Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Dinamika Resiliensi Korban Perceraian Orang Tua Widya Nugraha, Andreas Corsini; Mic Finanto Ario Bangun; Budi Sarasati; Chardelia Penggalih; Cinta Perindu
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 7 No. 5 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v7i5.7701

Abstract

This research aims to determine the dynamics of psychological resilience in adolescent victims of parental divorce. The research used 1 subject, each of whom experienced their parents' divorce. The approach used in this research is quantitative phenomenology to obtain in-depth data regarding the dynamics of resilience experienced by the subject. The dynamics of resilience built by the subject are behavioral control and emotional balance.
Apakah Kecemasan mempengaruhi Kualitas Tidur? Studi pada Siswa yang mengalami kecemasan Nugraha, Andreas Corsini Widya; Sarasati, Budi; Fitriani, Yulia; Febrietta, Ditta; Pratama, Hirda Ronggo; Putri, Nabila Amelia; Nurhaliza, Danya
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.29060

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi hubungan rumit antara kecemasan dan kualitas tidur di kalangan mahasiswa. Kecemasan diakui sebagai faktor signifikan yang memengaruhi gangguan tidur, dan hubungan ini telah diperkuat oleh berbagai penelitian dalam komunitas akademis. Kualitas tidur di kalangan mahasiswa sangat penting karena implikasinya yang mendalam terhadap kinerja akademis, kesehatan mental, dan kesejahteraan secara keseluruhan. Sejumlah besar penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat secara signifikan menghambat fungsi kognitif seperti memori, konsentrasi, dan kemampuan memecahkan masalah, yang semuanya penting untuk pembelajaran yang efektif dan kinerja akademis yang baik. Misalnya, sebuah penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dengan waktu kecemasan yang lebih tinggi lebih cenderung mengalami kualitas tidur yang buruk dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang tidak terlalu cemas. Dalam penelitian kualitas tidur ini, penelitian ini menggunakan alat Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), kuesioner laporan diri yang digunakan untuk menilai kualitas tidur seseorang selama sebulan terakhir dan untuk alat ukur dan kecemasan yang diukur menggunakan Zung Self-Rating Anxiety Scale (SAS) adalah alat penilaian psikologis yang dirancang untuk mengukur tingkat kecemasan seseorang. Penelitian ini menggunakan sampel 64 mahasiswa yang mengalami gangguan tidur. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya korelasi positif antara kecemasan dengan kualitas tidur pada mahasiswa, yaitu dengan nilai r = 0,64. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kecemasan merupakan salah satu faktor penyebab buruknya kualitas tidur.
Tinjauan Fenomena “Hate Speech” dengan Muatan Politik di Indonesia dalam Perspektif “Psychological Hatred” Hanna Rahmi, Hanna Rahmi; Nugraha, Andreas Corsini Widya
Jurnal Keamanan Nasional Vol. 6 No. 2 (2020): JURNAL KEAMANAN NASIONAL VOL 6 NO 2 TAHUN 2020
Publisher : Pusat Kajian Keamanan Nasional (Puskamnas) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The birth of social media in Indonesia has positive and negative benefits in the field of information. The problem that arises because of technological developments, especially social media, one of which is hate speech. The “Election” phenomenon of both the President and the Regional Head dragged social media into a stream of negative campaigns and became a lighter for the emergence of “hate speech” in social media. Historically “hate speech” has long appeared and is accompanied by events of violence, abuse, and mass genocide in certain groups of people and communities. This becomes a serious problem if not handled seriously because it is basically the cause of the conflict and the disintegration of the nation. Psychological Studies tries to parse the common thread of the emergence of “hate speech”, so that in the future there are potential ideas in unraveling problems related to hate speech, especially in the field of education.
Trust in young women with long distance relationship Nugraha, Andreas Corsini Widya; Abdillah, Rijal; Nurfitriani, Aisyah; Febrianti, Zahra Dwiana
JURNAL SPIRITS Vol 14 No 2 (2024): May 2024
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/spirits.v14i2.17213

