Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Analysis of Community Knowledge, Practices, and Perceptions Regarding the Management of Leftover, Damaged, and Expired Medicines in Tegal Sari Village Azzahra, Nia; Wati, Indhika Tyas; Pranata, Yovi; Muliana, Hilda; Sabda Wahab
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 4 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2023

Abstract

Medicines play an important role in maintaining and restoring public health. However, limited knowledge and improper management can cause various problems, such as the accumulation of leftover medicines, the use of expired medicines, and the disposal of medicines that does not comply with regulations. This study aims to evaluate the level of knowledge, actions, and perceptions of the community regarding the management of leftover, damaged, and expired medicines in Tegal Sari Village, Belitang II District, East Ogan Komering Ulu Regency in 2025. This study used a quantitative analytical design with a cross-sectional approach. A total of 86 respondents were selected using purposive sampling. The research instrument was a structured questionnaire that assessed the level of knowledge, actions, and perceptions of the community. Data analysis was performed descriptively and analytically using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) to test the relationship between variables. The study showed a significant relationship between the variables of knowledge, actions, and perceptions of the community regarding the management of leftover, damaged, and expired medicines in Tegal Sari Village in 2025 with a p-value <0.05. Conclusion there is a significant relationship between knowledge, actions, and public perception and the management of leftover, damaged, and expired medicines in Tegal Sari Village. Although the respondents' knowledge and actions were in the good category, medicine management practices were still not fully in accordance with standards. Educational interventions and the provision of medicine disposal facilities are needed to improve safe medicine management behavior.
Edukasi Keamanan Pengobatan Tradisional dan Alternatif Non-Medis terhadap Masyarakat Desa Babat, Kecamatan Panukal, Kabupaten PALI Ronny Sutanto; Hilda Muliana; Sabda Wahab; Nia Azzahra
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 3 (2025): JLIPM - DESEMBER
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan pengobatan tradisional dan alternatif non-medis masih dominan di masyarakat pedesaan, termasuk Desa Babat, Kecamatan Panukal, Kabupaten PALI, dipengaruhi oleh faktor budaya, kepercayaan, dan keterbatasan akses layanan kesehatan formal. Namun, rendahnya literasi kesehatan dan literasi hukum menyebabkan masyarakat rentan terhadap risiko kesehatan serta implikasi hukum akibat praktik pengobatan yang tidak aman dan tidak berizin. Oleh karena itu, edukasi terpadu berbasis kesehatan masyarakat dan hukum kesehatan menjadi strategi preventif yang penting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif berbasis community empowerment. Sasaran kegiatan meliputi masyarakat umum, tokoh masyarakat, dan kader kesehatan desa. Edukasi dilakukan melalui penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, serta penggunaan media visual dan leaflet. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, disertai pengumpulan umpan balik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta sebesar 42%, dengan peningkatan signifikan pada pemahaman risiko kesehatan dan aspek hukum pengobatan tradisional dan alternatif non-medis. Selain itu, terjadi perubahan persepsi masyarakat terhadap pentingnya keamanan, legalitas praktik, dan perlindungan hak pasien. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis Health Belief Model dan hukum kesehatan preventif efektif meningkatkan literasi kesehatan dan kesadaran hukum masyarakat, serta berkontribusi pada penguatan perlindungan kesehatan berbasis komunitas.
Penyuluhan Dan Pembagian Suplemen Zat Besi Kepada Santriwati Kelas 7 Mts Nurul Falah Hilda Muliana; Helena Oktapiani; Niken Diastami; Nia Azzahra
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 1 No. 1 (2024): JLIPM - AGUSTUS
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman kesehatan terhadap remaja putri sebagai calon ibu di Indonesia sebagian belum memahami dengan baik. Fakta ini seringkali mengarah pada diagnosis anemia pada remaja putri atau kekurangan zat besi. Dalam beberapa situasi, remaja putri sering mengalami kurangnya energi dan kelelahan, konsentrasi dan kinerja belajar menurun. Oleh karena itu pentingnya dilakukan sosialisasi bagi santriwati untuk mencegah terjadinya anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi anemia dan efektivitas suplementasi pada santriwati kelas 7 Mts Nurul Falah. Penelitian ini menggunakan metode yang digunakan meliputi penyampaian informasi melalui penyuluhan dan dilanjutkan sesi tanya jawab. Setelah penyuluhan, dilakukan pembagian suplemen zat besi kepada santriwati yang membutuhkan. Di antara 118 santriwati yang telah dilakukan pengukuran kadar Hb, diantaranya terdapat 43 santriwati yang mengalami anemia sedang dan 14 santriwati lainya yang mengalami anemia ringan. Anemia lebih banyak terjadi pada kelompok usia 14-15 tahun. Prevalensi anemia sedang pada santriwati kelas 7 di Mts Nurul Falah sebesar 36,4%. Maka, dilakukan pemberian tablet tambah darah agar kasus anemia mengalami penurunan.
