Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP DI WILAYAH PUSKESMAS KRANJI KOTA BEKASI NURHASANAH, IMAS; FEBRIYANTY, DEASY; NURMAWATY, DWI; HERYANA, ADE
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Imunisasi merupakan upaya kesehatan yang paling efektif dan efisien untuk mencegah beberapa penyakit berbahaya dan dapat menyelamatkan masyarakat dari kesakitan, kecacatan bahkan kematian, dan juga menimbulkan kekebalan secara aktif terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi dan untuk membentuk kekebalan kelompok atau herd imunity. WHO menyebutkan bahwa masih 14 juta anak tertinggal vaksinasi sedangkan untuk membentuk kekebalan kelompok dibutuhkan 95% cakupan imunisasi di masyarakat. Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap berdasarkan Riskesdas 2018 sebesar 58,25%. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pemberian Imunisasi Dasar lengkap pada Bayi usia 12-23 bulan di wilayah Kerja Puskesmas Kranji Kota Bekasi Tahun 2021.Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan sampel 84 responden. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling, dan dianalisis dengan uji Chi Square yang dilakukan pada bulan Agustus tahun 2021. Hasil dan Pembahasan: Pada hasil penelitian terdapat 60 responden dengan Imunisasi Dasar Lengkap dan 24 responden dengan Imunisasi Dasar Tidak Lengkap. Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga (P=0,005 dan PR=3,146), dan peran kader kesehatan (P=0,035 dan PR=2,308), dan tidak terdapat hubungan antara pekerjaan (P=0,529 dan PR =0,760), pendidikan P=0,721 dan PR=0,753), Pengetahuan P=0,840 dan PR=0,806), Peran petugas kesehatan (P=0,297 dan PR=1,593) dengan Imunisasi dasar Lengkap. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian disarankan agar ada penyuluhan tentang imunisasi kepada masyarakat, melakukan sweeping kepada bayi yang memiliki jadwal imunisasi namun tidak datang untuk imunisasi, membuat komunitas pada ibu ibu agar dapat bertukar informasi tentang imunisasi.
Perception of Price, Accessibility, and Service Perception on Patient Return Visit Interest: Empirical Study from Outpatient Services at Halo Bayi Clinic Limbo, Depok, Indonesia Putri, Zaskia Respatiningtyas; Nurmawaty, Dwi; Febriyanty, Deasy; Silviana, Intan
Golden Ratio of Data in Summary Vol. 5 No. 2 (2025): February - April
Publisher : Manunggal Halim Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52970/grdis.v5i2.1154

Abstract

Revisit interest refers to visitors' intention to return to a place within a specific period and their willingness to revisit the location frequently. A preliminary study conducted on 10 respondents found that 30% of patients had a revisit interest, while 70% were not interested. This study aims to identify the factors associated with revisit interest in outpatient healthcare services at the Halo Bayi Clinic, Limo branch, Depok, in 2024. The study employs a cross-sectional method with a sample size of 100 respondents at the Halo Bayi Clinic, Limo branch. The sampling technique used is purposive sampling, and data analysis includes univariate and bivariate analysis using the chi-square test. The study was conducted from October 2024 to January 2025. The univariate results show that the highest proportion of respondents interested in revisiting was 58 respondents (58%), those who perceived the price as affordable were 62 respondents (62%), those who found the clinic easily accessible were 53 respondents (53%), and those with a positive perception of healthcare providers were 63 respondents (63%). The bivariate analysis results indicate no significant relationship between price perception and revisit interest p-value 0.0139, PR=0.734 and 95% CI = 0.501 - 1.076, and no significant relationship between accessibility and revisit interest p-value 0.053. (PR=0.689 dan 95% CI = 0.482 - 0.984), no significant relationship between perception of healthcare providers and revisit interest, p-value 0.037 (PR=0.649 and 95% CI = 0.431 - 0.976). This can positively impact patient satisfaction, service quality, and efforts to improve public health. Additionally, a high revisit also contributes to increasing patient trust in healthcare facilities, which ultimately supports the effectiveness of health programs and the optimization of outpatient services.
Determinants of Community Willingness for COVID-19 Booster Vaccination at Pengasinan Health Center in Bekasi City Putri, Syafira Berliana; Azteria, Veza; Febriyanty, Deasy; Nitami, Mayumi
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 2 No 6 (2023): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v2i6.147