Abstract

Conflicts that occur in someone who is in a Long Distance Relationship are caused by a lack of trust or trust in their partner. Previous studies have shown that low trust involves misunderstandings, poor communication, and distrust. The key to a successful Long Distance Relationship is communication and openness to build trust. This study aims to explore the dynamics of trust in early adult women when establishing long-distance relationships. The Data were obtained using in-depth interviews with two early adult women who were in a long-distance relationship. The approach used is narrative qualitative in which a purposive sampling technique is used to search for research subject data. The data were analyzed using narrative data analysis with the fusion of research themes through data coding. The results showed that trust in both subjects could increase and decrease depending on the behavior of their respective partners. Trust in both subjects in establishing a long-distance relationship can be maintained through the process of communication, openness (openness), and commitment, Trust in both subjects can decrease when miscommunication and subjects know that their partners are lying. In addition, both subjects were able to regain trust if each of the partners was willing to admit mistakes and apologize to both subjects so that they felt calm.
Dinamika “Insecurity” Psikologis Pada Dewasa Awal yang Mengalami Hubungan Pacaran Widya Nugraha, Andreas Corsini; Sarasati, Budi; Azzahra, Siti Aisah; Permatasari, Wahyuningtyas
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9895

Abstract

Sebagai makhluk sosial, pastinya manusia mempunyai stimulus untuk aktif dalam membangun sebuah relasi baik sebagai teman, sahabat, keluarga, teman kerja, maupun sebagai kekasih. Manusia akan selalu hidup berdampingan, bekerja, bermain, saling tolong menolong, sukses bersama, dan bahagia atau sedih bersama dengan orang lain. Pada dewasa awal yang menjalai pacaran pada beberapa kasus muncul kecemasan karena perasaan insecure. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif fenomenologi dengan jumlah subjek 2 orang dewasa awal yang sedang menjalani masa pacaran. Insecure yang muncul kerika seseorang yang berekspektasi tinggi, membandingkan dirinya dengan orang lain, dan menjadi rendah diri. Karena perasaan rendah diri, seseorang akan merasa tidak diterima oleh lingkungan sekitarnya karena tidak sesuai dengan standar kriteria. Hal-hal yang memunculkan ‘insecure” pada dewasa awal antara lain adalah Social Confidence, School Abilities, Self Regard, Physical Appereance, Physical Abilities.
Peran Big Five Personality pada Implementasi Manajemen Sekuriti Mahasiswa Soesanto, Edy; Widyastuti, Mega; Corsini Widya Nugraha, Andreas
Journal on Teacher Education Vol. 5 No. 3 (2024): Journal on Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jote.v5i3.23264

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran big five personality pada implementasi manajemen sekuriti mahasiswa dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Jumlah subjek dalam penelitian ini yaitu 36 mahasiswa. Hasil uji asumsi menggunakan independen samples test menunjukkan hasil signifikansi 0,188 >? yang berarti tidak terdapat peran Big Five Personality pada implementasi manajemen sekuriti mahasiswa. Jika individu sudah memahami bagaimana cara melakukan manajemen pekerjaan, waktu, emosi, dan dapat bersikap secara profesional dalam kehidupan sehari-hari, maka yang bersangkutan mampu mengimplementasikan manajemen sekuriti dengan baik. Sedangkan individu yang belum atau tidak memahami bagaimana cara melakukan manajemen pekerjaan, waktu, emosi, dan bersikap secara profesional dalam kehidupan sehari-hari, maka yang bersangkutan tidak mampu mengimplementasikan manajemen sekuriti dengan baik. Jika yang bersangkutan tidak segera menyadari pentingnya memahami ilmu manajemen dan mengimplementasikannya maka akan cenderung berakibat pada depresi, percobaan bunuh diri, sampai tindakan bunuh diri.
HUBUNGAN LITERASI KESEHATAN MENTAL DENGAN PERILAKU PENCARIAN BANTUAN PSIKOLOGIS PADA ANGGOTA KEPOLISIAN Anissa Salsabila Maulana; Hema Dayita; Andreas Corsini Widya Nugraha
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 2 (2026): JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK (JMIA)  April 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i2.9857

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya perilaku pencarian bantuan psikologis di kalangan anggota kepolisian meskipun mereka memiliki tingkat stres kerja yang tinggi. Salah satu faktor yang diduga berperan adalah literasi kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara literasi kesehatan mental dengan perilaku pencarian bantuan psikologis pada anggota Polres Metro Bekasi Kota. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei terhadap 254 anggota kepolisian yang dipilih melalui teknik random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Mental Health Literacy Questionnaire (MHLQ) dan General Help-Seeking Questionnaire (GHSQ). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara literasi kesehatan mental dengan perilaku pencarian bantuan psikologis (p < 0,05), dengan kekuatan hubungan yang tergolong sangat rendah. Hal ini berarti semakin tinggi literasi kesehatan mental, maka semakin tinggi pula kecenderungan individu untuk mencari bantuan psikologis, meskipun pengaruhnya relatif kecil. Temuan ini menunjukkan bahwa literasi kesehatan mental bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi perilaku pencarian bantuan. Oleh karena itu, diperlukan upaya lain seperti penguatan dukungan sosial dan pengurangan stigma di lingkungan kepolisian untuk meningkatkan efektivitas pencarian bantuan psikologis.
Pengaruh Stres Kerja terhadap Perilaku Kerja Kontraproduktif pada Karyawan Sabana Group Seliana Zalianti; Andreas Corsini Widya Nugraha; Arfian
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2026): July : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i3.1417

