Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN PENYAKIT KECACINGAN PADA SISWA SD NEGERI 186 PALEMBANG Karneli, Karneli; Karwiti, Witi; Hermansyah, Herry
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS) Vol 2 No Tahun (2020): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Kesehatatan Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/j.abdikemas.v2iTahun.1197

Abstract

Health is a basic need for humans in general, one of the problems of Indonesian society both in rural and urban areas with inadequate hygiene and sanitation conditions is helminth infection. Worms are still a major health and economic problem in society, especially in people who do not keep themselves clean. It is estimated that around the world there are still as many as 300 million cases of helminthiasis, either single infestation or mixed infestation of worms. According to Gordon and Le Richt (1950) the emergence of a disease as stated by is largely determined by three main factors, namely the host (host), the cause of the disease (agent), and the environment (environment). that factor. If the main cause has been found, continue with efforts to overcome the cause in question, which in this case is to provide and organize health education efforts.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat dalam Upaya Pencegahan Penyakit Degeneratif melalui Deteksi Dini dan Penyuluhan di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Muaro Jambi Karwiti, Witi; Umizah, Larasti Putri; Rezekiyah, Sholeha; Nasrazuhdy, Nasrazuhdy
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS) Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Kesehatatan Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/j.abdikemas.v5i2.2007

Abstract

Penyakit degeneratif adalah kondisi kesehatan yang menyebabkan jaringan atau organ memburuk dari waktu ke waktu yang nantinya akan sangat mempengaruhi kualitas hidup seseorang, dan mempunyai tingkat mortilitas yang tinggi. Penyakit degeneratif semakin berkembang karena menurunnya aktivitas fisik, gaya hidup, dan pola makan. Sejumlah penyakit degeneratif di Indonesia seperti diabetes mellitus, hipertensi, dan stroke menunjukkan peningkatan insiden. Pencegahan penyakit degeneratif dilakukan melalui sistem pelayanan kesehatan primer dan sekunder. melalui kegiatan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk mendukung upaya pencegahan dan pengendalian penyakit degeneratif melalui penyuluhan dan pengabdian masyarakat pada individu sehat dan berisiko di masyarakat. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah edukasi dengan penyuluhan serta pemeriksaan kesehatan. Penyuluhan yang disampaikan mudah dipahami oleh peserta. Hasil edukasi dengan penyuluhan diketahui terjadi peningkatan pengetahuan mengenai penyakit degeneratif dari 38% menjadi 85% dan dari hasil pemeriksaan diketahui sebagian besar masyarakat di Desa Sarang Burung memiliki resiko penyakit degeneratif hipertensi dan stroke. Untuk mendukung upaya pencegahan penyakit degeneratif disarankan Puskesmas Penyengat Olak untuk terus melakukan edukasi serta pemeriksaan kesehatan berkala agar resiko untuk terjadinya penyakit degeneratif dapat dicegah.
GAMBARAN KADAR IODIUM (Sebagai KIO3) DALAM GARAM DAPUR YANG DI JUAL DI PASAR KOTA PALEMBANG TAHUN 2017 Karwiti, Witi; Basa, Itail Husna; Asrori, Asrori; Silvia, Veny
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 13 No 2 (2018): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v13i2.233

Abstract

Iodium merupakan salah satu mineral esensial, jika terjadi defisiensi iodium, maka tubuh akan mengalami gangguan kesehatan dan pertumbuhan berupa terjadinya keguguran, cacat bawaan, kretin, atau hipotiroid. Pencegahan defisiensi iodium dapat dilakukan dengan mengkonsumsi garam beriodium. Tetapi, jika konsumsinya berlebih akan menyebabkan toksisitas dan hipertiroid. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kadar iodium (sebagai KIO3) dalam garam dapur yang dijual di Pasar Kota Palembang tahun 2017. Variabel penelitian ini adalah warna, bentuk, kemasan, suhu tempat penyimpanan dan lama penyimpanan. Jenis penelitian deskriptif. Analisa iodium secara kualitatif menggunakan amilum 1%, dan analisa kuantitatif menggunakan metode spektrofotometri. Jumlah sampel yaitu 27 sampel garam dapur bermerek yang dijual di Kota Palembang diambil secara purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan kadar iodium terendah14,71 ppm dan tertinggi 98,08 ppm, terdapat 51,85% memenuhi syarat dan 48,15% tidak memenuhi syarat SNI. Berdasarkan warna, terdapat 64,71% putih bersih dan 70% putih keabu-abuan memenuhi syarat. Berdasarkan bentuk, terdapat 50% bentuk halus dan 57,14% berbentuk kasar memenuhi syarat. Berdasarkan kemasan, terdapat 53,85% tertutup memenuhi syarat. Berdasarkan suhu tempat penjualan, terdapat 53,85% suhu <25°C dan 50% suhu 25-60°C memenuhi syarat. Berdasarkan lama penyimpanan ≥6 bulan, terdapat 1,85% memenuhi syarat. Disarankan kepada masyarakat agar membeli garam beriodium yang tercantum label syarat dari SNI (30-80 ppm). Selain itu, masyarakat juga harus menyimpan garam dapur pada tempat tertutup dan sebaiknya mendapatkan asupan iodium 100-150 mikrogram tiap orang per hari.
Deteksi Dini dan Peningkatan Pengetahuan Masyarakat tentang Kolesterol di Wilayah Kerja Puskesmas Depati VII Kabupaten Kerinci Karwiti, Witi; Fitriana, Eka; Mustopa, Raden; Siregar, Sarinah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS) Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Kesehatatan Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/j.abdikemas.v4i2.1419

