Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pemeriksaan Dan Edukasi Deteksi Dini Kolesterol Tinggi Pada Masyarakat Di Kudus Ismawatie, Emma; Dewi, Yulia Ratna; Maulani, Yulita; Supriyanto, ka Evan
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 6 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i6.1824

Abstract

Kadar Kolesterol tinggi merupakan faktor risiko utama pada penyakit jantung dan merupakan masalah kesehatan secara global. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui prevalesi kolesterol tinggi dan untuk meningkatkan kesadaran pada Masyarakat Pasuruhan, Jati, Kudus, serta memberikan edukasi terkait pencegahan dan pengendaliannya. Metode yang digunakan ini adalah pemeriksaan kadar kolesterol pada sampel darah Masyarakat secara acak, didapatkan responden sejumlah 95 peserta, dilanjutkan dengan pemberian edukasi yaitu mengenai pola makan sehat dan gaya hidup aktif. Hasil penelitian dimana menunjukkan bahwa terdiri dari 40% responden hasil kadar kolesterol normal, dan dimana di dapatkan 60% responden hasil kadar kolesterol pada diatas normal, Edukasi yang diberikan diharapkan dapat memberikan peningkatkan kesadaran Masyarakat akan pentingnya menjaga kadar kolesterol dan memodifikasi terhadap perilaku hidup sehat dengan mengurangi konsumsi lemak (gorengan), juga meningkatkan pengetahuan pada Masyarakat Pasuruhan, Jati Kudus tentang faktor resiko kadar kolesterol tinggi yang berisiko kurang baik, serta memberikan motivasi untuk mengubah gaya hidup yang menjadi lebih sehat.
INCOMPATIBLE DARAH DONOR TERHADAP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT BAYUKARTA KARAWANG Emma, Ismawatie; Dewi, Yulia Ratna; Gunawan, Lucia Sincu; Wahyuningsih, Sandra Tri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25705

Abstract

Penyakit gagal ginjal kronik (GGK) merupakan penurunan dari fungsi ginjal secara kronis yang memerlukan waktu lama. Hemodialisis (cuci darah) merupakan salah satu langkah untuk terapi pengganti ginjal yang dapat digunakan pada pasien penderita dengan penurunan fungsi ginjal baik yang akut maupun kronik. Pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi tindakan hemodialisa (HD) reguler ditransfusi dengan jenis darah transfusi PRC (Packed Red Cell). Namun saat pemeriksaan uji cocok serasi darah sering sekali terjadinya masalah crossmatching incompatible. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya incompatible darah donor terhadap pasien penderita gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa di Rumah Sakit Bayukarta Karawang. Metode penelitian dilakukan secara deskriptif. Bahan yang digunakan yaitu data sekunder hasil crossmatching pada pasien penderita Gagal Ginjal Kronik (GGK) yang menjalani Hemodialisa (HD) di Rumah Sakit Bayukarta Karawang. Analisis data secara deskriptif yaitu inkompatibilitas ditabulasi dengan berdasarkan hasil crossmatch yaitu persentase darah inkompatibel pada pasien penderita gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa (HD). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dari hasil uji crossmatching sebanyak 75 pasien penderita gagal ginjal kronik (GGK) yang menjalani hemodialisis regular dan transfusi darah di rumah sakit terdapat inkompatibel 24 (31%) dengan persentase inkompatibilitas kategori IV sebanyak 20 (27%) dan inkompatibilitas kategori V sebanyak 4 (4%).
IDENTIFIKASI HASIL PCR PANEL RESPIRATORY PENYEBAB GEJALA ISPA DI RUMAH SAKIT X JAKARTA SELATAN TAHUN 2023 Maryoto, Maryoto; Dewi, Yulia Ratna
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v1i3.552

