Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

ANALISIS BEBERAPA SIFAT KIMIA TANAH PADA DUA MACAM PENGGUNAAN LAHAN DI SUNGAI KAKAP, KABUPATEN KUBU RAYA, KALIMANTAN BARAT Fadilla, Ulfia; Nusantara, Rossie Wiedya; Manurung, Rinto
Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Departemen Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtsl.2024.011.1.26

Abstract

Paddy fields and mixed farming apply intensive agricultural cultivation, and sustainable land use causes changes in land quality, one of which affects soil chemical properties. This study aimed to compare soil chemical properties based on differences in the use of paddy fields and mixed farming in Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency, West Kalimantan. Research in the field in Pal IX Village, Sungai Kakap Sub-district, Kubu Raya Regency, for sampling soil samples at 0-20 cm depth. Soil analysis was conducted at the Chemistry and Soil Fertility Laboratory, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University. The results showed that the two fields, paddy fields, and mixed farming, had almost the same chemical properties in paddy fields pH, organic C,  available P, cation exchange capacity (CEC), exchangeable Ca and exchangeable Mg.
Pengaruh Pemberian Kompos Ampas Tebu dan Pupuk Kandang Kambing Terhadap Serapan Hara N, P, dan K Serta Hasil Terung Ungu (Solanum Melongena L.) di Tanah Ultisol Rahmi, Nelsa Putri Aulia; Sulakhudin, Sulakhudin; Manurung, Rinto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.72881

Abstract

Terung (Solanum melongena L.) mengandung banyak khasiat bagi kesehatan, sehingga terung menjadi potensi untuk dikembangkan sebagai penyumbang terhadap keanekaragaman bahan sayuran bergizi bagi penduduk. Sebaran Tanah Ultisol banyak dijumpai di Indonesia yang sebagian besarnya banyak dijumpai terutama di Kalimantan Barat dengan luas sekitar 21.938.000 hektar (BPS Kalbar, 2020). Tanah Ultisol sering disebut tanah yang bermasalah karena relatif kurang subur, untuk mengatasi permasalahan kualitas tanah dapat melalui penggunaan bahan pembenah tanah seperti pemberian bahan organik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis terbaik dari interaksi pemberian kompos ampas tebu dan pupuk kandang kambing terhadap serapan hara dan hasil terung ungu pada Tanah Ultisol. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu kompos ampas tebu sebanyak 3 taraf perlakuan A0 (0 g/polibag), A1 (300 g/polibag), A2 ( 600 g/polibag) dan faktor kedua pupuk kandang kambing sebanyak 3 taraf perlakuan K0 (0 g/polibag), K1 (204 g/polibag), K2 (408 g/polibag) sehingga total kombinasi perlakuan sebanyak 9 dan diulang 3 kali sehingga terdapat 27 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai dosis kompos ampas tebu dan pupuk kandang kambing menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap serapan hara tanaman dan hasil produksi terung ungu. Interaksi perlakuan A2K2 (600 g/polibag kompos ampas tebu dan 408 g/polibag pupuk kandang kambing) dapat meningkatkan serapan fosfor bagian atas tanaman, panjang buah terung ungu, berat buah terung ungu, dan diameter buah terung ungu.
SIFAT FISIKA TANAH ENTISOL PADA PENGGUNAAN PERTANIAN PADI SAWAH DI DESA KUALA DUA KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA Wina, Teresia; Nusantara, Rossie Wiedya; Manurung, Rinto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.91839

Abstract

Padi merupakan komoditas utama pertanian yang menghasilkan produk berupa beras sebagai sumber karbohidrat utama yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Penelitian bertujuan menganalisis sifat fisika tanah Entisol pada penggunaan pertanian padi sawah di Desa Kuala Dua Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Penelitian dilakukan dari bulan Juni-September 2024. Penelitian menggunakan metode survei lapangan dengan melakukan pengamatan, pengambilan sampel tanah dan dokumentasi lapangan. Titik pengamatan terdiri lahan T dan W yang diambil masing-masing 5 titik sampel yang ditentukan dengan sistem diagonal. Data yang diperoleh dari hasil analisis Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah dan Laboratorium Fisika dan Konservasi Tanah akan disajikan dalam bentuk grafik dan tabel kemudian dijelaskan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bobot isi pada lahan T nilai 0,88 g/cm3 (rendah) dan lahan W nilai 1,05 g/cm3 (sedang), porositas total pada lahan T nilai 63,90% (porous) dan lahan W nilai 58,63% (baik), Nilai kadar air kapasitas lapangan pada kedua lahan tergolong dalam kriteria tinggi dengan nilai yang berbeda lahan T nilai (59,64%) dan lahan W (52,78%), permeabilitas pada lahan T nilai 5,86 cm/jam (sedang) dan lahan W nilai 6,93 cm/jam (agak cepat), C-organik pada lahan T nilai 3,52% (tinggi) dan lahan W nilai 2,22% (sedang).
TRANSFER TEKNOLOGI PENGOLAHAN KOMPOS PELEPAH SAWIT UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TANAMAN MENGHASILKAN (TM) DI SINGKAWANG TIMUR Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri; Hazriani, Rini; Manurung, Rinto; Agustine, Leony
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v6i4.5850

