Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

ANALISIS HUBUNGAN MUTASI GEN EGFR DENGAN METASTASIS ORGAN LAIN PADA ADENOKARSINOMA PARU Intan Kusumo, Rianto; Dewi, Yulia Ratna
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v1i3.658

Abstract

Setiap tahun ada lebih dari 8 juta orang meninggal akibat kanker di seluruh dunia. Kanker paru menjadi faktor penyebab kematian akibat kanker yang paling umum terjadi. Kanker paru dibagi menjadi dua golongan, yaitu karsinoma paru bukan sel kecil (Non-Small Cell Lung Cancer, NSCLC) dan karsinoma paru sel kecil (Small Cell Lung Cancer, SCLC). Non-Small Cell Lung Cancer terbagi menjadi karsinoma sel besar, karsinoma sel skuamosa, dan adenokarsinoma. Subtipe kanker paru yang paling sering ditemukan yaitu adenokarsinoma. Penelitian berupa deskriptif korelasi dengan desain cross-sectional. Dengan mengambil data sekunder pasien pemeriksaan mutasi gen EGFR dengan diagnosis kanker paru jenis Adenokarsinoma. Uji Chi-Square digunakan untuk menilai korelasi mutasi gen EGFR dengan metastasis organ lain pada pasien adenokarsinoma paru. Hasil penelitian menunjukkan pasien dengan hasil mutasi gen EGFR Detected yang hasil histopatologi/sitopatologinya mengalami metastasis sebesar 19,1% dari semua penderita yang didiagnosa adenokarsinoma paru. Sementara yang Not Detected ada 4,4% yang mengalami metastasis. Berdasarkan uji Chi-Square menunjukkan p-value sebesar 0,087 (>0,05) yang berarti bahwa tidak ada hubungan antara mutasi gen EGFR dengan metastasis organ lain pada adenokarsinoma paru.
HUBUNGAN ANTARA KADAR SERUM HBSAG DENGAN HBV DNA PADA PASIEN HEPATITIS B KRONIS Roid, Roid; Dewi, Yulia Ratna
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v1i3.659

Abstract

Hepatitis virus diperkirakan menjadi penyebab utama 1,4 juta kematian setiap tahun di seluruh dunia, baik akibat infeksi akut maupun kondisi yang terkait seperti kanker hati dan sirosis. Dari kematian tersebut, sekitar 47% disebabkan virus Hepatitis B, 48% virus Hepatitis C dan sisanya virus Hepatitis A dan virus Hepatitis E. Seseorang dinyatakan mengidap Hepatitis B bila dalam pemeriksaan serologi didapatkan HBsAg reaktif. Patofisiologi Hepatitis B kronik ditandai dengan naik turunnya tingkat replikasi virus hepatitis B dan aktivitas penyakit hepar. HBV DNA merupakan pemeriksaan baku emas untuk mendiagnosis Hepatitis B dan kadarnya dijadikan acuan untuk memulai terapi antivirus pada pasien Hepatitis B kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar serum HBsAg dengan HBV DNA pada pasien Hepatitis B Kronis. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan jumlah data 36 sampel yang merupakan data sekunder dengan tehnik purposive sampling periode Januari 2021 sampai dengan Mei 2024 di Laboratorium Pramita Jakarta. Pengolahan data menggunakan analisis SPSS v.27. Hasil penelitian berdasarkan kelompok jenis kelamin didapatkan 22 sampel (61,1%) adalah laki-laki, berdasarkan kelompok umur didapatkan rerata subjek yaitu 44,2 tahun. Pada kelompok korelasi HBsAg dengan HBV DNA didapatkan hasil P  > 0,05, tidak ada hubungan antara HBsAg dan HBV DNA pada pasien Hepatitis B Kronis.
PENGARUH METODE MENCUCI TANGAN TERHADAP KEBERADAAN BAKTERI PADA TELAPAK TANGAN SISWA SMK KESEHATAN Kadarwati, Ristia; Dewi, Yulia Ratna
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v1i3.664

Abstract

Bakteri yang ada pada telapak tangan dapat menyebabkan infeksi ke dalam tubuh. Mengurangi infeksi atau kontaminasi di dalam tubuh yaitu dengan mencuci tangan yang  benar. Metode mencuci tangan dapat menggunakan  air, sabun ataupun menggunakan  hand sanitizer. Penelitian ini bertujuan mengetahui adanya pengaruh metode mencuci tangan berbeda terhadap keberadaan bakteri pada telepak tangan siswa SMK Kesehatan. Selain itu untuk mengetahui perbedaan signifikan antara metode mencuci tangan Jenis penelitian ini adalah Eksperimental. Populasi penelitian adalah siswa SMK Kesehatan Donohudan kelas XII yang melakukan praktikum. Sampel telapak tangan siswa diambil sebanyak 42 secara total sampling. Analisis eksperimentai ini menggunakan uji Annova. Berdasarkan hasil penelitian metode mencuci tangan dengan menggunakan air memiliki perbedaan yang signifikan (Sig. <0.05) dengan dua metode mencuci tangan yang berbeda yaitu menggunakan sabun ataupun menggunakan hand sanitizier (hasil Sig. 0.00). Metode cuci tangan yang menggunakan sabun tidak memiliki perbedaan yang signifikan
ANALISIS INFEKSI CACING PADA ANAK SD HATI KUDUS DILI TIMOR LESTE De araujo, Joanico moises; Dewi, Yulia Ratna
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v1i3.665

