Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

A KOLABORASI MULTIDISIPLIN UNTUK MENDUKUNG KESEHATAN OTAK IBU HAMIL: KOLABORASI MULTIDISIPLIN UNTUK MENDUKUNG KESEHATAN OTAK IBU HAMIL Pratiwi, Niken; Hipni, Rubiati; Hutagaol, Rutmauli
JURNAL RAKAT SEHAT (JRS) : Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Rakat Sehat
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In pregnant women, maintaining brain health is very important. Improving the health status of pregnant women can be done through multidisciplinary collaboration to support the brain health of pregnant women by involving various integrated approaches. This community service aims to optimize the brain health of pregnant women by implementing an effective education program. This community service is carried out by providing counseling and educational interventions carried out in an integrated manner by various health professions of the multidisciplinary team to pregnant women in the PKM Sungai Malang area in increasing the knowledge of pregnant women about brain health in pregnant women and fetuses. The results of this community service Before being given counseling, most pregnant women, as many as 24 people (85.71%) had poor knowledge, but after counseling, most of them, as many as 22 people (78.57%) showed an increase in knowledge to good. The conclusion is that multidisciplinary counseling is effective in increasing the knowledge and understanding of pregnant women regarding the importance of stimulation and nutrition for fetal brain development. This approach is expected to reduce the risk of pregnancy complications and improve the overall well-being of the mother and fetus
SOSIALISASI GAYA HIDUP SEHAT DI TENGAH PANDEMI COVID-19 DI SULAWESI BARAT: UPAYA MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI TANTANGAN KESEHATAN M, Mahdalena; M, Mahpolah; Ilmi, Bahrul; S, Suroto; F, Fathurrahman; Hutagaol, Rutmauli
Jurnal Widya Laksmi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Publisher : Yayasan Lavandaia Dharma Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59458/jwl.v4i2.75

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) merupakan tantangan kesehatan yang signifikan baik dalam skala nasional maupun global. Indonesia menghadapi tiga beban penyakit, yang mencakup masalah NCD yang persisten serta penyakit yang muncul kembali dan penyakit baru (emerging disease). Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah secara aktif menggalakkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) sebagai inisiatif preventif dan promosi kesehatan. Metode pengabdian masyarakat ini menggunakan metode sosialisasi seperti talkshow, dan diskusi. Inisiatif pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Poltekkes Kemenkes Banjarmasin bekerja sama dengan mitra Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sulawesi Barat ini bertujuan untuk memperbaiki lingkungan dan mendorong perilaku sehat. Sebanyak 250 peserta dari berbagai latar belakang mengikuti program tersebut, yang meliputi kegiatan seperti talkshow, diskusi, dan pemberian vaksin Covid-19. Anggota masyarakat menunjukkan minat yang besar terhadap topik yang dibahas, hal ini menunjukkan adanya perubahan positif dalam sikap dan perilaku mereka sebagai hasil dari upaya sosialisasi. Penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memprioritaskan upaya-upaya ini untuk mengatasi NCD secara efektif, termasuk integrasi Germas ke dalam program kerja rutin.
PENINGKATAN KESEHATAN LANSIA MELALUI SENAM HIPERTENSI SEBAGAI INTERVENSI NON-FARMAKOLOGIS Mahdalena, Mahdalena; Hutagaol, Rutmauli; Suroto, Suroto
Jurnal Widya Laksmi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) - Inpress
Publisher : Yayasan Lavandaia Dharma Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59458/jwl.v5i1.112

