Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Eksistensi Ornamen Gigi Balang Sebagai Identitas Masyarakat Betawi Studi Kasus: Masjid Raya Baitul Ma’mur Rukiah, Yayah; Susanti, Khikmah; Putra, Rizki Saga Putra
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 10 No. 1
Publisher : Riset, inovasi dan PKM - Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52969/jsnc.v10i1.294

Abstract

Ornamen Gigi Balang yang dikenal sebagai elemen dekoratif tradisional masyarakat Betawi memiliki peran penting dalam menggambarkan identitas budaya dan sejarah lokal. Meskipun demikian, seiring dengan perkembangan zaman dan modernisasi, keberadaan ornamen ini semakin jarang ditemui dalam arsitektur kontemporer. Penelitian ini mengkaji eksistensi ornamen Gigi Balang pada Masjid Raya Baitul Ma’mur di Jakarta sebagai tempat peribadatan kaum muslim sekaligus representasi identitas budaya masyarakat Betawi. Penelitian ini dilakukan mengingat pentingnya pelestarian warisan budaya lokal yang terancam punah. Ornamen Gigi Balang bukan hanya sekadar elemen dekoratif, tetapi juga simbol identitas dan kebanggaan masyarakat Betawi. Dalam konteks globalisasi, ada kekhawatiran bahwa elemen-elemen visual pada budaya tradisional seperti ini akan tergeser oleh pengaruh budaya asing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis eksistensi ornamen Gigi Balang pada Masjid Raya Baitul Ma’mur, serta memahami bagaimana ornamen ini merepresentasikan identitas masyarakat Betawi. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi masyarakat setempat terhadap ornamen ini dan upaya pelestariannya. Penelitian ini menemukan bahwa ornamen Gigi Balang pada Masjid Raya Baitul Ma’mur tidak hanya berfungsi sebagai elemen dekoratif, tetapi juga sebagai simbol kebanggaan dan identitas budaya masyarakat Betawi. Ornamen ini mencerminkan nilai-nilai tradisional dan sejarah panjang masyarakat Betawi yang kaya akan warisan budaya. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya upaya pelestarian ornamen Gigi Balang sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Betawi. Temuan penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pemerintah dan lembaga budaya untuk merancang kebijakan dan program yang mendukung pelestarian elemen budaya tradisional dalam arsitektur dan kehidupan sehari-hari masyarakat. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya lokal.
Redesign Pitch Deck sebagai Media Presentasi Perusahaan blihape.id Faisal Akbar; Khikmah Susanti; Rukiah, Yayah
Darma Cendekia Vol. 4 No. 1 (2025): Darma Cendekia
Publisher : CV Buana Prisma Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60012/dc.v4i1.142

Abstract

Belihape.id salah satu perusahaan yang berkecimpung di dunia media digital, yang fokus memberikan informasi terkini mengenai teknologi gawai. Salah satu permasalahan utama yang dihadapi adalah kurangnya alat presentasi yang efektif untuk menyampaikan nilai bisnis dan potensi pasar kepada calon pemangku kepentingan. Dalam konteks ini, kebutuhan akan pitch deck yang komprehensif dan menarik menjadi sangat krusial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendesain ulang pitch deck dengan konsep yang baru ini dapat membuat Belihape.Id memperluas jangkauan target audience di seluruh wilayah Jakarta (khususnya) bahkan hingga seluruh Indonesia. Pitch deck adalah presentasi singkat yang dirancang untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang bisnis atau proyek kepada calon investor atau mitra (Sugiyono, 2019). Metode yang digunakan pada merancang ulang pitch deck untuk Belihape.id ini terbagi 3 tahapan yaitu tahap 1 perencanaan yang berisikan observasi, wawancara dan pengamatan, tahap 2 persiapan dimana tim mempersiapkan untuk merancang dengan membuat sketsa layout, tight tissue dan merancang. Tahap 3 adalah pelaksanaan dimana desain pitch deck yang baru dengan konsep baru telah selesai dan diserahkan pada Belihape.id. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini ini menghasilkan bentuk desain ulang pitch deck perusahaan Belihape.id yang digunakan untuk menarik investor pada saat pitching.
PERANCANGAN FILM DOKUMENTER KECIMPRING SEBAGAI KOMODITAS UTAMA MASYARAKAT LEMBANG JAWA BARAT Dwisatrio, Muhammad Akbar; Rukiah, Yayah; Susanti, Khikmah
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 18 No. 1 (2021): Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/dim.v18i1.10609

