Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Peningkatan Kesadaran Peternak Terhadap Efek Resistensi Antibiotik Di Desa Narmada Ningtyas, Novarina Sulsia Ista'In; Agustin, Alfiana Laili Dwi; Munawaroh, Muhammad; Zaidah, Una
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 5 No 3 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v5i3.2302

Abstract

Penggunaan antibiotic yang irrasional pada masyarakat meliputi pemilihan jenis antibiotic yang tidak sesuai indikasi penyakit, penggunaan yang tidak sesuai dosi. Dampak yang ditimbulkan akan menyebabkan masalah yang lebih serius. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan terhadap resiko yang akan ditimbulkan dari resistensi antibiotic. Metode yang digunakan adalah penyampaian materi melalui ceramah dan diskusi. Dalam sosialisasi ini didapatkan hasil 100% peserta mengalami peningkatan pengetahuan terhadap fungsi antibiotic, 80% pengetahuan terhadap penggunaan antibiotic yang sesuai indikasi penyakit dan 80% kesadaran peserta terhadap bahaya resistensi antibiotik. Kegiatan ini meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pada masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan antibiotik.Peningkatan hasil peserta terhadap pengetahuan tentang antibiotic ini akan mendorong peserta lebih bijak dalam memilih dan menggunakan antibiotik.
Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe, Lama Menstruasi, Perilaku Makan dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri SMKN 4 Kota Mataram Zaidah, Una; Ningsih, Murtiana; Ali, Nur Aini Abdurrahman
Jurnal Ilmiah Global Education Vol. 5 No. 1 (2024): JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION, Volume 5 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/jige.v5i1.2105

Abstract

As many as 32% of teenage girls in Indonesia suffer from anemia caused by iron deficiency. This study aims to identify adherence to Fe tablet consumption, length of menstruation, eating behavior, and the incidence of anemia in adolescent girls, as well as to analyze the relationship between adherence to Fe tablet consumption, length of menstruation, eating behavior and the incidence of anemia in adolescent girls at SMKN 4 Mataram City. The research method is to use a quantitative approach with a cross sectional design. The population in this study were all young women at SMKN 4 Mataram City with a total of 760 people, and a total sample of 88 people. Data analysis uses univariate and bivariate analysis. The research results showed that as many as 98.9% (87) of young women did not comply with taking Fe tablets, 44.3% of young women experienced menstruation for more than seven days, and only 18.2% of young women had good eating behavior. Of the total sample, 20.5% of young women experienced anemia. Bivariate test results showed that there was no relationship between adherence to consuming Fe tablets and the incidence of anemia (P=0.610), there was no relationship between the length of menstruation and the incidence of anemia (P=0.108), and there was no relationship between eating behavior and the incidence of anemia in adolescent girls. at SMKN 4 Mataram city (P=0.318).  
Survei Penilaian Rumah Sehat di Desa Lembar, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat Astawan, Wanda Januar; Desimal, Iwan; Rakhmawati, Baiq Fathin Ayu; Zaidah, Una
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/yqph7924

Abstract

Rumah sehat merupakan determinan penting kesehatan masyarakat karena kualitas fisik bangunan, sanitasi dasar, dan perilaku penghuni memengaruhi risiko penyakit berbasis lingkungan. Secara nasional, masih terdapat proporsi besar rumah tangga yang tinggal di hunian tidak layak, sehingga pemetaan kondisi rumah sehat di tingkat lokal diperlukan sebagai dasar intervensi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan survei pemenuhan kriteria rumah sehat pada rumah tangga di Desa Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Metode yanng digunakan dalam penelitian ini berupa observasional deskriptif dengan desain potong lintang pada 15 rumah (purposive sampling) selama 10 Agustus–20 September 2025. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara menggunakan checklist penilaian rumah sehat mengacu pada SK Menkes No. 829/Menkes/SK/VII/1999. Skor total dikategorikan memenuhi syarat (1068–1200) dan tidak memenuhi syarat (<1068). Dari 15 rumah, 1 rumah (6,7%) memenuhi syarat rumah sehat dan 14 rumah (93,3%) tidak memenuhi syarat. Kekurangan dominan ditemukan pada komponen fisik (terutama ventilasi dan pencahayaan), sanitasi dasar (air bersih, jamban, SPAL, dan pengelolaan sampah), serta perilaku penghuni yang belum konsisten mendukung kebersihan lingkungan rumah. Mayoritas rumah belum memenuhi kriteria rumah sehat sehingga diperlukan intervensi bertahap yang memadukan perbaikan fisik rumah dan sanitasi dengan edukasi perilaku berbasis komunitas untuk menurunkan risiko penyakit berbasis lingkungan. Healthy Home Assessment Survey in Lembar Village, Lembar District, West Lombok Regency Abstract Healthy housing is an important determinant of public health because the physical condition of the building, basic sanitation, and residents’ behaviors influence the risk of environment-related diseases. Nationally, a large proportion of households still live in substandard housing; therefore, mapping healthy housing conditions at the local level is needed as a basis for intervention. This study aimed to survey compliance with healthy house criteria among households in Lembar Village, West Lombok Regency. The method used was an observational descriptive study with a cross-sectional design involving 15 houses (purposive sampling) conducted from 10 August to 20 September 2025. Data were collected through observation and interviews using a healthy house assessment checklist referring to the Indonesian Ministry of Health Decree No. 829/Menkes/SK/VII/1999. Total scores were classified as compliant (1068–1200) or non-compliant (<1068). Of the 15 houses, 1 (6.7%) met the healthy house criteria and 14 (93.3%) did not. The main deficiencies were found in physical components (especially ventilation and lighting), basic sanitation (clean water, latrines, wastewater disposal systems, and solid waste management), and residents’ behaviors that were not consistently supportive of a clean home environment. Most houses did not meet the healthy house criteria, indicating the need for phased interventions that combine improvements in housing and sanitation infrastructure with community-based behavior education to reduce the risk of environment-related diseases.