Abstract

Stres kerja merupakan persoalan penting dalam pengelolaan sumber daya manusia karena dapat memengaruhi kondisi psikologis, perilaku, dan produktivitas karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stres kerja terhadap perilaku kerja kontraproduktif pada karyawan Sabana Group. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan korelasional. Populasi penelitian adalah karyawan Sabana Group region Bekasi, sedangkan sampel berjumlah 128 responden yang diperoleh melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan skala stres kerja dan skala perilaku kerja kontraproduktif yang disusun berdasarkan aspek fisiologis, psikologis, perilaku, penyimpangan properti, penyimpangan produksi, penyimpangan politik, dan agresi individu. Analisis data dilakukan dengan IBM SPSS Statistics versi 27 melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, linearitas, heteroskedastisitas, kategorisasi, dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kerja kontraproduktif dengan nilai R sebesar 0,531, R Square sebesar 0,282, koefisien regresi sebesar 0,435, t hitung sebesar 7,030, dan signifikansi 0,000. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi stres kerja yang dialami karyawan, semakin tinggi pula kecenderungan perilaku kerja kontraproduktif. Perusahaan perlu mengelola sumber stres kerja secara preventif agar perilaku negatif di tempat kerja dapat diminimalkan.
The Association Between Conformity to Masculine Norms and Alexithymia Among Men Gene Meshani; Andreas Corsini Widya Nugraha; Arfian
Journal of Health and Multidisciplinary Health Studies Vol. 1 No. 2 (2026): April, health and social studies in national life
Publisher : Yayasan Yusda Edu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66052/1w770m45

Abstract

Alexithymia is a difficulty in recognizing, understanding, and expressing emotions. One factor that is assumed to be related to alexithymia in men is conformity to masculine norms. This study aims to examine the relationship between conformity to masculine norms and alexithymia among male technicians at PT X. This research employed a quantitative approach with a correlational design. The sample consisted of 155 male technicians selected using purposive sampling. Data were collected using the Toronto Alexithymia Scale (TAS-20) and the Conformity to Masculine Norms Inventory (CMNI-30), and were analyzed using Pearson correlation analysis. The results showed a significant positive relationship between conformity to masculine norms and alexithymia. These findings indicate that the higher the conformity to masculine norms, the higher the tendency for individuals to experience alexithymia. Thus, conformity to masculine norms is one of the factors associated with the emergence of alexithymia among male technicians.
Hubungan Interpersonal Trust dengan Self-disclosure pada Pengguna Aplikasi Bumble Fariza Nur Wibowo; Andreas Corsini Widya Nugraha
Jurnal Riset Multidisiplin Agrisosco Vol 4, No 2 (2026): Vol 4 No 2 Agustus 2026
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61316/jrma.v4i2.389

Abstract

Munculnya aplikasi kencan online telah mengubah pola interaksi dan pengungkapan diri pengguna dalam membangun hubungan interpersonal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai hubungan antara kepercayaan interpersonal dan pengungkapan diri di antara para pengguna Bumble. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 125 pengguna Bumble berusia 18–25 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui skala self-disclosure dan interpersonal trust yang telah diuji validitas serta reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan IBM SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara interpersonal trust dan self-disclosure (r=0,736; p<0,001), yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat kepercayaan interpersonal, semakin tinggi pula kecenderungan individu untuk mengungkapkan informasi pribadi kepada orang lain. Mayoritas responden berada pada kategori sedang baik untuk self-disclosure maupun interpersonal trust. Temuan ini menegaskan bahwa kepercayaan interpersonal merupakan faktor penting yang mendukung keterbukaan diri dalam interaksi pada aplikasi kencan daring. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya pengembangan komunikasi yang aman dan saling percaya guna mendukung terbentuknya hubungan interpersonal yang lebih sehat di lingkungan digital.