Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

GAMBARAN SEIF CARE PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATUNADUA Harahap, Mei Adelina; Simamora, Febrina Angraini; Gintings, Akhyar Fauzi; Rangkuti, Juni Andriani
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 1 (2024): Vol.9 No. 1 Juni 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i1.1343

Abstract

Diabetes melitus atau DM adalah penyakit yang sebabkan tingginya kadar glukosa dalam darah. Masalah -masalah yang dialami oleh penderita diabetes melitus dapat diminiimalisir jika penderita memiliki kemampuan dan pengetahuan. Self care yang dilakukan penderita Diabetes Melitus meliputi pengeturan pola makan / diet, aktivitas fisik / olahraga, perawatan kaki, minum obat diabetes, dan monitoring gula darah. Tujuan penelitihan ini untuk mengetahui gambaran Self care penderita Diabetes Melitus. Penelitihan inimrnggunakan desain deskriftif. Responden pada penelitahan ini berjumlah 67 orang. Analisa data dilakukan secara analitik dengan melihat persentase data yang disajikan dalam table distribusi. Hasil penelitihan ini menunjukkan mayoritas Self Care baik sebanyak 42 orang (62,7%). Penelitihan diharapkan dapat menjadi gambaran pada pasien dan keluarga pasien tentang pentingnya melakukan Self Care untuk mengontrol kadar gula darah sehingga pasien akan termotivasi untuk menerapkan pola hidup sehat. Diabetes mellitus or DM is a disease that causes high levels of glucose in the blood. The problems experienced by diabetes mellitus sufferers can be minimized if sufferers have the ability and knowledge. Self-care carried out by Diabetes Mellitus sufferers includes adjusting eating patterns/diet, physical activity/exercise, foot care, taking diabetes medication, and monitoring blood sugar. The aim of this research is to determine the description of self-care for diabetes mellitus sufferers. This study uses a descriptive design. Respondents in this research were 67 people. Data analysis was carried out analytically by looking at the percentage of data presented in the distribution table. The results of this research show that the majority of Self Care is good as many as 42 people (62.7%). It is hoped that the research will provide an illustration to patients and their families about the importance of self-care to control blood sugar levels so that patients will be motivated to adopt a healthy lifestyle.
PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN BAYI LAHIR RENDAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN PANYABUNGAN SELATAN Harahap, Mei Adelina; Ritonga, Nefonavratilova; Rangkuti, Juni Andriani; Gintings, Akhyar Fauzi
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa cara dilakukan untuk dapat meningkatkan berat badan bayi, salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan berat badan bayi yaitu dengan metode Teknik pijat bayi. Pijat bayi merupakan terapi sentuhan yang merupakan ekspresi dari kasih sayang orang tua terhadap anaknya. Dengan sentuhan tersebut, orang tua dan anak akan sama – sama merasa nyaman, karena hubungan kedekatan secara emosional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan bayi lahir rendah di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Panyabungan Selatan. Metode penelitian adalah Quasi Eksperimen dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest design. Sampel diambil dengan menggunakan total sampling. Jumlah sebanyak 15. Analisi data menggunakan uji Paired T Test. Hasil penelitian P=0,001. Kesimpulan menunjukkan adanya pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan bayi lahir rendah di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Panyabungan Selatan (P<0,05). Disarankan bagi ibu khusunya pada bayi lahir rendah untuk melakukan Teknik pijat bayi. Several ways are used to increase the baby's weight, one effective way to increase the weight of baby is by using baby massage techniques. Baby massage is touching therapy as an expression of a parent's love for their child. With this touch, parents and children will both feel comfortable, because of the emotional closeness of the relationship. The purpose of the study was to determine the effect of baby massage on increasing the weight of low-birth-weight babies at South Panyabungan District Health Center working area. The study used Quasi Experimental with one group pretest-posttest design. The samples were taken using total sampling. The total was 15. Data analysis used the Paired T Test. The results showed that P=0.001. It can be concluded that there is an effect of baby massage on increasing the weight of low birth weight babies at South Panyabungan District Health Center working area (P<0.05). It is suggested for mothers, especially with low birth weight babies, to carry out baby massage techniques.
PENYULUHAN PHBS TENTANG JAJANAN SEHAT DI SD NEGERI 100614 PINTU PADANG I Harahap, Mei Adelina; Rangkuti, Juni Andriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 3 (2025): Vol. 7 No 3 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i3.2421

