Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Socialization of the Love of Saving from an Early Age at the Tarbiyah Wata'lim Bodas Elementary Madrasah, Mangunjaya Village, Anjatan District, Indramayu Regency Dewi Kumalasari
Diplomasi : Jurnal Demokrasi, Pemerintahan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58355/dpl.v3i4.72

Abstract

This Community Service (PKM) activity aims to instill financial literacy and a habit of saving from an early age in students at the Tarbiyah Wata'lim Bodas Elementary School (MI) in Mangunjaya Village. The background to this activity is the importance of socialization as a means of developing character and role in managing money, which is a crucial foundation for future financial stability. While saving is a vital practice, this habit needs to be socialized in a structured manner from a young age to become a permanent habit. The implementation method used was an interactive socialization focused on providing education about the concept of money, the importance of saving, and its long-term benefits, primarily targeting MI students. The results of the activity indicate that the practice of saving from a young age can form good habits in managing personal finances, increase awareness of the importance of planning for a financial future, and help children cope with emergencies or achieve long-term goals. In conclusion, this socialization of a love of saving has been proven to provide a strong foundation for individual financial stability in later life.
Pemberdayaan Literasi Budaya untuk Pengembangan Pariwisata Melalui Festival Gawe Desa Montong Betok Zahratul Fikni; Dwi Ayudiya Putriama; Seri Ulandari; Firman Syahid Hidayatulloh; Dewi Kumalasari
Jurnal Pengabdian Cendekia Vol. 2 No. 1 (2026): In Press
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/jpc.v2i1.112

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pemberdayaan literasi budaya melalui Festival Gawe Desa Montong Betok sebagai strategi penguatan pariwisata berbasis budaya. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian menggali tingkat literasi budaya masyarakat, pola partisipasi, serta potensi festival sebagai atraksi wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun festival masih dilaksanakan secara rutin dan mendapat dukungan kuat dari masyarakat, pemahaman terhadap makna adat dan nilai ritual mengalami penurunan, terutama pada generasi muda. Selain itu, potensi budaya belum didukung dokumentasi, narasi wisata, dan strategi promosi yang sistematis. Penelitian ini menghasilkan model pemberdayaan yang menekankan penguatan literasi budaya, pelibatan pemuda, serta pengembangan festival sebagai atraksi wisata berbasis komunitas. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi upaya pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata desa secara berkelanjutan.
Analisis Etika Perbankan Syariah Serta Dampaknya Terhadap Kinerja Karyawan di BPRS HIK Parahyangan Cabang Indramayu Dewi Kumalasari; Ibnudin; Ahmad Syathori
JSEF: Journal of Sharia Economics and Finance Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Syariah Economics and Finance
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jsef.v5i1.70

Abstract

Etika merupakan bagian penting dalam sistem perbankan syariah karena menjadi landasan moral dalam menjalankan operasional lembaga keuangan. Namun dalam praktiknya, penerapan etika syariah di perbankan seringkali menghadapi tantangan internal maupun eksternal yang berdampak pada kualitas kinerja karyawan. Berdasarkan realitas tersebut, peneliti tertarik untuk mengkaji bagaimana tantangan yang dihadapi karyawan dalam menerapkan etika perbankan syariah serta hubungan antara pemahaman etika syariah dengan kepuasan kerja karyawan di BPRS HIK Parahyangan Cabang Indramayu. Sehingga penulis dapat merumuskan masalah yang dikaji dalam penyusunan ini. Pertama, bagaimana tantang yang dihadapi oleh karyaawan dalam menerapkan etika perbankan syariah di BPRS HIK Parahyangan Cabang Indramayu? Kedua, bagaimana hubungan antara pemahaman antara pemahaman etika perbankan syariah dan kepuasan kerja karyawan di BPRS HIK Parahyangan Cabang Indramayu? Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama dalam penerapan etika syariah berasal dari ketidakseimbangan antara tuntutan target kerja dan komitmen etis individu. Di samping itu, masih adanya persepsi masyarakat yang menyamakan bank syariah dengan bank konvensional turut memperberat tugas karyawan dalam menjaga citra dan integritas lembaga. Namun demikian, ditemukan bahwa pemahaman yang baik terhadap etika perbankan syariah berdampak positif terhadap kepuasan kerja karyawan. Mereka merasa lebih nyaman, aman, dan memaknai pekerjaan sebagai bentuk ibadah yang bermakna spiritual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan etika syariah bukan hanya berperan sebagai panduan perilaku kerja, tetapi juga sebagai faktor utama pembentuk kepuasan kerja, loyalitas, dan motivasi karyawan dalam sistem perbankan syariah. Oleh karena itu, penguatan pelatihan etika, pembinaan spiritual, serta sosialisasi publik tentang nilai-nilai perbankan syariah sangat diperlukan untuk meningkatkan efektivitas implementasi etika secara menyeluruh.
BUDAYA DAN MASYARAKAT MUSLIM INDONESIA PERSPEKTIF BRAIS (British Association for Islamic Studies) Dewi Kumalasari
Tamaddun Vol. 6 No. 1 (2021): Tamaddun
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/3ne9fm58

Abstract

Muslim Indonesia masih merenungkan peran agama dalam kehidupan publik. Meskipun kekerasan bernuansa sara di masa transisi menuju reformasi demokrasi telah surut, masyarakat Muslim telah terpolarisasi ke dalam kubu reaksioner dan progresif dengan pemandangan semakin antagonis di dalam masyarakat Islam. Perdebatan atas prinsip-prinsip yang mendasari demokratisasi lebih memanas setelah fatwa yang dikeluarkan oleh MUI mengecam sekularisme, pluralisme dan liberalisme sebagai bukan bagian dari Islam. Karena pemerintah yang selalu ragu-ragu gagal mengambil sikap yang jelas, pendukung fatwa semakin bersemangat mengejar agenda Islamisasi mereka, menampilkan tumbuh intoleransi terhadap agama-agama lain dan apa yang mereka anggap aliran sesat. Kelompok ekstrim dan radikal ini lebih banyak diliput media internasional daripada lawan progresif mereka yang menantang tren reaksioner ini. Menyerukan transformasi sejati masyarakat Indonesia berdasarkan prinsip-prinsip demokrasi dan menghormati hak asasi manusia, mereka bersikeras bahwa ini tergantung pada sekularisasi, toleransi agama, dan pemikiran bebas. Dipahami sebagai sejarah kontemporer ide, buku yang ditulis oleh Carool Kersten ini bertujuan untuk menceritakan sejarah intelektual pemikiran terbuka dan para aktivisnya di Indonesia, negara Muslim terbesar di dunia
ISLAMIC MICROFINANCE, ZAKAT, AND WAQF INTEGRATION: A MODEL FOR SUSTAINABLE COMMUNITY EMPOWERMENT Dewi Kumalasari
Tamaddun Vol. 10 No. 2 (2025): Tamaddun
Publisher : LPPM Universitas Uluwiyah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/q2vwg921

Abstract

Poverty and economic inequality remain major challenges in many Muslim-majority countries, particularly among poor and vulnerable communities. Various Islamic social finance instruments such as Islamic microfinance, zakat, and waqf have significant potential to promote economic empowerment; however, their management is often partial and fragmented. This condition results in impacts that are not yet optimal and lack sustainability. This article aims to propose a conceptual model for integrating Islamic microfinance, zakat, and waqf as a strategy for sustainable community empowerment. The methodology employed consists of a literature review and conceptual analysis of Islamic economic theory and social finance practices. The main findings indicate that the integration of these three instruments can create synergy between social protection, productive financing, and asset sustainability.