Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

EVALUASI STATUS KESUBURAN TANAH ULTISOL PADA DUA PENGGUNAAN LAHAN DI DESA PAK BULU KECAMATAN ANJONGAN KABUPATEN MEMPAWAH Wati, Khairun Rahmah; Hazriani, Rini; Manurung, Rinto
Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Departemen Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtsl.2025.012.1.11

Abstract

Ultisols generally have low soil fertility status due to their acidic nature, low organic matter, and limited nutrient availability. The utilization of ultisols for oil palm plantations and secondary forests certainly affects the availability of nutrients, organic matter, and soil acidity. Soil management that does not align with the fertility conditions will result in other problems that can threaten the sustainability of agricultural production. The lack of comprehensive research on soil fertility, particularly in Pak Bulu Village, Anjongan Sub-District, limits the available information on the long-term impacts that could affect soil quality. This situation highlights the importance of conducting this research to determine the appropriate land management practices for soil fertility in each land use. This study employed a soil survey method, with sampling points determined by overlaying maps of soil types, slope classes, and land use, using a purposive sampling method, which was divided into four land units. The soil samples were analyzed for their chemical properties in the Soil Chemistry and Fertility Laboratory of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University. The laboratory results were then categorized based on the criteria for evaluating soil chemical properties by the Soil Research Center (1983), and the soil fertility status was subsequently evaluated based on the soil fertility evaluation guidelines by the Soil Research Center Bogor (1995). The evaluation results showed that the soil fertility status of both land uses was at the same level; however, the oil palm plantation had limiting factors such as Cation Exchange Capacity (CEC), Base Saturation (BS), Total Phosphorus (P-total), and Total Potassium (K-total) that were classified as low to very low, while the secondary forest only had Base Saturation and Total Potassium classified as very low, with CEC classified as low.
STATUS UNSUR HARA TANAMAN KELAPA SAWIT ( ELAEIS GUINEESIS JACQ) MENGHASILKAN PADA TANAH ULTISOL DI DESA SEMUNTAI KECAMATAN MUKOK KABUPATEN SANGGAU Juliawati, Ragil; Sulakhudin, Sulakhudin; Manurung, Rinto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.90863

Abstract

Tanah merupakan faktor utama dalam mendukung pertumbuhan tanaman karena menyediakan air dan unsur hara esensial seperti N, P, K dan Mg. Ultisol salah satu jenis tanah yang umum di Indonesia, banyak dimanfaatkan dalam perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan hara N, P, K, dan Mg pada tanah Ultisol guna mendukung produktivitas kelapa sawit secara berkelanjutan. Pengamatan dilakukan di lahan seluas 2 Ha dengan metode diagonal, 15 titik pengamatan berjarak 25 meter. Sampel tanah diambil dari kedalaman 0-30 cm dan dikompositkan menjadi 3 sampel, sampel daun diambil dari pelepah ke-17 dan juga dikompositkan. Hasil penelitian menunjukkan kandungan unsur hara bervariasi dengan fosfor tertinggi pada TM 3 (5,92%) dan kadar kalium yang rendah di semua titik. Analisis daun menunjukkan kandungan nitrogen 3,39-3,45%, fosfor 0,44-0,47%, kalium 1,00-1,43%, dan magnesium 0,34-0,39%. rekomendasikan pemupukan menggunakan urea 2,15 kg/ha, SP-36 1,65 kg/ha, dan KCl 3,22 kg/ha. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu optimalisasi pengelolaan perkebunan kelapa sawit pada tanah Ultisol secara berkelanjutan.
STATUS UNSUR HARA TANAMAN KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ) BELUM MENGHASILKAN PADA TANAH ULTISOL DI DESA SEMUNTAI, KECAMATAN MUKOK, KABUPATEN SANGGAU Fauziah, Fauziah; Sulakhudin, Sulakhudin; Manurung, Rinto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.90864