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit infeksi yang menyerang bagian pernapasan atas dan menjadi salah satu penyakit yang menjadi perhatian khusus di dunia (WHO) dan merupakan penyebab morbiditas dan mortalitas yang dapat mencapai 4,25 juta setiap tahun dan telah menurunkan usia harapan hidup sebesar 2,09 juta pada penderita. Menurut Kemenkes tahun 2021, propinsi DKI termasuk provinsi dengan kasus tertinggi ISPA (53,0%). Tujuan penelitian adalah menganalisa distribusi hasil dari usia, jenis kelamin, pola hasil serta penyebab dan dominasinya berdasarkan hasil pemeriksaan PCR Panel Respiratory di Rumah Sakit X Jakarta Selatan tahun 2023. Peneliti menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel adalah data sekunder secara restropektif dengan mengambil data rekam medis pasien yaitu sejumlah 260 sampel. Analisis data yang digunakan adalah Univariat dan Bivariat. Hasil penelitian yang didapat adalah 217 sampel dengan hasil terdeteksi (83.5%) dan 43 sampel (16.5%) sampel tidak terdeteksi, dengan distribusi dari faktor penyebab adalah virus sebesar 78,5%, bakteri 3,5%, keduanya (virus dan bakteri) 1,5%. Kesimpulan penelitian adalah pemeriksaan PCR Panel Respiratory sangat disarankan untuk mendeteksi berbagai patogen (Virus dan Bakteri) pada pasien dengan gejala ISPA.
PERBANDINGAN HASIL PEMERIKSAAN ANTARA MIKROSKOPIS DAN GENEXPERT PADA SPUTUM SUSPEK TB DI LABORATORIUM NASIONAL TIMOR LESTE Fernandes, Recardina; Dewi, Yulia Ratna
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v1i3.559

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri berbentuk basil atau batang dan disebut dengan MTB. Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan global yang serius. Penularan penyakit tuberkulosis dapat terjadi melalui percikan air liur atau droplet yang dikeluarkan oleh penderita tuberkulosis sehingga terbang ke udara. Ketika seseorang menghirup partikel tersebut, bakteri tersebut masuk ke saluran pernafasan dan menetap di paru-paru (Raja et al., 2023). Saat ini terdapat negara-negara dengan beban TBC tinggi yang belum mencapai End TB Strategy, secara global terjadi penurunan angka kejadian TBC antara tahun 2015 hingga 2021 yaitu sebesar 4,6%, sedangkan berdasarkan wilayah terdapat 3 wilayah yang mengalami penurunan yakni Afrika, Eropa, dan Asia Tenggara. Untuk angka kematian TBC secara global terjadi peningkatan kematian TBC sebesar 3,2% dan berdasarkan wilayah terdapat wilayah yang mengalami penurunan yaitu Afrika, Mediterania Timur dan Eropa. Metodologi pengujian yang umum diterapkan di negara endemis adalah mikroskopis dengan pewarnaan Ziehl-Nelsen (ZN). Cara ini mempunyai berbagai kelebihan dan kekurangan. Di satu sisi, penggunaan mikroskop relatif sederhana, ekonomis, dan cepat mendeteksi TB paru. Namun kelemahannya terletak pada variasi hasil yang mungkin disebabkan oleh tingkat keahlian dan ketelitian teknisi yang melakukan pemeriksaan (Tamtyas & Rini, 2020)
PERBANDINGAN HASIL PEMERIKSAAN ANTARA MIKROSKOPIS DAN GENEXPERT PADA SPUTUM SUSPEK TB DI LABORATORIUM NASIONAL TIMOR LESTE Fernandes, Recardina da; Dewi, Yulia Ratna
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v1i3.564

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri berbentuk basil atau batang dan disebut dengan MTB. Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan global yang serius. Penularan penyakit tuberkulosis dapat terjadi melalui percikan air liur atau droplet yang dikeluarkan oleh penderita tuberkulosis sehingga terbang ke udara. Ketika seseorang menghirup partikel tersebut, bakteri tersebut masuk ke saluran pernafasan dan menetap di paru-paru. Saat ini terdapat negara-negara dengan beban TBC tinggi yang belum mencapai End TB Strategy, secara global terjadi penurunan angka kejadian TBC antara tahun 2015 hingga 2021 yaitu sebesar 4,6%, sedangkan berdasarkan wilayah terdapat 3 wilayah yang mengalami penurunan yakni Afrika, Eropa, dan Asia Tenggara. Untuk angka kematian TBC secara global terjadi peningkatan kematian TBC sebesar 3,2% dan berdasarkan wilayah terdapat wilayah yang mengalami penurunan yaitu Afrika, Mediterania Timur dan Eropa. Metodologi pengujian yang umum diterapkan di negara endemis adalah mikroskopis dengan pewarnaan Ziehl-Nelsen (ZN). Cara ini mempunyai berbagai kelebihan dan kekurangan. Di satu sisi, penggunaan mikroskop relatif sederhana, ekonomis, dan cepat mendeteksi TB paru. Namun kelemahannya terletak pada variasi hasil yang mungkin disebabkan oleh tingkat keahlian dan ketelitian teknisi yang melakukan pemeriksaan.
HUBUNGAN ANTARA KADAR HBA1C DENGAN KADAR HB PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI KLINIK PRATAMA MEDICAL CENTRE YPSM Tiara, Tiara; Dewi, Yulia Ratna
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v1i3.594

