Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENINGKATAN SELF-CONFODENT IBU HAMIL TERHADAP PEMERIKSAAN KEHAMILAN MASA COPID-19 Yulita, Emi; Islami Zalni, Rummy; Armiza Septia, Qori
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.675-680

Abstract

Berdasarkan pengamatan terhadap ibu-ibu hamil baik di Puskesmas maupun di klinik atau tempat praktek Bidan di Pekanbaru masih terdapat ibu-ibu yang takut untuk memeriksakan kehamilan, karena kondisi Civid-19, mereka memiliki kekwatiran terjadi penularan virus corona tersebut baik kepada ibu hamil maupun kepada janin yang kandungnya. Permasalahan ini akibat masih kurangnya pemahaman ibu-ibu hamil dalam penatalaksaan pemeriksaan kehamilan di masa Covid-19. Menjawab permasalahan ini pernah dilakukan oleh berbagai pihak baik instansi kesehatan berupa penyuluhan tentang penatalaksaan pemeriksaan kehamilan di masa Covid-19 namun hasilnya belum memuaskan artinya cakupan pemeriksaan Kehamilan menurun 30% dari pemeriksaan rutin setiap bulannya dan tentu akan berpengaruh kepada target pemerintah yakni 80% dari ibu hamil harus memeriksakan kehamilan secara rutin ke tenaga kesehatan.Berdasarkan masalah diatas solusi yang dilakukan dalam pelaksanaan PKM ini berupa aspek sosial pendampingan kepada ibu hamil untuk menjelaskan penatalaksaan pemeriksaan kehamilan di masa Covid-19. Kegiatan ini berupa:1) dimulai dengan menjelaskan tentang covid -19, 2) Menjelaskan tentang penatalaksaan pemeriksaan kehamilan di masa Covid-19, 3) dukungan/ support dari keluarga.Metode pendekatan yang digunakan dalam kegiatan PKM berupa melakukan pendampingan yang dilakukan dalam memberikan pengetahuan tentang pentingnya pemeriksaan rutin kehamilan dengan harapan ibu hamil dapat meningkatkan pemeriksaan kehamilannya sebagaimana biasanya. Sehingga tidak ada lagi ibu hamil yang merasa takut atau tidak percaya diri terhadap pemeriksaan kehamilan dimasa Covid-19Luaran yang dihasilkan dalam kegiatan PKM ini berupa peningkatan kepercayaan diri ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan kehamilan, sehingga diharapkan dengan keberhasilan peningakatn pemeriksaan kehamilan pencapaian pemerintah terhadap pemeriksaan ibu-ibu hamil sesuai target yang telah ditetapkan. Manfaat yang didapat oleh mitra adalah berupa mendapatkan dan mengetahui kondisi kesehatan baik pada ibu hamil maupun bayi sehingga saat melahirkan diharapkan ibu dan bayi sehat, dan dapat melakukan deteksi dini komplikasi kemhamilan dan mendapatkan penanganan secara cepat
PERTOLONGAN PERTAMA PADA KASUS DIARE Yulita, Emi; Hayati, Izznirahma; Fentia, Lia
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 5 (2024): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i5.1713-1718