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Semuntai, Kecamatan Mukok, Kabupaten Sanggau, dengan tujuan untuk menganalisis korelasi antara kandungan unsur hara tanah, kadar unsur hara dalam jaringan tanaman, dan pertumbuhan kelapa sawit belum menghasilkan serta memberikan rekomendasi pemupukan. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode diagonal pada kedalaman tanah 0"“30 cm dan pelepah ke-9 daun tanaman. Analisis dilakukan terhadap parameter kimia tanah (pH, KTK, C-organik, N-total, P-tersedia, K-dd, Mg-dd), kimia daun (N, P, K, Mg), serta pertumbuhan tanaman (tinggi, panjang pelepah, lebar dan panjang daun). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah memiliki pH masam, kapasitas tukar kation sedang, serta kandungan C-organik dan nitrogen total sedang. Fosfor, kalium, dan magnesium dalam tanah tergolong sangat rendah. Sebaliknya, unsur hara daun menunjukkan kandungan nitrogen dan fosfor tinggi, serta kalium dan magnesium dalam kategori optimum. Korelasi antara unsur hara tanah dan jaringan tanaman dianalisis untuk memahami hubungan antar variabel dan menyusun rekomendasi pemupukan yang tepat.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA PARIT KELADI II DENGAN PEMBUATAN BIOCHAR BERBASIS SUMBERDAYA LOKAL Yulies Vitri Indrawati, Urai Suci; Hazriani, Rini; Manurung, Rinto
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i2.13497

Abstract

ABSTRAK Program PKM ini bertujuan untuk mentransfer teknologi pembuatan biochar berbasis limbah pertanian dengan alat pirolisis sederhana, sebagai solusi bagi para petani di Desa Parit Keladi II, Kecamatan Sei Kakap yang mengalami permasalahan berkurangnya produksi hasil pertanian dan pemanfaatan limbah pertanian.  PKM dilaksanakan selama 6 (enam) bulan dimulai dari kegiatan persiapan, sosialisasi ke Kelompok Tani (Poktan) Bersatu Karya Tani dan dilanjutkan dengan pelaksanaan program inti yaitu penyampaian materi dan praktek pembuatan biochar  dan  diakhiri dengan evaluasi dan pelaporan. Khalayak yang dituju adalah petani padi dan hortikultura yang bergabung dalam Poktan Bersatu Karya Tani. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, ceramah, diskusi, tanya jawab dan evaluasi. Pada prinsipnya bentuk kegiatan ini meliputi penyuluhan tentang manfaat biochar untuk budidaya di lahan Alluvial.  Pelaksanaan kegiatan berupa penyampaian materi dan praktek pembuatan biochar dari sekam padi, dan diakhiri dengan evaluasi dan pelaporan. Pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan biochar dari sekam merupakan kunci agar masyarakat tani dapat melaksanakannya dengan hasil yang baik. Kesimpulan yang dapat diambil dari kegiatan ini adalah masyarakat sangat antusias terhadap materi yang disampaikan karena mereka belum mengetahui hal ini sebelumnya. Pasca kegiatan ini disarankan agar pembinaan kegiatan ini terus dilakukan di bawah naungan PPL dari Kelurahan. Kata kunci: Alluvial, biochar, limbah pertanian, pirolisis sederhana, sekam padi.   ABSTRACT This Community Service Program aims to transfer the technology of making biochar based on agricultural waste with simple pyrolysis tools, as a solution for farmers in Parit Keladi II Village, Sei Kakap District who experience problems with reduced agricultural production and utilization of agricultural waste. The service was carried out for 6 (six) months starting from preparation activities, socialization to the Bersatu Karya Tani  Farmers Group and continued with the implementation of the core program, namely the delivery of materials and practice of making biochar and ending with evaluation and reporting. The target audience is rice and horticultural farmers who join the Bersatu Karya Tani Farmers Group. The methods used are counseling, lectures, discussions, questions and answers, practice and evaluation. In principle, this form of activity includes counseling on the benefits of biochar for cultivation in Alluvial land. Implementation of activities in the form of delivering material and practice of making biochar from rice husks, and ending with evaluation and reporting. Knowledge and skills in making biochar from husks are the key so that the farming community can carry it out with good results. The conclusion that can be drawn from this activity is that the community is very enthusiastic about the material presented as the technology is a new knowledge. After this activity, it is suggested that the coaching of this activity be carried out under the supervision of the agricultural extension officer (PPL) from the local government at sub-district level. Keywords: Alluvial, biochar, agricultural waste, simple pyrolysis, rice husk.
EVALUASI KESUBURAN TANAH UNTUK REPLANTING KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ) DI DESA BELONSAT, KECAMATAN BELIMBING, KABUPATEN MELAWI Pradana, Fahmi Galih; Hazriani, Rini; Manurung, Rinto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.96074