Abstract

Mitra pada kegiatan ini adalah para petani sawit di Kelurahan Maya Sopa, Kecamatan Singkawang Timur, yang menghadapi permasalahan rendahnya produktivitas Tanaman Menghasilkan (TM) akibat penurunan kesuburan tanah Ultisol dan belum adanya keterampilan dalam mengolah limbah pelepah sawit menjadi kompos. Kegiatan ini bertujuan untuk mentransfer teknologi pengolahan kompos pelepah sawit guna meningkatkan kapasitas petani, sekaligus membantu memperbaiki kesuburan tanah sebagai upaya peningkatan produktivitas tanaman sawit. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelatihan pembuatan kompos, pendampingan praktik lapangan, dan evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan petani dalam memanfaatkan pelepah sawit sebagai bahan kompos, serta tersusunnya prototipe kompos yang siap diaplikasikan pada lahan Ultisol. Disimpulkan bahwa kegiatan ini efektif dalam memberdayakan petani melalui peningkatan keterampilan pengolahan limbah organik, sehingga mendukung perbaikan kualitas tanah dan berpotensi meningkatkan produktivitas TM.
PENGARUH PEMBERIAN ABU BOILER TERHADAP SERAPAN HARA N, P, K DAN HASIL TANAMAN JAGUNG DI TANAH GAMBUT Enjela, Dea Septi; Suswati, Denah; Manurung, Rinto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.85504

Abstract

Tanah gambut memiliki kandungan asam-asam organik beracun yang tinggi menyebabkan tanah gambut memiliki pH dan ketersediaan hara yang rendah. Satu diantara bahan amelioran untuk memperbaiki kesuburan tanah gambut yaitu pemberian abu boiler. Abu boiler memiliki sifat-sifat kejenuhan basa tinggi, pH tinggi, serta memiliki kandungan unsur hara makro dan mikro yang dapat meningkatkan kesuburan tanah. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pengaruh abu boiler terhadap serapan hara N, P, K dan hasil tanaman jagung pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan berlangsung dari bulan Januari 2024 hingga Juli 2024 di Lahan Percobaan Pertanian Universitas Tanjungpura dan sampel analisis Fakultas tanah dilakukan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. yang dimulai dari persiapan penelitian hingga penyajian hasil. Penelitian ini dilakukan pada percobaan dalam polybag dengan metode menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor yang terdiri dari 6 perlakuan sama dengan 2 set perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga terdapat 48 polibag. Adapun dosis perlakuan abu boiler yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut : B0 = tanpa perlakuan, B1 = 500 g abu boiler/10.000 g tanah, B2 = 1.000 g abu boiler/10.000 g tanah, B3 = 1.500 g abu boiler/10.000 g tanah , B4 = 2.000 g abu boiler/10.000 g tanah, B5 = 2.500 g abu boiler/10.000 g tanah. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi berat kering bagian atas tanaman, serapan hara N bagian atas tanaman, serapan hara P bagian atas tanaman, serapan hara K bagian atas tanaman, dan berat pipilan kering/tanaman. Pemberian abu boiler pada perlakuan B2 dengan dosis 1000g abu boiler/10.000g tanah dapat meningkatkan berat kering tanaman bagian atas tanaman sebesar 18,17%, serapan hara N bagian atas tanaman sebesar 31,65%, serapan hara K bagian atas tanaman sebesar 61, 13% dan berat pipilan kering tanaman sebesar 36,62%.
STUDI SIFAT FISIKA TANAH ULTISOL PADA TIGA KELERENGAN DI LAHAN KARET RAKYAT DI DESA KERSIK BELANTIAN KECAMATAN JELIMPO KABUPATEN LANDAK Seftian, Seftian; Widiarso, Bambang; Manurung, Rinto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.99645