Abstract

Menurut informasi baik dari Puskesmas maupun pihak berwenang setempat, masih ada ibu bersalin yang masih belum mengetahui cara menyiapkan larutan gula garam terlebih dahulu. bantuan. jika terjadi diare. . anak-anak Permasalahan ini bermula dari kurangnya pemahaman masyarakat terhadap pertolongan pertama diare. Berbagai instansi, termasuk otoritas kesehatan, telah menyikapi permasalahan ini dengan memberikan pelatihan pertolongan pertama diare, namun hasilnya belum memuaskan, sehingga masyarakat belum memahami cara memberikan pertolongan pertama diare pada anak kecil.Berdasarkan permasalahan di atas, maka solusi yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan PKM ini adalah berwawasan sosial, yaitu. video tip untuk memberikan pertolongan pertama jika terjadi diare. Kegiatan ini berlangsung sebagai berikut: 1) kami mengawali dengan penjelasan diare, 2) kami menjelaskan pertolongan pertama diare dengan menayangkan video cara pembuatan gula garam, 3) kami menilai kemampuan masyarakat dalam membuat gula garam. solusi agar para ibu atau masyarakat dapat meningkatkan pengetahuannya seperti biasa. Sehingga para ibu atau masyarakat tidak lagi merasa takut atau tidak aman menghadapi kasus diareHasil dari kegiatan PKM ini diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri ibu atau pertolongan pertama pada kasus diare di masyarakat. agar jumlah tetes gula dan garam dapat ditingkatkan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.Manfaat yang diperoleh mitra adalah informasi dan pengetahuan mengenai diabetes dan pertolongan pertama pada kasus susu, serta kemungkinan deteksi dini dengan bantuan larutan gula garam.Kata kunci: Ibu; Diare; Larutan gula garamRingkasanMenurut informasi yang dihimpun baik oleh Puskesmas maupun pihak berwenang setempat, masih terdapat ibu-ibu yang tidak menyiapkan larutan gula garam untuk pertolongan pertama ketika anaknya meninggal. anak menderita diare . Hal ini menjadi permasalahan karena masyarakat masih belum memahami cara pertolongan pertama diare. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, beberapa pihak termasuk fasilitas kesehatan telah menyelenggarakan pelatihan pertolongan pertama diare. Namun hasilnya kurang memuaskan sehingga masyarakat belum begitu memahami cara memberikan pertolongan pertama pada diare, terutama pada anak kecil. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, solusi PKM ini menggunakan unsur sosial yaitu pelatihan video pertolongan pertama diare pada anak kecil, penilaian kemampuan masyarakat dalam menyiapkan larutan gula dan garam. Kegiatan PKM menggunakan bantuan untuk memberitahu ibu atau masyarakat tentang pentingnya pertolongan pertama pada diare.Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah untuk menghindarkan para ibu atau masyarakat dari rasa takut atau tidak percaya diri terhadap kasus diare. Melalui kegiatan PKM ini kami berharap para ibu dan masyarakat semakin percaya diri dalam memberikan pertolongan pertama pada penyakit diare. meningkat dan produksi gula dan molase dapat ditingkatkan secara tepat dengan target yang telah ditentukan. Pasangan akan mendapat manfaat dengan mendapat informasi tentang cuci darah dan pertolongan pertama pada kasus cuci darah, dan deteksi dini dapat dilakukan dengan menyiapkan larutan gula-garam.
PENDEKATAN KELOMPOK IBU MENYUSUI DALAM PENCAPAIAN ASI EKSLUSIF Yulita, Emi; Rahmawati, Nella; Diana, Nana
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i2.808-812

Abstract

Penyebab kegagalan dalam pemberian ASI Eksklusif diantaranya faktor ibu bekerja, budaya di masyarakat dan maraknya promosi susu formula serta kurangnya pemahaman masyarakat akan keajaiban atau keuntungan dari ASI. Menjawab permasalahan tersebut telah dilakukan oleh berbagai pihak baik instansi kesehatan berupa penyuluhan tentang pentingnya ASI Eksklusif namun hasilnya belum memuaskan yakni cakupan pemberian ASI Eksklusif belum sesuai dengan target pemerintah yakni 80% dari jumlah bayi umur 0-6 bulan per tahun. Berdasarkan masalah tersebut solusi yang dilakukan dalam pelaksanaan PKM ini berupa pendampingan kepada ibu-ibu menyusui untuk menjelaskan ASI Eksklusif dengan memberikan pemahaman pentingnya ASI Eksklusif. Kegiatan ini berupa:1) dimulai dengan memberikan penyuluhan tentang ASI Eksklusif, 2) memecahkan masalah jika ASI tidak lancar dengan cara pemenuhan nutrisi yang baik dan menciptakan rasa nyaman pada ibu, 3) dukungan/ support dari keluarga.Metode pendekatan yang digunakan dalam kegiatan PKM berupa melakukan pendampingan yang dilakukan dalam memberikan pengetahuan tentang pentingnya ASI Eksklusif dengan harapan ibu menyusui dapat meningkatkan pemberian ASI Ekslusif. Sehingga tidak ada lagi ibu yang memberikan makanan kepada bayi sebelum berumur 6 bulan.Hasil yang diharapkan dalam kegiatan PKM ini berupa peningkatan pengetahuan ibu menyusui sehingga berbanding lurus dengan tindakan yang dilakukan dalam pemberian ASI Eksklusif (semakin tinggi pengetahuan ibu maka semakin baik tindakan yang dilakukan ibu tentang ASI Eksklusif) serta manfaat yang didapat oleh mitra adalah berupa mendapatkan bayi yang sehat serta memiliki kekebalan tubuh yang baik, ibu yang produktif dengan tidak mempengaruhi ekonomi keluarga karena tidak memerlukan pengeluaran untuk membeli susu formula, makanan bayi serta perawatan untuk anak sakit.
PEMBELAJARAN MASA PANDEMI COVID-19 DENGAN MEMAKAI MASKER, MENCUCI TANGAN DAN MENJAGA JARAK ANAK SD 018 DESA MAYANG PONGKAI KAMPAR Islami Zalni, Rummy; Yulita, Emi; Sri Pratiwi, Ayu
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 6 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i6.2243-2248