Abstract

Tanah Ultisol banyak digunakan untuk budidaya kelapa sawit. Tanah ini memiliki karakteristik akumulasi liat yang mengurangi daya resap air dan meningkatkan erosi, berdampak negatif pada kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi status kesuburan tanah di lahan kelapa sawit di Desa Belonsat, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi, serta memberikan saran pemupukan yang tepat untuk meningkatkan produktivitas. Metode penelitian dilakulan ditiga lahan penelitian, satu lahan diambil 3 sampel menggunakan sistem diagonal lima titik untuk pengambilan sampel tanah, yang kemudian dianalisis di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah dengan parameter analisis sifat kimia tanah yaitu reaksi tanah (pH), C-organik, N-Total, P-Tersedia, Kalium Dapat Ditukar (Kdd), Kapasitas Tukar Kation (KTK), dan Kejenuhan Basa (KB). Analisis parameter sifat fisika yaitu Tekstur dan Bobot Isi (BI). Hasil analisis menunjukkan bahwa di lokasi penelitian memiliki status kesuburan yang rendah, dengan faktor pembatas kapasitas tukar kation (KTK) dan kejenuhan basa (KB) yang tergolong rendah. Evaluasi kesuburan tanah menjadi langkah penting untuk memastikan keberlanjutan dan keberhasilan budidaya kelapa sawit di masa depan.
Evaluasi Kemampuan Lahan di Desa Punggur Kecil Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Rahmansyah, Fathur; Hazriani, Rini; Manurung, Rinto
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 11, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v11i2.90979

Abstract

The evaluation of land capability in Punggur Kecil Village, Sungai Kakap Sub-district, Kubu Raya Regency, West Borneo aims to assess land potential and limitations to support effective and sustainable land use planning in the area. This study used a grid method covering physical and chemical characteristics, as well as environmental factors such as topography, climate, and current land use patterns. Data were collected through field surveys, soil sampling, and physical and chemical laboratory analysis to determine key parameters such as soil pH, salinity, permeability, and fiber content. The evaluation results show that most of the land in Punggur Kecil Village has high potential for agricultural activities, especially for annual crops and plantation crops. The findings of this study are expected to provide guidance for better land use planning, as well as recommendations for sustainable management in Punggur Kecil Village, in order to increase productivity and sustainability of natural resources in accordance with Kubu Raya Regency Regional Regulation Number 7 of 2016 concerning Spatial Planning of Kubu Raya Regency 2016-2036 in the area of Punggur Kecil Village, Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency, West Borneo
PERBANDINGAN SIFAT FISIKA TANAH PADA LERENG ATAS DAN BAWAH DI LAHAN KELAPA SAWIT (ELAEIS GUNEENSIS JACQ) DESA SELALONG KECAMATAN SEKADAU HILIR KABUPATEN SEKADAU Setiawan, Julian Enggar; Junaidi, Junaidi; Manurung, Rinto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.99483

