Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Analisis Perhitungan Plat Lantai Jembatan Pada Proyek Penggantian Jembatan Idano Eho Yuni Erlianti Laia; Tika Ermita Wulandari
JURNAL INERSIA Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Inersia
Publisher : POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/inersia.v15i2.908

Abstract

Analisis perhitungan pelat lantai jembatan ini menggunakan konstruksi beton bertulang dan pelat bondek yang sebagai pelapis dasar cor. Perencanaan struktur beton dan pembebanan jembatan mengacu pada RSNI T-12-2004 (perencanaan struktur beton untuk jembatan) dan dan SNI 1725:2016 (peraturan pembebanan untuk jembatan). Tujuan perhitungan ini adalah untuk mengetahui kebutuhan tulangan lentur pada pelat lantai jembatan dan nilai lendutan yang terjadi pada pelat lantai jembatan yang telah terlaksana pada proyek penggantian jembatan Idano Eho yang berlokasi di Nias Selatan apakah aman untuk menghindari keruntuhan berulang pada jembatan tersebut. Permasalahan yang diambil adalah analisis perhitungan pelat lantai jembatan. Analisis perhitungan pelat lantai jembatan tersebut meliputi pelat lantai itu sendiri. Perencanaannya meliputi tulangan lentur positif dan negatif. Beban yang dianalisis meliputi beban hidup, beban lalu lintas, beban gaya rem, beban pengaruh temperatur, beban gempa dan beban akibat angin. Dari hasil analisis, dihasilkan tulangan pokok D16-150 mm dan tulangan bagi D13-200 mm dimana variasi penulangan ini telah sesuai dengan yang ada di lapangan dan nilai lendutan 2,79.10-7 yang aman untuk jembatan. Untuk pelat lantai jembatan digunakan pelat dengan tebal 250 mm, lebar 9000 mm, dan panjang 60000 mm.
Analisis Stabilitas Retaining Wall Pada Blok Landfill Sanitari TPA Rindi Oktaviana; Tika Ermita Wulandari
JURNAL INERSIA Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Inersia (Edisi Khusus Seminar Nasional Forum Ketua Jurusan Teknik Sipil
Publisher : POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/inersia.v16i1.987

Abstract

Kestabilan dinding penahan tanah merupakan suatu hal yang paling penting dalam struktur pembangunan TPA. Untuk menunjang strukturnya, dinding penahan tanah kuat terhadap gaya geser, gaya guling dan daya dukung sehingga perlu dianalisis apakah dinding tersebut aman. Seperti halnya dinding penahan tanah pada TPA Dusun Sungai Basah Tadukan Raga Kecamatan STM Hilir Kabupaten Deli Serdang yang menunjukan tumpukan tanah lebih tinggi dari pada dinding penahan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai faktor keamanan dinding penahan tanah. Pada TPA dusun sungai basah menggunakan metode perhitungan analisis Coulomb dan Rankine. Hasil analisis menunjukan bahwa metode Rankine pada perhitungan stabilitas gaya guling pada Rankine mendapatkan hasil SF 1,858>1,5 sedangkan Coulomb SF 2,039>1,5. Stabilitas terhadap gaya geser untuk Rankine 1,8488>1,5 sedangkan Coulomb 2,032>1,5 dinyatakan aman. Faktor keamanan daya dukung tanah mendapat hasil 3,83>1,5 dinyatakan aman. Dari hasil analisis dapat disimpulkan dinding penahan tanah TPA dusun sungai basah aman terhadap gaya geser, gaya guling dan daya dukung tanah.
Analisis Potensi Likuifaksi Berdasarkan Data Bore Log Pada Proyek Reklamasi Belawan Phase-1 Ahmad Tulus Kurniawan; Tika Ermita Wulandari; Rudianto Surbakti
JURNAL INERSIA Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Inersia (Edisi Khusus Seminar Nasional Forum Ketua Jurusan Teknik Sipil
Publisher : POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/inersia.v16i1.992

