Wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Barat menghadapi berbagai tantangan pendidikan, seperti keterbatasan infrastruktur, kekurangan guru berkualitas, serta akses transportasi yang terbatas. Namun, daerah ini juga memiliki kekayaan sumber daya alam (SDA) dan kearifan lokal yang berpotensi besar untuk dimanfaatkan sebagai sumber belajar kontekstual. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat partisipasi mahasiswa calon guru dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran Project Based Learning (PjBL) berbasis SDA lokal melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR). Kegiatan dilaksanakan dalam dua siklus PAR dengan melibatkan 20 mahasiswa semester akhir IAIN Pontianak yang akan menjalani Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di sekolah perbatasan. Metode pelaksanaan meliputi perencanaan, implementasi proyek pembelajaran, observasi, dan refleksi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam partisipasi mahasiswa, dari semula pasif menjadi aktif, reflektif, dan kolaboratif. Mahasiswa berhasil memanfaatkan SDA lokal seperti tanaman obat, air sungai, bambu, dan lahan gambut dalam desain pembelajaran kontekstual. Implementasi di sekolah mitra turut meningkatkan keaktifan dan pemahaman siswa serta membentuk kompetensi pedagogik mahasiswa. Kesimpulannya, integrasi PAR dan PjBL berbasis SDA lokal terbukti menjadi strategi efektif dalam membentuk guru profesional yang adaptif, inovatif, dan siap mengajar di daerah 3T, khususnya wilayah perbatasan.