Abstract

Background: COVID-19 booster Vaccination is a COVID-19 vaccination after a person has received a full dose of primary vaccination which aims to maintain the level of immunity and extend the period of protection. The COVID-19 booster vaccination is organized by the Government. Objective: Knowing the determinants of community willingness to vaccinate the COVID-19 booster at Pengasinan Health Center in Bekasi City. Method: This type of research was a quantitative study with a cross-sectional study design. Result and Discussion: The results showed that there was a relationship between education (p-value = 0.000), knowledge (p-value = 0.001), attitude (p-value = 0.000), the role of health workers (p-value = 0.000) and the public's willingness to vaccinate booster COVID-19 and there is no relationship between gender (p-value = 0.174) and the community's willingness to vaccinate the COVID-19 booster at the Pengasinan Health Center in Bekasi City. Conclusions: Education, knowledge, attitudes and the role of health workers are related to the community's willingness to vaccinate the COVID-19 booster at Pengasinan  Public Health Center in Bekasi City
Gambaran Implementasi Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk dan Pemantuan Jentik Berkala pada Program Pencegahan Infeksi Dengue Fratiwi, Linda; Febriyanty, Deasy; Heryana, Ade; Wahidi, Mugi
Journal of Comprehensive Science Vol. 2 No. 1 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v2i1.223

Abstract

Infeksi virus dengue masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia terutama di perkotaan dan pedesaan. Untuk mengantisipasi peningkatan kasus demam berdarah, pemerintah melakukan gerakan masyarakat dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan PSN dan PJB dalam program pencegahan Infeksi Demam Berdarah Dengue di Puskesmas Cempaka Putih Barat tahun 2021. Penelitian dilakukan di wilayah Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih Barat Jakarta Pusat. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif eksploratif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan wawancara mendalam dan FGD (Focus Group Discussion),observasi dan eksplore dokumen. Informan dalam penelitian ini berjumlah 8 orang,1 informan kunci adalah kepala puskesmas,1 informan utama penanggung jawab program P2DBD di puskesmas,1 informan pendukung dari petugas kesehatan masyarakat dan kesehatan lingkungan dari kantor kelurahan dan 5 orang kader jumantik. Validasi data dilakukan dengan triangulasi sumber, triangulasi metode dan triangulasi waktu. Analisis data dilakukan dengan membuat transkrip data, matriks data dan konten analisis. Pada variabel penelitian ini adalah perencanaan, pelaksanaan, pengawasan. Pada variabel perencanaan belum optimal, hal ini dikarenakan selama dua tahun terjadi refocusing anggaran akibat pandemi covid sehingga tidak ada anggaran untuk peralatan baru. Pada variabel pelaksanaan masih belum optimal, hal ini disebabkan tidak adanya kualifikasi dan pelatihan untuk kader jumantik, terdapat masyarakat yang tidak membuka pintu saat petugas masuk ke rumah untuk melakukan pemeriksaan, terdapat kader jumantik yang tidak disiplin dalam menjalankan tugasnya. Pada variabel pengawasan masih belum optimal karena belum adanya pendampingan rutin dari petugas kesehatan untuk kader jumantik yang melaksanakan kegiatan dua kali dalam seminggu, capaian dalam pelaksanaan PSN belum memenuhi target 95% dan terdapat perbedaan hasil laporan PSN saat kader jumantik melakukan kegiatan bersama tenaga kesehatan. Saran bagi penanggung jawab program agar dapat menyeleksi kader jumantik yang memiliki kualifikasi usia produktif, memberikan pelatihan kepada seluruh petugas, mencari dana sementara untuk anggaran peralatan, regenerasi petugas jumantik yang tidak disiplin dan sanksi tegas bagi yang melakukan tidak sesuai dengan kegiatan PSN dan PJB.
Relationship between workload and nurse performance at the Rawamangun Special Surgery Hospital in 2021: Hubungan Beban Kerja Dengan Kinerja Perawat di RS Khusus Bedah Rawamangun Tahun 2021 Siti Juhairiyah; Deasy Febriyanty; Mayumi Nitami; Erlina Puspitaloka
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 2 (2021): July-December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/kujkm.v7i2.1168

