Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Desain

MAKNA WARNA PADA WAJAH WAYANG GOLEK Yayah Rukiah
Jurnal Desain Vol 2, No 03 (2015): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.829 KB) | DOI: 10.30998/jurnaldesain.v2i03.583

Abstract

Indonesia kaya akan seni dan budaya, wayang sebagai warisan budaya Indonesia yang patut dijadikan milik bersama karena isi kandungannya, baik berupa etika maupun estetikanya, tahan uji selama berabad-abad, dan tidak henti-hentinya memukau perhatian orang-orang di dalam maupun di luar negeri. Arti dari wayang adalah bayangan, tetapi dalam perjalanan waktu pengertian wayang itu berubah, dan kini wayang dapat berarti pertunjukan panggung atau teater atau dapat pula berarti aktor dan aktris. Menurut jenis aktor dan aktrisnya, wayang dapat digolongkan atas lima golongan, yaitu: (1) wayang kulit; (2) wayang golek; (3) wayang wong atau wayang orang; (4) wayang beber; (5) wayang klithik. Wayang golek adalah boneka tiga dimensi yang dibuat dari kayu, bulat dan tebal. Pada bagian bawah dan kaki, dibalut dengan pakaian. Boneka golek baru dinikmati sebagai alat perupaan cerita. Raut golek yang secara visual melambangkan watak para tokoh cerita. Warna, terutama warna wajah wayang, mendukung nilai wanda. Warna wajah merupakan tanda watak wayang. 
APLIKASI MOTIF MEGA MENDUNG DARI KAIN BATIK KE MURAL Yayah Rukiah
Jurnal Desain Vol 2, No 01 (2014): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.491 KB) | DOI: 10.30998/jurnaldesain.v2i01.571

Abstract

Motif hias awan dalam sebuah ornamen adakalanya dikembangkan dari motif meader. Motif hias demikian sangat dikenal di Cina dan masuk ke Nusantara. Kelokan motif meader yang bersudut siku atau tajam setelah menjadi motif awan, sudut yang tajam diubah menjadi belokan garis lengkung berlipat. Motif mega mendung termasuk dalam ornamen organis karena menggambarkan alam. Mega mendung adalah motif awan yang dihasilkan oleh pengaruh dari cina. Bentuknya yang khas beraut jajar genjang atau belah ketupat dengan kontur bergelombang dan liukan-liukan bersudut, banyak diterapkan pada batik, sehingga menjadi ciri khas batik Cirebon. Dan saat ini banyak motif pada kain batik di aplikasikan ke desain komunikasi visual seperti mural.
Konsep Trep pada Wanda Semar Wayang Kulit Purwa Gaya Surakarta Rukiah, Yayah
Jurnal Desain Vol 7, No 3 (2020): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4963.179 KB) | DOI: 10.30998/jd.v7i3.6352

Abstract

Dalam pewayangan Semar merupakan rokoh yang mempunyai pengaruh besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan konsep pada wanda Semar terhadap lakon-lakon yang Semar lakukan. Penelitian ini berfokus pada wayang kulit purwa gaya Surakarta khususnya Semar. Semar dalam pewayangan memiliki lakon bersama Punakawan maupun lakon sendiri, pada setiap lakon Semar menggunakan wanda berbeda. Pada penelitian ini menggunakan metode studi literatur, dimana literatur yang didapat berupa buku, artikel jurnal dan rekaman pertunjukan pada media sosial khususnya tentang Semar yang akan ditelaah untuk mencari konsep antara lakon dan wanda Semar. Rekaman pertunjukan yang digunakan adalah lakon Laire Ismoyo dengan dalang KI Purbo Asmoro. Hasil dari penelitian ini adalah menemukan konsep antara lakon dan wanda Semar yang digunakan, dan konsep yang ditemukan yaitu konsep Trep atau kesesuaian. Konsep kesesuaian penggunaan wanda untuk peran tertentu pada lakon pertunjukan wayang tertentu pula, konsep ini disebut dengan trep. Disebut trep apabila peran wayang Semar dalam suatu lakon pewayangan menggunakan wanda yang sesuai dengan fungsi peran tersebut.
Analisis Kampanye Hari Disabilitas Internasional (HDI) Tahun 2017 Kabupaten Klaten Dawami, Angga Kusuma; Rukiah, Yayah; Andrijanto, M. S.
Jurnal Desain Vol 6, No 01 (2018): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1145.531 KB) | DOI: 10.30998/jurnaldesain.v6i01.2620

Abstract

Ajang peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) adalah ajang untuk organisasi difabel menunjukkan dirinya merupakan bagian dari masyarakat yang utuh. Semangat untuk menjadi setara merupakan semangat yang terus digaungkan dimanapun HDI dilakukan. Difabel Klaten merupakan salah satu merek persatuan difabel, yang berbentuk organisasi, namun menjadi merek perjuangan untuk organisasi-organisasi disabilitas di Kabupaten Klaten pada HDI Klaten 2017. Materi-materi kampanye yang diproduksi oleh Difabel Klaten menjadi corak tersendiri yang mewarnai HDI tahun 2017. Produksi visual pada Kampanye Sosial oleh Difabel Klaten memberikan gambaran yang menarik dalam mencerminkan dirinya sebagai salah satu merek dalam perjuangan advokasi dari yang pernah ada. Difabel Klaten memproduksi kampanye secara visual secara terstruktur, dari Logo, Maskot, E-Banner, dll. Tulisan ini membahas tentang analisis kampanye yang dilakukan oleh Difabel Klaten pada Hari Disabilitas Internasional (HDI) tahun 2017 di Kabupaten Klaten. Dengan menggunakan deskriptif analitik, materi-materi kampanye Difabel Klaten dibahas secara komprehensif. Hasil penelitian ini adalah (1) terdapat konsistensi atas ide-ide komunikasi visual yang diproduksi oleh Difabel Klaten; (2) adanya kesinambungan antar ide kreatif dengan semangat perjuangan Difabel yang dilihat dari logo, maskot, dan produksi visual lainnya.