Abstract

Kelapa sawit (Elais Guineensi Jacq) umumnya dibudidayakan di lahan datar atau landai, tetapi juga bisa ditanam di lereng dengan beberapa pertimbangan. Produsi kelapa sawit di lereng yang curam atau sangat curam cenderung lebih rendah dibandingkan dengan lereng yang datar atau landai. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pertumbuhan dan hasil tanaman kelapa sawit pada berbagai topografi pada satu hamparan lahan. Topografi dapat mempengaruhi laju erosi pada lahan pertanian. Tingkat erosi yang tinggi mengangkut lebih banyak hara ke tempat yang lebih rendah sehingga menurunkan produktivitas lahan termasuk lahan pertanaman kelapa sawit. Sifat fisik tanah pada perkebunan kelapa sawit mencakup tekstur, struktur, permeabilitas, dan porositas. Tekstur tanah yang ideal untuk kelapa sawit adalah lempung berpasir dan lempung berdebu, sementara struktur yang baik adalah remah dengan keseimbangan pori dan bahan padat. Permeabilitas tanah yang baik memungkinkan air dan udara meresap ke dalam tanah, sedangkan porositas menentukan jumlah ruang pori dalam tanah yang mempengaruhi ketersediaan air dan udara bagi tanaman.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis Guineensis Jacq) DI DESA LUMUT KECAMATAN TOBA KABUPATEN SANGGAU Raditya, Dimas; Riduansyah, Riduansyah; Manurung, Rinto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.93084

Abstract

Kurangnya informasi mengenai data-data karakteristik dan potensi lahan untuk tanaman kelapa sawit di Desa Lumut berdampak pada pertumbuhan dan penurunan produktivitas tanaman sehingga perlu dilakukan evaluasi lahan untuk mendapatkan data yang diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik lahan di Desa Lumut, menentukan sub-kelas kesesuaian aktual dan potensial lahan tanaman kelapa sawit serta memberikan rekomendasi perbaikan lahan sesuai dengan kelas kesesuaian lahan. Peneltian ini dilaksanakan di Desa Lumut, Kecamatan Toba Kabupaten Sanggau dan Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Berdasarkan hasil overlay peta pada lokasi penelitian memiliki dua satuan lahan dengan dua sub group yaitu Acrudoxic Kandiudults dan Typic Kandiudults. Pengambilan sampel komposit dan sampel tanah utuh untuk analisis di laboratorium dengan kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm pada setiap satuan lahan. Dari hasil pencocokan kriteria kesesuaian lahan untuk tanaman kelapa sawit menunjukkan bahwa kelas kesesuaian lahan aktual untuk SL 1 dan SL 2 adalah S3-f,n,e atau sesuai marginal dengan faktor pembatas terberat yaitu KTK tanah, kejenuhan basa dan C-organik (f), hara tersedia (n) yaitu Total N , P2O5 dan K2O, serta ringkat bahaya erosi (e). Sedangkan kelas kesesuaian lahan potensial tanaman kelapa sawit pada SL 1 dan SL 2 adalah S2-w atau cukup sesuai dengan faktor pembatas yaitu curah hujan tahunan (w).
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN SEMANGKA DAN KACANG HIJAU DI DESA SAYANG SEDAYU KECAMATAN TELUK KERAMAT KABUPATEN SAMBAS Mudim, Mudim; Riduansyah, Riduansyah; Manurung, Rinto
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3994