Abstract

Belawan merupakan salah satu wilayah di Sumatera Utara dan berbatasan langsung dengan Selat Malaka. Belawan dijadikan sebagai Pelabuhan, tempat kapal-kapal bersandar untuk kapal penumpang maupun kapal pengangkut logistik. Salah satu terminal di area Pelabuhan belawan membutuhkan perluasan lahan, sehingga pemerintah Propinsi Sumatera Utara membuat proyek reklamasi untuk memperluas terminal peti kemas guna memaksimalkan potensi belawan serta membuat proses bongkar-muat barang logistik menjadi lebih efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi likuifaksi pada Proyek Reklamasi Belawan Phase-1 ketika terjadinya gempa pada kekuatan 7,0 SR, dan 8,0 SR pada BH.01 dan. Berdasarkan peta persebaran tanah, Belawan merupakan wilayah dengan jenis tanah organik. Metode penelitian yang digunakan ialah menggunakan data primer dari data bore log proyek, kemudian data sekunder menggunakan data dari website Puskim PU. Tahapan penelitian ini ialah mengambil data tanah dari proyek dan data gempa dari Puskim PU, kemudian melakukan metode perhitungan analisis potensi likuifaksi menggunakan metode Young-Idriss dengan metode Idriss Boulanger. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan adalah potensi likuifaksi hanya terjadi pada lapisan tanah 01.00 – 01.50 berdasarkan Desain Spektra Indonesia Puskim PU pada BH.01.
Simulation of Ground Settlement Using Plaxis for the Pekanbaru-Padang Toll Road Construction Project: A Detailed Analysis Saragih, Muhammad Sultan Mubaraq; Wulandari, Tika Ermita
Andalasian International Journal of Applied Science, Engineering and Technology Vol. 4 No. 3 (2024): November 2024
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/aijaset.v4i3.181

Abstract

Geotechnical issues often include settlement and soil bearing capacity, which serve as the foundation for toll roads. Each toll road is designed with specific loads and elevations, which sometimes cannot be supported by the consolidation of the existing soil due to the soft soil characteristics. Soil improvement methods such as replacement (soil material replacement) and preloading are commonly used to enchace the shear strength of soft soils. This analysis aims to evaluate and compare the amount of consolidation settlement analytically using modeling in Plaxis 2D with a very fine mesh type, using settlement plate data from the field. The analysis compares the amount of consolidation settlement through Plaxis 2D modeling with a very fine mesh type and field settlement plate data. From the analysis the consolidation time using Plaxis 2D modeling is found to be 149 days, while the settlement time from the settlement plate data is 39 days. The consolidation settlement obtained from the plaxis 2D model with a very fine mesh is 0.056 meters, whereas the settlement from the settlement plate data is 0.416 meters, with a percentage difference of 86.53%. It can be concluded that the significant difference between the field data and the Plaxis 2D analysis results is due to the lack of data available for each soil layer.
Comparative Analysis of Analytical and Numerical Methods on the Safety Factor of Retaining Walls Akbar, Aulia; Wibowo, Tommy Prasetyo; Wulandari, Tika Ermita
UKaRsT Vol. 8 No. 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/ukarst.v8i2.5966

Abstract

The stability of retaining walls is a major concern in geotechnical design, especially in landslide-prone areas such as Indonesia. A comprehensive analysis requires an in-depth understanding of the failure mechanism and the factors that influence its stability. Therefore, a comparison of various analytical and numerical methods in the stability of retaining walls is an important step to determine the most effective approach. The data were collected through laboratory tests and field investigations of soil properties. The retaining wall design was modeled using Plaxis and Midas software. The analysis focused on comparing the safety factor values obtained from the Rankine method with those derived from Plaxis and Midas simulations. The results show that Rankine provides a high safety factor, namely 2.54 for rotation and 2.447 for shear. Rankine, although simple, remains relevant for uniform soil conditions. Plaxis can provide more detailed deformation and pressure distribution predictions with a safety factor reaching 2.95 in the third excavation stage. Meanwhile, Midas provides a comprehensive analysis of axial force and bending moment with a safety factor value that tends to be smaller. This study provides new insights into how each method can be used effectively for different technical conditions, and provides practical guidelines for geotechnical planners in choosing the appropriate analysis method to improve the efficiency and safety of retaining wall design.
Simulation of Ground Settlement Using Plaxis for the Pekanbaru-Padang Toll Road Construction Project: A Detailed Analysis Saragih, Muhammad Sultan Mubaraq; Wulandari, Tika Ermita
Andalasian International Journal of Applied Science, Engineering and Technology Vol. 4 No. 3 (2024): November 2024
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/aijaset.v4i3.181