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan gangguan metabolisme lipid ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total darah dan faktor risiko berbagai macam penyakit.. Saat ini prevalensi hiperkolesterolemia masih tinggi. Prevalensi hiperkolesterolemia di dunia sekitar 45%, Asia Tenggara sekitar 30% dan Indonesia 35%. Sehinggai hiperkolesterolemia masih menjadi masalah kesehatan. Peningkatan kadar kolesterol diperkirakan menyebabkan 2,6 juta kematian dan 29,7 juta kecacatan per tahun. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat adalah terselenggaranya deteksi dini hiperkolesterolemia dan terselenggaranya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kolesterol di wilayah kerja Puskesmas Depati VII Kabupaten Kerinci. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dan pemeriksaan kadar kolesterol pada masyarakat Desa Blui wilayah kerja Puskesmas Depati VII Kabupaten Kerinci. Kegiatan Pengabmas diikuti oleh 75 warga masyarakat Desa Blui Kabupaten Kerinci, dimana peserta kegiatan lebih banyak perempuan (69,33%) dan usia <65 tahun (64%). Hasil pre-test dan post-test dapat dilihat bahwa terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kolesterol dari 43% menjadi 97% masyarakat mengetahui tentang hiperkolesterolemia. Hasil pemeriksaan kolesterol didapatkan kadar kolesterol normal 64% dan tidak normal 36%. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan dan pemeriksaan kadar kolesterol dapat terus dilakukan guna meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan pada masyarakat.
DESCRIPTION OF ACID-RESISTANT BACTERIA EXAMINATION IN PATIENT FOLLOW UP TUBERCULOSIS IN THE WORKING AREA OF BLUD PUSKESMAS PERUMNAS, LUBUKLINGGAU BARAT I Widiawati, Widiawati; Karwiti, Witi; Garini, Ardiya; Harianja, Sri Hartini
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 1 No 1 (2021): JMLS : Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v1i1.656

Abstract

Background: Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by stem-shaped bacteria known as Mycobacterium tuberculosis. Transmission through saliva media or phlegm sufferers containing pulmonary tuberculosis basil. Pulmonary TB is a major public health problem with the number 3rd most in the world after China and India, with about 10% of the total number of people with pulmonary TB in the world. There are an estimated 539,000 new cases and 101,000 deaths each year. The number of pulmonary TB events in Indonesia characterized by the presence of positive acid-resistant bacteria in patients is 110 per 100,000 inhabitants. The purpose of the study to find out the description of the examination of acid-resistant bacteria in people with Pulmonary TB in the working area of BLUD Puskesmas Perumnas Lubuklinggau Barat Lubuklinggau District in 2018. Method: This study is descriptive research with cross sectional study design with axial. sampling method. Result: After conducting research on lung TB follow-up patients as many as 22 people who were originally positive for Pulmonary TB in the working area of BLUD Puskesmas District Perumnas Lubuklinggau Barat city I in 2018 obtained the results of research as many as 22 people (100 %) BTA test results were negative, based on education obtained by 9 people (40.9%) universities with negative BTA results and 13 people (59.1%) low education negative BTA results. Based on knowledge obtained by 22 people (100%) have good knowledge with negative BTA results. Based on the compliance of taking drugs obtained 22 people (100%) have adherence to ingesting the drug in accordance with negative BTA results. Based on the attitude of health workers obtained 22 people (100%) stated the attitude of health workers have a good attitude. Conclusion: BTA examination in all TB patients followed up with negative results.
SERA POOLED STABILITY AS A SGPT CONTROL MATERIAL WITH STORAGE TIME AND TEMPERATURE VARIATION Lestari, Wuni Sri; Karwiti, Witi; Latifah, Aminahtun; Listiani, Yenni; Harianja, Sri Hartini
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 2 No 1 (2022): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v2i1.1255