Abstract

Abstract The design of a documentary film kecimpring as the main commodity of the people of Lembang, West Java, as well as an effort to be able to provide understanding to the wider community and also to tourists who often visit the West Java area. The research method used is a descriptive qualitative analysis approach, because this study aims to obtain an authentic understanding in other words to understand the phenomenon of what is experienced by research subjects in a special natural context. This descriptive qualitative method is used to produce descriptive data in the form of words and writings on the medium of the kecimpring documentary film. The data obtained is the result of a search for literature studies in the form of books, journals, observations, and interviews with competent sources in their fields. With the data collected, it shows that kecimpring is one of the traditional snacks typical of West Java that must be preserved and preserved, and this kecimpring documentary is an effective medium for an introduction to history, how to make kecimpring, and how to preserve traditional snacks. typical of West Java.Keywords: Kecimpring, main commodity, traditional food, West Java Abstrak Perancangan film dokumenter Kecimpring sebagai komoditas utama masyarakat Lembang Jawa Barat, serta sebagai upaya untuk dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat luas dan juga para turis yang sering kali berkunjung ke daerah Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan analisis kualitatif deskriptif, karena penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman otentik dengan kata lain memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian pada konteks khusus yang alamiah. Metode kualitatif deskriptif ini digunakan untuk menghasilkan data secara deskriptif dalam bentuk kata-kata maupun tulisan mengenai media film dokumenter     kecimpring. Data yang didapat adalah hasil dari pencarian studi literatur berupa      buku, jurnal, observasi, dan wawancara dengan narasumber yang berkompeten dibidangnya. Dengan data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa kecimpring       adalah salah satu makanan ringan tradisional khas Jawa Barat yang wajib dijaga      dan dilestarikan keberadaannya dan film dokumenter kecimpring ini merupakan salah satu media yang efektif untuk pengenalan mengenai sejarah, bagaimana cara pembuatan kecimpring, dan cara untuk melestarikan makanan ringan tradisional khas Jawa Barat.Kata kunci: Kecimpring, komoditas utama, makanan tradisional, Jawa Barat 
Perancangan Film Animasi Sebagai Pengenalan Sejarah Asal Usul Cina Benteng Suwarsih, Lisda; Rukiah, Yayah; Limbong, Edo Galasro
Cipta Vol 3, No 3 (2025): Cipta
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/cipta.v3i3.3948

Abstract

Cina Benteng merupakan sebutan sekelompok masyarakat dan menjadi bagian dari warisan budaya Tionghoa khususnya di wilayah Tangerang, Banten. Namun, seiring berjalannya waktu dalam perkembangan zaman modern saat ini, dengan adanya perubahan sosial, pola pikir dan gaya hidup, menyebabkan menurunnya tingkat kesadaran untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai sejarah, seni dan budaya sebagai identitas dari mana asal-usulnya, karena dinilai terlalu kuno. Tujuan penelitian untuk merancang film animasi “Asal-usul Cina Benteng” sebagai media yang berisi informasi tentang warisan budaya Cina Benteng di wilayah Tangerang, Banten. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data dilakukan dalam bentuk studi literatur, studi observasi maupun wawancara kepada narasumber yang bersangkutan untuk mendapatkan informasi mengenai Cina Benteng. Hasil dari penelitian ini adalah film animasi yang menceritakan kisah sejarah awal mula kedatangan nenek moyang etnis Tionghoa di tanah nusantara, adanya proses akulturasi seni budaya dan perkawinan orang Tionghoa dengan penduduk setempat (lokal) yang dikenal dengan peranakan Tionghoa. Dengan menggunakan gaya digital animasi 2D dengan proses pembuatannya frame by frame menjadikan pergerakan animasi ini terlihat unik dan tidak terlalu berlebihan, sehingga diharapkan pesan dan cerita dalam film ini dapat lebih menarik dan mudah dipahami
Perancangan Buku Cerita Bergambar Sebagai Pengenalan Kumbang Tanduk Pada Anak Istiqomah, Mutiara Aisah; Rukiah, Yayah; Nuriyanti, Widya
Cipta Vol 4, No 1 (2025): Cipta
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/cipta.v4i1.4337