Abstract

Geotechnical issues often include settlement and soil bearing capacity, which serve as the foundation for toll roads. Each toll road is designed with specific loads and elevations, which sometimes cannot be supported by the consolidation of the existing soil due to the soft soil characteristics. Soil improvement methods such as replacement (soil material replacement) and preloading are commonly used to enchace the shear strength of soft soils. This analysis aims to evaluate and compare the amount of consolidation settlement analytically using modeling in Plaxis 2D with a very fine mesh type, using settlement plate data from the field. The analysis compares the amount of consolidation settlement through Plaxis 2D modeling with a very fine mesh type and field settlement plate data. From the analysis the consolidation time using Plaxis 2D modeling is found to be 149 days, while the settlement time from the settlement plate data is 39 days. The consolidation settlement obtained from the plaxis 2D model with a very fine mesh is 0.056 meters, whereas the settlement from the settlement plate data is 0.416 meters, with a percentage difference of 86.53%. It can be concluded that the significant difference between the field data and the Plaxis 2D analysis results is due to the lack of data available for each soil layer.
Pengaruh Fly Ash terhadap Kekuatan Ikatan Campuran Aspal Syahputra, Ananda; Wulandari, Tika Ermita
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 3 No. 4 (2025): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v3i4.780

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan fly ash terhadap kekuatan ikatan dan ketahanan lingkungan campuran aspal. Menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimental dengan rancangan acak lengkap, variasi proporsi fly ash sebesar 0%, 5%, 10%, dan 15% diuji melalui Marshall Stability and Flow Test, analisis Scanning Electron Microscope (SEM), serta uji ketahanan terhadap air dan suhu tinggi. Hasil menunjukkan bahwa proporsi optimal fly ash sebesar 10% menghasilkan stabilitas mekanik tertinggi, densitas maksimal, dan nilai Tensile Strength Ratio terbaik. Analisis SEM mengungkapkan bahwa partikel fly ash efektif mengisi pori mikro, memperkuat kohesi internal, dan memperbaiki ikatan antarfasial agregat-aspal. Campuran dengan fly ash juga menunjukkan ketahanan unggul terhadap kelembaban dan deformasi termal, memperpanjang umur layanan perkerasan. Secara ekonomis dan ekologis, penggunaan fly ash mampu mengurangi kebutuhan filler konvensional dan menurunkan jejak karbon dalam konstruksi jalan. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan material perkerasan berkelanjutan dan menawarkan pendekatan teknis yang aplikatif untuk industri konstruksi jalan.
Analisis Modulus Geser Tanah Berdasarkan Data Cone Penetration Test pada Proyek Rumah Sakit Madani Medan Abdinata, Dwi Jaya; Wulandari, Tika Ermita
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2025): April Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v17i1.6712