Abstract

Diabetes melitus ditandai dengan penyakit metabolik dengan karakteristik terjadinya hiperglikemia yang diakibatkan oleh gangguan sekresi insulin. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Hubungan antara kadar HbA1c dengan kadar Hb pada penderita diabetes. Penelitian menggunakan desain/rancangan penelitian survei cross sectional. Peneliti menggunakan program SPSS. Penelitian ini diambil dari data sekunder (EMR) bulan Januari-Mei 2024 sebanyak 40 orang. Tempat penelitian yaitu di Klinik Pratama Medical Centre YPSM. Hasil penelitian didapatkan rata-rata usia berada di sekitar 46,55 tahun. Kadar HbA1c pada sampel penelitian menunjukkan variasi yang cukup besar, dengan rata- rata sebesar 7,96%. Kadar hemoglobin (Hb) pada sampel penelitian menunjukkan distribusi yang mendekati normal, dengan rata-rata sebesar 14,04 g/dL. Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa p-value (0.020) < 0.05, menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kadar HbA1c dan kadar Hb pada penderita DM.
IDENTIFIKASI HUMAN PAPILLOMA VIRUS PADA WANITA DENGAN RISIKO TINGGI DI JAKARTA Hidayat, Mohamad Sofyan; Dewi, Yulia Ratna
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v1i3.604

Abstract

Kanker serviks adalah jenis kanker yang terjadi pada leher rahim (serviks), yang disebabkan oleh pertumbuhan abnormal pada jaringan epitel serviks akibat infeksi kronis oleh tipe human papillomavirus (HPV) yang berisiko tinggi (hr-HPV) dan bersifat onkogenik. Tindakan pencegahan dalam upaya menurunkan prevalensi kanker serviks yaitu pengujian HPV menggunakan metode berbasis PCR. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi dan distribusi tipe infeksi Human Papilloma Virus serta mencari hubungan faktor risiko terhadap angka kejadian infeksi pada wanita dengan risiko tinggi di Jakarta berdasarkan hasil pemeriksaan HPV DNA. Penelitian ini menggunakan design cross-sectional dengan total data 123 sampel, pengolahan data menggunakan analisis Chi-square atau Fisher’s Exact. Hasil Genotipe HPV menunjukan tipe paling umum yang ditemui adalah 12 Type High Risk Lainnya (31, 33, 35, 39, 45, 51, 52, 56, 58, 59, 66, 68) sebanyak 22,8%, serta terdapat hubungan dari faktor risiko status pernikahan terhadap kejadian infeksi HPV dengan nila p = 0,035. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Tipe paling banyak yang ditemui hasil positif adalah 12 Type High Risk Lainnya (31, 33, 35, 39, 45, 51, 52, 56, 58, 59, 66, 68) sebanyak 28 sampel (22,8%) serta terdapat hubungan yag signifikan antara status pernikahan terhadap kejadian infeksi HPV nilai p = 0,035
ANALISIS POLA RESISTENSI ANTIBIOTIK TERHADAP ESCHERICHIA COLI PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH DI LABORATORIUM PRAMITA Hasanah, Ria; Dewi, Yulia Ratna
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v1i3.606

Abstract

Berbagai jenis mikroba dapat menyebabkan infeksi saluran kemih. Bakteri Escherichia coli adalah penyebab paling umum pada infeksi saluran kemih. Bakteri Escherichia coli memiliki uropatogen yang disebut P fimbriae atau pili, yang mengikat antigen grup darah P. Pili-pili ini memediasi pelekatan Escherichia coli ke sel uroepitel, hal ini yang meningkatkan risiko infeksi saluran kemih. Skripsi ini membahas bagimana pola resistensi Escherichia coli terhadap antibiotik  pada pasien infeksi saluran kemih dari januari 2024 sampai juli 2024. Tujuan dari skripsi  ini untuk mengetahui antibiotik yang cocok untuk infeksi saluran kemih. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif terhadap 44 sampel penderita infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh Escherichia coli. Hasil penelitian pola resistensi Escherichia coli terhadap antibiotik adalah untuk amoxicillin 18,2 % sensitif. Ciprofloxacin 56,8 % sensitif. Trimethoprim 68,2 % sensitif. Nitrofurantoin 81,8 % sensitif. Antibiotik yang paling cocok untuk infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh Escherichia coli adalah Nitrofurantoin.
IDENTIFIKASI BAKTERI MRSA DAN KLEBSIELLA PNEUMONIA (ESBL) PADA ALAT VENTILATOR DI RUANG ICU RSUD X BATU Retnani, Dyah Dwi; Dewi, Yulia Ratna
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v1i3.630