Pengaruh Pelayanan Informasi Obat Dengan Media Leaflet Terhadap Tingkat Pengetahuan Pasien Diabetes Militus Di Puskesmas Pendopo Hilda Muliana; Nia Azzahra
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 2 (2025): JLIPM - AGUSTUS
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia, sehingga diperlukan edukasi efektif untuk meningkatkan pemahaman pasien terhadap pengelolaan penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pelayanan informasi obat menggunakan media leaflet terhadap tingkat pengetahuan pasien DM di Puskesmas Pendopo, Kabupaten Empat Lawang. Metode yang digunakan adalah edukasi langsung berbasis leaflet dengan pendekatan pre-test dan post-test kepada pasien DM yang aktif berobat, mampu membaca Bahasa Indonesia, dan dalam kondisi stabil. Edukasi diberikan secara tatap muka selama 10–15 menit dengan sesi tanya jawab, lalu tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan SPSS. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan pasien setelah intervensi; rata-rata skor pengetahuan tentang obat oral meningkat dari 6,73 menjadi 9,00, tentang insulin dari 2,74 menjadi 4,64, dan kombinasi keduanya dari 8,86 menjadi 14,07, dengan p-value 0,000 pada semua kategori. Sebelum intervensi, tingkat pemahaman pasien terhadap aspek seperti interaksi obat dan penyimpanan insulin masih rendah, namun setelah diberikan leaflet, lebih dari 90% peserta dapat menjawab dengan benar pada hampir semua indikator. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelayanan informasi obat dengan media leaflet secara efektif meningkatkan pemahaman pasien tentang manajemen pengobatan DM. Kesimpulannya, edukasi berbasis leaflet merupakan strategi sederhana, praktis, dan efektif untuk mendukung peningkatan pengetahuan pasien DM di layanan kesehatan primer.
Edukasi Keamanan Pengobatan Tradisional dan Alternatif Non-Medis terhadap Masyarakat Desa Babat, Kecamatan Panukal, Kabupaten PALI Ronny Sutanto; Hilda Muliana; Sabda Wahab; Nia Azzahra
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 3 (2025): JLIPM - DESEMBER
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan pengobatan tradisional dan alternatif non-medis masih dominan di masyarakat pedesaan, termasuk Desa Babat, Kecamatan Panukal, Kabupaten PALI, dipengaruhi oleh faktor budaya, kepercayaan, dan keterbatasan akses layanan kesehatan formal. Namun, rendahnya literasi kesehatan dan literasi hukum menyebabkan masyarakat rentan terhadap risiko kesehatan serta implikasi hukum akibat praktik pengobatan yang tidak aman dan tidak berizin. Oleh karena itu, edukasi terpadu berbasis kesehatan masyarakat dan hukum kesehatan menjadi strategi preventif yang penting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif berbasis community empowerment. Sasaran kegiatan meliputi masyarakat umum, tokoh masyarakat, dan kader kesehatan desa. Edukasi dilakukan melalui penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, serta penggunaan media visual dan leaflet. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, disertai pengumpulan umpan balik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta sebesar 42%, dengan peningkatan signifikan pada pemahaman risiko kesehatan dan aspek hukum pengobatan tradisional dan alternatif non-medis. Selain itu, terjadi perubahan persepsi masyarakat terhadap pentingnya keamanan, legalitas praktik, dan perlindungan hak pasien. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis Health Belief Model dan hukum kesehatan preventif efektif meningkatkan literasi kesehatan dan kesadaran hukum masyarakat, serta berkontribusi pada penguatan perlindungan kesehatan berbasis komunitas.
Analisis Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Resep di Puskesmas Lubuk Bintialo Tahun 2025 Hilda Muliana; Gita Sopianti; Sabda Wahab; Yovi Pranata; Nia Azzahra
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 5 No 2 (2026): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol5.Iss2.2558

Abstract

Pelayanan resep merupakan bagian penting dari pelayanan kefarmasian di Puskesmas yang berperan dalam menjamin keselamatan pasien dan mutu layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan pasien serta pengaruh dimensi kualitas pelayanan resep berdasarkan model SERVQUAL terhadap kepuasan pasien di Puskesmas Lubuk Bintialo Kecamatan Batang Hari Leko Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif dan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien yang menerima pelayanan resep sebanyak 2.542 pasien, dengan sampel 94 responden yang ditentukan menggunakan teknik accidental sampling. Variabel independen meliputi tangible, assurance, reliability, empathy, dan responsiveness, sedangkan variabel dependen adalah kepuasan pasien. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tertutup berbasis skala Likert, sedangkan analisis data menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SMART PLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi tangible (0.002), reliability (0.004), dan responsiveness (0.004) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien, sedangkan assurance (0.843) dan empathy (0.245) berpengaruh positif namun tidak signifikan. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa kepuasan pasien pelayanan resep di Puskesmas Lubuk Bintialo terutama dipengaruhi oleh bukti fisik pelayanan, keandalan, dan daya tanggap petugas, sehingga peningkatan aspek tersebut perlu menjadi prioritas dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kefarmasian.