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai modulus geser tanah berdasarkan data Cone Penetration Test (CPT) pada proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Madani Medan. Modulus geser merupakan parameter penting dalam geoteknik yang mencerminkan kekakuan tanah terhadap gaya geser. Metode yang digunakan adalah pendekatan empiris dengan menghitung modulus elastisitas (E) dari nilai cone resistance (qc), kemudian menghitung modulus geser (G) menggunakan hubungan elastisitas linier G = E/2(1 + 2μ), dengan asumsi rasio Poisson (μ) sebesar 0,3. Nilai E diperoleh dari rumus E=α⋅qc dengan α = 4, mengacu pada klasifikasi tanah keras. Hasil pengujian CPT menunjukkan bahwa lapisan tanah keras berada pada kedalaman 9,20 hingga 11,00 meter, dengan nilai G berkisar antara 24.026 hingga 25.004 kPa. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan penggunaan pondasi dalam (tiang pancang atau tiang bor) dengan kedalaman hingga 11 meter untuk mencapai lapisan tanah keras secara optimal.
Evaluasi Jaringan Irigasi Saluran Sekunder pada Daerah Irigasi Kerasaan Kabupaten Simalungun Purba, Musa Affandy; Wulandari, Tika Ermita
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2025): April Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v17i1.6855

Abstract

The Kerasaan Irrigation Area is an irrigation area located in Simalungun Regency, North Sumatra Province. With a functional area of 5000 (Ha) and a secondary irrigation channel area of 39.10 (km). In optimizing irrigation performance in the DI Kerasaan irrigation area, irrigation network infrastructure maintenance must be carried out, one of which is by evaluating the irrigation channels in the area. This evaluation aims to determine and analyze the condition and function of irrigation assets in the Kerasaan irrigation area, so that the function of the irrigation channels can be optimized to irrigate the lands in the irrigation area. The method used in evaluating the irrigation channel is the observation method by tracing the irrigation network using a GPS device to determine the coordinates of the channel points and documenting asset damage with a camera/mobile phone. Based on the results of the analysis, the total length of damage to the paired channel structure was 10 m from a combination of several segments in 2 channel sections in the secondary channel with a total damage index of 0.70%. In the secondary Kerasaan channel from the survey results as far as (±1000 m) in the field there are 2 units of buildings for tapping and 3 units for tapping. The results of the analysis can be used for planning the construction of irrigation structures by planning structural buildings, water gates and measuring buildings.
STABILISASI TANAH GAMBUT MENGGUNAKAN KAPUR DENGAN PENGUJIAN CBR Tika Ermita Wulandari; Rudianto Surbakti
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Agregat Vol. 3 No. 2 (2023): Edisi November
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/agregat.v3i2.1076

Abstract

Tanah yang baik merupakan tanah yang memiliki stabilitas dan daya dukung yang baik terhadap sebuah konstruksi yang berdiri diatasnya. Namun kondisi tanah yang ada belum memiliki daya dukung yang baik sehingga perlu adanya sebuah metode yang dapat memperbaiki indeks properties dari tanah tersebut. Pada daerah sumatera utara misalnya, tanah masih relatif lunak. Tanah lunak pada umumnya merupakan jenis tanah berbutir halus dengan kadar air yang tinggi, kejenuhan yang tinggi, porositas yang tinggi dan tekanan pori awal yang tinggi, namun dengan kuat geser yang rendah dan potensi penurunan yang besar ketika tegangan efektif meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan stabilitas tanah gambut dengan menggunakan kapur dengan variasi campuran 0%, 5%, 10% dan 15% . Pengambilan sampel dilakukan didaerah Lubuk Pakam, Sumatera Utara. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian sifat fisik tanah berupa uji indeks properties tanah dan uji mekanis tanah. Berdasarkan pengujian didapatkan hasil tanah di lokasi penelitian dikategorikan sebagai tanah organik dan sangat kohesif serta memiliki plastisitas tinggi. Berdasarkan klasifikasi USCS termasuk kedalam fraksi butiran halus atau tanah berorganik dengan simbol PT. Nilai CBR dengan pemeraman 7 hari dengan variasi penambahan kapur 0%, 5%, 10% dan 15% didapat hasil sebesar dengan besaran 2,85, 5,25 , 6,85 dan 7,25. Maka dapat disimpulkan bahwa semakin besar proporsi campuran kapur maka nilai CBR nya meningkat.