Abstract

Nosocomial infections in the ICU, especially those associated with the use of ventilators, most commonly occur as nosocomial pneumonia, or Hospital Acquired Pneumonia (HAP). Bacteria responsible for these infections include Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) and Klebsiella pneumoniae producing Extended-Spectrum Beta-Lactamase (ESBL), which are of major concern due to their resistance to various antibiotics. This research is a descriptive quantitative study using a cross-sectional approach. The study was conducted in August 2024 in the Intensive Care Unit (ICU) of X Batu Hospital. The subjects of this study are ventilators used in the ICU of X Batu Hospital. The data collection process began by taking samples using a swab method on various surfaces of the ventilators in the ICU. The swabs were then immediately planted on culture media. The culture media were incubated under specific conditions to allow bacterial growth. Once bacterial colonies grew on the culture media, gram staining was performed. The next step involved bacterial identification using the BD phoenix™ 100, which automatically identifies bacterial species. The data were analyzed descriptively by frequency to determine the prevalence of methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) and Klebsiella pneumoniae (ESBL) bacteria growth. The study results showed no growth of MRSA and Klebsiella pneumoniae (ESBL) bacteria on ventilators before they were used by patients. However, Klebsiella pneumoniae (ESBL) growth was observed in 11.1% of ventilators used by patients in the ICU for more than 3 x 24 hours, excluding all other possible sources of infection prior to the patient's admission to the ICU.
ANALISIS UJI SENSITIVITAS ANTIBIOTIK TERHADAP STAPHYLOCOCCUS AUREUS PADA PASIEN SEPSIS DI RUMAH SAKIT UMUM DILI TIMOR-LESTE Rosário, Celita Osório do; Dewi, Yulia Ratna
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v1i3.631

Abstract

Sepsis adalah kondisi yang mengancam jiwa dan menjadi beban penyakit global , sepsis adalah suatu disfungsi organ parah yang disebabkan oleh respon tubuh yang tidak teratur terhadap infeksi dengan penekanan baru pada kekebalan tubuh. Staphylococcus aureus merupakan patogen utama manusia yang mampu beradaptasi dengan beragam inang dan kondisi lingkungan dan menyebabkan banyak infeksinsalah satunya penyebab utama rumah sakit dan infeksi yan didapat dari komunitas. Tujuan penelitian untuk mengetahui sensitivitas antibiotik, antibiotik yang efektif dan tingkat resistensi Staphylococcus aureus terhadap berbagai antibiotik. Metode kuantitatif deskriptif non observasional dengan metode  random sampling, subjek yang digunakan 50 pasien, laki-laki 54%, wanita 46%, usia pada penelitian ini 1-17 tahun 82%, 18-30 tahun 2% dan 31-40 tahun 16%, Pasien sepsis yang positif Staphylococcus aureus sebesar 100%, uji sensitivitas antibiotik Cefoxitin resisten 24% sensitif 76, Clindamicin resisten 51% sensitif 95%, Erytromicin resisten 17% sensitif 84,  Cloxacilin resisten 19% sensitif 81%, Cefalexin resisten 25% sensitif 75% , Cotrimoxazole resiten 35% sensitif 65%, Tetracycline resisten 27% sensitif 73%, Vancomicin resisten 0% sensitif 100%, dan Penicilin resisten 100% sensitif 0%. Kesimpulan penelitian ini bakteri patogen yang banyak terinfeksi pasien sepsis  adalah Staphylococus aureus, sepsis banyak menyerang anak-anak faktor penyebabnya yaitu respon sistem kekebalan tubuh yang tidak terkendali terhadap infeksi, dan juga faktor lingkungan yang kurang bersih bisa menjadi salah satu penyebab sepsis. Hasil uji sensitivitas antibiotik Staphylococus aureus memiliki tingkat sensitivitas antibiotik yang sangat tinggi dikarenakan penggunaan antibiotik yang tepat dan  sesuai dengan profil sensitivitas dari bakteri dan antibiotik yang dipilih berdasarkan uji sensitivitas dari laboratorium.