Abstract

Tujuan penelitian ini, untuk merancang buku cerita bergambar tentang kumbang tanduk yang berjudul Yuk! Mengenal Kumbang Tanduk yang dapat memberikan pengetahuan baru kepada anak-anak. Buku cerita bergambar dirancang dengan cerita yang mudah dimengerti oleh anak-anak dan ilustrasi yang ditampilkan dibuat dengan warna yang menarik agar saat dibaca anak tidak merasa bosan. Perancang buku cerita bergambar ini merupakan media yang cukup penting di tengah kemajuan teknologi, anak-anak yang sudah lebih banyak menggunakan gadget ketimbang membaca buku menjadikan media buku menjadi tidak cukup terkenal. Dan oleh karena itu dengan adanya media buku cerita bergambar ini anak-anak diharapkan dapat lebih aktif dan kembali membaca buku, selain itu dengan membaca buku dapat membantu daya imajinasi anak agar menjadi lebih ekspresif pada lingkungan di sekitarnya. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Metode kualitatif deskriptif atau menggunakan metode dengan cara mengumpulkan data-data terkait yang berasal dari observasi melalui buku, jurnal dan juga artikel, lalu mendapatkan. data melalui wawancara narasumber. Hasil pengumpulan data menunjukkan bahwa kumbang tanduk bukan hanya sebuah serangga, namun kumbang tanduk memiliki peran dalam ekosistem tumbuhan. Tapi banyak yang mengira jika kumbang hanyalah hama bagi tumbuhan, maka dari itu buku cerita gambar ini dirancang untuk anak-anak agar dapat mengenal kumbang tanduk agar dapat mengubah pemikiran anak-anak sejak usia dini.
EKSISTENSI FIGUR SEMAR PADA MEDIA VISUAL LOGO STUDI KASUS: LOGO ANGKRINGAN KHAS JOGJA SEMAR Rukiah, Yayah; Sugihartono, Ranang Agung; Sarwanto, Sarwanto; Sunardi, Sunardi
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 8, No 1 (2025): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v8i1.14820

Abstract

Tujuan dari penelitian untuk mengkaji eksistensi figur Semar pada media visual logo, dengan studi kasus pada logo Angkringan Khas Jogja Semar. Figur Semar, sebagai ikon budaya Jawa yang kaya akan makna filosofis, dieksplorasi representasinya dalam konteks branding bisnis kuliner tradisional, yaitu angkringan. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini mengidentifikasi dan menginterpretasikan elemen-elemen visual pada logo Angkringan Khas Jogja Semar yang merepresentasikan figur Semar. Hasil analisis menunjukkan bahwa visual Semar dalam logo tersebut mengadaptasi karakteristik tradisionalnya untuk membangun identitas visual yang kuat dan membedakan angkringan ini dari yang lain. Representasi Semar tidak hanya berfungsi sebagai daya tarik visual, tetapi juga membawa konotasi nilai-nilai Jawa seperti kesederhanaan, kearifan lokal, dan kedekatan dengan masyarakat, yang selaras dengan citra angkringan sebagai ruang sosial dan kuliner yang inklusif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan figur Semar dalam logo Angkringan Khas Jogja Semar secara efektif memperkuat eksistensi merek, membangun identitas visual yang unik, serta memanfaatkan kekayaan budaya lokal sebagai elemen pembeda dalam lanskap bisnis kuliner Yogyakarta
Citra (Image) Perempuan sebagai Objek Seksualitas dalam Iklan Studi Kasus Iklan Axe Rukiah, Yayah
Magenta | Official Journal STMK Trisakti Vol. 1 No. 02 (2017): Magenta : Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Media
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61344/magenta.v1i02.20