Abstract

The lack of information regarding land potential, suitability of land use and land management actions has resulted in less than optimal agricultural productivity in Sayang Sedayu Village. The research aims to identify land characteristics, determine land suitability at the sub-class level and determine the limiting factors that influence land suitability, and provide suggestions for improving land quality based on land suitability class data. The research was carried out from May to August 2022. The results showed that the research area had 6 land map units and there were 2 types of soil, namely Typic Sulfaquent and Typic Fluvaquent. The actual land suitability classification for watermelon plants has the criteria S3-wa,nr,xs at SPL 1, 2, 4 and 5 and N-rc,xs at SPL 3 and 6. The actual land suitability classification for mung bean plants has the S3-wa criteria ,nr,xs at SPL 1, 4 and 5. S3-wa,nr,na,xs at SPL 2, and N-xs at SPL 3 and 6. With the toughest limiting factors, namely rainfall, humidity, effective depth, base saturation (KB), soil pH and sulfidic depth. The potential land suitability classification for watermelon plants is S2-wa at SPL 1, 2, 4 and 5 and S2-wa,rc,xs at SPL 3 and 6. Meanwhile for mung bean plants, the potential land suitability class is S2-t,wa at SPL 1, 2, 4 and 5 and S2-t,wa,xs at SPL 3 and 6. Keywords: Land Suitability, Watermelon, Mung Beans, Sayang Sedayu INTISARIMinimnya informasi mengenai potensi lahan, kesesuaian penggunaan lahan dan tindakan pengelolaan lahan menyebabkan kurang maksimalnya produktivitas pertanian di Desa Sayang Sedayu. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi karakterisitk lahan, menentukan kesesuaian lahan pada tingkat sub kelas dan mengetahui faktor-faktor pembatas yang berpengaruh terhadap kesesuaian lahan, dan memberikan saran perbaikan kualitas lahan berdasarkan data kelas kesesuaian lahan. Penelitian dilakukan mulai dari bulan Mei sampai Agustus 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada daerah penelitian memiliki 6 satuan peta lahan dan terdapat 2 jenis tanah yaitu Typic Sulfaquent dan Typic Fluvaquent. Klasifikasi kesesuaian lahan aktual untuk tanaman semangka memiliki kriteria S3-wa,nr,xs pada SPL 1, 2, 4 dan 5 dan N-rc,xs pada SPL 3 dan 6. Klasifikasi kesesuaian lahan aktual untuk tanaman kacang hijau memiliki kriteria S3-wa,nr,xs pada SPL 1, 4 dan 5.  S3-wa,nr,na,xs pada SPL 2, serta N-xs pada SPL 3 dan 6. Dengan faktor pembatas terberat yaitu curah hujan, kelembaban, kedalaman efektif, kejenuhan basa (KB), pH tanah dan kedalaman sulfidik. Klasifikasi kesesuaian lahan potensial untuk tanaman semangka S2-wa pada SPL 1, 2, 4 dan 5 serta S2-wa,rc,xs pada SPL 3 dan 6. Sedangkan untuk tanaman kacang hijau memiliki kelas lesesuaian lahan potensial S2-t,wa pada SPL 1, 2, 4 dan 5 serta S2-t,wa,xs pada SPL 3 dan 6.  Kata kunci: Kesesuaian Lahan, Semangka, Kacang Hijau, Sayang Sedayu
PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS JERAMI PADI DAN MOL TERHADAP KETERSEDIAAN N, P, K, DAN PERTUMBUHAN JAGUNG DI TANAH ALLUVIAL Gans Silalahi, Gio Andi; Yulies Vitri Indrawati, Urai Suci; Manurung, Rinto
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i2.4609

Abstract

Alluvial land in Indonesia, especially in West Kalimantan, has the potential as an agricultural area but has obstacles that can reduce productivity. Utilization of organic matter such as rice and mole straw compost is an alternative that can be used to overcome alluvial soil problems. This study aims to determine the effect of giving compost of rice straw and mole of banana tag on the availability of nutrients N, P, and K, and the growth of corn plants (Zea mays saccharata L.). The study was conducted on the land of Karya I Hamlet I Kuala Dua Village, Kubu Raya Regency. The study used the field experimental method with a complete random design pattern (RAL) with 1 factor, consisting of 5 treatment levels including J0 = 0 (control), J1 = 280 g/polybag (10 tons/ha), J2 = 560 g/ Polybag (20 tons/ha), J3 = 840 g/polybag (30 tons/ha), and J4 = 1120 g/polybag (40 tons/ha). Each treatment is repeated 5 times, and there are 25 polybags. The research parameters observed were soil pH, C-organic, N-total, P-available, K-Available, Plant Height, Stem Diameter, and Dry Root Weight. The results showed that the administration of rice straw compost and mole of banana tubes significantly affected soil pH, soil c-organic, soil phosphorus, plant height, stem diameter, and root dry weight. Keywords: corn, rice straw compost, and mol, alluvial land