Abstract

Kehadiran cacing dapat mengakibatkan penurunan kesehatan, gizi, kecerdasan, dan produktivitas yang pada akhirnya menyebabkan kemunduran perekonomian (Arrizky, 2021). Infestasi cacing masih banyak terjadi pada siswa sekolah dasar di Indonesia(Fauzia, 2019).Penelitian memiliki tujuan untuk Meneliti hubungan antara diare dan berbagai jenis cacing, mengidentifikasi praktik kebersihan yang berdampak pada infeksi cacing, menilai frekuensi infeksi cacing melalui analisis laboratorium sampel tinja, memeriksa prevalensi dan faktor yang berhubungan dengan infeksi cacing pada siswa sekolah dasar di SD Hati Kudus, Dili, Timor Leste,memakai data sekunder sebagai metode dalam penelitian,data Analisa Univariat. Setelah 66 titik data diolah dengan menggunakan SPSS, diketahui bahwa 45,5% anak usia sekolah dasar menderita infeksi ascaris lumbrecoides, 30,3% menderita infeksi trichuris trichiura, dan 24,2% menderita infeksi cacing tambang. Berdasarkan temuan tersebut, siswa sekolah dasar kelas 1 hingga 3 lebih rentan terkena infeksi cacing. Temuan pemeriksaan infeksi cacing dengan metode Kato-Katz menunjukkan bahwa terdapat banyak jenis cacing Ascaris lumbrecoides, 30 memiliki persentase 45,5%. Sedangkan cacing Trichuris trichiura berjumlah 20 buah dengan persentase 30,3%, dan cacing tambang dengan persentase 24,2%.Timor Leste
Community-based education on glucose management in gemolong to prevent diabetes mellitus Dewi, Yulia Ratna; Ismawatie, Emma; Jimat, Resi Tondho; Maulani, Yulita; Mustikatun, Laela Siti
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): February
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v9i1.3151

Abstract

This community service program aimed to enhance public awareness regarding the importance of blood glucose level management as an early preventive strategy against diabetes mellitus. A participatory, community-based approach was adopted, commencing with a SWOT analysis to identify local needs and priorities. The program was implemented in Gemolong Village, Sragen Regency, and involved 30 participants aged 45–70 years. The interventions comprised structured health education sessions, free blood glucose screening, and guided health discussions and consultations. The screening results indicated that 16 participants (53%) exhibited elevated blood glucose levels, while 14 participants (47%) were within normal limits. The program significantly improved participants’ understanding of diabetes risk factors and underscored the importance of early detection. In conclusion, community-based service initiatives are effective promotive and preventive measures for addressing non-communicable diseases and may serve as a sustainable cross-sectoral collaborative model to improve overall community health outcomes.
ANALYSIS OF QUALITY CONTROL FOR POTASSIUM TESTING AT KASIH IBU HOSPITAL LABORATORY IN SURAKARTA S, Muhammad Ilham; Putri, Arum Kusuma; Dewi, Yulia Ratna
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 3 No. 2 (2026): Vol. 3 No. 2 Edisi April 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v3i2.2394

Abstract

Laboratory testing plays a crucial role in supporting patient diagnosis and monitoring; therefore, accurate and precise results are essential through the implementation of quality control (QC). Potassium level testing is one of the key parameters requiring robust quality control because it is closely linked to patients’ clinical conditions. This study aims to analyze the implementation of QC in potassium level testing using the EasyLyte device at the Kasih Ibu Hospital Laboratory in Surakarta. The research method used was quantitative descriptive with an observational approach using secondary data from QC results for the period from September to November 2025. Analysis was performed by calculating the mean, standard deviation (SD), coefficient of variation (CV), and evaluating the Westgard rules. The results showed that the CV values for normal and abnormal controls were within acceptable limits (≤5%), and no violations of any Westgard rules were found. This indicates that the test results have good precision and there are no deviations, either random or systematic. Overall, the analytical system is in control and the instrument performance is stable. Thus, potassium testing using the EasyLyte instrument meets quality requirements and is suitable for use in laboratory services, while still requiring QC monitoring as well as routine maintenance and calibration.