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang sering dialami oleh lansia dan dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti penyakit jantung dan stroke. Oleh karena itu, penanganan hipertensi pada lansia perlu dilakukan dengan pendekatan yang holistik, termasuk intervensi non-farmakologis seperti senam hipertensi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan lansia melalui pelaksanaan senam hipertensi di Posbindu Rina Karina, Kota Banjarbaru. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah implementasi senam hipertensi yang dilakukan sebanyak dua kali pertemuan. Sebelum dan sesudah setiap sesi senam, dilakukan pengukuran tekanan darah pada lansia untuk mengevaluasi efektivitas intervensi yang diberikan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya penurunan signifikan pada tekanan darah sistolik dan diastolik setelah lansia mengikuti senam hipertensi. Rata-rata penurunan tekanan darah sistolik mencapai 10 mmHg, sedangkan tekanan darah diastolik turun hingga 5 mmHg. Selain itu, para lansia juga melaporkan adanya peningkatan rasa bugar dan lebih bersemangat setelah melakukan senam. Hal ini mengindikasikan bahwa senam hipertensi dapat menjadi metode intervensi yang efektif dan mudah diterapkan untuk membantu menurunkan tekanan darah pada lansia. Oleh karena itu, kegiatan ini merekomendasikan agar senam hipertensi dapat diintegrasikan ke dalam program rutin di Posbindu untuk mendukung pengelolaan kesehatan lansia secara berkelanjutan. Keberlanjutan program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup lansia dan mengurangi risiko komplikasi yang disebabkan oleh hipertensi.
Determinant Factors of Stunting Among Toddlers in Riverbank Areas: A Case-Control Study Fathurrahman, Fathurrahman; Magdalena, Magdalena; Mas’odah, Siti; Hammad, Hammad; Hutagaol, Rutmauli
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 23 No 3 (2025): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol23.Iss3.2130

Abstract

Stunting remains a critical issue of chronic malnutrition, especially in regions with abundant food resources but poor sanitation and nutrition education. This study aims to analyze the determinants of stunting among toddlers in the riverbank areas of Aluh-Aluh District, Banjar Regency, South Kalimantan. A case-control design was used, involving 142 children (72 cases and 70 controls) selected randomly from two villages. Variables examined include the dietary patterns of children and pregnant women, maternal nutritional status (chronic energy deficiency), exclusive breastfeeding, a history of infections, drinking water sanitation, and household food expenditure. Multivariate logistic regression revealed six significant determinants of stunting: poor maternal diet (OR=5.404), maternal undernutrition (OR=11.546), lack of exclusive breastfeeding (OR=3.198), inadequate toddler diet (OR=2.600), unboiled tap water consumption (OR=2.767), and high household food expenditure (OR=6.111). Despite being a food-rich region, the high stunting prevalence reflects structural issues in maternal education, childcare practices, and sanitation access. These findings highlight the need for contextual, integrated, and community-based interventions targeting the First 1000 Days of Life. Stunting prevention efforts should prioritize maternal nutrition education, exclusive breastfeeding promotion, improved sanitation, and the utilization of local resources and village funding.
Evaluation Of The Nutrition Intervention Program In Overcoming Stunting In Toddlers In The Area Of The Astambul Public Health Center, Banjar District, South Kalimantan fauziah, erna fauziah; Mariana, Evi Risa; Pratiwi, Niken; Hutagaol, Rutmauli
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Citra Keperawatan Edisi : Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jck.v13i2.407

Abstract

Nutritional issues in toddlers remain a public health challenge, impacting their growth, development, and immune system. Nutrition intervention programs through supplementary feeding (PMT) and growth monitoring have been implemented at the community health center (Puskesmas) and integrated health service posts (Posyandu). However, program effectiveness is largely determined by community acceptance, regular distribution, and the quality of health services. This study aims to evaluate the implementation of the nutrition intervention program for toddlers, including community knowledge, acceptance of assistance, perceived impacts, implementation challenges, and service quality. The study used a quantitative and qualitative approach (mixed methods) using questionnaires and in-depth interviews with mothers of toddlers receiving nutrition assistance. Data were analyzed thematically according to the categories of knowledge, acceptance, impacts, challenges, service quality, and community expectations. The results showed that the majority of respondents were aware of the nutrition intervention program and had received PMT assistance since 2024–2025. The program was assessed as having a positive impact in the form of weight gain, improved appetite, and decreased frequency of illness in toddlers. The quality of services provided by the community health center and integrated health service posts (Posyandu) was appreciated for being friendly and informative. Challenges emerged relatively minor, primarily related to the technical aspects of PMT distribution. Respondents hoped the program would continue with additional nutritious food variations. The nutrition intervention program has proven well-received by the community and has had a positive impact on toddler health. The program's success can be strengthened through diversification of support, ongoing monitoring, and increased participation of integrated health post (Posyandu) cadres in family support. Keywords:Nutrition intervention, toddlers, PMT, integrated health posts, public health