity were consistently associated with higher odds of hypertension. Several studies also indicated stronger associations among individuals with sedentary lifestyles. However, given the predominance of cross-sectional evidence, the findings primarily reflect associations rather than causal relationships. Conclusion: Unhealthy lifestyle factors including high salt intake, low physical activity, smoking, alcohol consumption, stress, and poor sleep patterns are consistently associated with hypertension in Indonesia. These findings underscore the importance of population-level strategies promoting healthy dietary practices, increased physical activity, and behavioral risk reduction. However, given the predominance of cross-sectional evidence, further longitudinal and methodologically robust studies are needed to strengthen causal inference.
Hubungan Shift Kerja dan Kualitas Tidur dengan Kelelahan Kerja pada Perawat di Rumah Sakit X Kotamobagu: Shift Kerja dan Kualitas Tidur dengan Kelelahan Kerja pada Perawat Kaseger, Henny; Fauzan, Moh. Rizki; Gloria, Christien; Dadu, Aliyah Putri
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i2.335

Abstract

Latar Belakang: Kelelahan kerja merupakan fenomena yang kompleks yang disebabkan oleh faktor biologi pada proses kerja serta dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal. Kelelahan kerja juga sering dialami oleh seorang perawat yang berkerja di dalam pelayanan kesehatan di Rumah Sakit. Tujuan: tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan Shift kerja dan Kualitas Tidur dengan Kelelahan Kerja pada Perawat. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif, dengan pendekatan desain cross sectional study, dengan waktu pengumpulan data selama 3 bulan. Jumlah sample pada penelitian sebesar 73 responden yang diambil dengan teknik simple random sampling. Instrumen kelelahan kerja yang digunakan pada penelitian ini berupa Industrial Fatigue Researsh Committee Quesionare dan kualitas tidur diukur dengan Pittsburgh Quality Indeks Quesionare. Penleitian ini diuji dengan menggunakan Chi-Square Test. Hasil: terdapat hubungun yang signifikan antara shift kerja dengan kelelahan kerja dibuktikan dengan nilai p-value 0.038 kurang dari batas tolerasi 5% dan kualitas tidur dengan kelelahan kerja dibuktikan dengan dengan nilai p-value 0.007 kurang dari batas tolerasi 5%. Kesimpulan: terdapat hubungan antara shift kerja dan kualitas tidur dengan kelelahan kerja, oleh karena itu penelitian ini diharapkan memberikan implikasi berupa pembagian shift kerja perawat yang yang lebih adil dan merata dan perawat dengan shift malam diberikan waktu istirahat selama 20 menit (power nap).