Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Training in The Application Of Literative Discipline to Develop A Literative School Environment for Teachers In Semiurban, Urban and Rural Areas in Kupang City: Pelatihan Penerapan Disiplin Literatif Untuk Mengembangkan Lingkungan Sekolah Literatif Bagi Guru-Guru Pada Wilayah Semiurban, Urban, Dan Rural Di Kota Kupang Djama, Karolus Budiman; Robot, Marselus; Margareta, Karus M; Ande, Andereas; Madu, Aleksius; Pekuwali, Dian Sari A.; Rimo, Imelda Hendriani Eku
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2024): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v8i3.19572

Abstract

Tujuan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah melatih guru-guru di kota Kupang menerapkan disiplin literatif agar dapat menciptakan lingkungan sekolah yang literatif. Asumsi penting bahwa rendahnya tingkat literasi siswa dan sekolah yang belum menjadi lingkungan yang literatif bagi siswa. Salah satu satu cara agar menjadikan sekolah sebagai lingkungan yang literatif adalah penerapan disiplin positif yang literatif atau disiplin literatif bagi siswa yang melanggar peraturan. Disiplin literatif merupakan cara yang dilakukan untuk memberikan sanksi/hukuman positif yang literatif bagi siswa. Disiplin literatif ini, sejauh ini belum pernah dilakukan di sekolah-sekolah kita di Kota Kupang baik di wilayah semiurban, urban, maupun rural. Oleh karena itu, guru-guru yang berpartisipasi dalam pelatihan ini diharapkan dapat menjadi model penerapan disiplin literatif di sekolah masing-masing. Sasaran yang diharapkan melalui PKM adalah: (1) terlaksananya pelatihan pembuatan/perumusan disiplin literatif. (2) terlaksananya diskusi intens untuk memvalidasi model disiplin literatif. Kegiatan PKM ini diikuti oleh 21 guru SD di kota Kupang. Kegiatan PKM ini berjalan dengan baik selama 2 hari dan menghasilkan 15 bentuk disiplin literatif bagi siswa yang melanggar aturan di sekolah baik untuk kelas rendah maupun kelas tinggi. Hasil evaluasi juga menunjukan 85% peserta memahami materi yang diberikan oleh narasumber
KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL PASOLA KARYA MARIA MATILDIS BANDA (KAJIAN PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD) Kore Tome, Adelvina Juliaty; Robot, Marselus; Nurhuda, Aris
Jurnal Lazuardi Vol 8 No 4 (2025): Vol 8 No 4 (2025): JURNAL LAZUARDI EDISI XIX BULAN DESEMBER
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53441/jl.Vol8.Iss4.256

Abstract

This study aims to describe the personality of the main character, Waleka, in Pasola, a novel by Maria Matildis Banda, through the lens of Sigmund Freud’s psychoanalytic theory. This theory emphasizes three structures of personality, id, ego, and superego which dynamically interact in shaping human behavior. The research employs a descriptive qualitative method with a reading-and-note-taking technique. The primary data source is the novel Pasola by Maria Matildis Banda, while secondary sources consist of relevant books, journals, and previous studies. The findings reveal that Waleka’s personality is predominantly influenced by the id aspect, manifested in his desires for power, polygamy, and the preservation of social prestige. The ego aspect is reflected in his efforts to adapt to the social environment through rational justifications of his actions, whereas the superego emerges in the form of guilt and remorse for past mistakes. These three aspects interact to form a complex personality dynamic, illustrating an inner conflict between instinctual drives, moral awareness, and sociocultural pressures within the main character.
PENERAPAN METODE PQ4R UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA TEKS EKPSLANASI SISWA KELAS VI UPTD SDN BALFAI Baly, Renwan Merliani; Djuli, Labu; Sampe, Markus; Robot, Marselus
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4719

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode PQ4R mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan aktivitas guru dari 77,27% pada siklus I menjadi 95% pada siklus II, serta aktivitas siswa dari 68% menjadi 82%. Pada tahap pre-test, diperoleh 7 siswa (25,92%) yang tuntas dan 20 siswa (74,07%) yang belum tuntas. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan awal siswa masih rendah sehingga perlu dilakukan tindakan perbaikan pada siklus I. Pada siklus I, jumlah siswa yang tuntas meningkat menjadi 11 orang (40,74%), sedangkan 16 siswa (59,26%) masih belum tuntas. Peningkatan ini terjadi karena sebagian siswa mulai menunjukkan fokus dan keaktifan dalam pembelajaran. Namun, hasil tersebut belum mencapai kriteria ketuntasan yang ditetapkan, karena masih terdapat kendala dalam pengelolaan pembelajaran oleh guru, rendahnya keaktifan siswa, serta beberapa aspek penilaian yang belum tercapai. Selanjutnya, pada siklus II terjadi peningkatan yang signifikan, yaitu sebanyak 25 siswa (92,59%) telah mencapai ketuntasan, sedangkan 2 siswa (7,41%) belum tuntas. Hasil ini telah melampaui kriteria ketuntasan klasikal yang ditetapkan, yaitu 80%. Adapun siswa yang belum tuntas disebabkan belum optimal dalam mencapai aspek-aspek membaca teks eksplanasi, sehingga diperlukan tindak lanjut berupa bimbingan khusus melalui pendekatan individual serta kerja sama dengan orang tua. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat dikatakan bahwa penerapan metode PQ4R mampu meningkatkan kemampuan membaca teks eksplanasi siswa kelas VI UPTD SDN Balfai.
PENERAPAM MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENANGGAPI PERTANYAAN PADA SISWA KELAS III UPTD SD INPRES TARUS I Prada, Makrina Feliksia; Djuli, Labu; Sampe, Markus; Robot, Marselus
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4720

Abstract

Penelitian dengan judul “Penerapan Model Pembelajaran Role Playing Untuk Meningkatkan Keterampilan Menanggapi Pertanyaan Pada Siswa Kelas III UPTD SD Inpres Tarus I”, dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan siswa kelas III UPTD SD Inpres Tarus 1 dalam menanggapi pertanyaan, yang disebabkan oleh pembelajaran yang cenderung konvensional dan kurang interaktif. Hal ini berdampak pada keaktifan siswa yang rendah, rasa takut salah, dan kurangnya rasa percaya diri saat berbicara di kelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan menanggapi pertanyaan siswa kelas III melalui penerapan model pembelajaran role playing. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas III UPTD SD Inpres Tarus 1 yang berjumlah 26 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes lisan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model role playing efektif dalam meningkatkan keterampilan menanggapi pertanyaan siswa. Pada tahap awal (pre-test), tingkat ketuntasan belajar siswa hanya 19,23%. Setelah siklus I, ketuntasan meningkat menjadi 61,54%, dan pada siklus II meningkat signifikan menjadi 88,46%. Peningkatan ini terlihat pada aspek keberanian, artikulasi, ketepatan jawaban, dan kesantunan siswa saat menanggapi pertanyaan. Aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran juga menunjukkan peningkatan yang baik dari siklus I ke siklus II. Kesimpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran role playing dapat meningkatkan keterampilan menanggapi pertanyaan pada siswa kelas III UPTD SD Inpres Tarus 1. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi referensi bagi guru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, interaktif, dan menyenangkan.