Abstract

Nurse performance is a measure of success in achieving nursing service goals. Good and bad performance is also influenced by workload, high workload will adversely affect the performance of nurses, poor performance of nurses will affect careers, rewards, no promotion system, and no punishment for poor performance. Based on data from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia in 2015, the highest number of health workers was nurses as many as 147,264 people (45.65%). In Indonesia, professional nurses only make up 2% of the total existing nurses. This figure is much lower than the Philippines, which has reached 40% with one and two strata education. This study aims to determine the relationship between workload and nurse performance at the Rawamangun Special Surgery Hospital in 2021. This study uses a Cross Sectional design. The sampling method used was Total Sampling with a total sample of 30 respondents. Data analysis in this study is univariate analysis and bivariate analysis with Chi Square test. The results of the univariate analysis showed the highest proportion of good performance was 53.3%, and the highest proportion of light workloads was 63.3%. The results of the bivariate analysis showed that PR = 0.96; 95% CI = 0.430 – 2.141. There is no relationship between workload and nurse performance at the Rawamangun Special Surgery Hospital in 2021
PERILAKU PENCEGAHAN COVID-19 PADA MASYARAKAT DI PERUMAHAN X, KABUPATEN TANGERANG Olga Novita; Ira Marti Ayu; Ade Heryana; Deasy Febriyanty
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 18 No 1 (2023): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v18i1.435

Abstract

Penularan COVID-19 masih ditemukan di masyarakat. Hal ini berkaitan dengan masih kurangnya perilaku pencegahan. Data dari Ketua Rukun Tetangga (RT) menunjukkan sejak awal pandemi hingga Juli 2021 terdapat 15 kasus COVID-19 yang terjadi pada masyarakat di perumahan ini. Studi pendahuluan yang telah menunjukkan bahwa sebanyak 13 warga dari 25 warga (52%) memiliki perilaku pencegahan COVID-19 yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan COVID-19 di Perumahan X, Kabupaten Tangerang. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan sampel sebanyak 70 warga. Teknik pengambilan sampel ialah purposive sampling dengan analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil univariat menunjukkan proporsi tertinggi yaitu perilaku pencegahan baik (52,9%), kerentanan yang dirasakan berupa persepsi rentan (57,1%)., keparahan yang dirasakan berupa persepsi parah (65,7%), manfaat yang dirasakan berupa persepsi bermanfaat (80%), hambatan yang dirasakan berupa persepsi hambatan kurang baik (65,7%). Hasil bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara kerentanan yang dirasakan (PR=1,41, CI 95%=0,86-2,31), keparahan yang dirasakan (PR=1,24, CI 95%= 0,76-2,04), manfaat yang dirasakan (PR=1,50, CI 95%=0,91-2,45), dan hambatan yang dirasakan (PR=1,20, CI 95%=0,68-2,09) dengan perilaku pencegahan COVID-19. Sebaiknya masyarakat setempat tetap menerapkan protokol kesehatan dan sebisa mungkin tidak menghabiskan waktu terlalu lama di ruang publik. Kata kunci : Hambatan yang dirasakan, keparahan yang dirasakan, kerentanan yang dirasakan, manfaat yang dirasakan, perilaku pencegahan COVID-19