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di sekolah adalah upaya untuk memberdayakan siswa, guru dan masyarakat lingkungan sekolah agar tahu dan mau serta mampu mempraktikan PHBS dan berperan aktif dalam mewujudkan sekolah sehat. Salah Satu indicator PHBS Di Sekolah adalah mengkonsumsi jajanan sehat. Jajanan sehat merupakan jajanan yang terhindar dari cemaran biologis ataupun kimia dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Mengkonsumsi jajanan sehat memberikan dampak positif bagi tubuh seperti menambah asupan energi, nutrisi dan vitamin. Selain memberikan dampak positif, jajanan juga memberikan dampak negatif seperti jajanan tidak sehat. Jajanan tidak sehat itu adalah Makanan cepat saji. Jajanan yang saat ini sering dikonsumsi oleh siswa SD merupakan jenis jajanan yang merupakan makanan cepat saji atau fast food. Metode yang di gunakan adalah berupa penyuluhan dengan cara memberikan materi menggunakan media leaflet. Pelaksanaan di lakukan di SD Negeri 100614 Pintu Padang I . Kegiatan ini terlaksana dengan dengan baik bahkan para anak- anak terlihat antusias dan diharapkan kegiatan penyuluhan ini selain koordinasi dengan kepala sekolah , diperlukan koordinasi dengan Puskesmas setempat untuk menyebar luaskan informasi dan menyakinkan seseorang agar munculnya kesadaran dalam meningkatkan status kesehatan dan mencegahnya penyakit pada anak agar responden yang datang bisa lebih banyak lagi dan penyampaian informasi kesehatan ini dapat lebih menyebar luas lagi.
Edukasi Kesehatan tentang Pencegahan Penyakit Jantung Bawaan (PJB) pada Ibu Hamil dalam kegiatan Posyandu di Desa Baruas wilayah kerja Puskesmas Batunadua Simamora, Febrina Angraini; Manurung, Dina Mariana; Rangkuti, Juni Andriani; Siregar, Nurelilasari; Harahap, Mei Adelina; Lola Pebrianthy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 3 (2025): Vol. 7 No 3 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i3.2444

Abstract

Penyakit jantung bawaan (PJB) merupakan kelainan kongenital yang terjadi sejak masa perkembangan janin dan berkontribusi terhadap tingginya morbiditas serta mortalitas bayi. Upaya pencegahan PJB perlu dilakukan secara promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan kepada ibu hamil dan perempuan usia subur. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pencegahan PJB pada janin melalui edukasi kesehatan yang dilaksanakan pada kegiatan Posyandu di Desa Baruas, wilayah kerja Puskesmas Batunadua. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan, diskusi interaktif, dan pembagian media edukasi. Kegiatan ini dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Universitas Aufa Royhan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus aplikasi pembelajaran mahasiswa di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai faktor risiko PJB, pentingnya perencanaan kehamilan sehat, dan kepatuhan terhadap pemeriksaan antenatal. Disimpulkan bahwa edukasi kesehatan berbasis Posyandu efektif sebagai strategi pencegahan PJB pada janin dan mendukung penguatan peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat.
PENGARUH KONSELING GIZI TERHADAP PENGETAHUAN ORANG TUA BALITA DI POSYANDU WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS KOTANOPAN Harahap, Mei Adelina; Fitri Napitupulu, Natar; Ritonga, Nefonavratilova; Rangkuti, Juni Andriani
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2296

Abstract

ABSTRACT Knowledge is the result of human sensing, or the result of someone knowing objects through their senses). Knowledge itself is influenced by formal education factors. The purpose of this study was to determine the effect of nutrition counseling on the knowledge of parents of toddlers. This research method is quantitative with a quasi-experiment design with a one group pretest and posttest design, the population in this study amounted to 1,920 people with a sample of 95 respondents. The results of this study are the age characteristics of the majority of productive respondents (aged 20-35 years) 50.5%, the majority of female gender 100%, the majority of low education (elementary / junior high school) 48.4%, the majority of respondents' jobs are working 54.7%, and the majority of low income (˂ Rp. 2,691,808) 76.8%. The bivariate results showed that the comparison of knowledge before and after nutrition counseling from the results of the Wilcoxon statistical test obtained p-value = 0.001 (p <0.05), it can be concluded that there is a significant effect on nutrition counseling on knowledge. The conclusion of this study is that nutrition counseling needs to be done to improve the knowledge of parents of toddlers.