Abstract

ABSTRAK Sifat fisika tanah merupakan kunci penentu kualitas suatu lahan dan lingkungan. Perbedaan tingkat lereng memungkinkan terjadi erosi di Desa Kersik Belantian Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak yang mempengaruhi penurunan produktivitas karet rakyat. Adanya perbedaan kelas lereng pada lokasi penelitian memungkinkan mempengaruhi sifat fisika di tanah Ultisol di Desa Kersik Belantian Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan sifat fisika tanah di lahan karet rakyat pada tiga kelas lereng yang berbeda di Desa Kersik Belantian Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak. Pengambilan sampel tanah dilakukan dengan metode diagonal. Data yang didapatkan di lapangan yaitu sampel tanah pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm. Sampel dari lahan kemudian dilakukan uji laboratorium, maka dapat diketahui perbedaan antara tingkat kemiringan lereng dengan sifat fisika tanah. Perbedaan tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode Anova pada taraf signifikan α = 0,05 dan di lanjutkan dengan uji lanjut BNJ. Hasil penelitian menunjukkan kemiringan lahan datar, landai, dan agak miring berpengaruh nyata terhadap bobot isi, porositas, kadar air kapasitas lapangan, dan kemantapan agregat tanah tanah pada lahan karet. Semakin miring lahan maka sifat fisika tanah semakin rendah atau kurang baik. Hasil analisis uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji lanjut BNJ menunjukkan lahan datar (0-3%), landai (3-5%), dan agak miring (5-8%) berpengaruh tidak berpengaruh nyata terhadap sifat fisika tanah.
Evaluasi Status Kesuburan Tanah Entisol pada Beberapa Umur Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) di Desa Sungai Ambangah Kabupaten Kubu Raya Batubara, Yuli Shinta Natalia; Manurung, Rinto; Hazriani, Rini
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 12, No 1 (2026): Februari
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v12i1.105107

Abstract

Entisols have considerable potential for plantation development, including oil palm (Elaeis guineensis Jacq), a strategic commodity in Indonesia’s economy. In Sungai Ambangah Village, oil palm cultivation constitutes a primary livelihood activity. This study aimed to assess soil fertility status under different ages of oil palm plantations established on Entisols. The research was conducted in Sungai Ambangah Village, Sungai Raya Subdistrict, Kubu Raya Regency, West Kalimantan, Indonesia. Soil sampling was performed using a zig-zag pattern within the palm circle area. Each observation point consisted of five subsamples composited into a single sample, resulting in a total of twelve composite samples collected from three land units. Soil samples were analyzed at the Laboratory of Soil Chemical Properties and Fertility, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura. Analytical results were classified according to the soil chemical property criteria established by the Soil Research Center (1983), and soil fertility status was evaluated based on the guidelines of the Soil Research Center, Bogor (1995). The results indicated that organic C, available P, and total K contents were relatively high. However, overall soil fertility remained constrained due to very acidic soil pH, very low base saturation, and limited availability of exchangeable base cations (Ca, Mg, K, and Na). Fertility evaluation revealed that the soils were classified as low fertility status, with very low base saturation identified as the primary limiting factor associated with strongly acidic soil conditions.
Karakteristik Sifat Kimia Tanah Ultisol pada Tanaman Karet di Desa Kersik Belantian Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak Goreti, Valentina; Nusantara, Rossie Wiedya; Manurung, Rinto
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 12, No 1 (2026): Februari
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v12i1.99513

Abstract

Rubber is one of the agricultural commodities that plays a very important role, both as a source of income, employment opportunities, and a source of foreign exchange for the country. Rubber plants have a very high economic value, this annual plant can be tapped for its rubber sap for the first time at the age of 5 years, land for growing rubber plants generally pays more attention to physical properties than chemical properties. This study aims to determine the characteristics of the chemical properties of ultisol soil in rubber plants in the village of Kersik Belantian, Jelimpo District, Landak Regency. Determination of observation points was carried out using the diagonal method, determination of coordinate points using the Global Positioning System (GPS). The results showed that the pH of the superior rubber soil was 4.78 (acidic) and local rubber 4.90 (acidic). Organic carbon of superior rubber soil was 3.78% (high) and local rubber 0.20% (very low). Total nitrogen of superior rubber soil was 0.35% (moderate) and local rubber 0.44% (moderate). Available phosphorus in superior rubber soil is 15.23 ppm (low) and local rubber is 11.23 ppm (low). Potassium-dd in superior rubber soil is 0.12 cmol (+)kg-1 (very low) and local rubber is 0.14 cmol(+)kg-1 (very low). Cation exchange capacity of superior rubber is 16.49 cmol (+)kg-1 (low) and local rubber is 12.80 cmol(+)kg-1 (low). Base saturation of superior rubber is 4.24% (very low) and local rubber is 5.16% (very low). Al-dd in superior rubber is 0.98% (low) and local rubber is 0.89% (very low). Keyword: Chemical Properties, Ultisol Soil, Rubber, Soil Characteristics