Abstract

Television commercials began in 1947 in the form of sponsorship advertisements. Advertising is one of mass communication.The world of advertising is now growing very rapidly, making ad entrepreneurs must compete and be more creative in finding ideas. The purpose of this article is to find out the image of women in advertising aa an object of sexuality axe ad case studies. Image can have a strong emotional effect on people, and some imagery has historical significance. Sensuality becomes significant because often advertising gives a biased portrayal of a female figure, who rely solely on her body. An ad usually offers an image, which in the context of an ad language can be described as a mental picture of something that does not actually exist. Image has a very important role, as the definition of social relationships. Image or image displayed in this ad is the men who use this ax perfume will be a man who is liked by all women even angels can be enamored of the fragrance.
Kajian Kemasan Tape Ketan sebagai Identitas Khas Kuningan Jawa Barat: Studi Kasus: Merek Harum Sari Rukiah, Yayah
Magenta | Official Journal STMK Trisakti Vol. 2 No. 02 (2018): Magenta : Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Media
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61344/magenta.v2i02.37

Abstract

MEA (ASEAN Economic Community) entered into Indonesia in 2016. One of the industries that is the pillar of the populist economy is UMKM industry. This industry goes into culinary Enterprises. Culinary business that enter into the group of SMEs among them is Tape Ketan Business which is generally produced by home industry. This research method is a critical study on the circulation of design work in the form of packaging design and plastic content of glutinous tape product typical of Kuningan brand Harum Sari. Typical glutinous tape is packed in a unique way. Although actually not much different, the uniqueness is there because the tape is packed in a bucket and the content of plastic contained therein endanger health. But the black bucket will not be replaced and still be used because this is typical of typical sticky tape packaging of Kuningan Regency of West Java.
Logo Kerupuk Mie "Kembang Matahari" dari Prespektif Estetika DeWitt Parker Rukiah, Yayah; Purnengsih, Iis; Pratama, Dendi; Dawami, Angga Kusuma
Magenta | Official Journal STMK Trisakti Vol. 3 No. 02 (2019): Magenta : Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Media
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61344/magenta.v3i02.48

Abstract

Visual identity is the main thing that must be built by an entity to be known to the wider community through appropriate visual communication. The forms of visual communication carried out can take the form of anything, such as logos, corporate identities, to the visual formation of their branding. Visual communication that is constantly being built will make people more familiar with the products or services offered to the community. Mie Kupuk "Kembang Matahari" is trying to shape its visual identity, starting with the logo it made. The method used is descriptive qualitative method with visual analysis of identity. The approach to creativity and aesthetic theory is elaborated to find out more about how the Visual Identity will be built by Crackers Noodle "Kembang Matahari". Through excavation of ideas, construction of corporate identity, overall design, the visual identity to be built by crackers noodle and the making of "Kembang Matahari" is a superior product of the city of Bogor. This paper discusses the visual of a new logo on Crackers Noodle "Kembang Matahari" and the visual identity that the company wants to build by using the aesthetic theory formulated by Parker. This paper concludes that the new logo form that will be used as the visual identity of Crackers Noodle "Kembang Matahari" has the power of ideas that are sufficient to be introduced to the wider community as seen from the principle of Unity, Principle of principle, Principle of variation, Principle of balance, Principle of Development, Principle of Layout seen from the logo of Mie Kupuk "Kembang Matahari".