Abstract

Pendidikan adalah sektor yang paling terkena dampak besar oleh pandemi Covid-19. Pemerintah pun sudah berusaha secara maksimal agar kegiatan belajar mengajar di satuan pendidikan tetap terjaga sehat dan selamat dengan mengeluarkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), baik luring maupun daring. SD 018 Desa Mayang Pongkai merupakan SD yang terletak di wilayah Kampar yang masih dalam zona aman covid-19 dan memenuhi persyaratan untuk melakukan pembelajaran tatap muka, sehingga pembelajaran secara langsung dapat dilakukan, tentunya pembelajaran tatap muka ini harus mengikuti protokol kesehatan, namun banyak sekali terlihat anak sekolah dasar tersebut tidak betah berlama-lama menggunakan masker dan masih bermain dengan teman-temannya tanpa mempedulikan jarak. Kegiatan ini dilakukan dari bulan Mei s/d juli. Kegiatan terlaksana dengan baik banyak siswa yang bertanya dan antusias dalam penyuluhan ini. Responden tercapai sesuai dengan prediksi, pembagian masker yang dilakukan langsung dipakai oleh siswa tersebut yang pada hari itu memang tidak menggunakan masker. Hasil yang didapat dari kegiatan pengabdian mayarakat ini adalah seluruh anak-anak yang mengikuti penyuluhan mengetahui tentang protokol kesehatan pada masa pandemi covid-19. Setelah selesai melaksanakan penyuluhan anak-anak kembali diberikan pertanyaan yang sama terkait mengenai protokol kesehatan pada masa pandemi covid-19 dengan hasil keseluruhan anak-anak yang hadir 100% memahami atau mampu menjawab dengan benar pertanyaan mengenai protokol kesehatan pada masa pandemi covid-19. 
Pengaruh Kompres Daun Kubis Terhadap Pengurangan Rasa Nyeri Mastitis Pada Ibu Menyusui Yulita, Emi; Pesa , Yadriati Maya; Agustina, Santi; Erika, Erika
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55354

Abstract

Breastfeeding problems that often arise in breastfeeding mothers are breast engorgement and even inflammation (mastitis). One effort to prevent breast engorgement is breast care. The purpose of this study was to determine the effect of cabbage leaf compresses on reducing the intensity of mastitis pain in breastfeeding mothers at the Rosita Independent Midwife Practice in Pekanbaru City. This observational analytical study with a quantitative design was conducted from November 2024 to September 2025 at the Rosita Independent Midwife Practice in Pekanbaru. The results. Meanwhile, based on the Wilxocon Test, the results of the intensity of breast pain before the management of cabbage leaf compresses were most painful as many as 15 respondents (100%) and the intensity of breast pain after the management of cabbage leaf compresses was most painful as many as 13 respondents (86.7%) with a p value of 0.000 with a significant difference for the scale of breast pain intensity before and after being given cabbage compress intervention with a p value of 0.000. Based on the results of the statistical test, a value of 0.000 was obtained (p value <α 0.05) so Ha was accepted, meaning there was a difference before and after the cold cabbage leaf compress intervention on the intensity of pain felt by postpartum mothers with an average change to a scale of 1 (no pain)