Abstract

To improve the quality of laboratory examination results, it is absolutely necessary to carry out quality assurance and these activities usually require control materials. The price of expensive commercial control materials is an obstacle to carrying out laboratory quality control. Efforts to maintain quality control are using pooled sera as control material. One of the examinations that is often done is the examination of SGPT (Serum Glutamic Pyruvate Transaminase) blood. The choice of SGPT parameter is expected to represent the type of enzyme assay. The purpose of this study was to determine the stability of pooled sera used as control material for SGPT examination with time and temperature variations. Methods: This research is an experimental study, which was carried out using a collection of serum found in the TLM Clinical Chemistry Laboratory of the Health Ministry of Health, Jambi. By using 2 treatments, the samples were stored at a temperature of 20-25oC and -5oC. Data analysis using ANOVA and coefficient of variation value. Results: The results showed a significant value (p-value) of SGPT of p = 0.008. A significant value (p-value) which is greater than the value of = 0.05, indicates that there is an effect of storage time and temperature variations. Conclusion : There is a significant effect of storage time and temperature variation of pooled sera control material on the stability of SGPT examination.
GAMBARAN KADAR UREUM PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA Karwiti, Witi; Umizah, Larasti Putri
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 3 No 2 (2023): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v3i2.1930

Abstract

Ginjal memiliki peranan penting dalam menyaring produk limbah dari dalam tubuh seperti ureum. Kerusakan pada ginjal mengakibatkan peningkatan kadar ureum di dalam darah. Kadar ureum pada pasien gagal ginjal. Gagal ginjal kronis (GGK) merupakan hilangnya fungsi ginjal progresif sehingga pasien harus menjalani terapi jangka panjang hingga adanya transplantasi ginjal. Hemodialisa merupakan salah satu terapi untuk menyaring darah menggantikan fungsi ginjal yang rusak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kadar ureum pada penderita GGK yang menjalani terapi hemodialisa terhadap jenis kelamin dan umur. Metode pada penelitian ini adalah deskriptif analitik untuk melihat kadar ureum terhadap jenis kelamin dan usia pada pasien GGK yang menjalani terapi hemodialisis. Sampel diambil dengan menggunakan total sampling terhadap 47 pasien GGK yang menjalani hemodialisa. Hasil penelitian ini menunjukkan pasien yang menjalani terapi hemodialisa memiliki rata-rata kadar ureum tinggi (126,2 mg/dL). Jenis kelamin perempuan lebih banyak mengalami GGK (66%) dibandingkan laki-laki (34%). Umur ≥ 40 (94%) tahun lebih banyak menderita GGK dibandingkan umur <40 tahun (6%).
Analysis Of Liver Function And Haemoglobin Levels In Pulmonary Tuberculosis Patients With Anti-Tuberculosis Drug Siregar, Sarinah; Rezekiyah, Sholeh; Karwiti, Witi; Zuhdy, Nasra; Putra, Egy Sunanda
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 10 No 3 (2024): Bahasa Inggris
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jkm.v10i3.1515

Abstract

Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by Mycobacterium Tuberculosis. Today, Tuberculosis disease is still a major health problem and a global health problem, as the leading cause of death in millions of people every year worldwide. The main TB treatments with Drug Anti-tuberculosis are isoniazid, rifampicin, ethambutol, strep-etamycin, and pyrazinamide. Although most Drugs for tuberculosis are acceptable in therapy, they have a toxic potential to affect especially side hepatotoxic reactions. Many studies have reported rifampicin and INH as a cause of cutaneous eruptions, a flu-like syndrome, anemia, respiratory insufficiency, acute renal failure, agranulocytosis, eosinophilia, and thrombocytopenia. The aim of the study is to analyze liver function tests and hemoglobin levels before and after ATD therapy within 3 months in pulmonary tuberculosis patients in 5 Jambi City Health Centers. This research method is observation with a total of 42 respondents (total sampling). All the patients were diagnosed with pulmonary tuberculosis, and no respondents dropped out. Data collection was carried out from January to June 2023. Liver function and Hb levels were evaluated before and after 3 months of taking anti-tuberculosis drugs. Examinations were carried out in the hematology laboratory of the Health Polytechnic of the Ministry of Health, Jambi. Liver function test results are an increase in total bilirubin of 0.23 mg/dl after 3 months of respondents taking anti-tuberculosis drugs, as well as ALT and AST, each of which increased. However, they are still within normal limits. The average hemoglobin level is included in the anemia group, and there is a significant decrease from 11.94 gr/d to 11.21 gr/dl. There is a risk of hepatotoxicity due to consumption of anti-tuberculosis drugs. In contrast to the average hemoglobin levels being below normal before and after therapy, there is a decrease in hemoglobin levels after 3 months of treatment. It is best to check liver function and Hemoglobin levels periodically to detect liver function abnormalities and anemia in pulmonary tuberculosis sufferers during the treatment period.